Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1083 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bambang Suryawan
"ABSTRAK
Salah satu usaha konservasi energi dalam pabrik baja adalah melakukan optimasi energi pada pembuatan Rolled Coil. Metode untuk mencapai optimasi tersebut, antara lain yaitu dengan menerapkan sistem Hot Charging antara unit Slab Steel Plant (SSP) dan Hot Strip Mill (HSM).
Di beberapa negara yang telah maju, sistem hot charging dapat dilakukan langsung dari unit penghasil slab SSP ke unit pengerolan HSM. Hal ini dimungkinkan karena baja yang dihasilkan tidak mempunyai cacat atau free defect, sehingga tidak perlu melalui proses pembersihan kulit atau scarfing. Berdasarkan data yang diperoleh di pabrik baja PT. BS jumlah produksi slab yang bebas proses scarfing atau free scarfing adalah sekitar 48% dari total produk slab yang dihasilkan oleh SSP.
Sesuai dengan kondisi yang ada selama ini di PT. BS, maka dalam penelitian ini telah dilakukan penerapan sistem hot charging terhadap slab yang bebas cacat, yaitu dengan menggunakan Heat Conservation Chamber (HCC) atau ruang konservasi kalor. Slab panas yang bebas cacat langsung dimasukkan ke dalam HCC, sehingga dalam waktupenyimpanan sekitar 6 jam, temperatur slab akan turun dari 900 °C menjadi sekitar 642 °C. Apabila dibandingkan dengan penyimpanan slab panas di Slab Yard, terlihat ada perbedaan temperatur sebesar 522 °C. Sehingga untuk mencapai temperatur austenisasi sekitar 1250 °C di dalam Reheating Furnace, tidaklah memerlukan energi kalor yang terlalu besar.
Dengan sistem hot charging yang menggunakan HCC ini,penghematan energi yang diperoleh adalah sebesar 40.744 M.t per slab. Atau bila dikonversikan ke dalam nilai penghematan energi bahan bakar untuk setiap slab yaitu sebesar US$85,40 atau Rp.184.464,00. Sehingga dalam hal ini akan terbukti bahwa dapat dicapai suatu optimasi energi pada pembuatan rolled coil. Penghematan biaya bahan bakar yang akan dicapai dalam tahun 1994, 1995 dan 1996 berturut-turut adalah sebesar Rp.3.297 juta, Rp.3.579 juta dan Rp.3.438 juta."
1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Djoko Paryoto
"Dalam sebuah industri yang menghasilkan suatu produk baik berupa barang atau jasa pelayanan, maka unit produksi dan unit penyaluran hasil industri tersebut memegang posisi vital. Keandalan merupakan tolok ukur utama agar peran vital tersebut dapat ditunjukkan. Banyak unsur yang berperan dalam upaya mempertahankan keandalan tersebut antara lain bagian operasi, bagian teknik, bagian pemeliharaan maupun bagian suku cadang.
Dan berbagai unsur tersebut, maka peran bagian pemeliharaan menjadi sangat menonjol, karena harus dapat menyuguhkan kondisi seluruh instalasi dalam keadaan prima sesuai dengan kapasitas spesifikasi teknisnya. Teknik pemeliharaan pada mulanya merupakan kegiatan setelah suatu instalasi mengalami kegagalan atau kerusakan. Kurun waktu selanjutnya pemeliharaan menjadi kegiatan rutin yang berbasis waktu atau berbasis suatu output produksi. Tetapi teknik ini tidak dapat lagi dipertahankan kerena basis waktu dan basis output produksi tidak selalu sesuai, tergantung karakteristik permintaan pasar.
Teknik pemeliharaan menjadi sebuah kegiatan manajerial yang harus dapat mempertahankan keandalan instalasi dalam segala kondisi, tetapi tetap berpedoman pada asas biaya terendah terhadap suatu output tertentu yang diinginkan. Manajemen pemeliharaan ini dikenal dengan pemeliharaan yang berbasis kondisi suatu instalasi, yang disebut dengan Pemeliharaan Prediktip.
