Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 146 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Riyan Dwi Saputro
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan asing terhadap nilai perusahaan dan praktik manajemen laba, dengan mempertimbangkan peran penunjukan komisaris independen. Kepemilikan asing diidentifikasi sebagai variabel independen, sedangkan nilai perusahaan dan manajemen laba diukur sebagai variabel dependen. Penelitian ini juga mempertimbangkan peran persentase komisaris independen sebagai variabel mediasi yang mendukung mekanisme pengawasan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan mengurangi potensi praktik manajemen laba. Metodologi penelitian ini menggunakan data keuangan perusahaan yang terdaftar di pasar modal pada sektor manufaktur dengan teknik analisis regresi melalui two stage least square, logit regressiondan path analysis sebagai alat utama untuk menguji hubungan antarvariabel. Sampel penelitian melibatkan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa efek, dengan data tahunan yang terkumpul selama 2016 s.d. 2022. Hasil dari penelitian ini bahwa kepemilikan asing tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan perusahaan di Indonesia dan tidak berpengaruh melalui persentase komisaris independen. Sedangkan komisaris independen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan membatasi praktik manajemen laba atau berpengaruh negatif. Di sisi lain, kepemilikan asing justru berpengaruh positif pada praktik manajemen laba perusahaan manufaktur di Indonesia.

This research aims to analyze the influence of foreign ownership on firm value and earnings management practices, considering the role of independent commissioner appointments. Foreign ownership is identified as the independent variable, while firm value and earnings management are measured as dependent variables. This study also considers the role of independent commissioner appointments as a intervening variable that supports oversight mechanisms to enhance firm value and reduce the potential for earnings management practices. The research methodology employs financial data from companies listed in the capital market in the manufacturing sector, using regression analysis techniques through two-stage least squares, logit regression, and path analysis as the primary tools to test the relationships between variables. The research sample involves companies listed on the stock exchange, with annual data collected from 2016 to 2022. The results of this study indicate that foreign ownership does not affect firm value in Indonesia and has no effect through the percentage of independent commissioners. However, independent commissioners have a positive effect on firm value and limit earnings management practices or have a negative effect. On the other hand, foreign ownership positively influences the earnings management practices of manufacturing companies in Indonesia."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Laila Alifah Darin
"Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap kualitas pendapatan perusahaan (Earnings Quality/EQ) di Indonesia, dengan kepemilikan keluarga sebagai faktor pemoderasi. Data diperoleh dari 104 perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018 hingga 2023, dengan total 458 observasi. Metode analisis menggunakan pendekatan balanced panel data dengan menggunakan data sekunder dari berbagai sumber, termasuk laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan database keuangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara ESG Disclosure dan kualitas laba, serta adanya moderasi yang signifikan oleh kepemilikan keluarga. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami pentingnya pengungkapan ESG dalam meningkatkan kualitas pendapatan perusahaan, serta peran kepemilikan keluarga dalam konteks tersebut.

This study aims to explore the impact of Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure on earnings quality (EQ) in Indonesia, with family ownership as a moderating factor. Data was obtained from 104 public companies on the Indonesia Stock Exchange during the period 2018 to 2023, with a total of 458 observations. The analysis method uses a balanced panel data approach using secondary data from various sources, including annual reports, sustainability reports, and financial databases. The results show a significant positive relationship between ESG disclosure and earnings quality, as well as significant moderation by family ownership. The findings make contribution to understanding the importance of ESG disclosure in improving corporate earnings quality, as well as the role of family ownership in that context.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfonsus Pradana Danisworo
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari kenaikan leverage dan free cash flow terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013. Proksi dari manajemen laba adalah akrual diskresioner (discretionary accruals) yaitu akrual yang dapat dipengaruhi oleh kebijakan manajemen. Sedangkan proksi untuk leverage adalah rasio debt to asset, dan proksi untuk free cash flow diperoleh melalui arus kas operasi dikurangi dengan penjumlahan dari net capital expenditure dengan perubahan pada working capital. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Generalized Least Square regression. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perusahaan yang mengalami kenaikan leverage memiliki pengaruh signifikan dengan manajemen laba, dan perusahaan yang mengalami kenaikan leverage dan memiliki free cash flow yang tinggi tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Di sisi lain, perusahaan yang memiliki free cash flow rendah memiliki pengaruh terhadap manajemen laba.

