Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 166 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Binarjo
"ABSTRAK
Hasil studi yang pernah dilakukan ternyata industri otomotif indonesia berperan besar dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sampai dengan tahun 1996 tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai rata-rata 6-7% per tahun sedangkan pertumbuhan industri otomotif indonesia 15 tahun terakhir mencapai 14-21% per tahun. Artinya terdapat korelasi positip antara pertumbuhan ekonomi indonesia dan tingkat pertumbuhan industri otomotif yang sekitar 2-3 kalinya (Aswita, 1997).
Setidaknya terdapat 4 hal yang menunjang perlunya Indonesia mengernbangkan industri Otomotif di dalam negri, yakni penghematan devisa. kesempatan kerja/berusaha. penguasaan/ pengembangan teknologi dan strategi hankamnas. Dan sehubungan dengan krisis ekonomi saat ini, maka 4 hal tersebut semakin sukar untuk dicapai.
Krisis ekonorni yang berkepanjangan rnengakibatkan tingkat penjuatan kendaraan saat ini turun sampai 90% dibanding penjualan tahun 1997 (sebelurn krisis), tingkat penggunaan kapasitas produksi turun dan 60% menjacli kurang dan 10%, kenaikan harga jual produk kendaraan mencapal 300% dan suku cadang yang rata-rata mencapai 200%. turunnya daya bell masyarakat, industri keuangan yang ikut terpuruk dan terhambatnya proses pengembangan dan alih teknologì serta terjadinya kerawanan dari sisi Hankamnas.
Perubahan lingkungan eksternal industri otomotif Indonesia terjadi begitu cepat sebagal akibat krisis ekonomi diiringi deregulasi pemerintah bulan Juli 1999 yang memberlakukan kebijakan baru dibidang otornotif. Kebijakan tersebut menyangkut kepada hal-hal (I) penghapusan sistern jnsentif (2) penghapusan tataniaga impar kendaraan, (3) pengaturan tarif impor menurut sistem harmonis (I-IS) untuk kendaraan (CBU atau CKD), komponen dan bahan baku, dan (4) penurunan dan penghapusan tarif bea masuk (BM) dan bea masuk tambahan (BMT) serta pajak penambahan nilai (PPN) atas kendaraan niaga berdaya angkut dibawab 5 ton dan sedan 1.500 cc.
Para pemain di industri otomotif Indonesia urnumnya mendapat perlindungan (proteksi) baik dari Pemerintah maupun mitra asing (prinsipal) sehingga tanpa mencapal skala ekonomis mampu bertahan di industrinya. Dengan adanya ketentuan baru yang sangat liberal diatas. para pemain harus segera melakukan-penyesuaian (akselerasi) baik dan sisi bisnis, korporasi maupun operasional intern perusahaan.
Tujuan penulisan karya akhir ini adalah mengidentifikasi permasalahan industri otomotif Indonesia sebelum dan saat krisis yang berfokus kepada hubungan partnership antara prinsipal dengan ATPM. upaya optmasi kapasitas pabrik kendaraan, kondisi pasar kendaraan di Indonesia dan kemampuan operasional industri kendaraan serta penguasaan rantai nilai (value chain).
Dari hasil analisis dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa sangat dibutuhkan deregulasi Pemerintah yang konsisten terutama dalam penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku industri untuk mempertahankan kelangsungan usahanya, misalnya dalam hubungan partnership perlu pengaturan pembatasan kepemilikan saham asing, upaya optimasi kapasitas produksi harus didukung dengan kemudahan ekspor, penghapusan berbagai hambatan (barrier) bagi komponen impor yang tidak dapat dipasok didalam negeri dan dukungan pendanaan. Selanjutnya pengembangan industri komponen sangat perlu dilakukan untuk mengurangi kelemahan akan akses pasar, modal, teknologi, ìnformasi dari manajernen sejalan dengan penciptaan pasar baik domestik maupun ekspor. Disisi rantai nilal dengan penyerahan aktifitas sepenuhnya kepada mekanisme pasar tentu akan mampu mernbentuk efisiensi sendiri sedangkan fungsi pemerintah cukup sebagai pengawas.