Pelaksanaan pemeliharaan prediktip adalah pemantauan dan pengukuran secara periodik unjuk kerja instalasi produksi. Dari hasil pengukuran tersebut dilaksanakan analisa obyektif secara kuantitatif agar diperoleh laju kecenderungan akan adanya gangguan, sehingga langkah pencegahannya dapat dipersiapkan.
Produk jasa energi listrik adalah suatu kegiatan yang padat modal dan padat teknologi. Unit produksi maupun unit penyalurannya dituntut mempunyai keandalan yang sangat tinggi. Posisi terdepan produk jasa energi ini adalah Jaringan Distribusi yang langsung berhadapan dengan pelanggan. Pemeliharaan Prediktip pada seluruh instalasi jaringan distribusi dapat diterapkan agar diperoleh unjuk keija keandalan yang diinginkan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Made Sri Prana
Jakarta: LIPI, 2006
662.88 MAD b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Serpong: Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir, 2013
620 JTBN
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Rachmat
"Krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa dampak negatif pada
berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti meningkatnya jumlah anak yang
mendeiita gizi bumk. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terhadap
timbulnya masalah gizi bumk adalah anaI<~anak terlantar. Lembaga sosial yang
menangani anak-anak terlantar tefsebut adalah PSAA (panti sosial asuhan anak).
Sebagai Iembaga sosial yang menangani anak-anak terlantar, PSAA scnantiasa
bcmpaya membina anak-anak asuhnya agar menjadi generasi sehal. Unmk membina
anak-anak asuh yang sehat salah satu faktor yang diperlukan adalah penyediaan
makanan yang dapat memenuhi keculcupan gizi seirnbang. Dengan texjadinya krisis
ekonomi, ditengarai PSAA mengaiami penurunan pelayanan, khususnya di dalam
penyediaan makanan_
Dalam rangka mengetahui keadaan gizi anak-anak asuh di PSAA dilakukan
penelitian status gizi dan konsumsi makanan di sejumlah lembaga PSAA di DK1
Jakarta dan Tangerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
anlara konsumsi energi dan status gizi serta faktor-taktor lain yang terkait pada anak
umur 6-18 mhun di PSAA se-wilayah DKI Jakarta dan Tangerang pada tahun 1999.
Penelitian ini merupakan analisis data sekunder hasil survai penilaian status
gizi dan konsumsi makanan pada sejumlah lembaga PSAA di wilayah DKI Jakarta
dan Tangerang yang dilakukan oleh Subdirektorat Bina Gizi di Institusi Direktorat
Bina Gizi Masyarakat Deparlemen Kesehatan Republik Indonesia.
Rancangan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah rancangan 'cross
sectional" yang melibatkan 308 orang responden yang berasal dad 48 PSAA Sebagai
variabel terikat adalah status gizi yang ditentukan berdasarkan indeks TB/U dan
indeks BB/U menggunakan "Z~scorc". Sedangkan variabel bebas yang ingin dipclajari kaitannya dengan status gizi adalahz status konsumsi energi, status
konsumsi protein, status konsumsi zat besi (Fc), lama tinggal anak di PSAA, umur_
dan jenis kelamin
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berstatus gizi tergolong
KEP berdasarkan indeks TBIU sebcsar 49,7% dan berdasarkzm indeks BB/U sebesar
32,8%. Sebagian besar responden tergolong berstatus konsumsi kritis, baik konsumsi
encrgi, konsurnsi protein, maupun konsumsi zat best (Fc) yakni masing-masing
Sebesar 54,5%, 62,0% dan 68,2%.
Terdapat hubungan signifikan antara vmiabel Status konsumsi cnergi dan
status gizi dengan angka OR sebesar 1,7 (p=0,000l; 95%CI: 1,2--2,2) pada indeks
TB/U aan OR sebesar 2,2 (p=0,0067; 95%C1: 1,2--3,s) pada indeks BB/U.
