Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 349 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Laily Agustiani
"Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola tidur klien hipertensi di poli penyakit dalam Rumah Sakit Tugu Ibu Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif sederhana dengan pendekatan studi cross sectional (potong lintang) menggunakan metode non probability sampling yakni consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 35 orang yang memiliki tekanan darah tinggi di poli penyakit dalam Rumah Sakit Tugu Ibu Depok. Hasil penelitian di dapatkan durasi tidur responden terbanyak pada 6 jam (48.6%),Sebagian besar responden mengalami pola tidur Morning Lateness (62.9%) dan sisanya dengan pola tidur Morning Lateness Moderate (37.1%). Kualitas tidur malam dengan kualitas tidur baik 22 orang (62.9%) dan kualitas tidur buruk sebanyak 13 orang (37.1%). Rekomendasi dari penelitian ini yaitu perawat maupun mahasiswa keperawatan dapat memberikan penyuluhan tentang pola tidur yang baik untuk mencegah hipertensi yang berkelanjutan.

The aim of this research study was to describe sleep patterns in Medicine Poly Tugu Ibu Hospital, Depok. Design research used in this study was a simple design with a descriptive cross sectional study using non-probability sampling methods ie consecutive sampling. Sample was 35 people who have high blood pressure in Medicine Poly Tugu Ibu Hospital, Depok. The results is most respondent have sleep duration at 6 hours (48.6%), most of the respondents experienced sleep patterns Morning Lateness with number 22 respondents (62.9%) and respondents with sleep patterns Morning Lateness Moderate with 13 respondents (37.1%) .Quality night's sleep hypertensive patients with a good quality sleep 22 people (62.9%), while having poor quality sleep as many as 13 people (37.1%). Recommendations from this research that nurses and nursing students to provide education about good sleep patterns to prevent sustained hypertension."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S46336
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fijri Auliyanti
"Latar belakang. Gangguan tidur pada remaja memiliki prevalens yang tinggi dan dapat memengaruhi prestasi akademik di sekolah. Namun, sejauh ini di Indonesia, belum terdapat studi yang meneliti prestasi akademik pada remaja dengan gangguan tidur serta faktor yang berhubungan.
Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui: (1) prevalens dan pola gangguan tidur berdasarkan SDSC, (2) proporsi murid SMP dengan gangguan tidur yang memiliki prestasi akademik di bawah rerata, (3) hubungan antara: jenis kelamin, motivasi dan strategi belajar, nilai IQ, tingkat pendidikan ibu, tingkat sosial ekonomi keluarga, struktur keluarga, pendidikan di luar sekolah, adanya TV/komputer di kamar tidur, durasi tidur di hari sekolah, perbedaan waktu tidur dan bangun, dan prestasi akademik murid SMP dengan gangguan tidur.
Metode. Penelitian potong lintang analitik di lima SMP di Jakarta pada bulan Januari hingga Maret 2013. Skrining gangguan tidur dengan kuesioner Sleep Disturbance Scale for Children dilakukan terhadap 491 orang murid SMP di Jakarta. Murid yang memenuhi kriteria gangguan tidur diminta mengisi kuesioner motivasi dan strategi pembelajaran. Peneliti meminta nilai IQ subjek penelitian.
Hasil. Terdapat 129 subjek yang memenuhi kriteria gangguan tidur. Empat orang subjek di drop-out karena tidak memiliki nilai IQ. Prevalens gangguan tidur sebesar 39,7% dengan jenis gangguan tidur terbanyak adalah gangguan memulai dan mempertahankan tidur (70,2%). Sebanyak 47,6% subjek memiliki prestasi akademik di bawah rerata. Sebagian besar subjek perempuan (71%), termasuk sosial ekonomi menengah ke bawah (58,9%), memiliki motivasi dan strategi belajar yang cukup (72,6%), dan mengikuti pendidikan di luar sekolah (87,9%). Tiga belas subjek yang memiliki nilai IQ di bawah rata-rata tidak diikutsertakan dalam analisis bivariat dan multivariat. Berdasarkan uji regresi logistik, faktor yang paling berhubungan dengan prestasi akademik di bawah rerata secara berurutan, yaitu pendidikan di luar sekolah (> 2 jenis, non-akademik), nilai IQ rata-rata, dan jenis kelamin lelaki.
