Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57728 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dhia Religio Musyaffa Mukarob P.
"Industri otomotif membutuhkan material alternatif yang ringan, kuat, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat mekanik komposit lamina epoksi berpenguat serat kenaf dan graphene oxide (GO). Serat kenaf dialkalisasi dengan larutan NaOH 5% dan disusun secara searah, sedangkan epoksi dicampur dengan GO dalam fraksi berat 0,5 wt%; 0,75 wt%; dan 1 wt%. Komposit difabrikasi menggunakan metode hand lay-up diikuti dengan vacuum bagging. Pengujian mekanik komposit meliputi uji tarik dan uji three-point bending. Karakterisasi GO meliputi analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan X-Ray Diffraction (XRD), serta pengamatan morfologi menggunakan mikroskop optik. Komposit epoksi berpenguat serat kenaf dengan kandungan GO 0,75 wt% menunjukkan sifat mekanik terbaik, yaitu 64,21 MPa dan 97,38 MPa, masing-masing untuk kuat tarik dan kuat lentur.

The automotive industry requires alternative materials that are lightweight, strong, and environmentally friendly aiming to improve fuel efficiency and reduce environmental impact. This research aimed to determine the mechanical properties of epoxy reinforced by kenaf fiber and graphene oxide (GO) composites. Kenaf fibers were treated with a 5% NaOH solution and arranged unidirectionally, while the epoxy was mixed with GO in weight fractions of 0.5 wt%; 0.75 wt%; and 1 wt%. The composites were fabricated using the hand lay-up followed by vacuum bagging method. Mechanical testing included tensile test and three-point bending test. GO characterization included Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and X-Ray Diffraction (XRD) analysis, as well as morphology observation using an optical microscope. The epoxy reinforced by kenaf fiber with 0,75 wt% GO exhibited the best mechanical properties, namely 64.21 MPa and 97.38 MPa for tensile strength and bending strength respectively."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Setyowati
"Komposit sandwich serat alam sedang menjadi perhatian para peneliti sebagai alternatif untuk struktur bangunan karena massanya yang ringan, ramah lingkungan, serta lebih ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan daya tahan komposit sandwich epoksi berpenguat serat kenaf dengan core busa poliuretan (KF/EP-PU foam) dalam menyerap suara (kebisingan) dan ketahanan terhadap sinar UV. Teknik VARI (Vacuum Assisted Resin Infusion) dilakukan untuk fabrikasi komposit skin serat kenaf, sedangkan fabrikasi untuk panel sandwich, dilakukan menggunakan metode cold press. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian koefisien absorpsi suara dan QUV Fluorescent Lamp dilengkapi dengan pengamatan morfologi menggunakan OM (Optical Microscope). Hasil penelitian menyatakan bahwa komposit sandwich KF/EP-PU foam berhasil menyerap suara dengan koefisien absorbsi tertinggi sebesar 0,195 pada frekuensi 1000-6000 Hz. Sementara itu, nilai perubahan warna (AE) yang dihasilkan akibat paparan sinar uv sebesar 22,385. Hal ini menunjukkan, komposit sandwich KF/EP-PU foam tidak dapat bertahan dengan baik pada kondisi luar ruangan, dikarenakan nilai perubahan warna yang dihasilkan melebihi nilai (AE) yang baik (< 3-5).

