Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 168986 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Indah Setyowati
"Komposit sandwich serat alam sedang menjadi perhatian para peneliti sebagai alternatif untuk struktur bangunan karena massanya yang ringan, ramah lingkungan, serta lebih ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan daya tahan komposit sandwich epoksi berpenguat serat kenaf dengan core busa poliuretan (KF/EP-PU foam) dalam menyerap suara (kebisingan) dan ketahanan terhadap sinar UV. Teknik VARI (Vacuum Assisted Resin Infusion) dilakukan untuk fabrikasi komposit skin serat kenaf, sedangkan fabrikasi untuk panel sandwich, dilakukan menggunakan metode cold press. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian koefisien absorpsi suara dan QUV Fluorescent Lamp dilengkapi dengan pengamatan morfologi menggunakan OM (Optical Microscope). Hasil penelitian menyatakan bahwa komposit sandwich KF/EP-PU foam berhasil menyerap suara dengan koefisien absorbsi tertinggi sebesar 0,195 pada frekuensi 1000-6000 Hz. Sementara itu, nilai perubahan warna (AE) yang dihasilkan akibat paparan sinar uv sebesar 22,385. Hal ini menunjukkan, komposit sandwich KF/EP-PU foam tidak dapat bertahan dengan baik pada kondisi luar ruangan, dikarenakan nilai perubahan warna yang dihasilkan melebihi nilai (AE) yang baik (< 3-5).

Researchers are becoming more interested in natural fibre sandwich composites as a building material substitutes because of their low weight, cost-effectiveness, and eco-friendliness. Finding out how long epoxy/kenaf fibre reinforced sandwich composites with polyurethane foam as a core (KF/EP-PU foam) last in terms of weather resistance (UV light) and sound absorption (noise) was the aim of this study. Composites of kenaf fibre as a skin were fabricated using the VARI (Vacuum Assisted Resin Infusion) process, meanwhile sandwich panel were fabricated using a cold press method. The QUV fluorescent lamp and sound absorption coefficient tests were performed, as well as morphological observations using Optical Microscope (OM) was also conducted. According to the test results, the KF/EP-PU foam sandwich composite effectively absorbed sound at frequencies between 1000 and 6000 Hz, with the highest absorption coefficient of 0.195. The UV light exposure resulted in a color change value (AE) of 22.385. This demonstrates that the KF/EP-PU foam sandwich composite is unable to withstand outside conditions, as the color change value obtained above its ideal (AE) value (< 3-5)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhia Religio Musyaffa Mukarob P.
"Industri otomotif membutuhkan material alternatif yang ringan, kuat, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat mekanik komposit lamina epoksi berpenguat serat kenaf dan graphene oxide (GO). Serat kenaf dialkalisasi dengan larutan NaOH 5% dan disusun secara searah, sedangkan epoksi dicampur dengan GO dalam fraksi berat 0,5 wt%; 0,75 wt%; dan 1 wt%. Komposit difabrikasi menggunakan metode hand lay-up diikuti dengan vacuum bagging. Pengujian mekanik komposit meliputi uji tarik dan uji three-point bending. Karakterisasi GO meliputi analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan X-Ray Diffraction (XRD), serta pengamatan morfologi menggunakan mikroskop optik. Komposit epoksi berpenguat serat kenaf dengan kandungan GO 0,75 wt% menunjukkan sifat mekanik terbaik, yaitu 64,21 MPa dan 97,38 MPa, masing-masing untuk kuat tarik dan kuat lentur.