This study is aimed to analyze the effect of the leverage increases and free cash flow in the listed manufacturing firms in Indonesia Stock Exchange during the period of 2009 to 2013. Proxy for earnings management is discretionary accruals, the accruals that influenced by management?s policy. On the other side, proxy for leverage is the ratio of debt to assets, and proxy for free cash flow is obtained through operating cash flow reduced by the sum of net capital expenditure to changes in working capital. This research is a quantitative research using the Generalized Least Square regression. The result of this study showed that firms which selected as leverage increasing firms has a significant correlation with earnings management. On the other side, there is no significant correlation between the firms which classified as a highly leveraged firms and has a high free cash flow, with earnings management. On the other side, firms that have low cash flow has a significant correlation with earnings management.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
S58408
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ikrima Shobriati
"Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh tingkat adopsi IFRS dan proteksi investor terhadap manajemen laba. Metode penelitian menggunakan data panel dengan jumlah observasi sebanyak 12.784 di emerging markets pada tahun 2011 s.d 2013. Untuk mengukur tingkat adopsi IFRS menggunakan skor berdasarkan tiga tipe perbedaan tingkat adopsi masing-masing negara. Manajemen laba diukur menggunakan akrual diskresioner. Proteksi investor menggunakan proksi strength of investor protection index dari World Bank. Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi IFRS berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Untuk proteksi investor berpengaruh positif terhadap manajemen laba.

The purpose of this study is to provide empirical evidence about the effect of investor protection and IFRS adoption on earnings management. This study uses panel data with 12.784 firm year observations in emerging markets evidence from 2011 to 2013. To measure IFRS adoption uses score based on three distinctions of the type from IFRS adoption in respective countries. And then for earnings management uses discretionary accruals proxy. While for the investor protection uses strength of investor protection index proxy from World Bank.The findings imply that IFRS adoption significantly negative associated with earnings management. While investor protection significantly positive correlated with earnings management.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T47468
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendra Permana Suherman
"Industri perbankan memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional sehingga kinerja perbankan harus menjadi perhatian selama masa pandemi COVID-19 ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara eksposur pandemi COVID-19 terhadap kinerja pasar perbankan di Indonesia dengan manajemen laba dan mitigasi risiko berupa restrukturisasi kredit sebagai pemoderasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixed method. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan menggunakan teknik content analysis guna melihat dampak dari eksposur pandemi COVID-19 terhadap kinerja pasar perbankan di Indonesia. Sedangkan pendekatan kuantitatif untuk menguji secara empiris hipotesis yang diajukan. Dengan menggunakan data Annual Report tahun 2019 dan tahun 2020 pada seluruh bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditemukan bahwa eksposur pandemi COVID-19 berpengaruh negatif pada kinerja pasar bank di Indonesia. Begitu pula dengan manajemen laba yang memperkuat hubungan negatif antara eksposur pandemi COVID-19 dengan kinerja pasar bank di Indonesia. Sedangkan restrukturisasi kredit tidak terbukti secara signifikan memperlemah hubungan negatif antara eksposur pandemi COVID-19 dengan kinerja pasar bank di Indonesia. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan gambaran dan membuktikan secara empiris hubungan negatif antara eksposur pandemi COVID-19 dengan kinerja pasar perbankan serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai eksposur pandemi penyakit yang berskala global.

