Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 584 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wahyu Saptanto
"Keselamatan berlalu lintas adalah permasalahan utama dalam negara berkembang seiring dengan sistem transportasi dan infrastruktur yang juga berkembang dengan pesat. Sementara tingkat kesadaran dalam mencegah kecelakaan sangat rendah dan mengkhawatirkan. Dampak yang terjadi tidak hanya berkisar pada kerugian fisik, tetapi juga dapat menghilangkan sumber daya. Depok, sebagai sumber administratif yang sedang berkembang juga mempunyai masalah dalam bidang transportasi dan infrastruktur.
Tujuan dari peningkatan kesalamatan berlalu lintas adalah untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman bagi para pengguna jalan. Penerapan TCT merupakan salah satu cara dalam mewujudkan pengingkatan keselamatan lalu lintas. Metode yang telah dikembangkan oleh jurusan transportasi dan perencanaan, Universitas Lund ini telah diterapkan di negara Swedia. Adapun penerapan metode ini dengan menganalisa jumlah kecelakaan yang diperkirakan akan terjadi (preventive) bukan berdasarkan kecelakaan yang sudah terjadi (curative). Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan lokasi yang rawan atau beresiko terhadap kecelakaan. Kemudian dilanjutkan dengan menganalisa tindakan yang dapat menyebabkan kecelakaan dan langkah apa yang dapat diambil untuk mencegah terjadinya kecelakaa. Hasil akhir analisis TCT ini dapat berupa larangan atau peringatan yang berupa rambu, bangunan, maupun fasilitas lainnya.
Inti dari TCT adalah mengidentifikasi dan mencatat konflik-konflik berdasarkan pengamatan. Kejadian yang terjadi dapat digolongkan berdasarkan karakteristik kedekatan antara sebab akibat kecelakaan. Dengan menerapkan TCT diperkirakan menurunnya jumlah kecelakaan dan meningkatnya rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Traffic safety is the main problem in developing country as well as the increasing of transportation and infrastructure. Mean while, the realization of accident preventative is apathetic. The effects of this situation are not only in physical but influence the sources. Depok, as developing administrative city has the same problem in transportation and infrastructure.
The aim of traffic safety improving is to create comfortable and safe situation for people. The implementation of TCT is the certain way to make improving traffic safety. The method has improved by Transportation and Developing Department in University of Lund and they have implemented in Sweden. The analysis includes the amount of accident that will happen (preventive) not the accident that had happened (curative). For the first running is to state the area which mostly has the risk accident. Then, to analyze the causes of accident and what should be done to prevent the accident risks. The results of analysis are the traffic regulations as like as traffic sign, police post, or other buildings and facilities.
The point of TCT is identification and conflict records base on analysis. The incident categorizes base on the nearby characteristic between reason and effect of accident. Through TCT implementation may be decreasing the rank of accident and increasing comfortable and safe situation for traffic users."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S35514
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jumiran
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S35633
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christanto Prihambodo
"Jalan Tol dalam Kota dioperasikan dengan sistem terbuka artinya jumlah volume lalu lintas hanya terdeteksi pada saat transaki pembayaran, maka untuk mengetahui jumlah volume lalu lintas pada masing-masing segmen ruas jalan tidak dapat dihitung seara matematis. Volume lalu lintas pada masing-masing segmen ruas jalan sangat diperlukan dalam perhitungan tingkat pelayanan jalan, tingkat kecelakaan, volume lalu lintas pada jam sibuk dan panjang rata-rata perjalanan kendaraan. Dalam Studi ini Volume lalu lintas pada beban ruas ditentukan dengan suatu model berupa persamaan yang didasarkan dari volume lalu lintas gerbang tol.
Dalam tulisan ini pendekatan untuk menghitung maksud diatas, digunakan dasar teori Kapasitas Jalan, Kapasitas gerbang tol, Regresi linier ganda, Perhitungan panjang perjalanan, Penentuan Volume lalu lintas pada jam sibuk dan uji statistik dengan menggunakan uji korelasi. Mengingat Jalan Tol Dalam Kota memiliki segmen ruas yang cukup banyak dan membentuk suatu lingakaran, maka studi ini dibatasi hanya pada ruas Jakarta Interchange - Simpang Susun Tomang yaitu sepanjang 12 km dengan jumlah segmen 11 ruas.