Kesimpulan lain yang dapat dipetik dan hasil analisis adalah bahwa dalarn angka pendek secara alamiah pelaku bisnis otomotif indonesia khususnya ATPM akan terseleksi kedalam tiga kelompok, yaitu a) Keìornpok yang tetap eksis di jalur produksi (manufacturing) dengan pilihan strategi fungsional sebagai perusahaan manufaktur. strategi bisnis pada biaya rendah (untuk kendaraan komersial) atau diferensiasi untuk jenis sedan, sedangkan strategi korporat (grand) yang tepat adaìah diversifikasi konsentrik dan mengadakan aliansi strategis, b) Kelompok yang beralih usaha sebaai usaha perdagangan, sebagai importir atau pembeli produksi lokal dengan strategi fungsional yang tepat adalah marketing, strategi bisnis fokus pada biaya rendah atau pada produk yang unik untuk mengambil ceruk pasar (niche) dan pilihan strategi korporat (grandl) dalam bentuk integrasi forward atau aliansi strategis. dan e) Kelompok yang tersisih dari industri karena alasan voIume tidak mampu mencapai skala ekonomis dan pilihan strategi korporal (gmnd) berupa divestasi dan likuidasi."
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anne Zulfia
Jakarta: UI-Press, 2008
PGB 0502
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Imelda
"Skripsi ini berisi tentang sebuah studi penerapan teori penyusunan definisi. Pesatnya perkembangan bidang otomotif di Indonesia yang tidak didukung oleh kamus yang berisi istilah otomotif beserta definisinya mendorong disusunnya skripsi yang bertujuan untuk memperoleh definisi istilah otomotif dalam bahasa Prancis dan bahasa Indonesia bagi orang yang awam dalam bidang itu. Hasilnya, 25 istilah otomotif dalam bahasa Prancis dan 33 istilah dalam bahasa Indonesia berhasil dibuatkan definisinya dengan berpedoman pada teori definisi Jacqueline Picoche yang dituangkan dalam Precis de lexicologie francaise (Paris: 1977)."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
S14317
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nisrina Rihadatul Aisy
"Pajanan kebisingan pada pekerja merupakan faktor risiko pekerjaan yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan pekerja. PT. X merupakan industri komponen otomotif yang memiliki sumber kebisingan yang berasal dari proses produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan gangguan non-auditory pada pekerja di PT. X, Cikarang, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain studi cross-sectional, dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 48 pekerja. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportionate stratified random sampling. Data intensitas kebisingan diperoleh dari Dokumen UKL-UPL Bulan Desember 2019 PT. X, sedangkan data karakteristik, perilaku, dan gangguan non-auditory pada pekerja diperoleh dari hasil kuesioner. Variabel independen dalam penelitian ini adalah intensitas kebisingan di area produksi, variabel dependen adalah keluhan gangguan non-auditory, dengan karakteristik dan perilaku individu sebagai variabel confounding. Intensitas kebisingan PT. X berada di bawah NAB. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 24 pekerja (50%) mengalami keluhan gangguan non-auditory. Analisis bivariat menggunakan chi-square menunjukkan intensitas kebisingan memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan non-auditory (p value=0,019). Selain itu, variabel usia (p value=0,039), penggunaan APD (p value=0,042), dan hobi terkait bising (p value=0,021) memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan non-auditory, sedangkan variabel jenis kelamin (p value=0,182) dan masa kerja (p value=0,562) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan non-auditory pada pekerja di area mixing, preparation, dan with metal PT. X. Temuan pada penelitian ini menjadi acuan untuk meningkatkan pengendalian dan penanganan kebisingan dengan melakukan pengukuran kebisingan secara rutin, melakukan monitoring kesehatan pekerja baik auditory maupun non-auditory, dan penggunaan APD untuk pekerja yang terpajan kebisingan.

