Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 780 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nila Safrida
"Penataan ruang didefinisikan sebagai proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang (berdasarkan rencana tata ruang yang telah ditetapkan), serta pengendalian pemanfaatan ruang. Penataan ruang merupakan salah satu urusan wajib pemerintah daerah, bai pemerintah daerah provinsi maupun pemerintah daerah kabupaten/kota. Namun, karena penataan ruang menyangkut masa depan masyarakat yang berkehidupan dalam ruang tersebut, maka keterlibatan masyarakat di dalamnya mutlak diperlukan.
Peran serta masyarakat dalam suatu kegiatan dipengaruhi oleh berbagai faktor Internal dan faktor Eksternal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap Penyusunan Rencana Lingkungan RW 08, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur dapat disimpulkan bahwa kegiatan tersebut tidak sepenuhnya merupakan kegiatan yang partisipatif Dari lima prinsip yang harus ada dalam suatu kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat, ternyata hanya tiga prinsip yang ditemui dalam kegiatan tersebut, yaitu 'Pemberdayaan', 'Keterlibatan Seluruh Individu/Kelompok', serta 'Transparansi'. Selanjutnya, diketahui pula bahwa kegiatan Penyusunan Rencana Lingkungan RW 08 bare berada pada jenjang Partisipasi Semu, yaitu pada jenjang Konsultasi (menurut jenjang partisipasi Malcivini) atau pada jenjang Degree of Tokenism (menurut tangga partisipasi Arnstein).
Adapun faktor yang secara nyata berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut adalah Keahlian dan Pengetahuan Masyarakat untuk Berpartisipasi dalam Kegiatan/Program. Dengan demikian, semakin tinggi keahlian dan pengetahuan masyarakat untuk berpartisipasi, akan semakin tinggi pula Tingkat Partisipasi masyarakat dalam party usunan Rencana Lingkungan. Namun, berdasarkan wawancara yang lebih medalam, juga dapat diketahui bahwa faktor-faktor Motivasi
untuk Berpartisipasi, Keberadaan Tokoh Masyarakat, Keberadaan
Organisasi Masyarakat, Pembagian Peran dan Tanggung Jawab, serta Lembaga Pendamping dan Swasta, turut mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam Penyusunan Rencana Lingkungan RW 08.
"
2007
T 22540
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Savitri
"Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji kelompok migran sirkuler dalam melangsungkan kehidupannya di kota Jakarta. Sebagai pendatang di kota, mereka dihadapkan pada kesulitan-kesulitan hidup karena lingkungan kota secara fisik, sosial, ekonomi dan budaya berbeda dengan desa asal mereka Oleh karena itu mereka harus dapat beradaptasi agar dapat melangsungkan kehidupan di kota. Para migran sirkuler tersebut bermigrasi ke kota dengan tujuan utama yaitu mencari pekerjaan, sehingga mereka memiliki pandangan bahwa kota bukan tempat tinggal yang permanen tetapi tempat untuk mencari uang. Jadi mereka tinggal di kota hanya bersifat sementara yaitu dalam rangka pemenuhan kebutuhan ekonomi.
Penelitian ini dilakukan terhadap kelompok tukang bubur ayam yang tinggal di daerah Kramat Pulo Dalam-Jakarta dimana mereka adalah para pendatang yang berasal dari berlainan daerah. Kelompok tukang bubur ayam tersebut terdiri dari beberapa rumah tangga yang mengajak anggota keluarganya tinggal bersarna di kota. Maka satuan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumah tangga. Mereka tinggal berkelompok dalam sebuah pondokan yaitu semacam rumah atau tempat tinggal sederhana yang disewalkan murah, dikenal dengan nama pondokan 'tukang bubur teli'.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan kunci yaitu para anggota rumah tangga dari kelompok tukang bubur ayam tersebut khususnya para ibu rumah tangga. Data diperoleh dari informan melalui kegiatan wawancara dan pengamatan.
