Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 126 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bogor: IPB Press, 2022
332.1 PEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Bogor: IPB Press, 2020
307.121 6 PUS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Joko Nugroho
Bogor: IPB Press, 2024
658.409 2 JOK f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Irman Siswadi
"Scholarly communication and academic environment are interelated and interdependent to each other. Academic environment is where scholars consisting of faculty members, researchers and student meet. They produce most of scholarly writing and access to scholay resources as their references. They are both author and reader components. In library perspective, they are users. Libraries in academic environment will function well in the support of information technology. Information technology supports scholarly communication as well. Internet, if you like, has provided a significant support on scholarly communication process. Access to scientific writings in any formats is easier and faster using internet than other tools. Searching current articles and sending email to authors can be done directly in second. It is clear that the use of information technology is a must in supporting scholarly communication. Library as an established institution that has long supported scholarly communication needs continues reformation. Sustainable action of reform to scholarly communications have to be done. There are many factors to be paid attention to such as university policies; partnership between library and working units in university; involvement of civitas academica; use of handbook; information library sites; human resources development."
Bogor: Perpustakaan IPB, 2013
020 JPI 12:1 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sutarsyah
"Perpustakaan KRB merupakan tempat penyimpanan informasi kelembagaan (local content) berbagai publikasi kebun raya dalam bentuk buku dan jurnal. Publikasi tersebut perlu diinformasikan kepada masyarakat. Untuk mengetahui kepuasan pemustaka dalam mendapatkan informasi tentang perkebunrayaan, Unit Perpustakaan menyebarkan kuesioner kepada para pemustakanya dari bulan Januari - Desember 2012. Dari 150 kuesioner yang telah disebarkan terkumpul 120 kuesioner. Kuesioner yang terkumpul kemudian diolah, ditabulasi dan dianalisis. Responden yang menyatakan baik tentang fasilitas dan kenyamanan ruang sebanyak 76 persen. Hal ini dimungkinkan karena sarana dan prasarana yang telah tersedia sudah cukup memenuhi keinginan pemustaka. Sebanyak 69 persen dari total responden sudah dapat menggunakan buku tamu elektronik dengan mudah. Responden yang menyatakan jam kunjungan baik sebanyak 73 persen, artinya jam kunjungan sudah sesuai dengan harapan pemustaka Perpustakaan. Pemustaka yang menyatakan bahwa koleksi perpustakaan kurang sebanyak 18 orang, Hal ini dikarenakan pada tahun 2011-2012, Perpustakaan tidak memiliki dana untuk pembelian buku luar negeri. Responden yang menyatakan layanan staf perpustakaan kepada pemustaka baik berjumlah 85 orang, yang menyatakan istimewa 30 orang. Dari hasil analisis kepuasan pemustaka di atas maka dapat disimpulkan bahwa, secara umum pemustaka merasa puas dengan layanan Perpustakaan KRB. Namun masih perlu ditingkatkan jumlah dan jenis koleksinya, serta terus dilakukan peningkatan kompetensi petugas perpustakaannya baik melalui diklat, magang maupun pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian petugas perpustakaan akan semakin profesional dalam melayani kebutuhan pemustaka."
Bogor: Perpustakaan IPB, 2013
020 JPI 12:1 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rochani Nani Rahayu
"Keberadaan Undang-undang No: 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan memicu pertumbuhan perpustakaan yang sangat nyata di Indonesia. Analisis tentang Perpustakaan Umum di Jawa dapat membantu Perpustakaan Nasional di dalam melakukan tugas pembinaan kepada mereka. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) jumlah perpustakaan; 2) status perpustakaan; 3) luas perpustakaan; 4) koleksi perpustakaan; 5) situs web; 6) sumberdaya manusia perpustakaan; 7) anggaran perpustakaan dan 8) jam buka perpustakaan. Sumber data yang digunakan adalah Direktori Perpustakaan Umum berjudul Profil Perpustakaan Umum Provinsi & Kabupaten/Kota se-Indonesia Wilayah 2, terbitan Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Tahun 2011. Data yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk tabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah :1) Perpustakaan Umum di Jawa berjumlah 123 buah; 2) Berstatus badan sebanyak 10 buah, kantor sebanyak 111 buah, dan UPT sebanyak 2 buah. Perpustakaan Umum yang berstatus badan yaitu Perpustakaan Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya dan Kabupaten Serang; 3) Total luas perpustakaan 134.153 m2; 4) Koleksi tercetak berjumlah 1.338.593 judul (3.777.786 eksemplar); 5) Sudah memiliki situs web 58 perpustakaan; 6) Jumlah SDM 2.862 orang; 7) Total anggaran sebesar Rp. 193 M. DKI Jakarta mengalokasikan dana tertinggi; 8) Pelayanan 5 hari kerja sebanyak 52 perpustakaan, 6 hari kerja sebanyak 39 perpustakaan, pelayanan 7 hari kerja 29 perpustakaan dan pelayanan 4 hari kerja sebanyak 1 perpustakaan. Kesimpulan kajian adalah: seluruh kabupaten/kota di Jawa sudah memiliki unit Perpustakaan Umum, dilengkapi dengan ruang baca, koleksi, SDM pengelola, anggaran dan melayani pemustaka selama 1 tahun penuh, dan diijumpai 29 perpustakaan membuka layanan 7 hari/minggu, namun masih ada yang memberikan layanan 4 hari/minggu; akan tetapi belum semua Perpustakaan Umum di Jawa memiliki situs /web site."
