Ditemukan 228 dokumen yang sesuai dengan query
Ridho Harun Alqalam
"Pesatnya perkembangan internet menyebabkan perubahan besar dalam kegiatan bisnis. Saat ini, orang dapat dengan mudah membeli produk di platform E-commerce, pasar virtual tempat individu dan bisnis dapat memposting produk mereka untuk dijual. Industri bisnis ini paling cocok dengan situasi dunia saat ini karena minimnya kerusakan lingkungan dan juga pandemi covid-19 yang memaksa orang untuk mengurangi mobilitasnya. Namun, efek dari industri bisnis ini jika mereka masih melakukan tanggung jawab sosial perusahaan lingkungan (ECSR) masih samar. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh ECSR terhadap perilaku konsumen jika dilakukan oleh platform E-commerce di negara berkembang dan menggunakan reputasi merek sebagai mediatornya. Penelitian ini ingin menekankan kepada setiap pelaku bisnis bahwa tanggung jawab lingkungan dapat dilakukan oleh semua orang, bukan hanya mereka yang merusak atau sedang merusak lingkungan saja karena kita semua hidup di bumi yang sama dan setiap orang harus bertanggung jawab terhadapnya.
The rapid development of the internet caused a huge change in business activities. Nowadays, people can easily buy products on the E-commerce platform, a virtual market where individuals and businesses can post their products to be sold. This business industry suits best to the current world situation due to the lack of damage to the environment and also the covid-19 pandemic that forced people to reduce their mobilisation. However, the effect of this business industry if they still performed environmental corporate social responsibility (ECSR) is still vague. This research is conducted to see the effect of ECSR on consumer behaviour if it is performed by an E-commerce platform in a developing country and use brand reputation as the mediator. This research wants to emphasise to every business that environmental responsibility can be done by everyone, not just those who damage or are damaging the environment only because we all live on the same earth and everyone should be responsible with it."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Jajat Rifatullah
"Perkembangan industri telah menyebabkan terjadinya penurunan daya dukung lingkungan, konflik sosial dan kesenjangan ekonomi. Dunia industri mengembangkan konsep CSR sebagai tanggung jawab terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan CSR berkelanjutan, mengevaluasi strategi dan merumuskan strategi prioritas progam CSR. Pendekatan penelitiannya menggunakan kuantitatif. Metode penelitiannya menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif. Metode analisis untuk menganalisis data kualitatif menjadi data kuantitatif pada penelitian ini adalah Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Hasil penelitian didapatkan dua rekomendasi strategi penerapan CSR yaitu strategi pemberdayaan; dan strategi pemberian bantuan secara langsung. Strategi pemberdayaan yaitu: membuka program magang, membuat program CSR pemberdayaan UMKM, peningkatan pengetahuan dan kemampuan, memberikan pelatihan keahlian bersertifikat, memberikan penyuluhan pentingnya perilaku sehat. Sementara strategi pemberian bantuan secara langsung yaitu: memberikan bantuan pada instansi pendidikan, bantuan penyediaan air bersih, Memberikan bantuan berupa material sisa produksi. Perusahaan berkewajiban menerapkan CSR tiga bidang pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan.
Industrial development has caused a decrease in the carrying capacity of the environment, social conflicts, and economic inequality. The industrial world has developed the concept of Corporate Social Responsibility (CSR) as a responsibility to society. This study analyzes the implementation of sustainable CSR, evaluates strategies, and formulates priority strategies for CSR programs. This study uses a quantitative research approach. Furthermore, this study uses a combination of quantitative and qualitative methods. The analytical methods for analyzing qualitative data into quantitative data in this study are the Strength, Weakness, Opportunity, and Threat (SWOT). The study results obtained two recommendations for implementing CSR strategies, namely the empowerment strategy and direct assistance strategies. The empowerment strategies include opening apprenticeship programs, creating MSME empowerment CSR programs, increasing knowledge and skills, providing certified skills training, and providing counseling on the importance of healthy behavior. The strategies for direct assistance include assisting educational institutions, providing clean water, and reusing leftover production materials. In addition, companies must implement CSR in three areas of sustainable development: economic, social, and environmental."
