Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 48 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anggun Rizki Nurhani
"Latar Belakang. Industri sulam tapis merupakan industri informal khas Provinsi Lampung dengan proses kerjanya dilakukan secara tradisional yang membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu lama 1-3 bulan . Proses menyulam dilakukan dengan posisi duduk tanpa sandaran punggung, sandaran lengan dan leher menunduk. Proses tersebut dilakukan dalam waktu lama sekitar 4-6 jam per hari sehingga mengakibatkan keluhan ketidaknyamanan pada bahu. Penelitian ini merancang kursi meja sulam kain tapis dengan pendekatan ergonomi agar tercapai postur kerja yang ideal, sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan bahu pada pekerja perempuan sulam tapis di Bandar Lampung.Metode. Desain eksperimen one group pre-post test dengan intervensi kursi meja sulam tapis selama 2 dua hari dalam 6 jam kerja/hari. Metode pengambilan data dengan cluster sampling n=22 di 2 industri tapis Bandar Lampung pada bulan Mei-Juni 2018.Hasil. Rerata skor VAS ketidaknyamanan bahu sebelum intervensi sebesar 5.48 0.64, sedangkan skor VAS selama 2 hari intervensi adalah 0.77 0.21. Penurunan skor VAS pra dan post intervensi sebesar 4,71 0,73 p< 0,001 .Kesimpulan. Terdapat penurunan rerata skala VAS ketidaknyamanan bahu yang bermakna antara pra dan post intervensi kursi meja sulam tapis selama 2 hari.
Background Tapis weaving is an informal sector industrial Lampung Province with a traditional method which need a high accuracy in a work process. It is need 1 ndash 3 months for made every sheet of tapis weaving. Weaving process doing by sitting without arm and back rest and bowing position. The duration for working is about 4 6 hours per day which caused a shoulder discomfort symptom. This study was to designed chair ndash table for tapis weaving by the ergonomic approach, aiming to reduce shoulder discomfort among female tapis weaving workers at Bandar Lampung.Methods One group pre post test examination design, intervention using chair table tapis weaving for 2 days in 6 hours day. Cluster sampling method data n 22 from 2 industrial sectors of tapis weaving in May ndash June 2018.Results Pre intervention mean of Visual Analog Scale VAS score for shoulder discomfort is 5.48 0.64, and mean post intervention is 0.77 0.21. Means of VAS score decreased 4,71 0,73 p"
2018
T55529
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Campbell, Suzann K.
St. Louis Missouri: Elsevier, 2012
615.82 CAM p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Erickson, Mia L.
"Contents :
Physical therapy and disablement -- Reasons for documenting -- Documentation formats -- The physical therapy process -- Interpreting the initial evaluation -- Basic guidelines for documentation -- Writing the subjective section -- Writing the objective section -- Writing the assessment and plan -- Payment basics -- Legal and ethical considerations for physical therapy documentation -- SOAP notes across the curriculum.
"
Ne Jersey: Slack, 2012
651.82 ERI d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
French, Sally
"Buku yang berjudul "Practical research : a guide for therapists" ini ditulis oleh Sally French, Frances Reynolds, dan John Swain. Buku ini membahas tentang latihan penelitian untuk para terapist."
Oxford: Butterworth-Heinemann, 2001
R 615.82 FRE p
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia: W.B. Saunders, 1991
R 617.102 7 PHY
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian dengan judul Pengaruh fisioterapi dada terhadap lendir pada pasien
terpasang respirator. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetahui manfaat fisioterapi
dada sebelum dilakukan penghisapan lendir. Desain penelitian yang digunakan adalah
deskriptif sederhana. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan mulai tanggal 1 Januari 2002 sampai dengan 1 Pebruari 2002 bertempat di ruang intensive rumah sakit Mohamad Husni Thamrin Internasional Salemba. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya peningkatan jumlah lendir yang dikeluarkan setelah dilakukan fisioterapi dada, dan mengurangi hari rawat."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5175
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maipe Aprianti
"Latar Belakang : Fungsi Kognitif meliputi fungsi pemusatan perhatian, bahasa, daya ingat, motorik serta fungsi eksekutif fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksannaan dan pemantauan . Postoperative Cognitive Dysfunction POCD didefinisikan sebagai gangguan fungsi kognitif yang baru muncul setelah prosedur pembedahan. POCD pascabedah jantung terbuka yang menggunakan teknologi pintas jantung paru CPB merupakan sekuele yang secara teoritis sering terjadi. Belum ada penelitian POCD serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Indonesia sehingga penelitian ini dirasakan perlu dilakukan.
