Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1986 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sydney: Faculty Handbooks and UTS, 2003
;610.73 UTS ;610.73 UTS (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Ayiful Ramadhan Asit
"Tesis ini adalah mengidentifikasi persepsi pengguna pelabuhan terhadap pelayanan pelabuhan Tanjung Priok dengan menggunakan analisis faktor. Dengan menggunakan dimensi pelayanan Zeitahml-Parasuraman yaitu dimensi reliability, responsiveness, assurance, empaty dan tangible studi akan mencoba mengidentifikasi dimensi mana yang berpengaruh terhadap pelayanan pelabuhan. Selain dimensi-dimensi yang berpengaruh terhadap pelabuhan, studi ini juga mengidentifikasi atribut (Variabel manifest) dari tiap-tiap dimensi, variabelvariabel apa saja yang berpengaruh terhadap pelayanan pelabuhan. Dengan menggunakan analisis faktor (Factor Analysis Confirmatory) maka dimensidimensi pelayanan yang berpengaruh terhadap pelayanan pelabuhan adalah dimensi reliability pelabuhan, dimensi responsiveness dan dimensi tangible.
Sementara itu untuk atribut (variabel manifest) yang berpengaruh untuk tiap dimensi pelayanan pelabuhan yaitu dimensi reliability adalah variabel approaching time dan variabel berthing time. Untuk dimensi assurance variabel manifest yang berpengaruh terhadap pelayanan pelabuhan adalah jaminan keamanan kapal ketika berada di pelabuhan, jaminan keamanan atas hilangnya kapal ketika berada di pelabuhan, dan jaminan atas kehilangan kargo ketika berada di pelabuhan. Untuk dimensi tangible variabl-variabel manifest yang berpengaruh terhadap pelayanan pelabuhan adalah jumlah krane, lapangan penumpukan, dan tata ruang dalam memperlancar alur barang.

This thesis is to identify the user perception of Tanjung Priok port service by using factor analysis. By using the services dimension of Zeithmal-Parasuraman namely reliability, responsiveness, assurance, empaty and tangible. Study will try to identify the dimensions which affect the port services. In addition to the dimensions that affect the port, the study also identifies the attribute (manifest variables) of each dimension, any variables that influence the service port. By using factor analysis (Factor Analysis Confirmatory) then the dimensions of service which affect the port is port reliability dimension, dimensions of responsiveness and tangible dimension.
Meanwhile, for the attribute (manifest variables) which affect the port for each dimension is the dimension reliability of is approaching time and berthing time variabel . For assurance dimension manifest variables that influence the security services in the port was the ship when in the port, security guarantees for the loss of the ship when in port, and the collateral for the loss of cargo when in port. For tangible dimension variabl manifest variables that impact to port service is the number of crane, container field, and spatial arrangement."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T27835
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Marhany V.P. Pua
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelenggaraan pemerintahan, kepemimpinan pada setiap jenjang organisasi, budaya organisasi, dan kualitas pelayanan publik akibat kekosongan kepemimpinan puncak di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Data diperoleh dari hasil survei dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil survei dianalisis secara deskriptif dan hasil wawancara dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, sajian data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintah pasca kekosongan kekuasaan cenderung kurang efektif dan kurang stabil karena sering terjadi konflik internal dalam proses pengambilan kebijakan. Kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Manado bersifat legal formal, karena lebih banyak diselenggarakan berdasarkan tugas pokok dan fungsi dari unit kerja. Peran kepemimpinan di tingkat unit kerja cukup menonjol dalam terselenggarnya pelayanan publik, sehingga kekosongan pimpinan tingkat atas tidak akan memiliki pengaruh yang nyata terhadap kinerja dari pelayanan publik pada masing-masing lembaga. Budaya organisasi yang terbentuk di dalam organisasi Pemerintah Daerah Kota Manado adalah budaya birokrasi formal yang cenderung kaku.
Inisiatif individu dan toleransi resiko berada pada tingkat yang rendah atau tidak berkembang. Dalam kondisi ini, rutinitas menjadi nilai yang dipegang dan dijunjung tinggi. Sementara terkait dengan kondisi kualitas pelayanan publik pasca kekosongan jabatan secara umum tidak ada hambatan. Masyarakat umumnya menilai bahwa pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kota Manado kualitasnya memuaskan, baik menyangkut dimensi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati.
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, maka perlu peningkatan kompetensi kepemimpinan di masing-masing instansi pemerintah daerah kota Manado agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Pemerintah Daerah Kota Manado juga perlu mengembangkan sistem koordinasi antar instansi yang dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas koordinasi di tiap-tiap lingkungan instansi. Selain itu, juga perlu pembenahan infrastuktur jalan untuk menopang kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat dan percepatan pembangunan Kota Manado.