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Masyithah Putri Radila
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari tata kelola kolaboratif pada program CSR Sanitasi Total Berbasis Masyarakat terhadap citra PT Adaro Energy Tbk. Penelitian ini menggunakan paradigma post positivisme, dan sifat penelitian adalah deskriptif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah melalui proses wawancara, dimana selain mewawancarai pihak perusahaan, tetapi juga stakeholder lain yang terlibat dalam proses kolaborasi, serta masyarakat sebagai penerima manfaat program tersebut. Dari penelitian ini diketahui bahwa tata kelola kolaboratif pada program CSR Sanitasi Total Berbasis Masyarakat berperan dalam meningkatkan citra PT Adaro Energy Tbk, dengan adanya keterlibatan dan kepedulian banyak pihak, menciptakan adanya dukungan dan respon positif dari masyarakat, regulator, dan stakeholder terhadap program tersebut dan terhadap PT Adaro Energy Tbk.
This research examines the role of collaborative governance on corporate social responsibility program “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” in order to increase imagery of PT Adaro Energy Tbk. This research uses post positivism paradigm and the characteristic is descriptive. The method that is used to collect data is using in depth interview by interviewing the company representatives as the benefit receiver of the program. The result of this research is that the collaborative governance on CSR program has a role in increasing the image of PT Adaro Energy Tbk. with the participation and concern from other stakeholders, creates the support and positive responds from the society, regulators, and stakeholders towards the program and towards PT Adaro Energy Tbk."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Rifqi Achmad Fauzi
"Studi ini mengelaborasi faktor dibalik implementasian Corporate Social Responsibility (CSR) pada perusahaan migas. Praktik CSR bersifat charity diibaratkan sebagai sebuah jalan pintas bagi perusahaan dalam pelaksanaan CSR di sebuah perusahaan. Studi terdahulu mengenai praktik CSR charity terbagi dalam dua kelompok yaitu yang lebih menyoroti faktor internal dan sebagian lain yang lebih melihat faktor eksternal. Studi ini berargumen bahwa perusahaan yang didominasi oleh praktik yang bersifat charity tidak akan menimbulkan sebuah keberlanjutan yang dimana akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri dan tidak akan menimbulkan kemandirian pada masyarakat. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dimana peneliti akan mendeskripsikan faktor – faktor yang mempengaruhi pengimplementasian CSR pada Perusahaan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan wawancara mendalam serta berbagai studi literatur yang sesuai, studi ini menemukan Persepsi CSR sebagai bantuan merupakan sebuah faktor yang dominan pada faktor internal di perusahaan itu sendiri dikarenakan memiliki berbagai hubungan dengan faktor lainnya. Selanjutnya pada faktor eksternal, kepercayaan masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan faktor eksternal lainnya. Hasil studi juga memperlihatkan adanya kaitan antara faktor eksternal dan internal tersebut. Secara teoritik, Perusahaan mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, yaitu politik dan tekanan sosial untuk mencapai legitimasi sosial di masyarakat.
This study elaborates the factors behind the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) in oil and gas companies. The practice of CSR acts like a charity as a shortcut for companies in implementing CSR in the company. The initial study of CSR charitable practices is divided into two groups: more internal factors and more external factors. This study discusses companies that involve institutions that are going to charity will not affect sustainability which will side with the company itself and will not cause independence in the community. This study uses qualitative because researchers will describe the factors that influence the application of CSR in the company. By using qualitative methods and interviews that contain a variety of appropriate literature studies, this study found that CSR perception as an aid is a dominant factor in internal factors in the company itself that has a variety of relationships with other factors. Furthermore on external factors, public trust has a significant relationship with other external factors. The results of this study indicate the influence of external and internal factors. Theoretically, the Company is getting pressure from various sides, namely politics and social pressure to achieve social legitimacy in the community."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Maria Antoinette Clara W
"Perusahaan kini semakin menggunakan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempertahankan posisi mereka di dalam dan juga untuk memasuki suatu pasar ekonomi, dengan menerapkan CSR dalam strategi bisnis perusahaan mereka. Mengemban tanggung jawab sosial tidak selalu datang darri kesadaran diri perusahaan tersebut. Ini bisa saja berasal dari 'permintaan akan tindakan dan produk yang etis, interes para pemangku kepentingan (stakeholders), dan adanya niat untuk memaksimalisasi keuntungan. Skripsi ini akan menganalisis tiga faktor diatas yang menjadi elemen penentuan bagi perusahaan dalam menerapkan CSR dalam strategi bisnis mereka.
