Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 86 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wahyu Akomadin
"Skripsi ini membahas tentang estetika sebagai logika, menurut pemikiran filsuf minor Jerman yaitu, Alexander Gottlieb Baumgarten. Ia memperkenalkan sebuah konsep yang bernama _Estetika_. Di dalam pemikirannnya, Baumgarten menggunakan puisi sebagai alat untuk menganalisa keindahan. Dalam hal ini pula, filsuf ini mencoba mempersoalkan dunia inderawi (sense) dan dampaknya pada pikiran. Baumgarten melihat akan adanya persepsi inderawi yang berkembang dari pengalaman merasakan keindahan yang merupakan aktivitas mental pada manusia dan istilah estetika lah yang ia gunakan untuk membedakan antara pengetahuan intelektual dan pengetahuan inderawi"
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S16074
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Budiarti Prananingrum
"ABSTRAK
Keindahan dan estetika pada fasad merupakan hal yang harus diperhatikan dalam merancang sebuah bangunan, karena fasad merupakan bagian bangunan yang pertama kali dilihat dan dinilai oleh orang yang melewati bangunan tersebut. Sebagai bangunan yang mempunyai nilai dagang tinggi, perancangan fasad sangat penting pada bangunan pusat perbelanjaan, karena fasad harus dapat menarik perhatian orang untuk masuk ke dalamnya, sehingga dapat memberikan keuntungan, baik bagi pemilik maupun pengelola bangunan.
Perancangan fasad bangunan pusat perbelanjaan tidak hanya meliputi penataan bentuk bukaan, elemen dekorasi atau omamentasi dengan bentuk dan warna yang berbeda, tapi juga meliputi penataan reklame, yang merupakan identitas dan sarana iklan bagi tiap-tiap toko yang ada di dalam bangunan.
Reklame sebagai representasi dari tiap-tiap toko menampilkan ciri khas, baik berupa tulisan, gambar maupun wama dari masing-masing toko. Adanya keragaman atau variasi dari reklame seharusnya tidak menjadikan fasad kehilangan nilai estetisnya. Kedua elemen tersebut, fasad dan reklame, secara bersama-sama harus dapat memberikan kesan atau citra yang baik pada publik, dan dapat tetap menarik bagi orang yang melewati bangunan tersebut.
Pada skripsi inilah akan dipaparkan dan dibahas mengenai estetika perletakan reklame pada fasad bangunan. Prinsip-prinsip desain klasik akan digunakan sebagai dasar pembahasan penaiaan reklame tersebut, dengan pertimbangan prinsip-prinsip tersebut telah dan masih digunakan dalam merancang bangunan, dan telah menghasilkan karya arsitektur yang tetap indah sampai sekarang.

"
2001
S48266
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bandung : Fakultas Seni Rupa & Desain ITB
050 JSR 1 (1995) (2)
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
"As esthetic dentistry continues to grow in popularity, dentists are offered an opportunity to expand their practices and attract new patients. Esthetic Dentistry in Clinical Practice provides dentists with the skills to take advantage of that opportunity. Clearly outlining esthetic procedures, the book enables dentists to treat patients in an efficient and clinically sound manner, bringing esthetic dentistry to everyday practice."
Ames, Iowa: Wiley-Blackwell, 2010
617.6 EST
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ratu Selvi Agnesia
"ABSTRAK
Penelitian ini adalah hasil pembacaan terhadap proses migrasi dan karya-karya teater modern dari seniman teater Nandang Aradea. Adapun perjalanan kreativitas seorang seniman yang mengalami proses migrasi fisik dan migrasi budaya berpengaruh pada transformasi estetika karya-karya teaternya. Melalui proses migrasi sebagai perantauan, Nandang Aradea melakukan perjalanan ulang-alik kebudayaan hasil pergerakan dari ruang (space), waktu (time) dan budaya (culture) yang berbeda antara desa dan kota, arus budaya tradisi dan modern, lokal dan global tanpa meninggalkan identitas asal yaitu kebudayaan Sunda sebagai pijakan dengan cara pandang Sunda yang kosmopolitan.