Researchers are becoming more interested in natural fibre sandwich composites as a building material substitutes because of their low weight, cost-effectiveness, and eco-friendliness. Finding out how long epoxy/kenaf fibre reinforced sandwich composites with polyurethane foam as a core (KF/EP-PU foam) last in terms of weather resistance (UV light) and sound absorption (noise) was the aim of this study. Composites of kenaf fibre as a skin were fabricated using the VARI (Vacuum Assisted Resin Infusion) process, meanwhile sandwich panel were fabricated using a cold press method. The QUV fluorescent lamp and sound absorption coefficient tests were performed, as well as morphological observations using Optical Microscope (OM) was also conducted. According to the test results, the KF/EP-PU foam sandwich composite effectively absorbed sound at frequencies between 1000 and 6000 Hz, with the highest absorption coefficient of 0.195. The UV light exposure resulted in a color change value (AE) of 22.385. This demonstrates that the KF/EP-PU foam sandwich composite is unable to withstand outside conditions, as the color change value obtained above its ideal (AE) value (< 3-5)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nazarudin
Depok: Universitas Indonesia, 2000
T39888
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arini Shafia Afkari
"Saat ini, karena masalah lingkungan, ketersediaan dan keterbaruan, pengembangan komposit polimer berpenguat serat alam meningkat. Serat kenaf Sumberejo merupakan salah satu serat alam yang melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sifat mekanik komposit berpenguat serat kenaf Sumberejo anyam menggunakan model analitik dengan memvariasikan jenis polimer pada komposit. Orientasi serat anyam dengan perlakuan alkali adalah 0o/90o. Polimer yang digunakan adalah polimer termoset (epoksi dan vinil ester) dan termoplastik (polipropilena dan poli asam laktat). Rule of Mixtures (ROM) dan Teori Lamina diterapkan sebagai model analitik. Hasil menunjukkan bahwa nilai modulus tarik, kuat tarik longitudinal, kuat tarik transversal, modulus geser, dan kuat geser komposit tertinggi terdapat pada komposit epoksi berpenguat serat kenaf Sumberejo, masing-masing yaitu 6,58 GPa, 131,04 MPa, 114,93 MPa, 1,78 GPa, dan 8,92 MPa. Mengacu pada Standar Nasional Indonesia 01-4449-2006 tentang papan serat komposit, keempat komposit polimer berpenguat serat kenaf Sumberejo anyam 0o/90o digolongkan sebagai papan serat kerapatan tinggi.

Nowadays, due to environmental concerns, availability and renewable issues, the development of natural fiber reinforced polymer composites is increasing. Sumberejo kenaf fiber is one of the abundant natural fibers in Indonesia. The purpose of this study was to obtain the mechanical properties of woven Sumberejo kenaf fiber composite using analytical models by varying the types of polymers in the composite. The orientation of the woven alkaline-treated fiber was 0o/90o. Polymers used were thermosets (epoxy and vinyl esters) and thermoplastics (polypropylene and polylactic acid). Rule of Mixtures (ROM) and Lamina Theory were applied for the analytical model. The results showed that the highest value of tensile modulus, longitudinal tensile strength, transverse tensile strength, shear modulus, and shear strength were found in Sumberejo kenaf fiber reinforced epoxy composite, 6,58 GPa, 131,04 MPa, 114,93 MPa, 1,78 GPa, and 8,92 MPa respectively. Referring to Indonesian National Standard 01-4449-2006 for composite fiber board, four 0o/90o woven Sumberejo kenaf fiber reinforced polymer composites were classified as high density fiber board."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gavin Setiawan
"Aluminium (Al) dan paduannya telah secara luas digunakan dalam berbagai industri seperti konstruksi, otomotif, manufaktur, dan kedirgantaraan karena memiliki kekuatan tinggi, kerapatan rendah, serta kemampuan pembentukan yang baik. Meskipun Al memiliki lapisan oksida alami di permukaannya, lapisan ini dapat terkelupas atau larut dalam lingkungan korosif, yang menyebabkan turunnya ketahanan korosi. Oleh karena itu, diperlukan pelapisan permukaan. Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) menghasilkan lapisan keramik oksida tebal yang meningkatkan resistansi korosi. Diperlukan aditif sebagai penguat untuk mengoptimalkan ketahanan korosi dan mekanik lapisan. Pada penelitian ini, graphene oxide (GO) digunakan sebagai aditif selain untuk meningkatkan ketahanan korosi lapisan, juga untuk meningkatkan konduktivitas listrik lapisan. Proses PEO dilakukan pada paduan AA7075-T735 menggunakan elektrolit 30 g/l Na2SiO3, 30 g/l KOH, 20 g/l trietanolamin (TEA) dengan aditif 2 g/l dan 20 g/l GO pada rapat arus konstan sebesar 200 A/m2 dan suhu 10 °C ± 1 °C. Karakterisasi morfologi dan komposisi dilakukan SEM-EDS dan XRD. Uji korosi dilakukan dengan metode elektrokimia. Sifat mekanik lapisan diuji dengan uji aus dan keras. Penambahan GO sebesar 2 g/l berhasil meningkatkan sifat mekanik dan ketahanan korosi coating yang didukung oleh morfologi permukaan yang lebih halus dan sedikit pori. Perfoma coating menurun pada konsentrasi GO sebesar 20 g/l, hal ini disebabkan penurunan laju pertumbuhan dari coating yang disebabkan GO melebihi batas dispersif sehingga GO yang terinkorporasi di dalam coating lebih sedikit karena aglomerasi GO.