Simpulan. Prevalens gangguan tidur pada murid SMP di Jakarta adalah 39,7% dengan jenis gangguan tidur terbanyak adalah gangguan memulai dan mempertahankan tidur. Sebanyak 47,6% subjek memiliki prestasi akademik di bawah rerata. Faktor yang terbukti berhubungan dengan prestasi akademik di bawah rerata adalah pendidikan di luar sekolah (> 2 jenis, non-akademik), nilai IQ rata-rata, dan jenis kelamin lelaki.

Background. Sleep disorders are prevalent in adolescents and may influence their academic achievement at school. However, in Indonesia, no research has ever been done to study academic achievement in students with sleep disorders and related factors.
Objectives. This study aimed to define: (1) the prevalence of sleep disorders and their patterns based on the SDSC questionnaire, (2) the proportion of junior high school students having low average academic achievement, (3) the relationship between factors; i.e gender, motivation and learning strategies, IQ level, mothers' educational level, socioeconomic level, family structure, non-formal education, TV/computer set inside the bedroom, sleep duration during schooldays, bedtimewakeup time difference; and the academic achievement in junior high school students with sleep disorders.
Method. This was an analytical cross-sectional study, performed at five junior high schools in Jakarta between January to March 2013. Screening for sleep disorders, based on the Sleep Disturbance Scale for Children questionnaires, was done in 491 junior high school students. Students who fulfilled the criteria of sleep disorders, were asked to fill in the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). The IQ level of each subjects was also measured.
Results. There were 129 subjects who fulfilled the sleep disorders criteria. Four subjects were dropped out due to they didn?t have IQ level. The prevalence of sleep disorder in this study was 39.7%, mostly difficulty in initiating and maintaining sleep (70.2%). There were 47.6% subjects had low average academic achievement. As many as 13 subjects had low average IQ level and were not included in bivariate and multivariate analysis. Subjects mostly female (71%), with middle-low income (58.9%), had moderate motivation and learning strategies (72.6%), and attended non-formal education (87.9%). Based on the logistic regression analysis, the most influencing factors to the low average academic achievement are consecutively: the non-formal education ( > 2 types, non-academic), the average IQ level, and male sex.
Conclusion. The prevalence of sleep disorders in junior high school students in Jakarta are 39.7%, mostly difficulty in initiating and maintaining sleep. There were 47.6% subjects had low average grade. Factors related to the low average academic achievement are non-formal education ( > 2 types, non-academic), the average IQ level, and male sex.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteraan Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Risa Oktavina
"Pemenuhan kebuiuhan tidur dipengaruhi oleh stress emosional dan diet. Dimajukannya jam sekolah 30 menit lebih awal pada siswa dapat menyebabkan stres emotional. Kondisi ini akan mempengamhi tingkat kecerdasan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pemenuhan kebutuhan tidur dengan tingkat kecerdasan anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain korelasi deskriptif dengan sampel 150 siswa. Instrumen penelitian berupa kuisioner, pada uji Chi Square dengan alpha 0.05 dipemleh p value 0.5

Ability to get sleep need was influenced by emotional stress, and diet. Time for school has being early 30 minutes, make students get emotional stress. This condition can influence a child’s intellegency. The aim of this research is to identification relationship between ability to get sleep need and child’s intelligency. This research using descriptif correlation design, with 150 sample. Research instrument is quisioner, in ChiSq1zare test with alpha 0.05. It received p value 0.5 < p < 0.7. The Conclution of this research are nothing relationship between ability to get sleep need and child’s intelligency. The researher wish on the next research able to assessment another impact of time for school has being early 30 minutes in child’s in school age.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5807