Kajian etnografi biografi ini ingin menjelaskan secara dialektis antara relasi tokoh dan karyanya. Kreativitas seorang seniman memiliki hubungan dialektika dengan representasi identitas secara individual, melalui sumber pengalaman dan pengetahuan yang dipengaruhi proses kultural dan sosial dengan masyarakat di mana seniman itu berada. Upaya pemaknaan karya teater modern Nandang Aradea dilakukan dengan penggalian perjalanan ulang-alik proses berkeseniannya melalui perantauan di dalam negeri dan luar negeri yang dilakukan di empat ruang yaitu Ciamis, Bandung, Moskow dan Banten. Nandang adalah seniman teater yang melakukan pencarian pengetahuan teater modern Indonesia di Bandung, selanjutnya mendalami teater modern Barat di Moskow dan melakukan peleburan seluruh pengetahuan dan pengalaman berteaternya di Banten dengan puncaknya menciptakan bentuk metode teater bernama Teater Miragarasa.
Setiap perjalanan dengan perbedaan ruang, pengetahuan, pengalaman dan dinamika kebudayaan mempengaruhi tranformasi perubahan estetika karya Nandang dalam artistik dan tematik. Upaya pemaknaan perjalanan ulang-alik terhadap karya teater modern Nandang Aradea memiliki hubungan korelasional dengan empat konteks utama yaitu identitas budaya, migrasi (merantau) dan transformasi estetika menuju Teater Miragarasa.

ABSTRACT
The research is resulted from the reading toward the migration process and the works of modern theater of the dramatist Nandang Aradea, by which the creativity journey of the artist experienced the process of physical migration and cultural migration that affected the aesthetic transformation of his theater works. Through the migration process of Merantau (wandering about to new places), Nandang Aradea did the cultural inter-space shuttle journey, resulted from the movement among different spaces, time, and culture between urban and suburban (village), between the flow of traditional and modern culture, between locality and globalism without leaving behind his former identity, that are, the ethnicity of Sundanese culture as its root and a cosmopolitan Sundanese as way of life.
This ethnography biography research will depict dialectically the relation between the figure and his work. The creativity of an artist has the dialectic connection with the representation of his individual/self-identity through the source of his experience and knowledge that is affected by the cultural process in society. The effort of constructing the meaning of Nandang Aradea?s modern theater works is done by digging the inter-space shuttle journey of his artistic process through the migration process in the four spaces: Ciamis, Bandung, Moscow, and Banten. Nandang was a dramatist who sought for knowledge about modern Indonesian theater in Bandung, then continually broadened his study in modern European theater in Moscow and assimilated the whole knowledge and theater experience in Banten by creating a form of theater methodology named Miragarasa Theater.
Each journey with different spaces, knowledge, experience, and cultural dynamic affect the transformation of Nandang?s aesthetic works in the scope of artistic and thematic. The effort of constructing the meaning between Nandang Aradea?s inter-space shuttle journey and his modern theater works is correlated with the four main contexts: cultural identity, the migration journey (Merantau), and aesthetic transformation that leads to Miragarasa Theater.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
T44984
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syifa Binaditia
"ABSTRACT
Drying clothes by hanging them outside is commonly found in tropical countries, such as in Indonesia, Singapore, and Malaysia, because of the abundant supplies of direct sunlight. However, many neighborhoods regulate the practice of hanging clothes outside, since it is often viewed as polluting the neighborhood rsquo s visualization. In populated places, like Jakarta, drying clothes by hanging them outside is also practiced due to a limited space. This undergraduate thesis aims to research about the relation between laundry practice and architectural aesthetics, which uses a methodology of observation and interview that took place in Kampung and Rusun in Jakarta. Investigation of case studies discovers a new discussion about domestic laundry practices that is vital to architectural aesthetics.

ABSTRAK
Mengeringkan pakaian dengan menggantungnya di luar rumah biasanya ditemukan di negara tropis, seperti di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, karena banyaknya pasokan sinar matahari langsung. Namun, beberapa perumahan di negara lain banyak yang mengatur praktik menggantungkan pakaian di luar, karena sering dipandang mencemari lingkungan sekitar. Di tempat-tempat berpenduduk padat, seperti Jakarta, mengeringkan pakaian dengan menggantungnya di luar rumah juga dilakukan karena keterbatasan ruang. Skripsi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara praktik binatu dan estetika arsitektur, yang menggunakan metodologi pengamatan dan wawancara di Kampung Kerapu, Kampung Tongkol, dan Rusun Benhil. Investigasi pada studi kasus membuahkan diskusi baru mengenai praktik binatu dalam negeri yang ternyata penting bagi estetika arsitektur."