Companies are now increasingly using the concept of Corporate Social Responsibility (CSR) in order to maintain their position also to enter a market, by implementing CSR in their business strategy. Becoming socially responsible does not always come from a self-awakening of the firm. It may come from the increasing consumers’ demand towards ethical actions and products, stakeholders’ interests, and the intention to do profit maximization. This paper will further analyse the mentioned three factors, which become determining elements of companies to implement a higher degree of CSR in their business strategy. "
Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2014
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Marisca Wulansari
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran Yayasan KEHATI dalam implementasi CSR SEGS, Ltd pada proyek CSR Prakarsa Lintasan Hijau Halimun Salak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Dari hasil penelitian didapati peran KEHATI dalam implementasi CSR adalah peran enabling dan coordinating. Hasil penelitian ini menunjukan ketika bentuk pengelolaan CSR adalah kolaborasi, Yayasan KEHATI memiliki otonomi yang memungkinkannya menjalankan beberapa peran diantaranya sebagai katalisator dalam kerja sama yakni dengan menyeimbangkan kepentingan perusahaan maupun taman nasional dalam kemitraan, menjadi mediator dengan menghubungkan perusahaan dengan NGO lokal yang mampu melakukan pekerjaan teknis restorasi, memfasilitasi kerja sama masyarakat dengan stakeholder terkait demi keberlanjutan proyek serta brokering capacity dalam meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dan membangun kapasitas keuangan NGO lokal dan kelompok masyarakat sementara ketika pengorganisasian CSR dijalankan dalam bentuk donasi peran KEHATI hanya sebagai perantara (broker) saja oleh perusahaan. Perubahan peran ini menunjukan kenyataan bahwa kerja sama tidak terjadi dalam kondisi statis tetapi dalam lingkungan yang dinamis, akibatnya ketika orang berubah dan organisasi berubah maka peran NGO dalam implementasi CSR juga ikut berubah. Faktor pendukung KEHATI dalam kerja sama ini adalah pengalaman dan reputasi KEHATI dan linking social capital yang dimiliki KEHATI sedangkan faktor penghambat dalam kerja sama ini adalah perbedaan pandangan terkait pengelolaan proyek antara perusahaan dan KEHATI, belum memadainya pengelolaan sumber daya manusia di KEHATI dan adanya perubahan sistem administrasi dan keuangan di kedua organisasi. Pola relasi yang berubah di periode pertama dan kedua juga telah menyebabkan faktor yang menjadi pendukung di periode pertama malah menjadi faktor penghambat di periode kedua yaitu kepercayaan dan komunikasi.