Tujuan : Mengetahui kekerapan terjadinya penurunan fungsi kognitif pada subjek yang menjalani bedah jantung terbuka di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kohort prospektif. Dilakukan penilaian fungsi kognitif terhadap 60 pasien yang menjalani operasi bedah jantung terbuka dengan menggunakan test neuropsikologik. Hasil data pra dan pascabedah akan dibandingkan. Fungsi kognitif dikatakan turun bila terdapat penurunan 20 pada salah satu alat uji. Kriteria penerimaan adalah usia >18 tahun yang menjalani operasi bedah jantung di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dapat berbahasa Indonesia, membaca dan menulis, bersedia menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian diolah dengan uji bivariat dan analisis regresi logistic.
Hasil : Penurunan fungsi kognitif terjadi pada 40,7 subjek yang menjalani operasi jantung terbuka dengan menggunakan teknologi pintas jantung-paru. Faktor usia merupakan faktor yang berpengaruh melalui analisis bivariat dan regresi logistik p 0,001.
Kesimpulan : Terjadi penurunan fungsi kognitif pada subjek yang menjalani bedah jantung terbuka di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo yang dipengaruhi oleh usia, namun tidak dipengaruhi tingkat pendidikan, diabetes melitus, lama CPB dan klem silang.

Background: Cognitive functions include the function of attention, language, memory, motoric and executive functions planning, organizing, and monitoring . Postoperative Cognitive Dysfunction POCD is defined as a cognitive dysfunction that arises after a surgical procedure. POCD after open heart surgery with cardiopulmonary bypass CPB is frequent theoretically. There was no research on POCD and the factors that influence it in Indonesia so that this research was necessary to be done.
Purpose : To know the frequency of POCD in subjects underwent open heart surgery at Dr. Cipto Mangunkusumo and the factors that influence it.
Methods : This study was a prospective cohort study. Cognitive function assessment was performed in 60 patients underwent open heart surgery by using neuropsychological tests. Pre and postoperative data were compared. Cognitive decline was defined if there was a 20 decrease in cognitive function in at least one of the tests. Inclusion criteria were age 18 years old who underwent open heart surgery at Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, could speak Indonesian language, were able to read and write, and were willing to become the subject of the research. The result of this research was analyzed by bivariate test and logistic regression analysis.
Results : POCD occured in 40.7 of subjects who underwent open heart surgery using cardiopulmonary bypass. Age was the only influential factor through bivariate test and logistic regression analysis p 0.001.
Conclusion : POCD occured in subjects who underwent open heart surgery at Dr. Cipto Mangunkusumo which was influenced by age, but not by education level, diabetes, CPB and cross clamp time.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Surahman Hakim
"Inkontinensia urin tekanan (IUT) merupakan kondisi bocornya urin saat tekanan
intrabdominal meningkat. Tatalaksana konservatif seperti latihan kegel (LK) yang
merupakan pilihan pertama dalam penanganan kasus IUT. Namun, terdapat
hambatan seperti kepatuhan yang buruk serta ketidakmampuan pasien
mengontraksikan otot panggul, ketika menjalani program LK sehingga mengalami
kegagalan dan berlanjut pada tindakan operasi. Penelitian ini bertujuan menyusun
buku panduan LK untuk membantu kepatuhan pasien dalam melakukan LK dan
menganalisis luaran subjektif, klinis, kepatuhan, serta kekuatan kontraksi otot dasar
panggul pada pasien yang berlatih LK selama 12 minggu. Penelitian ini memiliki
desain eksplorasi sequential mixed-method research yang terdiri atas penelitian
kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif bertujuan menyusun buku
panduan LK baku menggunakan tahapan analyze, design, development,
implementation, and evaluation (ADDIE) dan penelitian kuantitatif
mengujicobakan buku panduan LK tersebut dalam praktik klinis dan dievaluasi
efektivitasnya dalam menangani IUT. Penelitian berlangsung sejak Agustus 2020
sampai September 2022, di berbagai rumah sakit seperti RS dr.
