Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 347 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Buku yang berjudul Karmannyj Khindi-Russkij slovar' ini disusun oleh Z. M. Dymshits. Buku ini merupakan sebuah kamus Rusia-India. "
Moskwa: Gosudarstvennoe Izdatelstvo Inostrannykh i Natsionalnykh Slovarej, 1958
R RUS 491.73 DYM k
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Volwahsen, Andreas
Munich : Preste, 2001
720.954 VOL c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
New Delhi : Indian Council for Culture Relations
050 INAC 11:4 (1963)
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Impiani
"ABSTRAK
Kajian ini menganalisis eskalasi konflik militer yang terjadi antara India dan Pakistan
pada periode setelah perjanjian damai Deklarasi Lahore 1999. Setelah beberapa kali
terlibat perang besar, konflik militer di antara kedua negara ini terus berlangsung hingga
hari ini. Kajian terdahulu perihal konflik India-Pakistan hanya membahas perihal
penyebab konflik ini terjadi dan upaya penyelesaian konflik yang terbagi ke dalam tiga
sudut pandang besar yaitu keamanan, politik domestik dan ekonomi-politik, tetapi
belum ada yang menjelaskan bagaimana konflik ini nampaknya tetap bertahan. Dengan
menggunakan perspektif dilema keamanan sebagai kerangka analisis dan metode
penelitian causal-process tracing, kajian ini menunjukkan bahwa tindakan peningkatan
sistem pertahanan dan mengeluarkan kebijakan yang ofensif adalah pemicu kedua
negara terus terlibat dalam konflik militer. Analisis kajian ini juga menunjukkan
perjanjian damai Deklarasi Lahore 1999 tidak dapat menghentikan konflik militer dan
permusuhan antara keduanya, karena India dan Pakistan saling melihat perilaku satu
sama lain seperti pembangunan kekuatan pertahanan dan pengembangan nuklir sebagai
ancaman sehingga keduanya selalu berada dalam situasi dilema keamanan.

ABSTRACT
This study analyses the military conflict escalation between India and Pakistan in the
period after 1999 Lahore Declaration. After several major wars, military conflicts
between the two countries continued to this day. Previous studies on the India-Pakistan
conflict only discussed the causes of this conflict and efforts to resolve conflicts. The
studies are divided into three major perspectives, namely; security, domestic politics,
and political economy, but none has explained how this military conflict is relatively
lasting. By using security dilema as an analytical framework and causal-process
tracing on research method, this study shows that actions to improve the defense system
and an offensive policy are the triggers for the two countries to continue to be involved
in military conflicts. The analysis of this study also shows that the Lahore Declaration
1999 cannot stop military conflict and hostility between India and Pakistan, because
they see each other's behaviors-such as the development of military defense capability
and nuclear weaponry development-as threats so that they are always remains in the
security dilema situation.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"This study investigates the relationship between the level of socio-economic development and infant and child mortality in India. The perspective of this study is based on the "Theory of Demographic Transition" which states that improved public health programs and technological and medical advances bring down the level of mortality. The study tests the following major hypothesis: the higher level the level of socio-economic development, the lower the infant and child mortality rates among the states in India. The study applies correlation and multiple regression analysis to data collected by the National Family Health Survey 1992-1993, one of the most comprehensive surveys of its kind ever conducted in India by the Ministry of Health and Family Welfare Government of India. The finding support the theory of demographic transition in large measure revealing that the overall socio-economic development is inversely related to infant and child mortality rates among the states of India."
Journal of Population, 7 (2) 2001 : 37-58, 2001
JOPO-7-2-2001-37
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Prayudi
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1989
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, T. Agustina
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1985
S7829
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Contraception is an integral dimension of women's
health both of them are components of the broader- objectives of
family planning and life long well-being i.e., controlling ones life
pattern. Research data indicates of decline in fertility rates. infant
mortality and child mortality rates with womens' development and
economic advancement, women ?s acknowledge the need for
contraception and limiting the number of pregnancies. This study
used the Indian National Family Health Survey (NFHS-2, l 998-99),
2000, for currently married women aged l5-49 years. The objective
of the study is to explore the substantial impact of the use modern
contraceptive methods on fertility, infant and child mortality rates
in India. The knowledge of modern contraceptive methods is nearly
uniform (99%) among the currently married women irrespective of
their socioeconomic and geographical affiliation. The practice of
contraception does not only reduce the fertility, infant, and child
mortality rates, but also has major impact on the quality of their
lives and reproductive health status. The strong, consistent, and
negative significant eject of family planning methods have been
observed on aggregate decline of fertility. infant, and child
mortality. The socioeconomic background of women (education,
religion, and standard of living) influenced the practice of family
planning methods significantly. The use of family planning methods
subsequently help to bring down the fertility, infant, and child
mortality rates.
"
Journal of Population, 13 (1) 2007 : 31-46, 2007
JOPO-13-1-2007-31
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tb. Emir Wiraatmadja
"ABSTRAK
Tulisan skripsi ini mengupas mengenai salah satu aspek dari politik 1uar negeri Amerika pada masa pemerintahan Presiden Carter, yaitu strategi perimbangan kekuatan Amerika di kawasan Samudera Hindia dalam periode 1977-1980. Alasan pemilihan masalah ini adalah bahwa kemerosotan atas kedudukan Amerika da1am perimbangan kekuatan dengan Soviet akibat dari perkembangan-perkembangan penting dalam kawasan Samudera Hindia telah mendorong Amerika untuk mengubah pendekatannya selama ini, melalui peningkatan kehadiran permanen kekuatan militernya secara besar-besaran di samudera ini. Tindakan ini selain meningkatkan ketegangan karena memancing pacuan senjata angkatan laut dengan Soviet, juga kontradiktif dengan pendekatannya terdahulu yang menghendaki peredaan ketegangan di samudera ini. Pembahasan tulisan ini mempergunakan dua pendekatan yang saling berkaitan erat, yaitu pendekatan penangkalan dari Edward N. Luttwak dan pendekatan perimbangan kekuatan dari MV Naidu. Dari penjabaran kedua pendekatan itu dapat ditarik pengertian, bahwa pengembangan dan pemeliharaan kekuatan pemukul balik merupakan bagian penting dari upaya penangkalan dan pembangunan batas ambang keamanan suatu negara. Akan tetapi upaya ini tidaklah harus diartikan sebagai suatu tanda untuk memulai perang. Karena itu pembangunan kekuatan militer ini lebih dapat diartikan sebagai upaya untuk menciptakan perimbangan kekuatan penangkalan yang bertujuan mencegah meletusnya perang itu sendiri. Akhirnya, sebagai kesimpulan dari tulisan skripsi ini dapat dikemukakan bahwa tindakan Amerika untuk meningkatkan kehadiran permanen kekuatan angkatan lautnya secara besar-besaran dan mengembangkan pasukan gerak cepat sebagai bagian dari kekuatan pemukulnya merupakan strategi untuk mempertahankan keunggulannya dalam peta perimbangan kekuatan dengan Uni Soviet di kawasan Samudera Hindia. Perbedaan pendekatan ini dengan pendekatan terdahulu yang menghendaki diadakannya peredaan ketegangan di kawasan ini mencerminkan bahwa pendekatan peredaan ketegangan itu hanyalah upaya politik Presiden Carter untuk menghindari tekanan yang datang dari dalam dan luar negeri, dan menunjukkan bahwa Amerika masih tetap menekankan politik luar negerinya pada segi kekuatan demi mempertahankan pengaruhnya di kawasan Samudera Hindia."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library