This study aims to see the role of the KEHATI Foundation in the implementation of CSR SEGS, Ltd in the Halimun Salak Green Corridor Initiative CSR project. This research is a qualitative research with a case study research design. From the research results, it was found that KEHATI's role in CSR implementation is an enabling and coordinating role. The results of this study show that when the governance of CSR is collaboration, the KEHATI Foundation has autonomy which allows it to carry out several roles including as a catalyst in cooperation by balancing the interests of companies and national parks in partnerships, becoming a mediator by connecting companies with local NGOs capable that understand restoration technique, facilitating community cooperation with related stakeholders for the sake of project sustainability as well as brokering capacity in increasing the technical capacity of the community and building the financial capacity of local NGOs and community groups. Meanwhile when CSR governance is carried out in the form of donations, KEHATI's role is only as an intermediary (broker). This change in role shows the fact that cooperation does not occur in static conditions but in a dynamic environment. As a result, when people change and organizations change, the role of NGOs in implementing CSR also changes. The supporting factors for KEHATI in this collaboration are the experience and reputation of KEHATI and the social capital linking owned by KEHATI, while the inhibiting factor in this cooperation is the difference in views regarding project management between the company and KEHATI, the inadequate management of human resources in KEHATI and changes in the administrative system. and finance in both organizations. The changing relationship patterns in the first and second periods have also caused the supporting factors in the first period to become inhibiting factors in the second period, namely trust and communication."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Gagah Budi Prakasa
"Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi gagasan luas di pasar global. Pemerintah Indonesia mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang disahkan Peraturan Menteri PER-05/MBU/04/2021. Sebagai Bank Himbara, Bank Mandiri, Bank Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN) secara konsisten menunjukkan prestasinya dalam program-program CSR. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi pengaruh empat dimensi CSR yakni Philanthropy Responsibility, Ethical Responsibility, Legal Responsibility, dan Economic Responsibility terhadap Brand Equity (BE) dengan peran mediasi Corporate Image (CI) dan Trust (TR). Metode Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan disjoint two-stage approach digunakan untuk menguji hipotesis dengan 393 sampel nasabah milenilal dan z Bank BUMN di seluruh Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa CSR tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap BE. Sementara itu, TR dan CI secara positif dan signifikan memediasi pengaruh antara CSR dan BE. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik CSR yang berhasil akan meningkatkan citra bank di benak nasabah. Nasabah merasa bahwa mereka berkontribusi secara sosial karena menerima layanan dari organisasi yang bertanggung jawab secara sosial. Praktik CSR menciptakan kepercayaan nasabah terhadap layanan keuangan bank. Oleh karena itu, reputasi dan kepercayaan berkontribusi dalam membangun BE bagi perusahaan.
Corporate Social Responsibility (CSR) is a widespread notion in the global market. The Government of Indonesia encourages State-Owned Enterprises (BUMN) to realize the Sustainable Development Goals (SDGs) through Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) which has been approved by Ministerial Regulation PER-05/MBU/04/2021. As BUMN’s Bank, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), and Bank Tabungan Negara (BTN) consistently show their achievements in CSR programs. The purpose of this study explores the influence of four dimensions of CSR namely Philanthropy Responsibility, Ethical Responsibility, Legal Responsibility, and Economic Responsibility on Brand Equity (BE) with the mediating role of Corporate Image (CI) and Trust (TR). The Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with a two-stage disjoint approach was used to test the hypothesis with 393 samples of millennial customers and z state-owned banks throughout Indonesia. The results of the study show that CSR does not have a significant direct effect on BE. Meanwhile, TR and CI positively and significantly mediate the effect between CSR and BE. This finding developed that successful CSR practices will improve the bank's image in the minds of customers. Customers feel that they are contributing socially by receiving services from socially responsible organizations. CSR practices create customer trust in bank financial services. Therefore, reputation and trust contribute to building BE for the company."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Mochamad Ridwan Pratama
"Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai praktik pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) serta menguji secara empiris pengaruh dari struktur kepemilikan saham terhadap pengungkapan CSR. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier berganda terhadap 128 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengungkapan CSR masih sangat rendah dengan jumlah persentase tingkat pengungkapan kurang dari 70%. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepemilikan saham oleh keluarga, institusi, dan publik berpengaruh signifikan negatif terhadap pengungkapan CSR. Hal ini dapat disebabkan oleh lemahnya kontrol dari para pemegang saham terhadap perusahaan terkait dengan isu sosial dan lingkungan, sehingga tingkat pengungkapan CSR pada perusahaan menjadi rendah. Kepemilikan saham oleh investor asing tidak terbukti berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. Hal ini dapat disebabkan oleh tujuan dari investor asing yang bersifat jangka pendek, sehingga lebih terkonsentrasi pada profit perusahaan.