Dari Hasil Analisa data diketahui bahwa volume lalu lintas dari gerbang tol Cililitan berkontribusi sebesar 47 % kendaraan menuju arah SS. Tomang sedangkan dari gerbang Halim yang menuju SS. Tomang sebesar 62 %. Panjang perjalanan rata-rata pada hari kerja untuk kendaraan niaga (Truk) menempuh jarak 11 km, sedangkan untuk kendaraan penumpang menempuh jarak 7 km. Hubungan korelasi antara volume lalu lintas gerbang lol dengan Volume lalu lintas pad ruas jalan memiliki signifikasi nilai R cukup tinggi yaitu 0,8. Dari hasil analisa Regresi Iinier ganda didapat suatu persamaan untuk hubungan antara volume Ialu Iintas gerbang tol Cililitan, Halim dan Ruas Gerbang Tol cawang-Pintu keluar Bukopin adalah Y = 49.24658 - 0,693X1 + 1,207 X2.
Dari hal-hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa jam sibuk pada suatu ruas jalan dapat diasumsikan sebagai jam sibuk pada gerbang tol transaksi (Gerbang Tol Halim dan Cililitan), Jenis kendaraan Angkutan Barang umumnya mempunyai tujuan perjalanan kearah Tangerang atau Grogol sedangkan Kendaraan Angkutan Penumpang bertujuan kedaerah sekitar Jalan Kuningan atau Semanggi (jalan Sudirman/Thamrin)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S35708
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Margaretha Devita
"Kota Jakarta adalah kota yang memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi sebagai pusat kota. Hal ini menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan terutama pertumbuhan populasi pada kota-kota di sekitar Jakarta termasuk kota Bekasi. Kota Bekasi menjadi salah satu alternatif tempat tinggal bagi para penduduk yang bekerja di Jakarta. Semakin berkembangnya suatu wilayah, maka kebutuhan akan transportasi semakin meningkat. Permintaan akan transportasi dari suatu zona dapat diketahui dengan cara menghitung bangkitan perjalanannya para pelaku perjalanan dari zona tersebut. Studi ini bertujuan untuk meneliti bangkitan perjalanan dari Kota Bekasi dikhususkan yang menuju kota Jakarta.
Dalam studi ini, digunakan metode survey wawancara rumah tangga. Dimana model bangkitan perjalanannya dipengaruhi oleh faktor-faktor sosioekonomi seperti jumlah kepemilikan sepeda motor, jumlah kepemilikan mobil, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan keluarga. Analisis bangkitan perjalanan ini dapat dihitung dengan memodelkan perjalanan bekerja yang dipengaruhi faktorfaktor sosioekonomi lainnya dengan metode regresi-linear berganda.
Hasil akhir yang telah teruji secara normal, linieritas, signifikansi, dan hipotesa didapat bahwa jumlah perjalanan bekerja dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga dan pendapatan keluarga. Selain itu model bangkitan perjalanan bekerja dengan kelompok pendapatan rendah, menengah, dan tinggi membuktikan bahwa semakin besar pendapatan maka semakin besar jumlah perjalanan bekerja yang dibangkitkan. Model bangkitan perjalanan bekerja di wilayah studi yang telah didapat tidak terlalu bagus karena memiliki nilai R square yang kurang dari 50 %."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S35294
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuditha
"Kota Jakarta sebagai Ibukota Negara mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Dengan lahan kota Jakarta yang semakin terbatas, beberapa daerah yang berada di sekitar Jakarta mulai mengalami perkembangan. Beberapa pilihan moda transportasi dapat digunakan untuk melakukan perjalanan Ke Jakarta. Antara lain dengan menggunakan sepeda motor dan angkutan umum.
Tujuan dari studi ini adalah mengetahui fungsi utilitas pemilihan moda antara sepeda motor dan angkutan umum masyarakat Bekasi Barat serta mencari probabilitas pemilihan moda yang digunakan berdasarkan fungsi utilitasnya. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah survey rumah tangga. Survey tersebut dilakukan di lima kelurahan yang tersebar di wilayah Bekasi Barat. Sedangkan untuk pengolahan data digunakan metode regresi linear berganda dan binomial logit selisih.
Fungsi utilitas yang dihasilkan adalah fungsi utilitas pemilihan moda angkutan umum, fungsi utilitas pemilihan moda sepeda motor bagi yang tidak memiliki mobil pribadi dan yang memiliki mobil pribadi. Dengan nilai R square 0.808, fungsi utilitas pemilihan moda angkutan umum memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kedua fungsi yang lain. Sedangkan untuk kedua fungsi tersebut menghasilkan nilai R square sebesar 0.55.
