Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 190 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hananto Wiryo
Jakarta : Sagung Seto , 2002
613.043 2 HAN p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
McDonald, Peter F.
Jakarta: LD FE UI, 1976
312.1 MAC l
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Caroline
"Latar belakang: Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Ketersedian sarana yang terbatas pada pelayanan kesehatan mengharuskan diketahuinya faktor prediktor luaran maternal dan perinatal kasus hipertensi pada kehamilan.
Tujuan: Mengetahui faktor prediktor luaran buruk maternal dan perinatal pada kehamilan dengan hipertensi.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang pada ibu hamil dengan hipertensi yang melahirkan di RSUP Persahabatan periode Januari 2014 hingga Desember 2018. Pengambilan sampel secara total sampling. Usia ibu, usia hamil, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, kadar asam urat, kadar platelet, kadar SGOT, kadar SGPT, kadar ureum, kadar kreatinin, kadar LDH, dan kadar albumin merupakan variabel bebas berskala kategorik yang diperoleh dari rekam medik. Variabel terikat adalah luaran buruk maternal yaitu eklamsia, sindrom HELLP dan edema pulmonal. Sedangkan luaran buruk perinatal yaitu kelahiran preterm, skor APGAR <7, dan kecil masa kehamilan. Pasien dengan perubahan pada variabel independen akibat kondisi lainnya dieksklusi dari penelitian.
Hasil: Didapatkan sebanyak 631 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Faktor prediktor luaran buruk secara umum adalah kadar albumin < 3,2 g/dL (p = 0,038 OR = 1,43 IK95% 1,02 – 2,01), faktor prediktor luaran buruk perinatal adalah kadar albumin < 3,2 g/dL (p = 0,025 OR 1,48 IK95% 1,05 – 2,07) dan kadar ureum > 11 mg/dL (p = 0,041 OR 1,45 IK95% 1,01 – 2,0), dan faktor prediktor luaran buruk maternal adalah kadar albumin < 3,2 g/dL (p = 0,046 OR 2,26 IK95% 1,02 – 5,06).
Simpulan: Albumin merupakan faktor prediktor independen terjadinya luaran buruk maternal dan/atau perinatal pada kasus hipertensi pada kehamilan.

Background: Hypertension in pregnancy is one of the main causes of morbidity and mortality in pregnancy and childbirth. Limited resources in health centers make it necessary to know the most important predictors of maternal and/or perinatal outcomes in pregnancy with hypertension.
Aim: This study aims to determine the predictors for adverse maternal and/or perinatal outcomes in pregnancy with hypertension.
Method: This is a cross-sectional observational-analytic study whose subjects are pregnant women who gave birth at Persahabatan General Hospital in January 2014 until December 2018. Data of maternal age, pregnant age, systolic and diastolic blood pressure, uric acid, platelet, SGOT, SGPT, ureum, creatinine, LDH, and albumin levels are independent variables retrieved by medical records. Maternal adverse outcomes in this study were eclampsia, HELLP syndrome, and pulmonary edema, while perinatal adverse outcomes were preterm birth, APGAR score <7, and small-for-gestasional-age infant. Patients with documented changes in the independent variables because of other problems were excluded from the study.
Result: Data collected were categorized and analyzed using bivariate and multivariate analysis. There were 631 subjects met the subject criteria. Predictor(s) for general adverse outcomes is albumin levels <3.2 g/dL (p=0.038 OR=1.43 IK95% 1.02 – 2.01), for perinatal outcomes are albumin levels <3.2 g/dL (p=0.025 OR=1.48 IK95% 1.05 – 2.07) and ureum levels > 11 mg/dL (p = 0.041 OR=1.45 IK95% 1.01 – 2.0), and for maternal outcomes is albumin level <3.2 g / dL (p = 0.046 OR=2.26 IK95% 1.02 – 5.06).