CiptoMangunkusumo, RS Fatmawati, RSCM Kintani, RS Buah Hati Ciputat dan
Pamulang, RS Prikasih, dan RS YPK Mandiri. Luaran yang dievaluasi pada
penelitian kuantitatif adalah gejala subjektif yang diukur berdasarkan kuesioner
IIQ-7 dan UDI-6, gejala klinis yang diukur berdasarkan 1-hour pad test, kekuatan
otot dasar panggul dengan perineometer, dan kepatuhan pasien. Buku panduan LK
berhasil disusun menggunakan metode ADDIE dan diujicobakan pada tahap
penelitian kuantitatif. Subjek penelitian adalah 178 pasien IUT dari berbagai rumah
sakit dan 148 berhasil mengikuti penelitian hingga selesai. Setelah 12 minggu LK
terdapat perbaikan gejala subjektif, gejala klinis, dan kekuatan otot panggul yang
bermakna. Tidak ada perbedaan gejala subjektif yang bermakna antara kelompok
intervensi dan kontrol. Terdapat perbedaan gejala klinis, kekuatan otot dasar
panggul, dan kepatuhan yang bermakna pada kelompok intervensi dan kontrol.
Buku panduan LK yang berhasil disusun menggunakan metode ADDIE berhasil
meningkatkan gejala subjektif, klinis, kekuatan otot panggul, dan kepatuhan pasien
IUT dalam melakukan LK. Jika dibandingkan kontrol, pasien yang menggunakan
buku panduan LK memiliki perbaikan gejala klinis, peningkatan kekuatan otot
panggul, dan peningkatan kepatuhan yang bermakna.

Stress Urinary Incontinence (SUI) is a condition in which urine leaks when intraabdominal pressure increases. Worldwide, many women have suffered from SUI. Conservative management, one of which is Pelvic Floor Muscle Training (PFMT), is the first choice in handling IUT cases. However, various obstacles, such as poor compliance and the inability of women to contract the pelvic muscles, are often encountered by women undergoing the PFMT program. They would be likely to fail and undergo surgery. This study aimed to create a PFMT Guidebook and evaluate the effectiveness in improving subjective, clinical, compliance, and pelvic floor muscle contraction of SUI women after twelve weeks. This study was an exploratory sequential mixed-method research design consisting of qualitative and quantitative research. This qualitative study aims to compile a standardized PFMT guidebook using the ADDIE stage and quantitative research to test the PFMT guidebook in clinical practice and evaluate its effectiveness in dealing with SUI. This process took place from August 2020 untill September 2022 in various hospital centers such as CiptoMangunkusumo Hospital, Fatmawati Hospital, Kintani RSCM, Buah Hati Pamulang and Ciputat Hospitals, Prikasih Hospital, and YPK Mandiri Hospital. The outcomes evaluated in this quantitative study were subjective symptoms measured by the IIQ-7 and UDI-6 questionnaires, clinical symptoms measured by the 1-hour pad test, pelvic floor muscle strength using a perineometer, and patient compliance. ADDIE method helped us to create a PFMT guidebook. There were 178 SUI women from various hospitals recruited. 148 of them successfully followed this study to completion. After 12 weeks of PFMT, compared to the control group, there was no difference in clinical symptoms. There were significant differences in clinical symptoms, pelvic floor muscle strength, and adherence between the intervention and study groups. The PFMT guidebook created using the ADDIE method improved subjective, clinical symptoms, pelvic muscle strength, and SUI patient compliance in performing PFMT. Compared with controls, patients who used the PFMT manual significantly improved clinical symptoms, increased pelvic muscle strength, and increased compliance."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Atkinson, William
"Seberapa Sering kita mendengar pertanyaan ini: "Apa itu Pikiran Baru'?" sungguh sulit menjawab pertanyaan tersebut. Topik ini begitu luas, dan pengusung Pikiran Baru (The New Thought) menyadari betapa kebenaran Pikiran Baru ini tumbuh setahap demi setahap sehingga dia merasa hampir-hampir mustahil menjelaskan dengan beberapa kata maksud dari istilah "Pikiran Baru" itu. Ini dipersulit oleh fakta bahwa "Pikiran Baru" tidak memiliki kredo. Ada banyak sekte dan mazhab yang mendaki mengamalkan "Pikiran Baru", padahal doktrin dan detail ajaran-ajaran masing-masing sekte dan mazhab tersebut berbeda-beda. Ada pula asas-asas tertentu yang melandasi semua itu, meski asas-asas tersebut dinyatakan dengan cara-cara yang beragam, dan menggunakan istilah-istilah yang sekilas tampak kontradiktif. Bukanlah tugas yang mudah untuk menjawab pertanyaan yang menjadi judul bab ini, tetapi mari kita lihat apa yang dapat kita lakukan.