Hasil dari studi ini menyatakan bahwa pemilihan moda angkutan umum dipengaruhi oleh jenis kelamin, ketersediaan sepeda motor, kemampuan mengemudi, alasan lain, lokasi tujuan jauh, kepemilikan SIM C, biaya perjalanan, dan sumber biaya perjalanan. Pemilihan moda sepeda motor bagi yang tidak memiliki mobil pribadi dipengaruhi oleh jenis kelamin, pendapatan, jumlah anggota keluarga, rasio jumlah sepeda motor dengan jumlah anggota keluarga, biaya perjalanan, sumber biaya perjalanan, alasan waktu, alasan biaya dan alasan lainnya. Sedangkan pemilihan moda sepeda motor bagi yang memiliki mobil pribadi dipengaruhi oleh bebas jenis kelamin, rasio jumlah sepeda motor dengan jumlah anggota keluarga, tujuan perjalanan, biaya perjalanan, sumber biaya perjalanan, alasan waktu, alasan biaya dan alasan lainnya. Hasil studi ini menyatakan bahwa masyarakat Bekasi Barat lebih memilih moda sepeda motor dengan kemungkinan terpilihnya moda tersebut sebesar 0,55.

Jakarta as the capital city of Indonesia has a rapid growth population increasing. Because of the limited area of Jakarta, people move to the surrounding city, in this case is Bekasi. Several choices of transportation can be use for trips to Jakarta and vice versa. They are private vehicle, especially motorcycle, and public transportation.
The purpose of the research is to know utility function of mode choice between motorcycle and public transportation of West Bekasi residents, and also to find the probability of mode choice which use based on utility function. The method used in collecting data is home interview. The survey done in five different sub districts in west Bekasi. Mean while, multi regression linear and binomial logit difference are used for data processing.
Utility function resulted are utility function of public transportation mode choice, utility function of motor cycle mode choice for those who don't have private car, utility function of motor cycle mode choice for those who have private car.
The results of the research shows that the mode choice of public transportation is influenced by gender, motorcycle availability, driving skills, other factors, the distance, motorcycle driving license ownership, travel cost and travel cost sources. The mode choice of motorcycle for those who don't have private car is influenced by gender, income, family members number, the ration between motorcycle and family members number, travel cost and travel cost sources, time factor, cost factor, other factor. The mode choice of motorcycle for those who have private car is influenced by gender, place to go, the ratio between motorcycle and family members number, travel cost, travel cost sources, time factor, cost factor, other factor. The result of the studi shows that the resident of West Bekasi prefer using motorcycle with the probability choice of 0.55."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S35766
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wendy Prayuda
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Krisnadi Aribowo
"Jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan-jalan di Indonesia setiap tahun menunjukan kenaikan seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan yang juga semakin meningkat. Tingkah laku pengguna jalan, kendaraan yang dipakai, dan kondisi fisik serta lingkungan merupakan faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan dapat terjadi.
Dalam analisis kecelakaan pada jalan Pantura dari Losari s/d Semarang dengan metode Tabulasi sederhana dipilih penulis untuk melakukan analisis mengenai faktor-faktor yang dapat mencegah / mengurangi jumlah kecelakaan.Dari analisis ini dapat diambil suatu kesimpulan yaitu halhal apa saja yang menjadi penyebab kecelakaan dan bagaimanakah cara untuk mencegah / mengurangi jumlah kecelakaan tersebut.
Sumber yang dipakai oleh penulis dalam analisis ini adalah bersumber dari data sekunder, yaitu dari data laporan kepolisian yang dituangkan dalam grafik-grafik jumlah kecelakaan tiap segmenjalan yang ditentukan oleh penulis.
Dari analisis detail diperoleh gambaran tingkat kecelakaan dijalan pantura per segmen dari jumlah kecelakaan terbanyak ini terjadi karena faktor pengendara yang kurang berhati-hati (32, 9 %), lokasi kecelakaan yang paling sering terjadi adalah pada kondisi jalan yang lurus (56,16 %) dan menurut polanya, maka tabrakan samping / sudut siku-siku kendaraan yang paling sering terjadi (25,82 %).

The number of accident on many roads in Indonesia has been increasing every year along with the increasing of vehicles. Motorists' attitude, vehicles which are used, and the condition of the roads are some of the factors which cause it.
The research was designed to analyze the accident on Pantura road from Losari to Semarang by means of simple tabulation, for the purpose of accident reduction and prevention.