The objective of this study is to determine the implementation of corporate social responsibilty disclosure and to determine the effect of ownership structure on Corporate Social Responsibility (CSR) disclosure. The hypothesis testing is done using multiple linear regression of the 128 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014. This study find that the level of CSR disclosure is still weak, with level of percentage disclosure below 70%. This study also finds that family ownership, institution ownership, and public ownership have negative significant effect on CSR disclosure. It can be caused by the lack of control from the shareholders on the social and environment issues, so that the level of CSR disclosures is weak. Foreign ownership is not has significant effect on CSR disclosure. It can be casued by the goals of foreign investor only for short-term investment, so the focus of company is profit."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Axel Pradikie
"Reputasi berperan penting dalam pertumbuhan suatu perusahaan. Reputasi baik dapat memberikan berbagai keuntungan terhadap perusahaan. Hal tersebut mendorong banyak perusahaan meningkatkan reputasi baik perusahaan. Studi menunjukkan salah satu cara meningkatkan reputasi perusahaan, yaitu dengan melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Danone-AQUA melaksanakan CSR untuk memenuhi Peraturan Pemerintah sekaligus meningkatkan reputasi perusahaan. Makalah ini membahas mengenai strategi program CSR WASH AQUA Lestari oleh Danone-AQUA dan peran public relations dalam meningkatkan reputasi. Hasil analisis menjukkan Danone-AQUA dalam program WASH menggunakan strategi the citizenship strategy, dan merupakan inisiatif socially responsible business practice, yang dibantu peran public relations dalam meningkatkan reputasi perusahaan, dengan pembuktian berupa penerimaan penghargaan oleh Danone-AQUA.
Reputation plays an important role in the growth of a corporate. A good reputation can provide various benefits to the corporate. This has encouraged many corporates to improve their good reputation. The study shows that one way to improve a corporate's reputation is by implementing corporate social responsibility (CSR). Danone-AQUA carries out CSR to fulfill government regulations while enhancing the corporate's reputation. This paper discusses the strategy of the WASH AQUA Lestari CSR program by Danone-AQUA and the role of Public Relations in enhancing reputation. The results of the analysis show that Danone-AQUA in the WASH program uses the citizenship strategy, and is a socially responsible business practice initiative, which is assisted by the role of Public Relations in improving the corporate's reputation, with proof in the form of receiving awards by Danone-AQUA."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Fadli Septianto
"Terdapat banyak penelitian yang menganalisis hubungan antara corporate social responsibility (CSR) dan kinerja keuangan bank, namun pertanyaan ini masih menimbulkan perdebatan. Penelitian ini memilih untuk mengkaji tema ini dari sudut yang berbeda. Demi memberikan perspektif alternatif tentang masalah tersebut, penelitian ini menggunakan efisiensi biaya sebagai ukuran kinerja bank yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CSR terhadap efisiensi biaya bank. Berdasarkan sampel internasional dari 87 bank di 20 negara maju selama periode 2005 - 2018, penelitin ini menerapkan prosedur estimasi stochastic frontier untuk menghitung efisiensi biaya bank. Dalam regresi tahap kedua, penelitian ini menggunakan Feasible Generalized Least Square (FEGLS) untuk mengukur pengaruh CSR terhadap efisiensi biaya bank. Hasil investigasi empiris mengungkapkan bahwa CSR memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap efisiensi biaya bank. Investigasi ini juga menemukan bahwa pengaruh CSR terhadap efisiensi bank menjadi tidak signifikan selama periode krisis. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kinerja CSR meningkat selama krisis, sedangkan efisiensi bank menurun
Numerous studies are analyzing the relationship between corporate social responsibility (CSR) and the bank’s financial performance. However this question still gives rise to debate. We have chosen to approach this theme from a different angle. In order to provide an alternate perspective on the issue, we use cost efficiency as a more comprehensive measurement of bank performance. This study aims to investigate the effect of CSR on bank cost efficiency. Using an international sample of 87 banks in 20 developed countries over 2005 - 2018 periods, we apply stochastic frontier estimation procedures to compute bank cost efficiency. In the second stage regression, we use Feasible Generalized Least Square (FGLS) to measure the influence of CSR on bank cost efficiency. Our empirical investigation reveals that CSR has a significant positive impact on bank cost efficiency. The investigation also finds that the effect of CSR on bank efficiency become not significant during the crisis period. In addition, we find that CSR performance increased during the crisis, while the bank efficiency decreased"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library