Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Departemen Internasional Bank Indonesia, 2017
338.9 BAN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Gilang Madiantara
"ABSTRAK
Perekonomian Indonesia telah tumbuh secara stabil semenjak dilanda krisis pada
tahun 1998 dan diproyeksikan akan terus tumbuh pada masa mendatang.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa sektor, salah satunya ialah sektor non
migas yang selalu mendukung pertumbuhan tersebut. Peran pemerintah sebagai
penentu kebijakan tidaklah terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi.
Penulisan ini bertujuan untuk melihat dampak dari kebijakan pemerintah terhadap
perkembangan ekonomi khususnya pada sektor non migas. Penelitian ini
menggunakan model simulasi untuk melihat dampak kebijakan pemerintah. Adapun
kebijakan pemerintah yang dijadikan objek penelitian ialah upah minimum, pajak,
jumlah uang beredar. Model diharapkan mampu menjadi salah satu alat untuk
menganalisis kebijakan pemerintah pada sektor manufaktur melalui skenario simulasi
yang diterapkan

ABSTRACT
Indonesia's economy has grown steadily since the crisis in 1998 and is projected to
continue to grow in the future. It is supported by several sectors, one of which is the
non-oil-and-gas sector which has always supported the growth. The government's
role as a policy maker could not be separated from economic growth that occurred.
This research aims to look at the impact of government policies on the economic
development, especially in the non-oil sector. This research used simulation models
to see the impact of government policy. As for government policy that made the
object of research is the minimum wage, tax, the amount of money in circulation. The
model is expected to be one of the tools to analyze the government policies in the
manufacturing sector through simulated scenarios were applied."
2016
S64425
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khosirotul Fajri Hududurohim Al Khoir
"This paper aimed to describe and analyze current state of electronics industry in Indonesia and also makes a particular attempt to analyze the close links between economic and social upgrading within Global Value Chain GVC . Mostly past studies only focused on finding ways to improve the economy, while the social issues are not addressed. The economists have found that increase in FDI and export indicates industrial development as well as deeply integrated in global value chain, known as economic upgrading. Economic upgrading move along with social development. This paper applies a parsimonious measurement approach which refer to the economic and social index that consist of four dimension of growth, i.e. high road growth low road growth high road decline and low road decline to examine how the Indonesian electronics industry has performed during 2000 2014. This paper finds that the electronic industry experienced in economic and social downgrading or, in other words, suffered from low road decline dimension.