Aluminium (Al) and its alloys are widely used in various industries such as construction, automotive, manufacturing, and aerospace due to their high strength, low density, and good formability. Despite the natural oxide layer on its surface, which can peel or dissolve in corrosive environments, leading to a decrease in corrosion resistance, surface coating is necessary. Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) produces thick ceramic oxide layers that enhance corrosion resistance. Additives are required to strengthen and optimize the corrosion resistance and mechanical properties of the coating. In this study, graphene oxide (GO) is used as an additive not only to improve corrosion resistance but also to enhance the electrical conductivity of the coating. The PEO process is conducted on AA7075-T735 alloy using an electrolyte of 30 g/l Na2SiO3, 30 g/l KOH, 20 g/l triethanolamine (TEA) with 2 g/l additive and 20 g/l GO at a constant current density of 200 A/m2 and a temperature of 10 °C ± 1 °C. Morphological and compositional characterization is performed using SEM-EDS and XRD. Corrosion testing is conducted using electrochemical methods, while the mechanical properties of the coating are assessed through wear and hardness tests. The addition of 2 g/l of GO successfully improves the mechanical properties and corrosion resistance of the coating, supported by a smoother surface morphology with fewer pores. However, coating performance decreases at a GO concentration of 20 g/l, attributed to a reduction in coating growth rate caused by GO exceeding the dispersal limit, resulting in less incorporated GO due to agglomeration."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rheka Septya Anansyah
"Aluminium dan paduannya banyak digunakan dalam industri konstruksi, otomotif, manufaktur, dan kedirgantaraan karena sifatnya ringan dan kuat. Namun, lapisan oksida alami aluminium memiliki keterbatasan dalam lingkungan korosif, sehingga diperlukan peningkatan sifat permukaan. Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) merupakan metode yang efektif untuk membentuk lapisan oksida pelindung dan meningkatkan ketahanan korosi. Untuk meningkatkan performa lapisan hasil PEO, dilakukan penyisipan material berbasis nanokarbon seperti reduced graphene oxide (rGO) yang meningkatkan kepadatan lapisan oksida. Dalam penelitian ini, (rGO) disisipkan ke dalam lapisan PEO pada paduan aluminium AA7075-T735. Proses PEO dilakukan menggunakan elektrolit 30 g/L Na₂SiO₃, 30 g/L KOH, dan 10 vol% etanol dengan konsentrasi rGO 0,2 g/L dan 2 g/L. Pengujian korosi dilakukan melalui uji elektrokimia EIS dan PDP. Sifat mekanik lapisan diuji dengan uji kekerasan dan ketahanan aus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan rGO sebesar 0,2 g/L memberikan ketahanan korosi terbaik, dengan penurunan rapat arus korosi hingga 1,41 × 10⁻⁷ A/cm² dan resistansi polarisasi sebesar 9,42 × 10⁷ Ω·cm² dibanding lapisan tanpa rGO dengan rapat arus korosi 2,21 x 10-6 A ∙ cm-2 dan resistansi polarisasi 3,57 × 107 Ω·cm². Sementara itu, penambahan rGO sebesar 2 g/L meningkatkan kekerasan lapisan dari 151,09 HVmenjadi 175,66 HV dan memperbaiki ketahanan aus dari 2,08 x 10-6 mm3/mm menjadi 0,68 x 10-6 mm3/mm. Hasil ini menunjukkan bahwa rGO berperan dalam meningkatkan ketahanan korosi dan mekanik lapisan PEO.

