Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 98 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Leo Agung Djatmiko
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S38772
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anjrah Gumelar
"ABSTRAK
Jaringan VSAT memiliki kemampuan untuk menghubungkan sejumlah temninal baik dari titik ke titik maupun dari titik ke banyak titik, ataupun sebalik nya. Deegan semakin berkembangnya kebutuhan komunikasi yang mengacu pada aplikasi multimedia, jaringan VSAT konvensional yang unummya berbentuk jaringan bintang dan membutuhkan dua kali jangkauan dituntut untuk lebih fleksibel agar dapat melakukan komunikasi waktu riil. Salah satu aktematif yang dapat dilakukan adalah dengan menggabungkan topologi jaringan mate jala pads jaringan VSAT konvensionai sehingga membertuk suatu jaringan penuh. Dalam penggabungan ini, perlu dilakukan suatu analisa kelayakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap kombinasi secara umum. Dalam tugas akhir ini akan dibalm mengenai penggabungan kedua topologi tersebut, analisa kelayakan secara umum, dan perhitungan lintasan dari suatu simulasi kasus dalam penerapannya di Indonesia.

"
1996
S38935
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marpaung, Paulus H.M.
"ABSTRAK
DECT (Digital European Cordless Telecomunications) adalah merupakan teknologi atternatif pads sistem telekomunikasi. Penerapan sistem DECT bukan hanya pada gedung bertingat saja tetapi pada daerah publik, untuk daerah urban dan suburban yang mempunyai kepadatan trafik yang tinggi. DECT ini lebih mudah dalam hal perencanaan dan pemasangan, disamping du tidak memedukan perencanaan yang numlt. Dengan demildan dapat mempercepat pembangunan fasilitas telekomunikasi di perkantoran pada gedung-gedung bertingkat. Pada tugas akhir ini, penults membahas penerapan sistem DECT pada sebuah gedung bertingkat dengan empat lantal dimana luas setiap lantai adalah 2500 m?(50=50m), Perencanaan ini menentukan besar radius sel setiap lantai yang tergantung dari Janis material yang ada pads setiap lantai. Serta penentuan letak stasiun basis dari masing-masing lantai.

"
1996
S38961
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Muhammad Akmal
"Sistim komunikasi data yang umum dipergunakan saat ini adalah sistim komunikasi data paket dan sistim komunikasi data melalui saluran sewa, masing-masing sistim ini masih memiliki kelemahan. Sistim komunikasi data paket menerapkan mekanisme simpan-kirim dan perbaikan kesalahau terhadap bit-bit data, akibatnya sistim ini memiliki waktu tunda yang lama dan tentunya tidak dapat menampung limpahan data berkecapatan tinggi pada selang waktu singkat (hurtsy). Akan tetapi sistem ini hemat terhadap pemakaian kecepatan transmisi (sesuai dengan yaug dipakai).
Pada sistem komunikasi data via saluran sewa dialokasikan kecepatan transmisi yang sangat tinggi dan permanen sehingga kualitas data teljamin baik (tidak perlu perbaikan) dan waktu tunda sangat kecil. Alokasi kecepatan transmisi yang sangat tinggi dan permanen mengakibatkan biaya sewa yaug sangat tinggi, selain itu akau terjadi pemborosan kecepatan transmisi bila kecepatan transmisi yang dialokasikan secara permanen tidak dipergunakan sepenuhnya. Mengatasi kekurangan-kekuraugan ini maka ditawarkan teknologi frame relay sebagai suatu alternatif (solusi) yang merupakan gabungan kedua sistem komunikasi data paket dan komunikasi saluran sewa.
Pada frame relay tidak ada perbaikan kesalahan sehingga waktu tundanya sangat kecil. selain itu alokasi kecepatan transmisi sesuai deugan yang dipergunakan akau menghemat biaya saluran sewa. Frame relay sesuai untuk aplikasi data berkecapatan tinggi (hurtsy) dan komunikasi antara LAN. Frame relay juga berbasis ISDN (keterpaduan jaringau sirkit dijital) sehingga sesuai dengau tuntutan dijitalisasi jaringan saat ini dan masa mendatang, dapat dijadikan sebagai batu loncatan untuk bermigrasi ke ATM. Tugas Akhir ini bertujuan membuat perencanaan alokasi kecepatan transmisi. analisa, dan implementasi frame relay pada sistim komunikai data internasional."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S38917
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Ketut Waspada Utama
"Sistem komunikasi melalui saluran telepon pada saat ini tidak hanya dipergunakan untuk komunikasi antara manusia saja, tetapi telah berkembang dengan dimungkinkannya komunikasi antara satu perangkat elektronik dengan perangkat elektronik lainnya seperti penggunaan faksimili, atau komunikasi antar komputer melalui jaringan internet. Selain itu telah dimungkinkan komunikasi antara manusia dengan perangkat elektronik (komputer) melalui saluran telepon. Sistem transkasi bank otomatis melalui saluran telepon pada tugas akhir ini merupakan salah satu pengembangan komunikasi antara manusia dengan komputer, dimana melalui Sistem ini kita dapat melakukan transaksi meliputi informasi saldo dan transfer rekening. Rancang bangun sistem transaksi bank otomatis ini mempergunakan teknik DTMF (Dual Tone Multi Frequency) pada pengiriman data dari pesawat telepon ke antar muka komputer. Data transaksi yang dikirim dari pesawat telepon akan berupa sinyal DTMF yang dikodekan. Kemudian sinyal terkode itu dikodekan kembali oleh sistem antar muka komputer menjadi data digital 4 bit yang selanjutnya dibaca dan diproses oleh komputer yang berhubungan dengan basis data yang ada. Jenis transaksi bank yang diinginkan yang berupa data numerik, dikirimkan melalui tombol telepon dengan teknik pengkodean tertentu. Jenis transaksi yang dimasukkan dapat dimonitor oleh pengguna jasa layanan ini melalui ucapan buatan terprogram yang langsung dapat didengar di pesawat telepon."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S38924
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rajagukguk, Tagor E.C.E.E.
"ABSTRAK
Perkembangan telcnologi sekarang ini, tennasuk layanan telekomunikasi dengan mcmpergunakan satelit dalam rangka pemenuhan penyampaian inforrnasi mengalami kemajuan yang pesat.
Satelit Palapa-CI sebagai generasi terbaru telah mengalami peningkatan teknologi dibandingkan dengan satelit generasi terdahulu (Palapa-B4)_ Perbedaan tersebut antara lain, daerah cakupannya lebih luas, jwnlah transpondemya lebih banyal-L, dan daya pancarnya lebih kuat. [4] -
Untuk analisis perbandingan perhitungan lintasan antara kedua satelit, diadakan perhitungan untuk Iintasan komunikasi Jakarta-Singapura dan sebaliknya dengan parameter yang sama pada kecepatan informasi clan diameter antena yang berbeda untuk iiekuensi pita-C.
Dari hasil perhitungan akan dapat diketahui besarnya daya pancar stasiun bumi (EHIPSB) dan satelit (EIRPSA1-Em), besamya daya I-[PA yang dipergunakan, jumlah pembawa berdasarkan lebar pita dan daya transponder, serta BER (Bit Error Rate).