Conclusion: Albumin is an independent predictive factor for adverse maternal and/or perinatal outcome in pregnancy complicated by hypertension.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ria Andriani
"Ibu yang memiliki bayi prematur dihadapkan pada rasa takut, stres dan kecemasan yang bisa mengganggu hubungan antara ibu dan bayinya. Studi fenomenologi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman ibu yang memiliki bayi prematur. Penelitian ini mengikutsertakan 8 partisipan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama: (1) Gambaran bayi prematur, (2) Penyebab kelahiran bayi prematur, (3) Respon ibu terhadap kelahiran prematur, (4) Kemampuan melakukan perawatan bayi prematur di rumah, (5) Dukungan dalam merawat bayi prematur, (6) Harapan untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan yang baik. Rekomendasi dari hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi kebutuhan ibu dalam merawat bayi prematur di rumah.

Mothers of premature babies faced with the fear, stress and anxiety. This conditions can interfere with the relationship between mother and baby. Phenomenological study aims to know, how the mothers experiences treating premature infants. There are 8 Participants were taken with a purposive sampling involved in this study. The study identified six major themes: (1) Overview of premature infants, (2) Causes of preterm birth, (3) Mother?s response of preterm birth, (4) Ability to care of premature infants at home,(5) Support in caring for premature babies, (6) Hope to get good health care. Recommendations from this research are expected to identify the health needs of mothers in caring for premature babies at home."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nita Merzalia
"Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, persentase kejadian BBLR tertinggi selama tahun 2010-2011 adalah di Kabupaten Belitung Timur. Hal ini yang melatar belakangi peneliti melakukan penelitian tentang Determinan Kejadian Barat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2010-2011. Penelitian ini menggunakan desain Kasus Kontrol. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uii statistic Chi Square (a=5%).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara BBLR dengan kadar Hb ibu hamil, KEK pada ibu hamil, umur ibu hamil, jarak persalinan, usia kehamilan dan gemeli.
In Archipelago of Bangka Belitung Province, the higest of persentage in Low Birth Weight Infant Case during 2010-2011 is in Regency of East Belitung. This thing surrounding researcher to do research about Determinant of Low Birth Weight Infant Case in Regency of East Belitung, Archipelago of Bangka Belitung Province in year 2010-2011. This research using Case Control study design. Data analysis by univariate and bivariate test which using Chi Square test (α= 5%).
Study result found that there are significant correlations between Low Birth Weight Infant Case with the haemoglobin level, risk insuffiency of chronic energy, maternal pregnancy age, interval of pregnancy, pregnancy age and gemelly.<.i>
"
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia: J.B. Lippincott, 1965
612.209 PRO
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Adamson, Lauren
Boulder: Westview Press, 1996
152.42 ADA c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Erik Noverdian Suryadi
"ABSTRAK
Jarak kelahiran yang optimal merupakan faktor penting dalam peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Jarak kelahiran yang optimal dapat dicapai dengan menggunakan kontrasepsi. Persentase penggunaan kontrasepsi di Indonesia mencapai 59,7%, namun di Papua hanya mencapai persentase 19,8% dan merupakan provinsi dengan prevalensi penggunaan kontrasepsi yang terendah. Bahkan, persentase penggunaan kontrasepsi di Papua menurun pada tahun 2013 jika dibandingkan dengan tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi dengan jarak kelahiran di Pegunungan Jayawijaya, Papua. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional dan data penelitian diperoleh melalui wawancara terhadap 96 subjek penelitian secara langsung yang didapatkan melalui metode consecutive sampling. Analisis dilakukan dengan metode chi square dan didapatkan nilai p = 0,988, dengan interpretasi berdasarkan hasil tersebut ditemukan hubungan yang tidak berbeda bermakna antara penggunaan kontrasepsi dengan jarak kelahiran di Pegunungan Jayawijaya, Papua.