Aluminum and its alloys are widely utilized in the construction, automotive, manufacturing, and aerospace industries due to their lightweight nature and high strength. However, the natural oxide layer formed on aluminum exhibits limited protection in corrosive environments, thereby necessitating surface modification. Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) is an effective technique for producing protective oxide layers and improving corrosion resistance. To enhance the performance of PEO coatings, nanocarbon-based materials such as reduced graphene oxide (rGO) were incorporated to increase oxide layer compactness. In this study, rGO was introduced into the PEO coating on AA7075-T735 aluminum alloy. The PEO process was carried out using an electrolyte containing 30 g/L Na₂SiO₃, 30 g/L KOH, and 10 vol% ethanol, with rGO concentrations of 0.2 g/L and 2 g/L. Corrosion behavior was evaluated through EIS and PDP, while mechanical properties were assessed via hardness and wear resistance tests. The results showed that the addition of 0.2 g/L rGO provided the best corrosion resistance, lowering the corrosion current density to 1.41 × 10⁻⁷ A/cm² and increasing polarization resistance to 9.42 × 10⁷ Ω·cm², compared to the coating without rGO, which showed a corrosion current density of 2.21 × 10⁻⁶ A/cm² and polarization resistance of 3.57 × 10⁷ Ω·cm². Meanwhile, the addition of 2 g/L rGO increased the coating hardness from 151.09 HV to 175.66 HV and improved the wear resistance from 2.08 × 10⁻⁶ mm³/mm to 0.68 × 10⁻⁶ mm³/mm. These results indicate that rGO plays a significant role in enhancing both the corrosion resistance and mechanical properties of the PEO coating."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novaretsa Narpati
"ABSTRACT
This paper aimed to analyse the effect of Carbon Fibre Reinforced Polymer applied on structures, especially steel structure to resist seismic action on the structure. A software modelling will be used and the result will be compared with the experimental results.Earthquake has damaged a number of civil engineering structures in the past. A number of strengthening method has also been designed to reduce the damage to the structure. For years, people tried to find new materials that can increase the strength of structures. In the last decades, the use of Fibre Reinforced Polymer FRP has increased in structural design. There are many types of FRP one of the types is CFRP or Carbon Fibre Reinforced Polymer.FRP are commonly used in other industry such as automotive, aerospace, and marine industries. As civil engineers began to use FRP in the design, more study has to be done about the application of CFRP on civil engineering structure, especially under seismic loading. This experiment will study the response of civil engineering structure reinforced with CFRP under seismic loading. There have been a number of studies of CFRP application on reinforced concrete structures. However, there are only a few studies regarding the use of CFRP on steel construction. The experiment will attempt to study the use of CFRP on steel structure. The expected outcome of the experiment is to determine the effectiveness of CFRP reinforcement on steel structures under seismic loading.This paper provides a number of researches which have been made regarding the application of carbon fibre reinforced polymer on structures. Initial literature reviews showed that the use of CFRP on a structural frame will increase the capacity of the structure. Due to time constraint, the laboratory experiment will be done next year and will be discussed in a different paper. This paper will discuss the literature reviews and the initial software modelling. This paper aimed to analyse the effect of Carbon Fibre Reinforced
Polymer applied on structures, especially steel structure to resist seismic action on the structure. A software modelling will be used and the result will be compared with the experimental results.

ABSTRAK
Makalah ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Carbon Fibre Reinforced Polymer untuk diterapkan pada struktur, terutama struktur baja untuk menahan aksi seismik pada struktur. Model komputer akan digunakan dan hasilnya akan dibandingkan dengan hasil eksperimen. Gempa telah merusak sejumlah struktur teknik sipil di masa lalu. Sejumlah metode perkuatan juga telah dirancang untuk mengurangi kerusakan struktur. Selama bertahun-tahun, orang mencoba untuk menemukan bahan-bahan baru yang dapat meningkatkan kekuatan struktur. Dalam dekade terakhir, penggunaan Fibre Reinforced Polymer FRP telah meningkat dalam desain struktural. Ada banyak jenis FRP; salah satu jenis adalah CFRP atau Carbon Fibre Reinforced Polymer. FRP biasanya digunakan dalam industri lain seperti otomotif, aerospace, dan industri kelautan. Insinyur sipil mulai menggunakan FRP dalam desain. Studi lebih lanjut harus dilakukan tentang penerapan CFRP pada struktur teknik sipil, terutama di bawah beban gempa. Percobaan ini akan mempelajari respon struktur teknik sipil diperkuat dengan CFRP dibawah beban gempa. Ada sejumlah studi aplikasi CFRP pada struktur beton bertulang. Namun, hanya ada sedikit penelitian mengenai penggunaan CFRP pada konstruksi baja. Eksperimen akan mencoba untuk mempelajari penggunaan CFRP pada struktur baja. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas penguatan CFRP pada struktur di bawah beban gempa. Makalah ini menyediakan sejumlah penelitian yang telah dilakukan mengenai penerapan perkuatan serat polimer karbon pada struktur. ulasan awal literatur menunjukkan bahwa penggunaan CFRP pada kerangka struktural akan meningkatkan kapasitas struktur. Karena kendala waktu, eksperimen laboratorium akan dilakukan tahun depan dan akan dibahas dalam makalah yang berbeda. Makalah ini akan membahas tinjauan literatur dan modeling software awal."