Noise exposure is an occupational risk factor that can affect the health and safety of workers. PT. X is an automotive component industry that has a noise sources from the production process. The purpose of this study was to determine the relationship between the intensity of noise exposure and non-auditory effects in workers at PT. X, Cikarang, West Java. This study used a quantitative approach and a cross-sectional study design, with a total sample of 48 workers. Sampling was done by using proportionate stratified random sampling method. Noise intensity data were collected from Environment Permit (UKL-UPL) document in December 2019 PT. X, while the data on characteristics, behavior, and non-auditory effects in workers were collected from the questionnaire. The independent variable in this study is the intensity of noise exposure, the dependent variable is non-auditory effects, with individual characteristics and behavior as confounding variables. The noise intensity of PT. X is under the noise TLV. The results showed that 24 workers (50%) experienced complaints of non-auditory effects. Bivariate analysis using chi-square shows that the intensity of noise exposure has a significant relationship with non-auditory effects (p value = 0.019). In addition, the variable age (p value = 0.039), use of PPE (p value = 0.042), and noise-related hobbies (p value = 0.021) had a significant relationship with non-auditory effects, while the gender variable (p value = 0.182) and length of work (p value = 0.562) did not have a significant relationship with non-auditory effects in workers in the areas of mixing, preparation, and with metal PT. X. The findings in this study serve as a reference for improving noise control and handling by measuring noise regularly, monitoring the health of both auditory and non-auditory workers, and using PPE for workers exposed to noise."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sharief Natanagara
"ABSTRAK
Melihat kompleksitasnya dunia industli otomotif di Indonesia, terasa perlu adanya suatu wadah yang dapat menampung arus informasi, data dan perkembangan teknologi yang menyangkut otomotitf Wadah tersebut sangat tepat bila diadakan dalam lingkungan kampus untuk menjamin keobyektifitasan dari kajian-kajian yang dilakukan dan juga dimaksudkan untuk mendukung konsep link and march antara dunia industri dengan lembaga pendidikan. Pusat Otomotif ini diharapkan dapat menampung arus informasi yang berhubungan dengan olomotif; mengkajinya dan memberikan sumbangan pemikiran kepada dunia induslri khususnya dan masyarakat luas pada umumnya_ Selain im pusat otomotif ini dapat dijadikan sebagai tempat pelatihan ,seminar dan pendidikan mulai dari manajemen industri otomotii; manajemen pengelolaan bengkel sampai dengan pelatihan mekanik dan bengkel. Fungsi lain dari Pusat Otomotif ini adalah sebagai tempat konsultasi berbagai pihak yang terkait dengan industri otomotiif Untuk mengoptimalkan kelja Pusat Otomotif ini maka perlu diatur dengan jelas struktur organisasi. Pusat Otomotif ini terbagi menjadi 3 departemen yaitu Departemen Litbang, Departemen Sumber Daya Manusia dan Departemen Keuangan. Masing-masing departemen ini rnembawahi divisi-divisi untuk menunjang kegiatannya Selain struktur dan sistem kerja juga diperkukan perencanaan yang tepat mengenai lokasi Pusat Otomotif ini. Perencanaan lokasi yang tepat dapat membawa pengaruh terhadap strategi pemasaran yang diterapkan untuk Pusat Otomotif Untuk melakukan perencanaan yang baik maka dilakukan siudi perbandingan dengan balai, insitusi dan Iembaga lain yang berkaitan dengan otomotif Dari perbandingan ini diharapkan Pusat Otomotif dapat lebih terarah untuk melaksanakan kegiatannya. Selain sludi perbandingan juga dilakukan analisa dengan metode S.W.O.T. (strength, wealmesses, opportzmiries and threat) untuk melihat semua kelebihan dan kekurangan yang akan dimiliki oleh Pusat Otomotif ini. Dengan itu perkembangan Pusat Otomotif dapat tems ditingkatkan.

"
1996
S36568
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yongky Permana Ramlan
"Tanaman pisang merupakan tanaman khas daerah tropis, yang dapat dijumpai dimana saja dan berbuah tanpa mengenal musim. Sampai saat ini di Indonesia pemanfaatan tanaman pisang ini baru sebatas pembudidayaan buah yang dihasilkan dan hanya beberapa yang memanfatkan selain buahnya, itupun sedikit sekali. Setelah berbuah dan dipanen tanaman pisang ini kemudian ditebang habis unluk ditanami bibit bam. Ratusan "eks" tanaman pisang ini kemudian hanya menjadi limbah buangan belaka.