The banking industry has a vital role in maintaining the stability of the national economy, therefore, banking performance must be a concern during the COVID-19 pandemic. This study aims to examine the relationship between exposure COVID-19 pandemic and banking market performance in Indonesia where earnings management and credit restructuring used as moderating. The approach used in this study is a mixed method approach. A qualitative approach during data collection was carried out using content analysis techniques to see the impact of the COVID-19 pandemic exposure on the market performance of the Indonesian Banks. While the quantitative approach to empirically test the proposed hypothesis. Using the 2019 and 2020 Annual Report data for all banks listed on the Indonesia Stock Exchange, it was found that the COVID-19 pandemic exposure had a negative effect on the market performance of banks in Indonesia. Likewise, with earnings management, which strengthens the negative relationship between the COVID-19 pandemic exposure and the market performance of banks in Indonesia. Meanwhile, credit restructuring has not been proven to significantly weaken the negative relationship between the COVID-19 pandemic exposure and the market performance of banks in Indonesia. The implication of this research is to empirically prove the negative relationship between exposure COVID-19 pandemic and banking market performance and to become a reference for further research on global-scale disease pandemic exposure."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Handarini
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen laba akrual dan manajemen laba riil terhadap yield spread obligasi. Praktik manajemen laba dalam penelitian ini diukur dengan discretionary accrual yang dikembangkan oleh Kothari (2005). Semantara itu, manajemen laba riil pada penelitian ini diukur dengan pengukuran manajemen laba riil yang telah dikembangkan oleh Roychowdhury (2006). Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data panel unbalance dengan jumlah observasi sebanyak 159 observasi. Jumlah observasi tersebut terdiri dari 78 sampel obligasi yang diterbitkan oleh 34 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 hingga 2013.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen laba akrual berpengaruh positif terhadap yield spread obligasi. Sementara itu, CFO abnormal dan biaya diskresioner abnormal yang merupakan komponen pengelolaan manajemen laba riil diketahui berpengaruh negatif terhadap yield spread. Hal ini mengindikasikan bahwa bondholders menyadari tindakan manajemen laba akrual sebagai tindakan oportunis, sehingga meningatkan risiko dan menuntut pengembalian yang tinggi. Akan tetapi, bondholder belum mampu mengetahui dampak negatif manajemen laba melalui aktivitas riil.

This research aimed to know the effect of accrual earnings management and real earnings management on bond yield spreads. Accrual earnings management in this research measured by discretionary accrual Kothari model. While real earnings management measured by real earnings management models that were developed by Roychowdhury (2006). Hypothesis testing of this research used panel regression with 159 observations. Observations in this research consist of 78 bonds sample from 34 companies that are listed at Indonesia Stock Exchange since 2009 until 2014.
The result of this research showed that accrual earnings management has positive effect on yield spread. Whereas, abnormal CFO and abnormal discretionary expenses that measured real earnings management have negative effect on yield spread. These result implied that bondholders perceive accrual earnings management as opportunistic behavior that increased risk factor and thus required high return (yield). However, bondholder have not realized the negative effect of real earnings management.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fathoni
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress terhadap manajemen laba dengan pengendalian internal sebagai variabel moderasi. Financial distress diukur menggunakan Altman Z-Score dan modal kerja negatif. Pengendalian internal diukur menggunakan indeks pengungkapan pengendalian internal. Manajemen laba terbagi atas dua variabel yaitu manajemen laba akrual dan manajemen laba riil. Penelitian menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2010-2019 dengan teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data pada penelitian ini menggunakan data panel yaitu gabungan cross section dan time series. Hasil pada penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara financial distress terhadap manajemen laba riil begitupun dengan memasukkan pengendalian internal sebagai variabel moderasi dan tidak terdapat pengaruh signifikan anara financial distress terhadap manajemen laba akrual begitupun dengan memasukkan pengendalian internal sebagai variabel moderasi.

This study aims to analyze the effect of financial distress on earnings management with internal control as a moderating variable. Financial distress measured using Altman Z-Score and negative working capital. Internal control measured using internal control disclosure index. Earnings management is divided into two variables, accrual earnings management and real earnings management. The study used a sample of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2010-2019 with the sampling technique using purposive sampling. This study uses a quantitative approach. The data in this study used panel data, combination of cross sections and time series. The results in this study indicate that there is a significant influence between financial distress on real earnings management as well as by including internal control as a moderating variable and there is no significant effect of financial distress on accrual earnings management as well as by including internal control as a moderating variable."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maria A. Murtiati
"Tujuan dari pembuatan tesis ini adalah untuk melihat pengaruh manajemen laba akrual dan manajemen laba riil melalui aliran kas abnormal, biaya produksi abnormal dan biaya diskresioner abnormal, terhadap probabilitas kelayakan mendapatkan kredit bank. Uji hipotesa dilakukan dengan model regresi logistik, dengan sampel sebanyak 285 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010. Hasil uji hipotesa menyimpulkan bahwa ada pengaruh positif manajemen laba akrual dan pengaruh negatif manajemen laba riil melalui aliran kas abnormal dan melalui biaya diskresioner abnormal terhadap probabilitas kelayakan mendapatkan kredit bank. Dan pengaruh positif manajemen laba riil melalui biaya produksi abnormal terhadap probabilitas kelayakan mendapatkan kredit bank.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa bila manajemen laba dilakukan untuk tujuan oportunistik maka manajemen laba akrual dapat berakibat pada analisis kredit yang terdistorsi karena menggunakan laporan keuangan. Manajemen laba riil berdampak pada arus kas dan bank sangat memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas. Sehingga penelitian ini mengindikasikan bahwa bank mampu mendeteksi manajemen laba riil, kecuali pada manajemen laba riil melalui biaya produksi abnormal.