The automotive industry requires alternative materials that are lightweight, strong, and environmentally friendly aiming to improve fuel efficiency and reduce environmental impact. This research aimed to determine the mechanical properties of epoxy reinforced by kenaf fiber and graphene oxide (GO) composites. Kenaf fibers were treated with a 5% NaOH solution and arranged unidirectionally, while the epoxy was mixed with GO in weight fractions of 0.5 wt%; 0.75 wt%; and 1 wt%. The composites were fabricated using the hand lay-up followed by vacuum bagging method. Mechanical testing included tensile test and three-point bending test. GO characterization included Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and X-Ray Diffraction (XRD) analysis, as well as morphology observation using an optical microscope. The epoxy reinforced by kenaf fiber with 0,75 wt% GO exhibited the best mechanical properties, namely 64.21 MPa and 97.38 MPa for tensile strength and bending strength respectively."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Roland Tamalonggehe
"Penggunaan komposit sandwich dalam berbagai aspek kehidupan semakin meningkat belakangan ini. Komposit sandwich banyak digunakan karena mempunyai rasio modulus terhadap berat yang tinggi, rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi, ketahanan aus, hingga ketahanan terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh teknik fabrikasi yang digunakan terhadap sifat mekanik komposit sandwich. Komposit sandwich dibuat dari serat gelas anyam dan resin poliester tak-jenuh sebagai kulit dan busa poliuretan kaku sebagai inti menggunakan dua teknik fabrikasi yakni adhesive-cold press dan Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI). Pada komposit sandwich kemudian dilakukan uji tarik, uji tekan, uji lentur, dan uji densitas. Untuk komposit sandwich yang difabrikasi dengan teknik adhesive-cold press, didapatkan nilai kuat tarik, kuat tekan, kuat lentur dan densitas berturut-turut sebesar (1,55 ± 0,01) MPa, (1,30 ± 0,01) MPa, (11,04 ± 0,45) MPa, dan (0,29 ± 0,01) g/cm3. Sementara itu, untuk komposit sandwich yang difabrikasi dengan teknik VARI, didapatkan nilai kuat tarik, kuat tekan, kuat lentur dan densitas berturut-turut sebesar (2,25 ± 0,42) MPa, (1,41 ± 0,01) MPa, (13,84 ± 0,42) MPa, dan (0,33 ± 0,01) g/cm3. Hasil ini menunjukkan bahwa sifat mekanik dari komposit sandwich yang difabrikasi dengan teknik VARI lebih tinggi dari pada yang difabrikasi dengan teknik adhesive-cold press. Tidak ada perbedaan mode kegagalan yang terjadi pada kedua tipe komposit sandwich. Untuk uji tarik dan tekan, mode kegagalan yang terjadi adalah kerusakan inti busa, sedangkan untuk uji lentur adalah kerusakan kulit bagian atas. Hal ini menunjukkan bahwa ikatan inti dan kulit dengan kedua teknik sangat baik.

The use of sandwich composites in various aspects of life has increased lately. Sandwich composites are widely used because of their high modulus-to-weight ratio, high strength-to-weight ratio, wear resistance, and corrosion resistance. This study aimed to compare the effect of the fabrication techniques used on the mechanical properties of sandwich composites. The sandwich composites were fabricated from woven glass fiber reinforced unsaturated polyester resin as skin and rigid polyurethane foam as core using two fabrication techniques, namely adhesive-cold press and Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI). The sandwich composites were then tested for tensile, compressive, flexural, and density tests. For the adhesive-cold pressed sandwich composites, the values of tensile strength, compressive strength, flexural strength, and density were (1.55 ± 0.01) MPa, (1.30 ± 0.01) MPa, (11.04 ± 0.45) MPa, and (0.29 ± 0.01) g/cm3, respectively. Meanwhile, for the VARI fabricated sandwich composites, the values of tensile strength, compressive strength, flexural strength, and density were (2.25 ± 0.42) MPa, (1.41 ± 0.01) MPa, (13,84 ± 0.42) MPa, and (0.33 ± 0.01) g/cm3, respectively. These results indicated that the mechanical properties of sandwich composites fabricated with the VARI technique were higher than those fabricated with the adhesive-cold press technique. For the tensile and compressive tests, the failure mode was foam core failure, while for the flexural test was upper skin failure. These results indicated that the bonding of the core and skin with both techniques is excellent."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arini Shafia Afkari
"Saat ini, karena masalah lingkungan, ketersediaan dan keterbaruan, pengembangan komposit polimer berpenguat serat alam meningkat. Serat kenaf Sumberejo merupakan salah satu serat alam yang melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sifat mekanik komposit berpenguat serat kenaf Sumberejo anyam menggunakan model analitik dengan memvariasikan jenis polimer pada komposit. Orientasi serat anyam dengan perlakuan alkali adalah 0o/90o. Polimer yang digunakan adalah polimer termoset (epoksi dan vinil ester) dan termoplastik (polipropilena dan poli asam laktat). Rule of Mixtures (ROM) dan Teori Lamina diterapkan sebagai model analitik. Hasil menunjukkan bahwa nilai modulus tarik, kuat tarik longitudinal, kuat tarik transversal, modulus geser, dan kuat geser komposit tertinggi terdapat pada komposit epoksi berpenguat serat kenaf Sumberejo, masing-masing yaitu 6,58 GPa, 131,04 MPa, 114,93 MPa, 1,78 GPa, dan 8,92 MPa. Mengacu pada Standar Nasional Indonesia 01-4449-2006 tentang papan serat komposit, keempat komposit polimer berpenguat serat kenaf Sumberejo anyam 0o/90o digolongkan sebagai papan serat kerapatan tinggi.