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Debby Endayani Safitri
"Berbagai penelitian terkini menunjukkan bahwa durasi tidur malam yang pendek berhubungan dengan kejadian obesitas pada orang dewasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan durasi tidur malam pada orang dewasa yang mengalami obesitas dengan orang dewasa yang tidak obesitas di dunia. Penelitian yang diikutsertakan dalam meta-analisis merupakan penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 1990 hingga 2013. Identifikasi penelitian dilakukan secara sistematis menggunakan PubMed dan e-Resource PNRI maupun manual melalui daftar referensi dari jurnal penelitian yang teridentifikasi dalam langkah sistematis. Sebanyak 57 penelitian yang teridentifikasi secara sistematis dianggap potensial, 16 penelitian memenuhi kriteria inklusi, 7 penelitian diikutsertakan dalam meta-analisis. Sebanyak 5 penelitian teridentifikasi secara manual dan 2 diantaranya diikutsertakan dalam meta-analisis. Secara keseluruhan, 9 penelitian diikutsertakan dalam meta-analisis dan melibatkan 78.119 subjek. Durasi tidur malam dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu ≤ 5 jam, 5 ? 7 jam dan < 7 jam. Masing-masing kelompok tersebut dibandingkan dengan kelompok kontrol, yaitu orang dewasa dengan durasi tidur malam 7 hingga 9 jam. Nilai OR gabungan kelompok pertama adalah 1,73 (95% CI: 1,47-2,03). OR gabungan kelompok kedua adalah 1,21 (95% CI: 1,05-1,39) dan kelompok ketiga adalah 1,42 (95%CI: 1,25 ? 1,61).

Many recent studies show that short sleep duration may be associated with adulthood obesity. The objective of this study is to assess difference of sleep duration between obese and non-obese adults based on formerly scientific studies. Studies which were included in this meta-analysis are published between years of 1990 ? 2013. Systematic identification was done using PubMed and e-Resource PNRI. Manually identification was done using reference of studies which identified systematically. Of 58 potential studies identified systematically, 16 met inclusion criteria and 7 were pooled in the meta-analysis. Of 5 studies identified manually, 2 were pooled in the meta-analysis. Overall, 9 studies were pooled in the meta-analysis for a total 78.119 subjects. Sleep duration is differentiated into 3 groups, ≤ 5 hours, 5 ? 7 hours and < 7 hours. Summary OR of first group is 1,73 (95%CI: 1,47-2,03). Summary OR of second group is 1,21 (95%CI: 1,05-1,39) and third group is 1,42 (95%CI: 1,25 ? 1,61)."
Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas indonesia, 2014
T42355
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Idris
"Pekerjaan perawat di Rumah Sakit sangat bervariasi baik jenis dan jumlahnya, sehingga perawat memiliki beban kerja yang tinggi dan hal ini dapat menyebabkan kelelahan. Tujuan penelitian ini menjelaskan hubungan kualitas tidur dan shift kerja dengan kelelahan kerja. Metode penelitian semi kuantitatif yang bers i fat analitik dengan rancangan cross sectional. Tempat penelitian di RSUD kota Bekasi, dengan sampel 100 perawat. Pengukuran kelelahan menggunakan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja dan Piitsburg Sleep Quality Index untuk kualitas tidur.
Analisis data univariat menunjukkan responden mengalami kelelahan sedang (83%), dan kualitas tidur buruk (71%), sedangkan hasil bivariat menggunakan nilai pearson correlation yang memiliki hubungan dengan kelelahan yaitu kualitas tidur dengan nilai p=0.009 (p value < 0.05), dan status kesehatan dengan nilai p=0.033. Kesimpulan kualitas tidur dan status kesehatan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan perawat di RSUD Kota Bekasi.

Hospital nurse jobs in highly variable both type and quantity, thus making the nurses have a high workload and this can lead to fatigue. The purpose of this study was to determine the relationship of shift work sleep quality and fatigue work. Semi-quantitative research methods with the analytic cross sectional design. Hospital research site in Bekasi city, with a sample of 100 nurses. Measurement of fatigue using the Fatigue Feelings Questionnaire Measuring Work and Piitsburg Sleep Quality Index for the quality of sleep.