2017
S67900
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ani Rostiyati
"ABSTRAK
Seni bajidoran Ujang Lanay adalah salah satu kesenian rakyat asal Kecamatan Ciranggon Kabupaten Karawang. Meskipun gempuran globalisasi dan kebudayaan asing sangat kuat menerpa dan mempengaruhi kebudayaan tradisional, namun seni ini tetap eksis dan disukai masyarakat Karawang terutama di pedesaan. Secara estetika, seni bajidoran memiliki keindahan tersendiri, dilihat dari wujud, bobot, dan penampilan. Seni bajidoran menjadi identitas Karawang, karena sudah memberi makna dan menjadu salah satu adat masyarakat Karawang. Bajidoran juga menjadi sistem sosial masyarakat Karawang, suatu sistem yang menjadi kolektivitas milik masyarakat dan berperan sebagai struktur relasi dalam masyarakat tersebut. Tujuan dalam kajian ini, ingin mengungkapkan nilai estetika apa yang terdapat dalam seni bajidoran dan bagaimana seni bajidoran menjadi identitas masyarakat Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat etnografis terbatas, karena seni tari tidak lepas dari konteks sosiologis, psikologis, antropologis yang mendeskripsikan keseluruhan posisi tari di dalamnya. Adapun pengambilan data melalui observasi, wawancara mendalam pada informan dan studi pustaka serta pengambilan gambar melalui fot0"
Denpasar: Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, 2017
902 JPSNT 24:2 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Manu J. Widyaseputra
"Lampahan Tumurunipun Taman Maerakaca memuat naratif tentang peristiwa utpatti (kelahiran) Srikandi dan Trusthajumena. Peristiwa itu mempunyai peran yang sangat penting dalam viracarita Mahabharata dalam tradisi wayang Yogjakarta, karena pada saat yang bersamaan terjadi peristiwa-peristiwa ilahiah yang kelak sangat menentukan keberadaan Pandhava dalam menghadapi Kaurava di Kuruk?etra. Apabila ditelusuri sampai ke viracarita Mahabharata Asia Selatan, dapat diketahui bahwa peristiwa kelahiran itu merupakan adaptasi dan transformasi dari peristiwa yang sama, yang terdapat dalam viracarita karya Krsna Dvaipayana Vyasa. Dalam Tradisi Wayang Yogjakarta juga dikenal kisah kelahiran Sikhandi, yang disebut Srikandhi, dan kelahiran Dhrstadyumna, yang disebut Trusthajumena. Namun, peristiwa utpatti kedua tokoh itu dalam tradisi Mahabharata Sansekerta mengalami proses adaptasi dan transformasi ke dalam Tradisi Wayang Yogyakarta. Peristiwa utpatti Srikandhi dan Trusthajumena dapat dijumpai dalam Lampahan Tumurunipun Taman Maerakaca. Dalam lampahan ini peristiwa utpatti Srikandhi dan Trusthajumena berlangsung pada saat yang bersamaan, berlainan dengan yang terdapat dalam tradisi Mahabharata Sansekerta. Lampahan Tumurunipun Taman Maerakaca yang akan dibahas pada kesempatan ini didasarkan pada sebuah naskah, yakni Mahabarata Ngayogyakarta IV yang digubah oleh Kangjeng Raden Tumenggung Brangtakusuma. Lampahan Tumurunipun Taman Maerakaca ini terdapat dalam jilid IV Mahabarata Ngayogyakarta tersebut. Lampahan Tumurunipun Taman Maerakaca ini akan dibahas berdasarkan teori estetika Sansekerta yang disusun oleh Bhamaha dalam Kavyalamkara, Dandin dalam Kavyadarsa, dan juga Bharata dalam Natyasastra."
Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2012
090 JMN 3:2 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Jessica Salsabilla Cavalera Priatna
"Artikel ini berfokus pada studi tentang filsafat fashion dan kaitannya pada penandaan estetis. Persoalan fashion yang terkait dengan penyebaran, kebaruan dan selera memunculkan tandatanda yang saling berelasi di dalamnya. Dari setiap tanda-tanda tersebut ternyata ditemukan satu kata yang menjadi pusat dari semua itu, yakni “keren”. Dalam tulisan ini, saya menunjukkan bahwa kata keren tidaklah muncul dengan sendirinya, keren dalam fashion adalah keren sebagai penandaan estetis. Hal inilah yang kemudian membuat fashion penting bagi filsafat, sebab fashion memunculkan keren sebagai salah satu faktor realisasi diri. Sehingga untuk membuktikan hal tersebut, saya menggunakan pendekatan semiosphere dari Yuri Lotman untuk membaca teori fashion menurut Lars Svendsen. Analisis fashion dengan menggunakan relasi-relasi yang terkait di segala bidang seperti bahasa, seni, tubuh dan konsumsi telah mengungkapkan bahwa keren ternyata telah melampaui maknanya dari hanya sekedar menjadi bahasa.