Pertama-tama Pikiran Baru adalah pikiran tertua. Pikiran ini dihargai oleh segelintir orang pilihan di segala zaman, tetapi orang-orang di zaman mereka belum siap menerima ajaran-ajaran mereka. Ada banyak nama yang digunakan untuk menyebut pikiran ini dan pikiran ini muncul dalam banyak bentuk terselubung. Setiap agama memiliki ajaran-ajaran esoterik tertentu yang tidak dipahami banyak orang tetapi dipahami segelintir orang, yang mana ajaran-ajaran esoterik itu mengandung banyak ajaran yang kini disiarkan sebagai Pemikiran Baru. Pikiran Baru berisi petunjuk-petunjuk tertentu tentang kebenaran-kebenaran besar yang terkandung di dalam ajaran-ajaran esoterik semua agama dalam filosofi masa lalu dan masa kini-di kuil-kuil Timur di sekolah-sekolah Yunani kuno. Itu bisa ditemukan dalam sajak-sajak para penyair-dalam tulisan-tulisan para mistikus. Ilmu pengetahuan yang berkembang pesat di zaman ini bersentuhan dengan Pikiran Baru ini tanpa menyadari sepenuhnya."
Yogyakarta: Bright Publisher, 2023
153.42 ATK l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hana Raisa Zukhrufa
"Skripsi terapan ini meneliti tentang pengaruh penambahan intervensi myofascial release technique pada muscle energy technique terhadap peningkatan kualitas fungsional penderita tension type headache. Metode penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimental. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 34 orang pekerja kantoran berusia 20 – 45 tahun yang memiliki keluhan tension type headadche. Partisipan lalu dibagi ke dalam dua kelompok dimana kelompok intervensi mendapat myofascial release technique dan muscle energy technique, sedangkan kelompok kontrol mendapat muscle energy technique. Periode intervensi berlangsung sebanyak 12 sesi dengan pemberian pre test sebelum sesi pertama dan pemberian post test setelah sesi kedua belas dengan parameter Headadche Impact Test – 6. Setelah periode intervensi, dilakukan analisis data untuk menilai pengaruh intervensi dan didapatkan bahwa adanya peningkatan kualitas fungsional pada kelompok intervensi (p<0,001) dan pada kelompok kontrol (p<0,001). Uji perbandingan dilakukan untuk melihat efek intervensi antara kedua kelompok dan didapatkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p<0,001). Berdasarkan hasil analisis, kelompok intervensi memiliki perubahan yang lebih signifikan dengan rata-rata nilai perubahan parameter sebanyak 3,94 poin daripada kelompok kontrol dengan rata-rata nilai perubahan parameter sebanyak 1,47 poin. Hasil penelitian ini dapat menyatakan bahwa intervensi myofascial release technique yang dikombinasikan dengan muscle energy technique dapat direkomendasikan sebagai Teknik terapi untuk menangani kasus tension type headadche.

This applied study examines the effect of adding myofascial release technique intervention to muscle energy technique on improving the functional quality of tension type headache sufferers. This research method is quantitative research with a quasi-experimental design. Participants in this study were 34 office workers aged 20-45 years who had complaints of tension type headache. Participants were then divided into two groups where the intervention group received myofascial release technique and muscle energy technique, while the control group received muscle energy technique. The intervention period lasted 12 sessions with a pre-test before the first session and a post-test after the twelfth session with the Headache Impact Test - 6 parameter. After the intervention period, data analysis was carried out to assess the effect of the intervention and it was found that there was an increase in functional quality in the intervention group (p <0.001) and in the control group (p <0.001). A comparison test was carried out to see the effect of the intervention between the two groups and there was a significant difference between the intervention group and the control group (p <0.001). Based on the results of the analysis, the intervention group had a more significant change with an average parameter change value of 3.94 points than the control group with an average parameter change value of 1.47 points. The results of this study can state that the intervention of myofascial release technique combined with muscle energy technique can be recommended as a therapeutic technique to treat cases of tension type headache."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>