Bogor: Perpustakaan IPB, 2013
020 JPI 12:1 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Wahyudin
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat kepuasan pemustaka terhadap mutu pelayanan perpustakaan menurut perhitungan Indeks Kepuasan Pengguna dan Importance Performance Analysis, tingkat kepuasan pemustaka secara keseluruhan, dan untuk mengetahui jenis pelayanan apa yang biasa dimanfaatkan oleh pemustaka, serta berbagai kendala apa saja yang dihadapi pemustaka dalam memanfaatkan pelayanan perpustakaan seiring dengan telah diimplementasikannya sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Kebutuhan dan Perilaku Pencarian Informasi yang dikembangkan T.D. Wilson, yang merupakan model penelitian tentang perilaku pencarian informasi, yaitu menyebutkan bahwa kebutuhan informasi bukan kebutuhan primer, tetapi merupakan kebutuhan sekunder yang timbul karena keinginan untuk memenuhi kebutuhan primer atau kebutuhan dasar, pencari informasi dalam usaha menemukan informasi untuk memuaskan kebutuhannya menghadapi hambatan yang muncul dari diri sendiri, dari orang lain, atau dari lingkungannya. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Pengukuran variabel penelitian menggunakan metode LibQual+TM dan Skala Likert. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisa dengan Statistik Deskriptif, Indek Kepuasan Pengguna, dan Importance Performance Analysis. Sampel penelitian ini adalah pemustaka yang datang langsung ke Perpustakaan Institut Pertanian Bogor berjumlah 105 orang. Tingkat kepuasan pemustaka terhadap mutu pelayanan perpustakaan menurut perhitungan Indeks Kepuasan Pengguna mengindikasikan pemustaka merasa puas sedangkan menurut perhitungan Importance Performance Analysis pemustaka merasa sangat puas sekali walaupun belum maksimal karena masih terdapat kesenjangan (gap) namun relatif kecil. Tingkat kepuasan pemustaka terhadap keseluruhan jenis pelayanan yang tersedia di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor mengindikasikan pemustaka merasa puas. Jenis pelayanan yang biasa dimanfaatkan oleh pemustaka Perpustakaan Institut Pertanian Bogor adalah jenis pelayanan ruang baca dan pelayanan akses internet atau layanan digital. Kendala yang dihadapi pemustaka ketika memanfaatkan jasa pelayanan di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor yaitu; mengalami akses internet lambat dan mengalami kesulitan dalam menemukan literatur yang dibutuhkan."
Bogor: Perpustakaan IPB, 2013
020 JPI 12:2 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Margrith Tirtasari
"Sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan saat ini belum menjadi fokus utama dalam perancangan sistem informasi di perpustakaan perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu prototipe sistem informasi terintegrasi guna menunjang proses bisnis pengadaan bahan perpustakaan di Perpustakaan Swiss German University. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu wawancara dengan tiga perpustakaan universitas yang telah menerapkan sistem informasi pengadaan, wawancara dengan semua unit yang terlibat dalam proses pengadaan bahan perpustakaan guna menganalisis kebutuhan staf, perancangan prototipe sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan dan pengujian prototipe sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan oleh semua unit yang terlibat dalam proses pengadaan bahan perpustakaan. Wawancara awal menunjukkan bahwa hampir seluruh unit yang terlibat dalam proses pengadaan bahan perpustakaan merasakan bahwa proses pengadaan bahan perpustakaan memakan waktu lama dan minimnya informasi mengenai status pemesanan bahan perpustakaan tersebut. Berdasarkan kebutuhan semua unit yang terlibat dalam proses pengadaan bahan perpustakaan dirancang sebuah prototipe sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan yang tidak membutuhkan proses yang lama dalam mengajukan order, menyetujui order dan mengetahui status pemesanan bahan perpustakaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan dapat menghemat waktu dan proses persetujuan pengadaan bahan perpustakaan tidak terhambat karena sistem informasi dapat diakses dimanapun tanpa menghambat proses bisnis pengadaan bahan perpustakaan."