Nowadays, due to environmental concerns, availability and renewable issues, the development of natural fiber reinforced polymer composites is increasing. Sumberejo kenaf fiber is one of the abundant natural fibers in Indonesia. The purpose of this study was to obtain the mechanical properties of woven Sumberejo kenaf fiber composite using analytical models by varying the types of polymers in the composite. The orientation of the woven alkaline-treated fiber was 0o/90o. Polymers used were thermosets (epoxy and vinyl esters) and thermoplastics (polypropylene and polylactic acid). Rule of Mixtures (ROM) and Lamina Theory were applied for the analytical model. The results showed that the highest value of tensile modulus, longitudinal tensile strength, transverse tensile strength, shear modulus, and shear strength were found in Sumberejo kenaf fiber reinforced epoxy composite, 6,58 GPa, 131,04 MPa, 114,93 MPa, 1,78 GPa, and 8,92 MPa respectively. Referring to Indonesian National Standard 01-4449-2006 for composite fiber board, four 0o/90o woven Sumberejo kenaf fiber reinforced polymer composites were classified as high density fiber board."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anisa Padma Firdausi
"komposit berpenguat serat alam dapat menjadi alternatif untuk menggantikan komposit berpenguat serat sintetis yang kurang ramah terhadap lingkungan. Serat dari tumbuhan kenaf adalah salah satu serat alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti penguat serat sintesis pada komposit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat lentur, daya serap air, dan kadar air pada komposit polipropilena berpenguat serat kenaf dengan variasi fraksi berat serat sesuai dengan SNI 01-4449-2006. Serat kenaf diberi perlakuan alkali sebelum digunakan sebagai penguat dengan cara direndam dalam larutan NaOH 5%. Komposit polipropilena/serat kenaf kemudian difabrikasi dengan mesin hot press. Fraksi berat serat yang digunakan pada penelitian adalah 30 wt%, 40 wt%, 50 wt%, dan sampel polipropilena murni juga difabrikasi sebagai pembanding. Komposit yang difabrikasi disebut sebagai papan serat dengan kerapatan tinggi menurut SNI karena memiliki nilai densitas 1,08 g/cc. Kuat lentur, daya serap air, dan kadar air terbaik dimiliki oleh komposit polipropilena/serat kenaf 30wt% dengan nilai masing-masing (4,77 ± 1,00) MPa, (3,61 ± 1,77) % dan (1,12 ± 0,34)%; dan nilai-nilai ini memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI) tentang papan serat.

Natural fiber reinforced composites can be an alternative to replace composites with synthetic fibers reinforcement that are less environmentally friendly. Kenaf fiber which is obtained from kenaf plant is one of natural fibers that can be used as a reinforcement in composites. The purpose of this research was to determine the flexural strength, water absorbent, and water content of polypropylene/kenaf fiber composites with variations of fiber weight fraction according to SNI 01-4449-2006. Kenaf fiber was treated by alkaline treatment before being used as a reinforcement by immersing kenaf fiver in NaOH 5% solution. Polypropylene/kenaf fiber composites were fabricated with compression moulding method using a hot press machine. Fiber weight fractions used in this research were 30 wt%, 40 wt%, 50 wt%, and pristine polypropylene samples were also fabricated as a comparison. Based on SNI, the fabricated composites was called Papan Serat Kerapatan Tinggi (PSKT) because the density value was 1,08 g/cc. The flexural strength, minimum water absorption and water content were found in polypropylene/kenaf fiber composite 30wt% with the value of (4,77 ± 1,00) MPa, (3,61 ± 1,77) % and (1,12 ± 0,34)% respectively and these values met the Fiber Board Indonesian National Standard (SNI).
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Joshua Y.B.
"Fenomena kristalisasi dari material polipropilena kopolimer impak IPC dimodelkan secara non-isotermal dengan model kinetika Nakamura yang merupakan perluasan dari model kinetika isotermal Avrami. Teori Hoffman-Lauritzen digunakan di dalam kinetika Nakamura untuk menggambarkan kecepatan kristalisasi rata-rata sebagai fungsi dari temperatur. Beberapa parameter pada persamaan Hoffman-Lauritzen seperti konstanta nukleasi dan pre-exponential factor harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan mengacu pada data differential scanning calorimetry DSC dari IPC murni. Hasil permodelan kemudian dibandingkan dengan data DSC dari hasil eksperimen IPC yang ditambahkan 5, 15, dan 25 serat kenaf dengan temperatur pencampuran 170oC dan waktu pencampuran 15 menit. Serat kenaf yang digunakan diberi perlakuan alkalinisasi dengan larutan NaOH 6 selama 8 jam. Penambahan konsentrasi serat kenaf memicu penurunan indeks Avrami n sampel dari n=3 menuju n=2. Indeks Avrami n=2 menunjukkan bahwa sampel mengalami kristalisasi dengan pertumbuhan secara 1-dimensi. Tetapi, terdapat beberapa perbedaan dari kurva kristalisasi antara hasil simulasi dan data eksperimen yang didapatkan. Perbedaan ini dapat disebabkan karena terjadinya fenomena secondary nucleation dan kurangnya masukan kalor yang diberikan pada saat proses pencampuran IPC dengan serat kenaf.