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keadaan industri elektronika saat ini di Indonesia dan juga melakukan upaya tertentu untuk menganalisis hubungan erat antara economic upgrading dan sosial di dalam rantai nilai global. Dalam studi sebelumnya, para ekonom kebanyakan berfokus pada menemukan cara untuk memperbaiki ekonomi, sementara isu sosial yang terjadi di sektor industri tidak dibahas. Para ekonom berpendapat bahwa peningkatan FDI dan ekspor mengindikasikan perkembangan industri dan juga terintegrasi secara mendalam dalam rantai nilai global, yang dikenal sebagai economic upgrading. Economic upgrading sejalan dengan aspek sosial. Artikel ini menerapkan parsimonious measurement approach yang mengacu pada indeks ekonomi dan sosial yang terdiri dari empat dimensi pertumbuhan, yaitu high-road growth; low-road growth; high-road decline; dan low-road decline untuk menguji bagaimana kondisi industri elektronik Indonesia selama tahun 2000-2014. Artikel ini menemukan bahwa industri elektronik mengalami penurunan ekonomi dan sosial atau, dengan kata lain, berada dalam dimensi low-road decline."
Depok: Universitas Indonesia, 2017
S67229
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abrar
"Transportasi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam segala aktivitas kehidupan rnanusia. Ada berbagai macam jcnis iransportasi dalain icalitas kehidupan manusia. Salah satunya yang diperkenalkan pemerintahan kolonial Belanda dalam kehidupan masyarakat Sumatra Barat adalah kereta api.
Adanya transporiasi keiela api ui Sumatra Barat yang sebelumnya hanya nicngenal jenis alat angkut tradisional, tentu mcmbawa pengaruh tertentu terhadap aktivitas kchidupaii masyarakat Sumatra Barat. Oleh karena itu ada dua pokok permasalahan yang perlu dicari jawabannya dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, bagaimana proses dan perkembangan pembangunan jalan kereta api di Sumatra Barat? Kedua, bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Sumatra Barat? Untuk mendapatkan pemahamafi secaia baik pennasalahan ini digunakan teori inovasi sebagaimana diungkapkan Marcel Clement dan teori perkembangan ekonomi seperti yang dijcWf.*m Liudblad. Penelitian ini menempuh tahapan sesuai metode sejarah yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan penulisan. Data-data yang digunakan terdiri dari data primer dan sektmder. Data primer meliputi arsip, dokumen, koran, majalah sezaman. Sedangfcan data sekunder terdiri dari buku-buku dan artikel.
Angkutan kereta api iiu scmiiri muncul tidak bisa dilepaskan dari potensi ekonomi yang terdapat di Sumatra Barat. Potensi yang terdapat di wilayah ini tidak saja karena adanya batu bara yang dibutuhkan pada masa itu untuk dunia pelayaran, tetapi juga disebabkan hasil pertanian yang tumbuh menjadi komoditi ekspor. Faktor lainnya yang mempercepat dibangunnya jaringan. laiu lintas kereta api itu adalah kondisi lalu lintas di Sumatra Barat yang masih sederhana dan ditemukannya teknologi kereta api pegunungan. Jalan raya yang ada kurang menguntungkan untuk kepentingan perdagartgan, karena barang-barang yang diperdagangkan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke kota Padang sebagai basis ekspor pemerintahan kolonial Belanda.
Dalam membangun jaringan lalu lintas kereta api di Sumatra Barat, dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama tahun 1887-1896 yang mempakan tahap utama dari seluruh rute jaringan lalu lintas kereta api Sumatra Barat. Pada tahap ini pembangunan tertuju kc daerah darek (pedalaman). Tahap kedua tahun 1906-1924 yang dalam pembangunannya merupakan rute tambahan sebagai akibat munculnya sentra ekonomi baru, selain sentra yang telah ada pada tahap pertama, Pembangunan dilaksanakan dengan memberikan kompensasi ganti rugi tanah terhadap tanah rakyat yang digunakan.
Sampai tahun 1910 pemanfaatan angkutan kereta api belum menunjukkan hasil yang maksimal. Setelah itu sejalan dengan makin meningkaifwa jumlan barang yang di ekspor ke pasaran internasional maupun di impor ke pasaran regional
Sumatra Barat dan tingginya mobilhas penduduk yang nampak dari jumlah barang dan penumpang yang dibawa, fungsi ekonomi transportasi kereta api ini meningkat
pesat.
Sejak adanya angkutan kereta api semakin banyak para pemilik modal yang mengembangkan usahanya di Sumatra Barat. Mereka di samping membuka usaha perkebunan, adajuga yang membuka usaha tambang dan pabrik. Kedatangan para investor tersebut ikut mempengaruhi rneningkatnya jumlah ekspor dan impor, juga membuka kesempatan dan lapangan kerja bagi penduduk. Meskipun para pekerja umumnya bekerja sebagai kuli, yang jelas jumlah pekerja meningkat dari waktu ke waktu.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2001
T514
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Internasional Bank Indonesia, 2017
338.9 BAN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Internasional Bank Indonesia, 2017
338.9 BAN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Tubagus Erdhi W.
"
ABSTRAK
Tidak terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa perkembangan ekonomi secara keseluruhan harus pula diukur dari seberapa jauh perkembangan pasar modal dan industri sekuritas pada negara tersebut. Keputusan investasi dari seorang pemodal yang rasional didahului oieh suatu proses analisis terhadap variabel yang secara fundamental diperkirakan akan mempengaruhi harga suatu saham. Pada ekstrem yang lain sebagian pemodal menganggap bahwa jual bell saham adalah karena cepatnya perubahan harga (pin point technical analisis) atau faktor waktu (timing).
Sistem jaringan syaraf tiruan adalah sistem jaringan yang meniru jaringan syaraf biologis. Sistem komputasi jaringan syaraf tiruan ini mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah yang non-algoritmik, selain itu juga rnampu menangani masalah yang memiliki data rumit mempunyai derau, dan tidak lengkap.
Pada skripsi ini dibuat perangkat lunak Sistem Jaringan Syaraf Tiruan untuk Memprediksi Saham, menggunakan metode propagasi umpan balik (back propagation), dengan menggunakan data perubahan harga (pin point technical analisis) dan akan diadakan uji coba perangkat lunak tersebut.
Dari hasil uji coba yang dilakukan diperoleh hasil bahwa sistim jaringan syaraf tiruan memiliki hasil prediksi yang cukup akurat dengan tingkat kesaiahan yang cukup kecil. Peningkatan selanjutnya adalah penambahan masukan sebagai pembanding daiam proses pembelajarannya juga proses coba-coba untuk nendapatkan bobot yang sangat baik.
"
1997
S39008
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Jillisa Alamanda Basarah
"ABSTRAK
Perkembangan dunia entertainment Korea Selatan Hallyu yang berkembang dengan pesat secara global telah terbukti secara statistik meningkatkan tingkat kedatangan turis mancanegara. Sejumlah teori dan jurnal membahas pentingnya industri pariwisata terutama yang didukung oleh perkembangan pop culture atau budaya populer dalam pembangunan ekonomi disejumlah negara. Dalam karya tulis ini, penulis mengulas kembali teori dari jurnal terdahulu dan menguji korelasi antara tren Hallyu dan industri pariwisata, serta pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi Korea Selatan.

ABSTRACT
The development of South Korean entertainment world Hallyu , which grows rapidly globally has been proven statistically to increase the level of foreign tourist arrivals. A number of theories and journals discuss the importance of the tourism industry mainly supported by the development of pop culture to economic development in several countries. In this paper, the authors review the theory from the aforementioned journals and tested the correlation between the trend of Hallyu and tourism industry, as well as its influence on the economic development of South Korea. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S65817
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4   >>