Berdasarkan indeks BB/U kemungkinan responden yang telah tinggal di
PSAA selama 2 36 bulan untuk ter!-cena KEP sebesar 0,59 kali (p=0,0325; 95%CI:
0,36--0,95) dibandingkan dengan mercka yang tinggal di PSAA < 36 bulan.
Rjsiko rcsponden perempuan untuk menderita KEP sebesar 0,59 kali
(p=0,0230; 95%CI: 0.3 s-41.93 ) pada indeks Tnfu am 0,42 kati (p=0,000S; 9s%c1;
0.25--0.68 ) pada indeks BB/U dibandingkan dengan responden laki-laki.
Dari hasil analisis regresi ganda logistik terhadap variabel tedkat status gizi
berdasarkan indeks TB/U diperoleh model persamaan regesi sebagai berilcut:
Ln p/1-p; -0.4482 + 0.9090 (status konsumsi energi) + 0.3129 (status konsumsi
protein) - 0.7004 (un1ur)- 0.4208 (jenis kelamin). . '
Sedangkan berdasarkan indeks BB/U model persamaan regresi yang diperolch
adalah sebagai berikut:
Ln p/I-pg -0.9249 + 0.9116 (status konsumsi enefgi) + 0.5611 (status konsumsi
protein) - 0.6561 (lama Linggal di PSAA) - 0.8256 (ienis kelamin) - 0.3110 (umur).
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disarankan agar pihak yang
terkait dengan PSAA dapat memberi perhatian lebih agar PSAA dapat meningkatkan
kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan bagi anak asuhnya. Masih diperlukan
penelitian serupa terhadap populasi di komunitas yang meliputi lebih banyak lagi
variabel bebas sehingga didapatkan gambaran yang sesungguhnya di masyarakat.

Abstract
A long term of the economic crisis effect to the negative impact of social life
aspects, such as the increment of under nutrition problem. One of the hirnerable
group of under nutrition are the neglected children-
Orphanage is a social institution which responsible to neglected children. This
institution have to raised , guide and caring the children become a healthy generation.
Providing a balance (nutrition) diet as an imponant fitctor to meet the requirement of
growth phase of each child.
In line with the economic crisis, we assume that there is a decreasing food
availability in the orphanage, named PSAA (panti sosial asuhan anak).
This study was conducted to investigate the nutritional status and food
consumption of children in the Jakarta and Tangerang orphanages.
The aim of the study is to examined the relationship between energy
consumption and nutritional status included its related factors of children 6 to 18
years of ages in Jakarta and Tangerang in 1999.
The study was analysed the secondary data from the survey of nutritional
status and food consumption at some PSAA which execute by Nutrition Board of
Indonesian Ministry of Health.
The design of this study was Cross sectional, 308 respondents were involved
from 48 PSAA_ Nutritional status as the dependent variable determined by height for
age and weight for age using Z-score. The independent variables which related to
nutritional status were: energy consumption status, protein consumption status, length
of stay in the orphanage, age, and gender.
The result of this study shows that the prevalence of protein energy
malnutrition (PEM) is 49.7% (height for age) and 32.8% (weight for age). Most of
the respondents are catagoties as critical consumption, included energy consumption,
protein consumption, and iron consumption was 54.5%, 62.0%, and 68.2%
respectedly. Significance relationship was found between energy consumption status and
nutritional status (OR= 1.7; at p-value=0.000l; 95%Cl: l_3-2.2) using height for age
indices and OR = 2.2 (p=0.0067; 95%Cl: 1_2--3.8) using weight for age indices.
Based on weight for age. the risks of respondent who stayed at orphanage for
36 months or more to become PEM was 0.59 times (p=0.0325; 95%CI: 0,36--0.95)
compared to them whose stayed less then 36 months in the orphanage.
The risks of female respondents to become PEM was 0.59 times (p=0.0230;
95%Cl:0.38-0.93) using height for age and 0.42 times (p=o.ooo5; 95%CI: 025--
O.68) using weight for age compared to male respondents.