The non isothermal crystallization phenomenon of impact polypropylene copolymer IPC has been modeled using the Nakamura equation model which is an extension of the Avrami equation. The theory of Hoffman Lauritzen is used inside the Nakamura kinetic model to describe the average crystallization rate as a function of temperature. Some parameters of Hoffman Lauritzen need to be calibrated first by considering the differential scanning calorimetry DSC data of pure IPC. We compared the model predictions with the DSC non isothermal crystallinity results of IPC with additions of 5, 15, and 25 kenaf fiber. The mixing temperature and mixing time in this experiments were 170oC and 15 minutes, respectively. The kenaf fiber was pre treated with 6 NaOH for 8 hours. The addition of kenaf fiber showed a decrease in Avrami index of the sample from n 3 to n 2. Indicating that the crystallization process was experiencing a 1 dimensional growth. However, there were several discrepancies between the model predictions and experimental results. The phenomenon of secondary nucleation and the lack of heat input in IPC mixing process with the kenaf fiber could cause these differences."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Rifqi Hadyan Pandyashani
"Komposit sandwich merupakan material yang mempunyai potensi tinggi dalam aplikasi rancang bangun struktur ringan karena memiliki perbandingan strength to weight yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mencari sifat mekanik dari komposit sandwich dengan kulit kombinasi serat woven S-glass dan epoxy dan inti dari polyurethane foam. Material dibuat menjadi dua jenis orientasi S-glass yang berbeda yaitu 0°/90°/PU/0°/90 dan 0°/90°/PU/-45°/+45°. Material dibuat dengan menggunakan metode hand lay up dan vacuum bagging. Uji mekanik yang dilakukan adalah uji tekuk dan uji tekan arah edgewise. Penelitian ini memberikan hasil bahwa komposit sandwich jenis 0°/90°/PU/0°/90 memiliki sifat mekanik yang lebih baik dibandingkan dengan jenis 0°/90°/PU/-45°/+45°, dengan nilai kekuatan geser inti (74,38 ± 3,55) kPa, nilai kekuatan tekuk (1,22 ± 0,02) MPa, dan nilai kekuatan tekan (222,96 ± 8,98) kPa, serta kerusakan patahan pada citra SEM.