2015
S66042
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dzaky Aufar Perwira
"Bensin menjadi salah satu energi yang umum digunakan karena penggunaannya yang luas seperti bahan bakar pada kendaraan bermotor. Seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor, dampak polusi akibat gas buang kendaraan kini menjadi penyebab utama pencemaran udara. Berbagai macam aditif bahan bakar telah menjadi fokus dalam penelitian, graphene oxide (GO) menjadi salah satu opsi sebagai aditif pada bahan bakar tersebut. Penelitian ini menginvestigasi potensi GO sebagai aditif pada bensin untuk mengurangi emisi gas buang. Melalui percobaan yang dilakukan, penelitian ini mengevaluasi pengaruh konsentrasi GO (50 ppm dan 100 ppm) terhadap emisi CO, CO2, dan HC. Hasil menunjukkan bahwa penambahan GO pada bensin memberikan pengaruh signifikan terhadap emisi gas buang. Pada penambahan 50 ppm dan 100 ppm GO, terjadi penurunan emisi karbon monoksida (CO) dengan rata-rata penurunan sebesar 87.37% untuk 50 ppm GO dan 84.43% untuk 100 ppm GO. Selain itu, emisi karbon dioksida (CO2) meningkat, mengindikasikan pembakaran yang lebih sempurna dengan rata-rata kenaikan sebesar 6.37% untuk 50 ppm GO dan 9.03% untuk 100 ppm GO. Emisi hidrokarbon (HC) juga mengalami penurunan rata-rata sebesar 17.19% untuk 50 ppm GO dan 12.83% untuk 100 ppm GO. Secara keseluruhan, penambahan graphene oxide pada bahan bakar bensin meningkatkan efisiensi pembakaran dan menurunkan emisi gas berbahaya.

Gasoline is one of the most commonly used energy sources due to its widespread application, such as fuel in motor vehicles. With the increase in the number of motor vehicles, the impact of pollution from vehicle exhaust gases has now become a major cause of air pollution. Various fuel additives have been the focus of research, with graphene oxide (GO) being one of the options as an additive for fuel. This study investigates the potential of GO as an additive in gasoline to reduce exhaust gas emissions. Through the experiments conducted, this research evaluates the effect of GO concentrations (50 ppm and 100 ppm) on CO, CO2, and HC emissions. The results show that adding GO to gasoline has a significant impact on exhaust gas emissions. With the addition of 50 ppm and 100 ppm GO, there was a reduction in carbon monoxide (CO) emissions, with an average decrease of 87.37% for 50 ppm GO and 84.43% for 100 ppm GO. Moreover, carbon dioxide (CO2) emissions increased, indicating more complete combustion, with an average increase of 6.37% for 50 ppm GO and 9.03% for 100 ppm GO. Hydrocarbon (HC) emissions also decreased, with an average reduction of 17.19% for 50 ppm GO and 12.83% for 100 ppm GO. Overall, the addition of graphene oxide to gasoline improves combustion efficiency and reduces harmful gas emissions."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rafli Khansa
"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komposit biodegradable prepreg rami fiber-PLA (komposit alami), memodelkan secara empiris, dan menghitung sifat mekanik multiaksialnya, serta menguji sifat mekanik secara eksperimental dengan beban dinamis geser. Prepreg kemudian disiapkan untuk pembuatan spesimen pengujian dengan menggunakan cetakan hot press. Benda uji kemudian dibawa ke mesin uji mekanik dinamik mencapai Hasil pengujian untuk uji geser pada beban maksimum 75% pada 9,23 MPa mencapai 2013 siklus, beban maksimum 50% pada 6,15 MPa mencapai 123.568 siklus, dan 25% beban maksimum pada 3,07 MPa mencapai 923.876 siklus dan  hasil pengujian uji tarik pada beban maksimum 75 % pada 34,4 MPa mencapai 1620 siklus. mempengaruhi kekuatan mekanik komposit. Pada akhirnya percobaan ini dimaksudkan untuk dilanjutkan untuk kemungkinan masa depan sasis kendaraan mobil listrik 2 duduk yang seluruhnya terbuat dari komposit bio-degradable. Hasil yang diharapkan juga dari penelitian ini adalah ditemukannya parameter polimerisasi curing prepreg dengan parameter yang tepat dan analisis perilaku mekanik dan proses kerusakan yang terjadi pada beban dinamis geser.