The objective of this study is to examine whether the firm?s eligiblity to get a bank loan is influenced by earnings management. The earnings management is distinguished between accruals and real earnings management. Hypothesis testing is carried out with logistic regression model using sample of 285 companies listed at Indonesian Stock Exchange in 2010. The result provides evidence that a greater magnitude in accrualss earnings management increases the firm?s probability to be eligible to get bank loan. In contrast, real earnings management through abnormal cash flow and abnormal discretionary expenses decrease firm?s probability to be eligible to get bank loan, while real management through abnormal production cost increases such probability.
The result of this study suggests that if the earnings management is assumed to be opportunistic purpose, the accruals based earnings management can distort the banks credit analysis using financial statements. Real earnings management has more impact on the cash flows, and banks are very concerned on the firm?s cash flow ability. Therefore, this study indicates that banks are more able to detect real earnings management, except abnomal production cost in real earning management."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T55438
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Utari
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban pajak tangguhan dan manajemen laba, baik untuk tujuan menghindari pelaporan kerugian maupun menghindari penurunan laba, yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Selain itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk menguji dan membandingkan kemampuan beban pajak tangguhan dalam memprediksi adanya manajemen laba dibandingkan dengan Model Akrual. Berdasarkan penelitian Philips, Pincus dan Rego (2003), pengukur manajemen laba yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan pendekatan distribusi laba dan perubahan laba. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah 126 perusahaan dalam industri manufaktur yang terdaftar di BEJ dalam kurun waktu 2003?2005. Keseluruhan perusahaan yang diobservasi adalah 371 firm-year. Model Regresi Logit digunakan untuk menganalisa hubungan beban pajak tangguhan dan model akrual dengan kemungkinan perusahaan melakukan manajemen laba untuk tujuan menghindari pelaporan kerugian dan penurunan laba. Model akrual yang digunakan dalam penelitian adalah Total Akrual berdasarkan pendekatan cash flow (Phillips, et.al, 2003) dan Modified Jones Model (Dechow, 1995). Model regresi logit digunakan karena berdasarkan hasil pengujian normalitas menunjukkan bahwa data penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil pengujian memperlihatkan adanya hubungan yang positif dan siginifikan antara beban pajak tangguhan dan model akrual dengan manajemen laba untuk tujuan menghindari kerugian. Artinya, semakin besar beban pajak tangguhan dan akrual perusahaan, maka semakin besar kemungkinan perusahaan melakukan manajemen laba untuk tujuan menghindari kerugian. Di sisi lain, hubungan yang positif dan tidak signifikan diperlihatkan dalam hubungan antara beban pajak tangguhan dan model akrual dengan manajemen laba untuk tujuan menghindari penurunan laba. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji kemampuan beban pajak tangguhan dalam memprediksi manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan untuk tujuan menghindari kerugian dan penurunan laba. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa beban pajak tangguhan memiliki kemampuan yang sangat baik untuk memprediksi manajemen laba yang bertujuan menghindari kerugian dibandingkan dengan kedua model akrual yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa beban pajak tangguhan dapat dijadikan alternatif terhadap model akrual dalam menjelaskan fenomena manajeman laba untuk tujuan menghindari kerugian. Dalam hubungan dengan manajemen laba untuk tujuan menghindari penurunan laba memperlihatkan bahwa beban pajak tangguhan memiliki kemampuan yang lebih baik namun tidak signifikan dibandingkan dengan kedua model akrual yang digunakan."
2007
T 24508
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   4 5 6 7 8 9 10 11 12 13   >>