"Latar Belakang: Subacromial Impingement Syndrome (SAIS) merupakan salah satu penyebab utama nyeri bahu yang secara signifikan mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup penderitanya. Tatalaksana konservatif meliputi kontrol nyeri dan latihan terapeutik yang bertujuan memperbaiki kemampuan fungsional bahu. Penggunaan Virtual Reality (VR) dalam rehabiltasi muncul sebagai pendekatan inovatif yang menjanjikan dan dapat digunakan sebagai alternatif untuk melakukan latihan fungsional. Namun, efektivitas latihan berbasis VR pada SAIS belum pernah diteliti di Indonesia.
Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan penguatan otot berbasis VR yang dikombinasikan dengan peregangan terhadap fungsi bahu pada pasien dengan SAIS.
Metode: Penelitian menggunakan desain one-group pre-post test dengan durasi intervensi 8 minggu, dua kali seminggu. Evaluasi dilakukan menggunakan Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) untuk mengukur tingkat nyeri dan fungsi, serta pengukuran Acromial Humeral Distance (AHD) menggunakan USG untuk menilai perubahan struktural.
Hasil: Penelitian menunjukkan perbaikan signifikan skor SPADI pada domain nyeri (p=0.001), domain disabilitas (p=0.001), dan skor total (p= 0.000) setelah 8 minggu latihan. Namun, tidak ditemukan perubahan signifikan pada pengukuran AHD dalam posisi bahu netral, abduksi 600 dan 900(p>0,05). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan selama penelitian.
Kesimpulan: Rehabilitasi berbasis VR terbukti efektif menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi bahu pada pasien SAIS, meskipun tidak menghasilkan perubahan struktural yang signifikan. Teknologi VR dapat menjadi alat terapeutik yang menjanjikan dalam rehabilitasi SAIS.
Background: Subacromial Impingement Syndrome (SAIS) is one of the primary causes of shoulder pain that significantly affects patients' daily activities and quality of life. Conservative management includes pain control and therapeutic exercises aimed at improving shoulder functional capacity. The use of Virtual Reality (VR) in rehabilitation has emerged as a promising innovative approach and can be utilized as an alternative for functional exercises. However, the effectiveness of VR-based exercises for SAIS has not been studied in Indonesia.This study aimed to evaluate the effectiveness of VR-based muscle strengthening exercises combined with stretching on shoulder function in patients with SAIS.Methods: The study employed a one-group pre-post test design with an intervention duration of 8 weeks, conducted twice weekly. Evaluation was performed using the Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) to measure pain levels and function, as well as Acromial Humeral Distance (AHD) measurements using ultrasound to assess structural changes.Results: The study showed significant improvements in SPADI scores in the pain domain (p=0.001), disability domain (p=0.001), and total score (p=0.000) after 8 weeks of exercise. However, no significant changes were found in AHD measurements in neutral shoulder position, abduction at 60° and 90° (p>0.05). No serious adverse effects were reported during the study.Conclusion: VR-based rehabilitation proved effective in reducing pain and improving shoulder function in SAIS patients, although it did not result in significant structural changes. VR technology may serve as a promising therapeutic tool in SAIS rehabilitation."
Jakartaa: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024