Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 106 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dandy Rizky Wibowo
"Secara teoritis, carbon pricing – yang umumnya terdiri dari pajak karbon dan sistem perdagangan emisi – adalah kebijakan yang efektif dalam mengurangi emisi. Akan tetapi, terdapat isu apakah carbon pricing  berhasil menurunkan emisi dalam prakteknya. Isu lainnya adalah carbon pricing menyebabkan penurunan pada Produk Domestik Bruto (PDB) dan memperburuk ketimpangan pendapatan. Menggunakan regresi data panel fixed effect dan menjadikan negara G20 sebagai studi kasus, studi ini menunjukkan bahwa pengimplementasian pajak karbon dan sistem perdagangan emisi secara bersamaan mengakibatkan penurunan emisi, tetapi disaat yang bersamaan menyebabkan penurunan PDB dan memperburuk distribusi pendapatan. Membedakan dan membandingkan dampak pajak karbon dan sistem perdagangan emisi secara terpisah, studi ini menemukan bahwa tidak pajak karbon maupun sistem perdagangan emisi memberikan dampak yang menguntungkan pada emisi, PDB, dan ketimpangan pendapatan secara bersamaan. Meskipun penurunan emisi dari pajak karbon lebih rendah daripada sistem perdagangan emisi dan telah terbukti bahwa pajak karbon menyebabkan penurunan PDB, akan tetapi pengimplementasian pajak karbon menurunkan ketimpangan pendapatan. Sebaliknya, sistem perdagangan emisi yang penurunan emisinya lebih besar dibandingkan dengan pajak karbon justru malah meningkatkan ketimpangan pendapatan. Dengan demikian, pengimplementasian carbon pricing memberikan tantangan bagi pengambil kebijakan untuk bagaimana dampak negatif dari pengimplementasian carbon pricing dapat diminimalisir.

Theoretically, carbon pricing – which in general consists of carbon tax and Emissions Trading System (ETS) – is an effective policy in reducing emissions. However, there is an issue whether in practice carbon pricing has been successful in reducing emissions. Another issue is carbon pricing would induce a decrease in GDP and worsen income inequality. Using fixed effect panel data regression and utilized G20 countries as the case study, this study revealed that the implementation of carbon tax and ETS simultaneously has been effective in reducing emissions, while at the same time induced decrease in GDP and worsening income inequality. Differentiating and comparing the impact of carbon tax and ETS separately, this study found neither carbon tax nor ETS provide favorable outcomes on emissions, GDP, and income inequality simultaneously. Although the emissions reduction from carbon tax is lower than the ETS and it is proven that carbon tax implementation reduces GDP, but the implementation decreases income inequality. In contrast, ETS which provide larger emissions reduction compared to the carbon tax result in higher income inequality. Thus, the carbon pricing implementation leaves policymakers the challenges on how to reduce the adverse impact due to the implementation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Angga Alexander
"Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi, mengeksplorasi, dan menganalisis pengaruh antara perpajakan terhadap ketimpangan pendapatan untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN untuk periode 1998-2019 dengan model data panel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik estimasi two stage least square (2SLS) dengan fixed effect dan variabel instrumen. Instrumen perpajakan dibagi menjadi dua, volume pajak yang diwakili oleh tax ratio dan struktur pajak yang diwakili oleh pajak langsung, pajak tidak langsung dan pajak penghasilan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen pajak yang mempunyai peran untuk mengurangi ketimpangan pendapatan adalah tax ratio, pajak langsung dan pajak penghasilan.

The purpose of this study is to investigate, explore, and analyze the effect of taxation on income inequality for countries in the Southeast Asian region that are members of ASEAN for the period 1998 to 2019 with a panel data model. The method used in this study is a two-stage least square (2SLS) estimation technique with fixed effects and instrumental variables. The tax instrument is divided into two, the volume of taxes represented by the tax ratio and the tax structure defined by direct taxes, indirect taxes and income taxes. The results of this study indicate that tax instruments that have a role in reducing income inequality are the tax ratio, direct tax and income tax."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Laksmi Rahmadianti
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penetrasi internet terhadap ketimpangan pendapatan antara wilayah perkotaan dan perdesaan dalam tiap kabupaten/kota di Indonesia. Dengan menggunakan data panel kabupaten/kota periode 2010–2023, penelitian ini mengeksplor hubungan penetrasi internet, yang mencerminkan tingkat akses internet di tiap wilayah, dalam mengurangi ketimpangan pendapatan intra-regional, terkhusus antara perkotaan dan perdesaan. Pendekatan variabel instrumental (IV) dengan model Fixed Effects (FE) digunakan untuk mengatasi potensi endogenitas dalam hubungan kausalitas terbalik dan mengontrol heterogenitas yang tidak teramati antar wilayah dan tahun. Hasil estimasi menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi internet secara signifikan berkorelasi negatif dengan tingkat ketimpangan pendapatan antara perkotaan dan perdesaan, meskipun hubungan non-linear antara keduanya belum ditemukan. Hasil ini menegaskan pentingnya perluasan akses internet sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketimpangan inter-regional dan mendorong pembangunan yang inklusif.

This study aims to analyze the impact of internet penetration on income inequality between urban and rural areas within the districts/cities in Indonesia. Using district/city-level panel data from 2010 to 2023, this study examines the role of internet penetration, which reflects the level of internet access in each region, in reducing intra-regional income inequality, particularly between urban and rural regions. An instrumental variable (IV) approach combined with a Fixed Effects (FE) model is applied to address potential endogeneity arising from reverse causality and to control for unobserved heterogeneity across regions and years. The results shows a significant negative association between internet penetration and urban–rural income inequality, although no evidence of a non-linear relationship was found. These findings highlight the importance of expanding internet access as a key strategy to reduce inter-regional inequality and foster inclusive development.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1993
S18248
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The essays in this series offer fresh theoretical and methodological insights into the key issues in the field of economic inequality. The content is comprised of highly topical subject matter with key researchers in the field contributing."
United Kingdom: Emerald, 2017
e20469378
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Arndt, Heinz Wolfgang, 1915-2002
Jakarta : LP3ES , 1987
338.95 ARN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jiménez, Luis Felipe
Santiago, Chili: United Nations, Economic Commission for Latin America and the Carbbean, 1998
339 JIM s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Prijono Tjiptoherijanto, 1948-
Jakarta: National Family Planning Coordinating Board , 1997
339.46 PRI p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 1997
338.95 PEM
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
London: Oxford University Press, 1976
346.04 Che r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   3 4 5 6 7 8 9 10 11   >>