The sources used on this analysis were from secondary data, those are taken from the police report which then rewritten in graphics cumulative of the number of accident.
Based on the detailed analysis, it was concluded that the most accident ocurred because of the inattention driver (32, 99%), the straight road was the place where accident mostly ocurred (56, 16%). According to accident pattern, right-angle collision was often ocurred in accident(25, 82%)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S35752
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Feri Andajaya
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1991
S35372
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deo Nobel
"Tingginya angka statistik orang yang tinggal di daerah sub-urban (Depok) dan melakukan perjalanan ke DKI Jakarta membuat perlunya diadakan penelitian tentang banyak perjalanan yang terjadi dari kota Depok ke kota DKI Jakarta, sehingga dengan mengetahui banyaknya perjalanan yang terjadi tersebut, maka dapat dibuat sebuah model matematis dan diketahui pula parameter-parameter apa saja yang mempengaruhi bangkitan perjalanan tersebut.
Adapun metodologi yang dilakukan untuk mendapatkan model matematis tersebut adalah dengan melakukan survey di Depok. Dari hasil survey tersebut maka didapat sejumlah data yang merupakan gambaran atau profil masyarakat kota Depok dan perjalanan yang mereka lakukan. Langkah berikutnya adalah dengan meregresi linier data tersebut, sehingga didapat sebuah model matematis yang merepresentasikan bangkitan perjalanan masyarakat kota Depok.
Dalam penelitian bangkitan perjalanan ini variabelvariabel bebas maupun tidak bebas yang digunakan : banyak perjalanan per KK (variabel tidak bebas Y), tingkat pendapatan per KK per bulan (variabel bebas X1), pengeluaran per KK per bulan (variabel bebas X2), luas bangunan rumah (variabel bebas X3), kepemilikan kendaraan bermotor (variabel bebas X4), dan jumlah penghuni rumah (variabel bebas X5).
Berikut ini adalah hasil model matematis yang didapatkan berdasarkan klasifikasi kelas ekonomi dan kelas kepemilikan kendaraan bermotor: untuk kelas ekonomi rendah: Y = 0,9 X5 - 0,2 untuk kelas ekonomi menengah: Y = 7,021E-07X1 + 0,498 X5 - 1,223 untuk kelas ekonomi atas: Y = 0.736 X5 - 0,127 untuk kelas kepemilikan motor: Y = -0,214 X4 + 0,793 X5 + 0,136 untuk kelas kepemilikan mobil dan motor: Y = 0,654X5 + 0.39
Selain mendapatkan bentuk daripada model matematis persamaan regresi bangkitan perjalanan ini, dapat diketahui pula parameter-parameter apa saja yang berpengaruh terhadap banyaknya perjalanan yang terjadi. Dari hasil pemodelan matematis di atas dapat diketahui bahwa variabel jumlah penghuni rumah (X5) merupakan variabel bebas yang paling berpengaruh untuk setiap model di tiap kelas klsifikasi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S35248
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yodya Yola Pratiwi
"Audit keselamatan jalan merupakan suatu pengujian formal terhadap potensi konflik lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas dari suatu desain jalan baru atau jalan yang sudah terbangun, sehingga audit ini dinilai penting terutama untuk membantu pemilik proyek dan pengelola jalan untuk mengidentifikasi permasalahan keselamatan jalan dari proyek ataupun jalan yang sudah dioperasikan. Sasaran utama audit ini adalah desain jalan yang mencakup desain geometri, bangunan pelengkap, fasilitas jalan dan kondisi lingkungan sekitar jalan. Tujuan penelitian terhadap Jalan Layang Akses UI adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan yang terjadi pada arus lalu lintas Jalan Layang Akses UI ditinjau dari segi desain geometrik jalan yang dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Hasil dari penelitian ini berupa usulan perbaikan yang disesuaikan dengan pemahaman desain geometrik jalan, baik berupa with project maupun without project.
Road safety audit is a formal examination of potential traffic conflicts and road accident than a design of new roads or roads that have been built, so that the audit is considered important especially to help project owners and managers to identify road safety problems of road projects or road already operated. The main goal of this audit is a road design that includes design geometry, auxiliary buildings, facilities, road and environmental conditions surrounding the road. The objective study of Jalan Layang Akses UI is to determine whether there is any deviation that occurs in traffic flow Jalan Layang Akses UI in terms of geometric design of roads that can cause traffic accidents. The results of this research is a proposed improvement which is adjusted with an understanding of geometric design of roads, either with or without the project project."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S50683
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>