Univariate analysis of the data showed respondents experienced moderate fatigue (83%), and poor sleep quality (71%), while the bivariate results using Pearson correlation values which are related to fatigue is sleep quality with p = 0.009 (p value of <0.05), and health status with p = 0.033. In conclusion, the quality of sleep and health status are factors that most influence the fatigue of nurses in hospitals Bekasi.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andriarto Nugroho
"ABSTRAK
Pendahuluan : Perawat rumah sakit memiliki risiko mengalami gangguan kualitas tidur. Penelitian tahun 2012 di Salatiga dan Semarang menemukan 52,6% perawat mengalami gangguan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola kerja gilir dengan kualitas tidur dan prevalensi kejadian gangguan kualitas tidur pada perawat dua rumah sakit militer di Jakarta.
Metode : Desain penelitian menggunakan comparative cross sectional melibatkan 183 perawat dua rumah sakit militer yaitu 83 perawat dari rumah sakit yang menerapkan pola 2 kerja gilir perhari dan 100 perawat dari rumah sakit yang menerapkan pola 3 kerja gilir perhari. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data karakteristik faktor pekerja dan pekerjaan. Penilaian kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index yang telah divalidasi.
Hasil : Prevalensi gangguan kualitas tidur pada perawat 52,5%, pada kelompok 2 kerja gilir perhari didapat prevalensi 63,9 % dan pada kelompok 3 kerja gilir perhari didapat prevalensi 43 %. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pola kerja gilir dengan kualitas tidur dengan ORsuaian=3,09 dan 95%CI = 1,44 - 6,62. Status pernikahan menunjukkan hubungan bermakna dengan kualitas tidur dengan ORsuaian= 5,58 dan 95%CI = 2,08 ? 14,93. Masa kerja juga menunjukkan hubungan bermakna dengan kualitas tidur dengan ORsuaian= 3,78 dan 95%CI = 1,73 ? 8,23.
Kesimpulan dan Rekomendasi : Terdapat hubungan antara pola kerja gilir dengan gangguan kualitas tidur pada perawat di dua rumah sakit militer di Jakarta. Faktor lain yang berhubungan adalah status pernikahan serta masa kerja. Saran bagi manajemen rumah sakit yakni merubah pola kerja gilir menjadi 3 kerja gilir perhari. Edukasi berupa penyuluhan tentang kerja sehat dan sleep hygiene serta menyediakan ruangan khusus yang nyaman untuk perawat di setiap ruang perawatan untuk melepas lelah pada saat dinas.

ABSTRACT
Introduction : Nurses at hospital are at risk getting sleep quality disorder. Previous study in 2012 in Salatiga and Semarang showed that 52,6 % nurses suffers sleep quality disorder. The aim of this research are to know the asscociation betwen workshift pattern and the prevalence of sleep quality disorder among nurses at two military hospitals in Jakarta.
Method : The design of research is compartive cross sectional which involved 183 nurses from two military hospitals, consists of 83 responders from hospital which apply workshift pattern 2 shifts perday and 100 responders from hospital which apply workshift pattern 3 shifts perday. Interview was taken to seek the employee characteristic and job characteristic data. Assesment of sleep quality using quesioner from Pittsburg Sleep Quality Index which has been validated.
Result : Prevalence of sleep quality disorder is 52,5%. In group with 2 workshift perday the prevalence is 63,9% and group with 3 workshift perday prevalence is 43%. From test of analitic statistic, it can be conclude that there is significant connection between workshift pattern with sleep quality ORadj= 3,09 and 95%CI = 1,44 - 6,62. Marital Status conclude that there is significant connection between marital status with sleep quality ORadj= 5,58 and 95%CI = 2,08 ? 14,93. Period of working conclude that there is significant connection between period of working with sleep quality ORadj= 3,78 and 95%CI = 1,73 ? 8,23.