Penelitian ini ditujukan untuk memanfaatkan limbah "eks" tanaman pisang tadi sebagai bahan serat untuk pembuatan kornposit. Yang kemudian akan dimanfaatkan sebagai bahan interior otomotif.
Penelitian dimulai dengan meneliti serat dari beberapa jenis (spesies) tanaman pisang yang ada di tanah air ini, kemudian serat yang terbaik dibuat komposit dan kemudian diteliti kembali karakteristik mekanik dan kelayakannya sebagai bahan interior otumotif Penelitian pendahuluan - Pembuatan (fabrikasi) - Penelitian kembali bukanlah jalan yang singkat rnengingat penelitian ini mengambil tempat yang jauh dan terpencil kemudian berpindah ke tengah kota serta banyaknya faktor teknik dan non teknik yang dihadapi.
Analisa atau diskusi dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan standard yang digunakan dan dengan hitungan-hitungan mikromekanik komposit (rumus campuran Tsai)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S36666
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasibuan, Cesar
"
ABSTRAK
Sistem pembuangan gas hasil pembakaran (exhaust system) pada motor pembakaran dalam adalah salah satu faktor yang berpengaruh pada unjuk kerja motor tersebut. Gas hasil pembakaran pada ruang bakar harus dikeluarkan seluruhnya pada langkah buang (exhaust stroke) sebelum langkah hisap (intake stroke) silus berikutnya dimulai. Tersisanya gas hasil pembakaran pada ruang bakar saat berlangsungnya Iangkah hisap akan mengakibatkan tercampurnya gas sisa tersebut dengan campuran udara bahan bakar yang memasuki ruang bakar. Hal ini mengakibatkan turunnya tekanan rata-rata efektif siklus dalamruang bakar (indicated mean effective pressure) dan turunnya persentase bagian kafor terkandung dalam bahan bakar dapat dirubah menjadi tenaga oleh mesin (efisiensi termal). Kedua nal tersebut menyebabkan turunnya daya keluaran yang dapat dihasilkan oleh motor pembakaran dalam tersebut.
Sistem pembuangan yang baik memiliki tahanan terhadap aliran gas buang/tekanan balik (back pressure) yang rendah, sehingga terjadi pembilasan (scavenging) yang baik terhadap gas nasil pembakaran dan menaikkan daya yang dapat dihasilkan.
Untuk melihat besamya pertambahan daya yang dapat dihasilkan oleh sistem pembuangan yang baik, maka dilakukan penelitian dengan mendesain sebuah sistem pembuangan yang memiliki tekanan balik Iebih rendah daripada sistem pembuangan standar untuk mesin Volkswagen 1600 cc. Parameter yang dianalisa adalah daya (HP) yang dapat dihasilkan mesin tersebut sebelum dan sesudah pengantian sistem pembuangan.
Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa pemakaian sistem pembuangan dengan tekanan balik yang Iebih rendah menghasilkan pertambhan daya maksimum mesin.
"
1997
S36253
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Irwanto
"Otomotif merupakan suatu hal yang sangat sulit dipisahkan dari kehidupan karena keberadaannya telah merubah ruang gerak manusia semakin cepat menembus jarak dan ruang kerja yang sebelumnya sulit dilampai. Maka tidaklah mengherankan perkembangannya tergolong cepat sejalan dengan transformasi leknologi. Disadari dalam perkembangan ini banyak permasalahan yang semakin muncul terutama menyangkut sumber energi penggerak utama yakni masih didominasi bahan bakar minyak serta masalah pencemaran yang ditimbulkannya.
