Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 279 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Gramedia, 1985
306.02 PER
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
R.M. Soedarsono
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1998
306 SOE s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Mulder, Niels
Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1989
306 MUL i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
R. Soekmono
Yogyakarta: Kanisisus, 1990
907.2 SOE p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sayidiman Suryohadiprojo
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1995
320.9 SAY m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hazeu, G.A.J. [Godard Arend Johannes]
"Teks berisi catatan adat-istiadat dan bahasa di berbagai daerah dan pesantren-pesantren. Catatan dilakukan oleh Prof. Dr. G.A.J. Hazeu pada tahun 1903-1904. Naskah diterima Pigeaud dari Perpustakaan Universitas Leiden dengan kode koleksi Cod. Or 6288a dan b pada tahun 1932, kemudian disalin sebanyak 4 eksemplar pada bulan Maret 1932 di Yogyakarta. Kini keempat salinan tersebut tersimpan di koleksi FSUI dengan kode W 46.01 a-d. Satu naskah (W 46.01 a) merupakan ketikan asli, sisanya berupa tembusan karbon. Hanya ketikan asli yang dimikrofilm."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
UR.83-W 46.01a
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Yayasan Harapan Kita, 1995
959.98 IND
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1992
919.2 IND k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Subandriyo, authhor
Malang: Beranda, 2017
959.8 AGU m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dea Letriana Cesaria
"Sastra Melayu Tionghoa adalah karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang keturunan Tionghoa di Indonesia. Pada tahun 1950-an, kebanyakan karya mereka dimuat dalam tiga majalah yaitu Star Weekly, Liberal, dan Pantjawarna. Penelitian ini melihat bagaimana nilai konfusianisme memengaruhi identitas Tionghoa Indonesia melalui teks dalam majalah tahun 1950-an. Tahun 1950-an awal merupakan tahun-tahun ketika Indonesia sudah mendapatkan kedaulatannya sebagai bangsa, tetapi Indonesia pada saat itu baru mulai untuk hidup bernegara. Pencarian identitas sebagaimana disebutkan tersebut menyebabkan konsep Indonesia pun dibangun dengan mendapatkan ̳masukan‘ dari berbagai hal yang ada di luar. Hal ini tentunya akan mengakibatkan adanya berbagai bentuk dan berbagai hal yang berbeda dari apa yang ada sebelumnya, termasuk di dalamnya adalah nilai-nilai kemasyarakatan yang di antaranya adalah nilai-nilai dalam sebuah keluarga, mengingat keluarga adalah bentuk terkecil dan bentuk inti masyarakat. Penelitian ini secara khusus menumpukan perhatian pada karya cerpen yang dibahas dalam majalah-majalah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan deskriptif dengan menggunakan sumber data dari majalah Star Weekly, Liberal, dan Pantjawarna tahun 1950—1959. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Star Weekly, Pantjawarna, dan Liberal menjadi wahana untuk mempertahankan identitas ketionghoaan. Bentuk-bentuk pemertahanan identitas dapat dilihat dari 6 aspek yaitu nama diri, tradisi/adat, pendidikan, keagamaan, nilai bakti, dan status ekonomi. Nama diri, nilai bakti, dan status ekonomi merupakan tiga aspek yang paling banyak ditemukan dalam 11 cerpen tersebut.

Chinese Malay literature is a literary work produced by authors of Chinese descent in Indonesia. In the 1950s, most of their works were published in three magazines, namely Star Weekly, Liberal, and Pantjawarna. This study looks at how Confucian values influence Indonesian Chinese identity through texts in magazines in the 1950s. The early 1950s were the years when Indonesia had gained its sovereignty as a nation, but at that time Indonesia was just starting to live as a state. The search for identity as mentioned above causes the concept of Indonesia to be built by getting 'input' from various things outside. This of course will result in various forms and various things that are different from what existed before, including social values which include values in a family, considering that the family is the smallest form and the core form of society. This research focuses specifically on the short stories discussed in these magazines. The method used is a qualitative and descriptive method using data sources from the magazines Star Weekly, Liberal, and Pantjawarna 1950-1959. The results showed that Star Weekly, Liberal, and Pantjawarna magazines became vehicles to maintain Chinese identity. The forms of identity defense can be seen from 6 aspects, namely self-name, tradition/custom. education, religion, devotional value, and economic status. Names, values of devotion, and economic status are the three most common aspects found in the 11 short stories."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library