Conclusion and Recommendation : There is a asscociation between workshift pattern and sleep quality disorder. The other factors are marital status and period of working. Suggest to hospital is changes workshift pattern into 3 times perday. Education about work healthy and socialisation of sleep hygiene and also add special room for nurse to relax.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuni Astuti
"Tidur merupakan kebutuhan fisiologis manusia, perempuan mengalami perubahan pola tidur dan kehilangan waktu tidurnya di malam hari setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik responden, kelelahan, kecemasan, dukungan suami, temperamen bayi dengan kualitas tidur ibu postpartum.
Desain penelitian cross sectional dengan sampel 168 yang diambil dengan consecutive sampling di wilayah Kecamatan Prambanan dan Jogonalan. Pengambilan data menggunakan intrumen kelelahan, kecemasan, dukungan suami, Infant Characteristic Questionnaire (ICQ), dan Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI).
Hasil uji regresi logistik sebagian besar ibu postpartum mengalami kualitas tidur buruk dan faktor yang paling mempengaruhi kualitas tidur adalah temperamen bayi. Pemberian intervensi yang untuk membantu istirahat tidur pada ibu postpartum terutama pada ibu yang memiliki bayi dengan temperamen sulit.

Sleep is one of human physiological needs. Women experience changes in sleep patterns and decreased sleep duration at night after childbirth. This study aimed to identify the correlation between the respondents’ characteristics, fatigue, anxiety, the husband’s support, the infant temperament and sleep quality in postpartum mothers.
The study design was cross-sectional. The samples were 168 postpartum mothers, selected by consecutive sampling in Prambanan and Jogonalan District. Data were collected using the instruments of fatigue, anxiety, the husband's support, the Infant Characteristic Questionnaire (ICQ), and the Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI).
The result of logistic regression test showed that most postpartum mothers experience poor sleep quality and the most influencing factor was the infant temperament. It is recommended to provide interventions to promote sleep and rest in postpartum mothers, especially in women who have difficult temperament babies.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
T41914
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eny Erlinda Widyaastuti
"Stroke dapat menyebabkan perubahan atau kerusakan neurologis berupa gangguan tidur insomnia. Gangguan tidur insomnia pada pasien pasca stroke akan mempengaruhi rehabilitasi dan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya intervensi keperawatan yang dapat meningkatkan relaksasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromatherapi: Kenanga (Cananga odorata) terhadap gangguan tidur insomnia pada pasien stroke di RSUD Pangkalpinang dan Sungailiat. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pre dan postest design dan melibatkan 38 orang responden yang dikelompokkan menjadi intervensi dan kontrol. Pemilihan responden penelitian dengan teknik consequtive sampling. Hasil Penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rerata derajat insomnia setelah pemberian aromaterapi Kenanga antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan aromaterapi Kenanga sebagai salah satu alternatif intervensi keperawatan untuk masalah insomnia pada pasien stroke.

Stroke may lead to altered or impaired neurological function which include insomnia. Insomnia in post-stroke patients affects the patients? rehabilitation process and quality of life. Therefore, it is of high importance to develop and examine the nursing intervention aiming at improving sleep pattern in this group of patients. The study aimed to assess the influence of Cananga (Cananga Odorata) aromatherapy to insomnia sleep disorder in patients with stroke at Pangkalpinang and Sungailiat Hospitals. This quasi-experiment with pre-posttest design was carried out in 38 respondents, consecutively sampled and assigned into the intervention and control groups. The results showed that there was a statistically significant difference between the mean of insomnia degree in the intervention and control group, after the Cananga aromatherapy treatment (p=0.000). It could be concluded that Cananga aromatherapy is likely to lower insomnia in patients with stroke in this study. Nurses may use this intervention to help addressing insomnia problem among patients with stroke.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
T46349
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Aini
"Penelitian ini bertujuan untuk analisis kualitas tidur , fatigue dan performa keselamatan kerja bidan di Kecamatan Cimanggis tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index ( PSQI), fitbit actigraph, Chalder fatigue Quisionnaire ( CFQ) , dan Safety Inventory bidan untuk mengukur kualitas tidur, fatigue dan performa keselamatan bidan.. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 50 bidan yang diambil secara total Sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi bidan yang mengalami injuri sebanyak 21 orang (42%) ,medicall error 23 orang (46%), prilaku membahayakan keselamatan 26 orang (52% ),kualitas tidur yang buruk pada bidan sebanyak 23 orang( 46 %), mengalami fatigue sebanyak 28 orang ( 56 % ),usia bidan terbanyak adalah berusia 35- 55 tahun yaitu 20 orang (60%), masa kerja bidan masa kerja ≤ 5 tahun sebanyak 26 orang ( 52 % ), waktu kerja bidan > 12 jam yaitu 33 orang ( 66 % ),kondisi kesehatan bidan tidak baik yaitu sebanyak 30 orang ( 60 %). Disimpulkan ada hubungan antara kualitas tidur yang buruk dan fatigue dengan performa keselamatan bidan di Kecamatan Cimanggis tahun 2015.