Sandwich composite is a material with high potential in light weight structure because of high strength to weight ratio. Research was done to find the mechanical properties of sandwich composite with S-glass and epoxy combination skin and polyurethane foam core. The sample is divided into two different S-glass orientation, 0°/90°/PU/0°/90 and 0°/90°/PU/-45°/+45°. The sample was made by hand lay up and vacuum bagging method. Flexural test and edgewise compressive test were used to determine the mechanical properties of the sample. From the result of the mechanical test, we know that sandwich composite 0°/90°/PU/0°/90 has a better mechanical properties than 0°/90°/PU/-45°/+45°, with (74,38 ± 3,55) kPa core shear stress, (1,22 ± 0,02) MPa facing bending stress, and (222,96 ± 8,98) kPa facing compressive stress, also with a fracture in SEM image."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S60039
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizqi Akmalia Jailani
"Indonesia merupakan negara yang sering terjadi gempa bumi, sehingga pengembangan material konstruksi tahan gempa menjadi sangat penting. Di sisi lain, limbah pertanian seperti serat daun nanas (PALF) memiliki postensi besar untuk dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat mekanik komposit sandwich epoksi yang diperkuat serat daun nanas (PALF) sebagai skin dan busa poliuretan (PU) yang diperkuat selulosa nanofibril (CNF) serat kenaf sebagai core. Komposit skin (EP/PALF) difabrikasi dengan metode VARI (Vacuum Assested Resin Infusion). Sedangkan EP/PALF dan PU serta PU/1wt CNF, PU/3wt CNF, dan PU/5wt CNF digabungkan dengan metode cold press. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan CNF pada core busa PU meningkatkan kekuatan tekan hingga mencapai (4,88 ± 0,62) MPa dan modulus tekan sebesar (14,01 ± 1,95) MPa pada EP/PALF-PU/5wt CNF. EP/PALF-PU memiliki nilai tarik dan lentur tertinggi yaitu masing-masing sebesar (0,15 ± 0,09) MPa dan (7,79 ± 0,34) MPa. Penambahan CNF menurunkan kinerja tarik dan lentur EP/PALF-PU akibat aglomerasi dan void yang tidak merata. Dengan demikian, formulasi CNF pada busa PU terbukti efektif dalam meningkatkan sifat tekan.

Indonesia is a country frequently affected by earthquakes, making the development of earthquake-resistant construction materials highly essential. On the other hand, agricultural waste such as pineapple leaf fiber (PALF) holds significant potential for utilization. This study aimed to determine mechanical properties of an epoxy sandwich composite reinforced with pineapple leaf fiber (PALF) as the skin and polyurethane (PU) foam reinforced with cellulose nanofibrils (CNF) from kenaf fiber as the core. The skin composites (EP/PALF) were fabricated using the Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI) method, while the EP/PALF skin and PU foam core – including PU/1wt CNF, PU/3wt CNF, and PU/5wt CNF- were constructed using the cold press method. The results showed that the addition of CNF to the PU foam core increased the compressive strength to (4,88 ± 0,62) MPa at EP/PALF-PU/5wt CNF. Moreover, the highest tensile and flexural strengths were observed at EP/PALF-PU, with the values of (0,15 ± 0,09) MPa and (7,79 ± 0,35) MPa, respectively, while the addition of CNF in PU reduced the tensile and flexural performance due to agglomeration and uneven void distribution. Thus, the CNF formulation in PU foam has proven effective in enhancing compressive properties. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutiara Medikasari
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan komposit resin dan jarak penyinaran terhadap kekuatan tarik diametral komposit resin serat pendek KRSP . Empat puluh spesimen KRSP EverX PosteriorTM berbentuk lempengan dengan ketebalan 3 dan 4 mm, diameter 6 mm n=20 dibagi menjadi dua kelompok dengan jarak penyinaran 2 dan 4 mm n=10 . Spesimen dipolimerisasi menggunakan LED curing unit, iradiansi 800 mW/cm2 selama 20 detik. Spesimen diuji menggunakan Universal Testing Machine 250 kgf, 0,5 mm/menit untuk mendapatkan nilai kekuatan tarik diametral. Hasil uji statistik One-Way ANOVA dan post-hoc LSD, kekuatan tarik diametral menurun signifikan pada kelompok dengan ketebalan KRSP 4 mm dan jarak penyinaran 4 mm. Disimpulkan bahwa ketebalan KRSP dan jarak penyinaran dapat mempengaruhi nilai kekuatan tarik diametral.

The aim of this study is to analyze the effect of short fiber reinforced resin composite SFRC thickness and light curing distance on diametral tensile strength. Forty disc shaped specimens of SFRC EverX PosteriorTM with 3 and 4 mm of resin composite thickness, 6 mm of diameter n 20 were divided into two different light curing distance groups 2 and 4 mm n 10 . All Specimens were polymerized using LED curing unit, irradiance 800 mW cm2 for 20 s. Specimens were tested using Universal Testing Machine 250 kgf, 0,5 mm menit to determine its diametral tensile strength. The result from One Way ANOVA and post hoc LSD statistical test, diametral tensile strength of 4 mm SFRC thickness with 4 mm light curing distance group has significantly decrease. It was concluded that both SFRC thickness and light curing distance has significant effect on the diametral tensile strength."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>