ABSTRACT
Optimal birth spacing is an important factor in improving maternal and infant health. Optimal birth spacing can be achieved by using contraception. Percentage of contraceptive use in Indonesia reached 59.7%, but in Papua only reached 19.8% and Papua is the province with the lowest prevalence of contraceptive use. In fact, the percentage of contraceptive use in Papua decreased in 2013 when compared to 2010. This study aims to determine the relationship of contraceptive use by spacing births at Jayawijaya Mountains, Papua. This research was conducted by cross sectional method and research data obtained through interviews with 96 subjects research directly obtained through consecutive sampling method. The analysis was conducted using chi-square and p value = 0.988, with interpretations based on these results was found relationships did not differ significantly between contraceptive use by spacing births at Jayawijaya Mountains, Papua"
2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Summary:
Offers the coverage and unparalleled guidance in various areas of pediatric radiology. This title focuses on the core issues that you need to understand protocols and sequences, and know what techniques are appropriate for given clinical situations."
Philadelphia, PA: Elsevier/Saunders, 2013
616.075 4 CAF
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Anni Fithriyatul Mas`udah
"ABSTRAK
Pendahuluan : Dampak kehamilan pada remaja erat kaitannya dengan risiko kesehatan ibu dan bayi. Dalam menentukan risiko kesehatan harus dilihat secara komprehensif. Tujuan : Menelaah pengaruh kehamilan remaja terhadap kesehatan ibu dan bayi. Metode : Analisis sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia SDKI tahun 2012, dengan sampel 2.167 responden yang memenuhi syarat inklusi wanita usia subur yang pernah melahirkan anak pertama sejak Januari 2007 sampai survei dilaksanakan. Analisis menggunakan polychoric PCA untuk menentukan komposit indeks kesehatan ibu dan bayi, serta regresi logistik untuk mengetahui besar hubungan kehamilan remaja terhadap kesehatan ibu dan bayi. Hasil : Kesehatan ibu dapat ditentukan melalui indikator status kesakitan maternal, akses layanan kesehatan dan perilaku kesehatan. Kesehatan bayi dapat ditentukan melalui indikator status kesakitan bayi dan status gizi bayi. Kehamilan remaja dengan status pendidikan tinggi memiliki risiko kesehatan ibu lebih buruk 5,4 95 CI= 1,3 ndash; 22,0 kali dibandingkan pada kehamilan dewasa setelah dikontrol oleh variabel pekerjaan, sosial ekonomi dan wilayah. Sedangkan pada kehamilan remaja dengan pendidikan menengah risiko remaja memiliki kesehatan buruk 1,9 95 CI=1,3-2,8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan usia dewasa. Kehamilan remaja memiliki risiko kesehatan bayi lebih buruk 1,3 95 CI = 0,9 ndash; 1,7 kali dibandingkan usia dewasa. Kesimpulan : Pada ibu hamil usia remaja memiliki kondisi kesehatan ibu dan bayi yang lebih buruk dibandingkan usia lainnya.

ABSTRACT
Introduction The impact of adolescents pregnancy are related to the risk of maternal and infant health. To define health risk should be viewed comprehensively. Objective To evaluate the effect of adolescent pregnancy on maternal and infant health. Methods Secondary analysis of Indonesia Demographic Health Survey IDHS 2012, with a sample of 2.167 respondents who qualified inclusion criteria women of childbearing who have first child given birth since January 2007 up to the survey occur . Polychoric PCA used to make the composite index of maternal and infant health. Logistic regression used to to determine the relationship of adolescent pregnancy on maternal and infant health. Results Maternal health can be define by a status indicator maternal morbidity, access to health care and health behaviors. Infant health can be define by indicator infant morbidity and nutritional status of infants. Adolescents pregnancy with higher educational status had a risk of 5,4 95 CI 1,3 ndash 22,0 times to have worse maternal health compared with adult pregnancies after controlled by occupation, socioeconomic variables and region. Adolescent pregnancy had a risk 1,3 95 CI 0,9 ndash 1,7 times to have worse infant health compared with adult pregnancies after controlled by socioeconomic variables. Conclusion Risk of adolescent pregnancy in maternal and infant health are worse than adult."
2017
T46841
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   4 5 6 7 8 9 10 11 12 13   >>