This study aims to investigate the relationship between sleep quality and fatigue on the safety performance of midwives in the Cimanggis in 2016. This research is a quantitative analytical research with cross sectional design. Using Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Fitbit actigraph,, Chalder fatigue Quisionnaire (CFQ), and midwive`s safety inventory to measure the quality of sleep, fatigue and safety performance on midwives. The sample in this study as many as 50 midwives were taken in total sampling.The results showed that the frequency of injury of midwives as much 21 person ( 42%), medical error 23 ( 46%) , safety compromising behavior as much 26 ( 52%), poor sleep quality on a midwives as much 23( 46%), experiencing fatigue as much as 28(56%), most of midwive`s age are 35- 55 year old as much 20 person (60%), midwive`s working experience ≤ 5 year as much 26 person ( 52 % ), midwive`s working period > 12 hour 33person( 66 % ),midwives health status are not good as much 30 person ( 60 %).The conclusion is relationship between poor sleep quality and fatigue with the safety performance of midwives in the Cimanggis District in 2016."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2016
T46402
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Devia Putri Lenggogeni
"Perubahan kualitas tidur sering dikeluhkan oleh pasien yang menjalani hemodialisis. Beberapa faktor-faktor diketahui berhubungan dengan kualitas tidur pasien yang menjalani hemodialisis antara lain faktor demografi, patofisiologis dan psikologis. Disamping faktor tersebut terdapat sebuah faktor baru yang berhubungan dengan kualitas tidur yakni faktor spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pasien yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional dengan jumlah sampel 100 orang. Analisis data menggunakan Chi-square dan Regresi Logistik.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia p= 0,003, jadwal hemodialisis p=0,001, adekuasi hemodialisis p=0,000, interdialytic weight gain IDWG p=0,004, depresi p=0,000 dan spiritualitas p=0,000 . Depresi merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kualitas tidur pasien yang menjalani hemodialisis p=0,002; OR=23,063 . Perlu dipertimbangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur dalam menyusun intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas tidur pasien yang menjalani hemodialisis.

The changing of sleep quality is often being complained by hemodialysis patients. Several influencing factors of sleep quality in hemodialysis patients included demographic, pathophysiological and psychological factors. In addition, there is a new related factor of sleep quality which is spirituality factor. This study is aimed to identify and explain the influencing factors of sleep quality in hemodialysis patients. This study used cross sectional analytic with 100 hemodialysis patients. Chi square and Logistic Regression was used to analyze data.
The results showed there was a relationship between age p 0,003, hemodialysis schedule p 0,001, hemodialysis adequacy p 0,000, interdialytic weight gain IDWG p 0,004, depression p 0,000 and spirituality p 0,000 with sleep quality in hemodialysis patients. Depression is the most influencing factor of sleep quality in hemodialysis patients p 0,002 OR 23,063 . It is necessary to consider influencing factors of sleep quality in developing nursing interventions to improve sleep quality in hemodialysis patients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
T47654
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>