Penelitian dan pengujian terus dilaksanakan untuk memecahkan kedua permasalahan utama tersebut. Salah satu pcmeeahan yang diharapkan adalah bagaimana mengurangi pemakaian bahan bakar tanpa mengurangi power (daya) yang dihasilkan serta semakin berkurangya emisi yang dikeluarkan. Hal ini sangat terkait dengan kualitas proses pembakaran yang terjadi di dalam mang bakar. Semakin baik proses pembakaran yang terjadi, maka akan semakin sernpumanya bahan bakar yang terbakar menjadi energi sehingga dihasilkan daya yang lebih besar. Selain itu pembakaran yang sempurna akan menghasilkan gas buang yang relatif lebih kecil dalam ambang yang masih bisa diterima lingkungan.
Banyak hal yang bisa dilakukan dalam meningkatkan kualitas pembakaran Salah satunya adaiah menggunakan cyclon yang dipasang pada saluran karburator untuk menghasilkan aliran turbulensi yang lebih balk dan pola aliran yang lebih merata (swirl) sehingga mampu menghasilkan butiran bahan bakar yang semakin halus. Scmakin halus butiran bahan bakar maka semakin mudah dan merata pembakaran yang terjadi, yang berarti prosentasi bahan bakar yang tidak terbakar semakin kecil. Tentunya pembakaran yang berlangsug diharapkan Iehih sempurna dan emisi gas buang semakin menurun.
Pengujian yang dilakukan pada mesin test-bed gasoline atas pemakaian cyclon akan diketahui sudut yang memberikan nilai daya paling optimum dari beberapa sudut yang dipilih untuk diuji. Selain itu dilakukan pengujian terhadap faktor lainnya yang mempengaruhi performance mesin (daya) seperti jumlah sudu, bentuk sudu maupun variasi pernasangan cyclon pada karburator. Semua parameter (faktor) ini akan dapat dijadikan pertimbangan dalam pembuatan cyclon yang lebih baik nantinya."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S36810
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Penggunaan bagan kendali yang semakin luas, kini dapat digunakan tidak
hanya untuk melakukan kegiatan monitoring tetapi juga dapat digunakan pada
pengukuran performance, peramalan, dalam kegiatan maintenance, dan lain-lain.
Rancangan ekonomis dalam bagan kendali merupakan salah satu melode yang
digunakan untuk menganalisa bagan kendali. Metode tersebut menentukan bagan
kendali dengan nilai ekonomisnya yang didapat dari nilai cost yang dikeluarkan
selama kcgiatan monitoring berlangsung.
PT Krama Yudha Ratu Motor merupakan perusahaan yang bergerak dalam
industri manufaktur, yang memproduksi kendaraan niaga Mistubishi, bertempat di
kawasan industri pulo gadung, merupakan salah satu perusahaan yang konsorn
terhadap masalah kualitas. Sebagai bentuk tindak nyata yang dilakukan perusahaan
terhadap pengendalian kualitas, perusahaan tersebut telah memperoleh standarisasi
ISO 9001 dan ISO 14000- Berbagai macam kompclitor dihadapi oleh perusahaan
tersebut, membuat perusahaan harus memberikan keunggulan yang terbaik kepada
konsumennya terhadap setiap produk yang dihasilkan.
Penelitian ini merancang penggunaan bagan kendali untuk perusahaan PT
Krama Yudha Ratu Motor dengan mempertimbangkan kondisi aktual yang terjadi
nada perusahaan tersebut hingga didapatkan nilai total cost melakukan bagan
kondali adalah sebcsar Rp. 4.939.841,15 per siklus, atau sama dengan Rp.
148.193,27 per periode. Kemudian dari pcrtimlaangan total cost tersebut dicari
solusi optimal yang memberikan biaya lebih rendah lagi. Dari hasil perhitnngan
didapatkan tiga jenis altematif solusi optimal tersebut. Ketiga pilihan alternatif
tersebut kemudian dilakukan pengujian dengan menggunakan tiga analisis. Melalui
analisis tersebut akan dapatl ditentukan mana solusi optimal yang paling
memumgkinkan dan dapat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pada penelitian ini
juga dilambahkan rancangan bagan kendali ekonomis jika perusahaan menerapkan
konsep six-Sigma."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S50088
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S4485
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>