The objective of this research is to analyzed the government implementation, leadership in each organizational level, organizational culture, and public service quality after the absence of top leadership in the Local Government of Manado City. The research using quantitative-descriptive and qualitative approach. The data obtained from survey and in depth interview with key informant. The survey result analyzed descriptively and interview result analyzed qualitatively through data reduction, data display, and conclusion stages.
The result of this research showing that the government implementation after the absence of top leadership tend to not effective and not stable. It is caused by often occur the internal conflict in decision making process. The leadership in the Local Government of Manado City characterized by legal formal, because more implemented based on basic task and function from work unit. The eldership role in the work unit level more dominant in implementation of public service, so that the absence of top leadership not affected significantly to public service performance at each institution. The organizational culture that was formed in the Local Government of Manado City is formal bureaucracy culture that more rigid.
Individual initiative and risk tolerance on the bottom level or not growth. In this condition, routinely to be the value that hold and upheld by officer. While relate to public service quality after the absence of top leadership generally not have the obstacle. Public in generally assessed that public service quality implemented by the Local Government of Manado City is satisfied, as well as relate to tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy.
Based on this research result, then needed to improvement the leadership competence in each local government institution at Manado City, so that can accomplishing the task effectively and efficient. The Local Government of Manado City also need to developing the coordination system among the agency. Beside that, needed to improvement the road infrastructure to support the public economy activity and accelerate the development of Manado City."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2010
T28136
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Waris Supaidah
"ABSTRAK
Pada era globalisasi dan persaingan bebas dalam bidang pelayanan pendidikan,
saat ini pihak pengelola pendidikan dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salah
satu cara untuk mengetahui mutu pelayanan adalah dengan mengukur kepuasan
pelanggan I mahasiswa Kepuasan mahasiswa yang rendah menggambarkan mutu
pelayanan yang rendah pula Kepuasan mahasiswa dipengaruhi banyak faktor,
diantaranya adalah karakteristik mahasiswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kepuasan
mahasiswa terhadap mutu pendidikan, melihat hubungan antara kepuasan dengan
karakteristik mahasiswa, dan mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan
kepuasan mahasiswa Kepuasan mahasiswa diperoleh dari Tingkat Kesesuaian I Nilai
Puas yang merupakan rasio persepsi dengan harapan mahasiswa terhadap mutu
Pendidikan x 100%.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross sectional dengan total populasi
196 mahasiswa yang dilakukan pada bulan Mei - Juli 2002 di Program Studi
Keperawatan Bogor Polt.ekkes Bandung. Dimensi pelayanan yang digunakan untuk
mengukur kepuasan mahasiswa adalah Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance,
dan Empathy.
Faktor karakteristik mahasiswa yang ingin diketahui hubungannya dengan
tingkat kepuasan mahasiswa adalah faktor umur, Jems kelamin ,tingkatan, dan
pendidikan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Untuk
analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi - square. Sedangkan untuk multivariat
menggunakan uji regresi logistik ganda. Analisis terhadap faktor - faktor dimensi
pelayanan pendidikan dengan Self Scale Survey menggunakan diagram Kartesius.
Hasil yang didapat menunjukkan bahwa proporsi mahasiswa yang puas 50 %,
dan yang tidak puas 50% dengan Tingkat Kesesuaian I Nilai Puas 67,12 %. variabel
yang berhubungan dan dominan terhadap tingkat kepuasan mahasiswa adalah variabel
umur.
Analisis setiap faktor terhadap dimensi pelayanan diketahui, bahwa faktor -
faktor : ruang kuliah bersih, tenang, dan nyaman, kamar kecil bersih, tenang, dan
nyaman, materi perkuliahan yang disampaikan dosen sesuai dengan silabus, dosen
dalam mengajar sesuai denganjadwal yang telah di tentukan, dan dosen dalam meng~ar
tepat waktu, merupakan faktor-faktor yang penting dan prioritas bagi mahasiswa, dan
Program Studi Keperawatan Bogor Poltekkes Bandung harus segera memperbaiki dan
mengoreksi fak1or-faktor dimensi pelayanan ini.
Sedangkan faktor-faktor: perpustakaan bersih, tenang, dan nyaman, laboratorium
bersih,tenang, dan nyaman, setiap ajaran mempunyai silabus, dosen man1pu menanggapi
keluhan mahasiswa dengan cepat, dosen dapat memegang rahasia dari mahasiswa yang
dilayani, dosen mempunyai rencana pengajaran yang baik, dan komunikasi antara dosen
dan mahasiswa terjalin dengan baik, merupakan faktor-faktor dimensi pelayanan yang
harus dipertahankan karena mahasiswa merasa puas."
2002
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New York: Delmar , 1998
362.1 INT
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta : Departemen Kesehatan, 2005
612.3 IND p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Pincus, Allen
Itasca: F.E. Peacoock, 1973
361 PIN s (2)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
McIvor, Gill
Aldershot: Avebury, 1992
364.8 MCL s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>