Bogor: Perpustakaan IPB, 2013
020 JPI 12:2 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Triani Rahmawati
"Authority control adalah kegiatan menetapkan, membuat, dan menggunakan istilah standar yang dipakai dalam katalog perpustakaan beserta acuannya. Sampai saat ini authority control be1um banyak digunakan, padahal authority control merupakan hal yang penting bagi perpustakaan sebagai bentuk kontrol bibliografi. Oleh karena itulah, perlu dikembangkan sebuah sistem authority control yang efektif, yang dapat dijadikan alat atau sarana bagi pustakawan dalam menentukan keseragaman akses pada katalog sehingga terdapat konsistensi dalam penentuan titik akses informasi dan untuk meningkatkan hasil temu kembali informasi. Rancangan sistem authority control dalam penelitian ini menggunakan metode SDLC (System Development Life cycle) yang meliputi studi kelayakan, investigasi sistem, analisis sistem, desain sistem, implementasi serta review dan maintenance (Avison dan Fitsgerald (2006). Penelitian ini dilakukan sampai tahap pembuatan prototipe. Fasilitas yang disediakan dalam rancangan sistem ini adalah fasilitas penelusuran dan input data yang terdiri dari tajuk subjek, tajuk nama pengarang, dan tajuk badan korporasi."
Bogor: Perpustakaan IPB, 2013
020 JPI 12:2 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Irhamni
"Perkembangan teknologi informasi telah mengubah tatanan birokrasi sehingga Pemerintah RI harus mengadopsi perkembangan teknologi informasi melalui layanan berbasis e-government. Perpustakaan Nasional RI merupakan lembaga pemerintah yang melaksanakan layanan publik informasi terbitan pemerintah berdasarkan UU Deposit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan melakukan perancangan sistem e-government melalui repositori hukum peraturan perundang-undangan yang lebih terstruktur agar lebih mudah ditemukan, lebih fleksibel dalam pencarian serta terintegrasi sehingga termutakhirkan. Metodologi penelitian ini adalah melakukan evaluasi dan perancangan repositori produk hukum. Sampel diambil berdasarkan pada pemeringkatan egovernment Indonesia (PeGI) yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI tahun 2013 yang berpredikat baik. PeGI diperoleh 12 kementerian 10 lembaga non kementerian, 4 provinsi dan 8 kabupaten/kota. Penelitian ini mengevaluasi komponen repositori yang terdiri atas komponen manajemen repositori, komponen interoperabilitas serta komponen human computer interface serta wvaluasi kepuasan pengguna berdasarkan pada QUIS (Questionnaire Of User Interface Satisfaction) terhadap aspek usabilitas serta aspek layanan. Data yang diperoleh diolah dalam bentuk sebaran frekuensi sebaran ketersediaan komponen repositori dalam bentuk persentase dan sebaran rata-rata pada dimensi usabilitas dan dimensi layanan. Pengembangan sistem dilakukan setelah evaluasi sistem yang sedang berjalan Desain sistem baru dibuat berdasarkan rekomendasi atas hasil evaluasi sistem yaitu membuat proses bisnis dan arsitektur sistem serta tampilan user interface yang sesusai standar guna meningkatkan kepuasan pengguna. Hasil penelitian menyatakan bahwa portal e-government bidang repositori produk hukum di Indonesia belum terstruktur, terintegrasi, serta fleksibel. Pengujian menunjukkan belum terstrukturnya komponen manajemen repositori, Pengujian aspek interoperabilitas menunjukkan penggunaan metadata standar belum diterapkan, sementara itu pada ketidak fleksibelan terlihat pada komponen human computer interaction khususnya dalam terlihat ketersediaan fasilitas pencarian. Demikian pula pada aspek usabilitas dan layanan ditemukan masih ada pengguna sistem masih belum puas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah portal e-government layanan terbitan hukum belum efisien, efektif serta belum terintegrasi. Perancangan sistem dilakukan dengan desain sistem yang sesuai standar melalui perancangan ulang proses bisnis dan desain antar muka sistem."
Bogor: Perpustakaan IPB, 2014
020 JPI 13:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>