Hasil penelitian menemukan bahwa untuk melangsungkan kehidupan di kota maka para tukang bubur ayam yang tinggal di Kramat Pulo Dalam melakukan strategi yaitu strategi internal dan strategi ekstenal. Strategi internal meliputi strategi internal rumah tangga terdiri dari pengaturan pengeluaran, pembagian kerja anggota rumah tangga, dan penghasilan tambahan. Sedangkan strategi ekstemal meliputi strategi dalam pengelolaan usaha dan strategi pemanfaatan jaringan sosial. Strategi dalam pengelolaan usaha terdiri dari pemilihan lokasi berjualan dan Cara berjualan, memperoleh peralatan dan bahan baku murah, Cara mengolah dan memasak bubur, serta memperoieh pelanggan. Strategi pemanfaatan jaringan sosial merupakan jalinan hubungan-hubungan sosial yang mereka miliki baik itu dengan kerabat maupun bukan kerabat."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
T21707
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tangkudung, Auderey Gamaliel Dotulong
"ABSTRAK
Pengelolaan kota Batam dapat menimbulkan permasalahan karena adanya dua organisasi pemerintah, yaitu Badan Otorita Batam dan Pemerintah Kota Batam. Kedua organisasi ini memiliki landasan hukum yang kuat dalam menjalankan kewenangannya mengelola kota Batam. Badan Otorita Batam dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. 41 tahun 1973. Oleh karena pertambahan jumlah penduduk semakin tinggi maka pemerintah pusat membentuk kotamadya Batam pada tahun 1983 dengan Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 1983. Tugas pemerintah kota saat itu adalah untuk melayani warga masyarakat yang ada di Pulau Batam dan sekitarnya. Tugas pembangunan dijalankan oleh Badan Otorita Batam. Pada 1999 terbitlah Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Otnomi Daerah. Dengan berlakunya undang-undang tersebut maka sejumlah daerah berpeluang untuk dimekarkan menjadi daerah otonom. Salah satunya adalah Kota Batam yang terbentuk berdasarkan HU No. 53 tahun 1999. Devas dan Rakodi ahli manajemen perkotaan mengatakan bahwa banyaknya aktor yang terlibat dalam pengelolaan kota dapat mengakibatkan konflik. Menurut teori Louis Pondy, konflik dapat terjadi karena perbedaan kepentingan, perbedaan pandangan, dan tujuan-tujuan atau juga karena perebutan sumber daya alam.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan terjadinya konflik dalam pengelolaan kola, khususnya dalam pengelolaan tata ruang. Untuk dapat membuktikan asumsi ini, dilakukan penelitian berdasarkan metode kualitatif yang mencakup observasi lapangan, wawancara terstruktur, Berta studi kasus. Observasi di lapangan dilakukan untuk melihat pengeloaan tata ruang dan proses perijinan yang berlaku di Batam. Wawancara dilakukan etas narasumber yang merupakan pemangku jabatan struktural dalam kedua organisasi pemerintahan di Batam, kalangan pengusaha dan warga masyarakat.
Dari hasil penelitian, ditemukan konflik dalam pengelolaan kota Batam antara Pemerintah Kota dan Badan Otorita. Konflik mengikuti pola Louis Pondy, yakni lima tahapan atau jenis konflik. Dapat disimpulkan bahwa telah terjadi konflik dalam pengelolaan kota Batam, khususnya dalam perencanaan ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang. Konflik yang terjadi di Batam sudah dapat dikatakan konflik termanifestasi sesuai dengan model tahapan konflik Pondy. Dampak dari konflik tersebut terhadap pengelolaan kota antara lain berdampak pada pelayanan publik. Akibat lebih lanjut, berdampak pada perkembangan kota Batam.

ABSTRACT
The management of Batam City may create problems due to the fact that there are two governmental organizations, which is Batam Industrial Development Authority (BIDA) and Batam City Government. Both organizations are supported by strong legal foundations in running the management of Batam City. Batam Industrial Development was founded based on the Presidential Decree No. 41/1973. However, since the population of the city keeps increasing, the central government created Batam municipality in 1993 with the Government Regulation no. 34/1983. The duty of the city government at that time was to provide services to the people living on Batam Island and in the surrounding area. Meanwhile, the duty to develop Batam was conducted by BIDA. In 1999, Act No. 22 re Regional Autonomy was issued. This Act allowed several regions to be expanded into autonomic regions and one of them was Batam City which was founded based on Act No. 53/1999. Devas and Rakodi, urban management experts, said that the involvement of several actors in the management of a city may result in conflicts. According to Louis Pondy's theory, conflicts may occur for several reasons: different interests, different perspectives, and different objectives or because there is a rivalry in managing the natural resources.
The objective of this research is to prove that conflicts occurred in the city management, especially in the spatial management. To prove this assumption, a qualitative research was conducted that covers field observation, structured interviews, and case study. Field observation was carried out to see the spatial management and the licensing procedures that are applied in Batam. Government officers of both organizations, businessmen, and some people of Batam City were interviewed.
The finding of the research is the occurrence of conflicts between Batam City Government and Batam Industrial Development Authority in the managing Batam City. The conflict is in accord with the pattern described by Louis Pondy, which covers five steps or five types of conflicts. It can be concluded that there have been conflicts in the management of Batam City, especially in the spatial planning, spatial usage, and spatial control. According to Pondy's stages of conflicts, the conflicts that happened in Batam can be classified as manifested conflicts. The conflicts affect the public services which in the long run will hinder the development of Batam City.
"
2007
T20721
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
H. Moerdiman Reksomarnoto
Jakarta: Pustaka Cerdasindo, 2006
332.673 2 MOE m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Gallion, Arthur B.
Jakarta: Erlangga, 1996
711 GAL ut
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bogor: Crestpent Press, 2006
307.141 2 KAW
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Barnett, Jonathan
New York: Architectural Record Books, 1974
711.4 BAR u
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Cook, Peter, 1936
New York: Monacelli Press, 2003
711.4 COO c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Gavin, Angus
London : Academy Editions, 1996
711.409 5 GAV b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Cullen, Gordon, 1914-1994
Oxford: Architectural Press, 1996
711.4 CUL c (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>