The result of logistic multiple regression analysis to nutritional status as a
dependent variable using height for age was finding the regression model as follows:
Ln p/l-p : -0.4482 + 0.9090 (energy consumption status) + 0.3129 (protein
consumption status) - 0.7004 (age) - 0.4208 (gender). While based on weight for age,
the regression equation was: ln p/1-p: -0.9249 + 0.91 I6 (energy consumption status)
+ 0_5611 (protein consumption status) - O.656l (length of stayed in orphanage) -
0.8256 (gender) - 0.3110 (age).
Refers to the result of this study, we rocommand to every institution or non
goverment organization (NGO) which relate to orphanage could give their
participation, funding and guidance in order to increase the quantity and quality of
food consumed by the orphanage child.
This study recommend a further study in order to know the real condition of
this problem especially in others independent variables."
xviii, 105 pages: illustration; 28 cm + appendix: Universitas Indonesia, 2001
T6481
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salamudin
Jakarta: Jaringan Advokasi Tambang, 2011
338.2 SAL p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rustam
"Penelitian merupakan evaluasi terhadap kebijakan dan strategi pemanfaatan batubara dalam mendukung pembangunan di bidang energi nasional selama 5 tahun terakhir. Permasalahan yang diangkat dalam tesis ini meliputiz (1). Bagaimana kontribusi pemanfaatan batubara dalam usaha energi di Indonesia, (Z). Faktor-faktor apakah saja yang berpengaruh terhadap pemanfaatan batubara dalam meningkatakan ketzhanan energi nasional, dan (3). Seberapa besar pengaruh batubara dalam kesinambungan energi, peningkatan nilai mmbah, dan iingkungan hidup.
Menganalisa kontribusi batubara terhadap peningkatkan kelahanan energi nasional, diangkat tiga varlabe1 observasi, yakni: ketersediaan batubara, perdagangan (penjualan), dan pola pemakaian (konsumsi). Dasar teori dan kebijakan penelitian meliputiz batubara & energi; pengusahaan energi batubara; serta kebnakan energi dan ketahanan nasional. Ketahanan Energi Nasional disini diartikan sebagai ?Kondisi dinamis di bidang energi yang mengandung upaya penyecliaan energi, baik dengan memproduksikan (dan mengimpor) jenis energi dalam jumlah, mutu, harga, daerah dan waktu sesuai dengan kebutuhan" Sedangkan alat analisa yang digunakan adalah "Ana\itik Hierarki Pr05eS" (AHP).
Hasil penelitian ini menemukan:
1). Batubara dapat memberi kontribusi dalam pembangunan energi (sebagai modal dasar pembangunan energi, dan bahan bakar pengganli migas).
2). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan batubara adalah Ketersediaan stok batubara, perdagangan (penjualan) dan pemakaian (konsumsi), Serta
3). Pengaruh pemanfaatan batubara terhadap: kesinambungan energi sebesar 56 %; peningkatan nilai tambah sebesar 28 %; dan Ilngkungan hidup sebesar 16 %.

The research has evaluated the policy and strategic of the coal utilization in supporting the development of national energy during five years later. The researdi question is namely: (1). To what extent does the coal contribute existing energy in Indonesia, (2). What factors influent the coal utilization to increase the national energy security, and (3). To what extent does the coal influent the sustainable energy, value added, and environment.
Analysis the coal utilization to increase the energy national security, there are three variables, namely: the availability of the coal, trading or selling, and consumtion. The Teoritical and policy is namely: the coal and energy, exertion of the coal energi, with the energy policy and national resiliense. The method of the research is ?Analitical Hierarchi Proceas? (AHP).
The results of the researdi are:
1). The coal can oontribute to energi development,
2). The factors influent the coal utilization to increase the national energy security there are: stock, trade, conmmption,
3). The influence of continuity 56 %, additional value added 28 %, and environment 16 %."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2002
T6441
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi, 1994
R 622.095 98 IND b
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Utari Budihardjo
Jakarta: PDII-LIPI, 1980
R 621.470 BUD t
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library