This article focuses on the study of the philosophy of fashion and its relation to aesthetic marking. Fashion issues related to the spread, novelty and taste bring out the signs that are interrelated in it. From each of these signs, one word was found that became the center of it all, namely "cool". In this paper, I show that the word cool does not appear by itself, cool in fashion is cool as an aesthetic signifier. This is what makes fashion important for philosophy because fashion creates coolness as a factor in self-realization. To prove this point, I use Yuri Lotman's semiosphere approach to read Lars Svendsen's fashion theory. Fashion analysis using related relationships in all fields such as language, art, body, and consumption has revealed that cool has actually gone beyond its meaning from just being a language."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Albert Sconardo
"Lumpur merah adalah limbah padat yang banyak mengandung besi oksida yang dihasilkan dalam produksi industri alumina (Aluminium Oksida, bahan baku utama dalam pembuatan logam aluminium dan banyak digunakan dalam pembuatan keramik). Aluminium berasal dari batu bauksit yang diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi produk aluminium yang banyak digunakan. Lebih dari 95% dari alumina yang diproduksi secara global merupakan hasil dari olahan proses bayer, dimana untuk setiap ton alumina yang diproduksi, menghasilkan sekitar 1 sampai 2 ton Lumpur merah. Produksi alumina pada tahun 2020 berjumlah sekitar 130 juta ton, yang artinya, lebih dari 200 juta ton lumpur merah dihasilkan. Mortar merupakan campuran dari semen, pasir dan air yang umumnya digunakan untuk pelapisan struktur dasar suatu bangunan. Pada umumnya, mortar berbentuk plesteran atau acian yang berfungsi untuk merapikan dinding atau lapisan beton yang biasanya sudah ada dan berwarna abu-abu. Pada penelitian ini lumpur akan dikeringkan, kemudian dihancurkan menjadi butiran halus. Butiran halus lumpur merah akan dicampurkan dengan semen putih untuk dijadikan mortar dengan ukuran 5 x 5 x 5 cm. Perbandingan yang digunakan adalah subtitusi red mud sebanyak 0%, 10% hingga 50% (berlaku kelipatan sepuluh). Hasil dari pengujian kekuatan tekan mortar dengan substitusi red mud sebanyak 20% memiliki daya kekuatan tekan yang lebih tinggi hampir 15% dari mortar semen putih. Substitusi lumpur merah ini juga memberikan estetika warna, dimana semakin banyak kandungan lumpur merah dalam substitusi ini, menyebabkan semakin merahnya mortar yang dihasilkan. Hasil XRF menunjukkan bahwa unsur Fe, Al, Si, dan Na merupakan unsur yang paling dominan. Pada Blaine test dan uji piknometer, hasil menunjukkan bahwa ukuran butiran lumpur merah adalah lebih kecil dan lebih halus dibandingkan semen pada umumnya.

Red mud is a solid waste which contains a lot of iron oxide that are produced in the industrial production of alumina (Aluminum Oxide, the main raw material in the manufacture of Aluminium and is widely used in the manufacture of ceramics). Aluminum comes from bauxite stone which is processed in a way that becomes a widely used end product. More than 95% of the alumina produced globally is the result of Bayer process, in which for every tonne of alumina produced, about 1 to 2 tons of red mud are made. Alumina production in 2020 amounted to around 130 million tons, which means, more than 200 million tons of red mud have been produced. Mortar is a mixture of cement, sand, and water which is generally used for coating of the basic structure of a building. In general, mortar is in the form of stucco or plaster that serves to smooth out walls or layers of concrete that are usually gray in color. In this study red mud will be dehydrated, then crushed into fine granules. Fine granules of red mud will be mixed with white cement to make a mortar with a size of 5 x 5 x 5 cm. The comparison used is red mud substitution of 0%, 10% to 50% (multiples of ten). The results of the compressive strength of mortar with 20% red mud substitution had a higher compressive strength of almost 15% than white cement mortar. This red mud substitution also provides color aesthetics, where the more red mud content in this substitution, the redder the mortar becomes. XRF results show that Fe, Al, Si, and Na are the most dominant elements. In the Blaine test and the pycnometer test, the results showed that the grain size of the red mud was smaller and finer than cement in general."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>