This research aims to develop  biodegradable prepreg green composites ramie fiber-PLA (natural composites), model empirically, and calculate their multiaxial mechanical properties, as well as experimentally test mechanical  properties with shear fatigue load. Prepreg is then prepared for producing specimen of the testing by using hot press mold. The test specimen is then carried out to the dynamic mechanical test machine reaching The test result for shear test at 75% maximum load at 9,23 MPa reached 2013 cycles, 50% maximum load at 6,15 MPa reached 123.568 cycles, and 25% maximum load at 3,07 MPa reached 923.876 cycles. And for  The test result for tensile test at 75 % maximum load at 34,4 MPa reached 1620 cycles.The experiment also observed how additives that is added in production of the prepregs took effect in mechanical strength of the composite. Ultimately this experiment is intended to be continued for a possible future of a 2 seated electric cars vehicle chassis that is made entirely from bio-degradable composite. The expected results  also from this study are the discovery of curing prepreg polymerization parameters with the right parameters and the analysis of mechanical behavior and damage processes occurring at shear fatigue loads."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Muhammad Andira Mulia
"ABSTRAK
Dewasa ini, material komposit banyak digunakan dalam berbagai aplikasi karena memiliki sifat mekanik yang lebih bagus dari pada logam, memiliki kekuatan pembentukan yang tinggi, memiliki ketahanan yang baik, memiliki kekuatan jenis dan kekakuan jenis (modulus Young) yang lebih tinggi daripada logam. Namun demikian, material komposit rentan terhadap degradasi termal pada temperatur tinggi. Oleh karena itu, penelitian dalam tesis ini bertujuan untuk meningkatkan ketahan termal dan sifat mampu bakar material komposit dengan mencampurkan zat tahan api berbasis halogen jenis brominated bisphenol A ke dalam material komposit serat karbon dengan dua variasi densitas serat, yaitu 200 dan 240 gr/m2. Penelitian yang dilakukan berbasis pada eksperimen skala laboratorium menggunakan kalorimeter kerucut. Fenomena pembakaran yang terjadi adalah piloted ignition dengan fluks kalor pembakaran dibatasi sampai dengan 25 kW/m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel komposit serat karbon terbakar karena vaporisasi dari resinnya, sedangkan serat karbonnya sendiri hanya mengalami pengarangan (charring). Eksperimen pada fluks kalor 21,12 kW/m2, menunjukkan bahwa kebeadaan kandungan brominated bisphenol A di dalam sampel komposit serat karbon mampu menekan puncak laju produksi kalor dari sekitar 125 kW/m2 menjadi hanya sekitar 80 kW/m2. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan zat tahan api (fire retardant) mampu menunda waktu penyalaan api pembakaran dan memberikan ketahana termal yang lebih baik kepada material komposit

ABSTRACT
Nowadays, carbon fiber reinforced epoxy-acrylate composite (CFRE) is used in various applications such as in aircraft and industrial applications including pressure vessels, civil engineering/construction-related uses, ship manufacturing, and automobile. That is because of its characteristics such as lightweight and high-strength. Nevertheless CFRE is very easy to be burned after preheating in a low heat flux, moreover with the presence of an external energy source. Hence, this study aimed to find out the effects of brominated bisphenol A as fire retardant agent on fire retardancy of CFRE using cone calorimeter with a spark igniter as a trigger to represent an amount of external energy source. Carbon fibers used in this study have density of 200 gr/m2 and 240 gr/m2. The parameter studied in this research includes density of carbon fiber, time to ignition, heat release rate and density of smoke production. In this initial work, the heat flux was limited up to 25 kW/m2 with piloted ignition. The measured temperatures of CFRE’s ignition range from 450oC to 575oC at atmospheric pressure. The initial result shows that the ignition of CFRE is strongly depend on the density of carbon fiber, the existing of an external energy source and the condition of gas mixture. For the density of of 200 gr/m2, CFRE starts to ignite under heat flux of 14.2 kW/m2 with peak heat release rate of 163.4 kW/m2. While for the density of of 240 gr/m2, CFRE starts to ignite under heat flux of 16.7 kW/m2 with peak heat release rate of 98 kW/m2. Combustion mechanism of CFRE started when a spark igniter is turned on after preheating at a certain sufficient heat flux, causing a flaming condition on the surface of CFRE. Next, vaporization of its resin causing a sustain flaming condition until reaching a decay period. When it burned, the resin vapor is forced out of the fiber pores, causing the material to swell and increased its volume. The effects of brominated bisphenol A as fire retardant agent in the CFRE give a significant impact to fire retardancy of the CFRE, especially in time to ignition and heat release rate aspect."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42229
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>