"
1996
S38937
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Primdas Suhandra
"Komunikasi serat optik merupakan komunikasi yang menjanjikan banyak keunggulan dan fleksibilitas pelayanan jaringan telekomumikasi yang mengarah pada pelayanan terpadu pits lebar (B-ISDN). Penerapan Komunikasi serat optik pada jaringan lokal merupakan prasyarat dalam evolusi menuju B-ISDN. Keuaggalan serat optik sebagai media transmisi yang mempunyai redaman rendah, bandwith yang lebar serta kecepatan yang tinggi dan kegaggalan lainnya belum dapat secara optimal. Dengan teknologi koheren, saatu sistem transmisi yang disebut Optical Frequency Division Multiplexing dapat m lan jumlah kanal yang beset degas penggurtaan serat optik yang optimum OFDM dibatasi fakor ketidak linearan dalatn serst opt& yang disebut Four-wove mixing 0TV- ). Ini membatasi jumlah kanal yang bisa disedudm dan jarak maksimum yang diijinkan. Kapasitas sistem di optzmasi dengau penguat optic EDFA. Pada skripsi mi dibahas pengaruh FWM terhadap daya sinyal sebagai fungsi jarak, daya sinyal dan jamlah kanal. Model matematis digunakan untuk menggambarkaa karakteristik sistem OFDM dengan FWM. SNR yang tinggi dan kapasitas optimum merupakan tujuan dari pemodelan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38906
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ery Safrianti
"Keberhasilan kerja suatu sentral telepon dapal dilihat dari nisi ASR (Answered Seizure Ratio) sentral tersebut setiap bulannya ASR merupakan salah satu tolak ukur yang menunjukkan kelancaran hubungan telekomunikasi dan kehandalon perwMomt j m ingon. Oleh karena itu PT. TELKOM selaku penyelenggara jasa telekomuaikasi terus berupaya dalam meningkatkan perolehan ASR, salah saatunya adalah dengan cara melakukan pengamatan dan pengawasan terhadap faktor-fWdor yang mempengmuhi nilai ASR, baik faktor internal yaitu: kongesti (CONG), kesalahan pensinyalan (CSRFG) den kesalahan teknis (CUT) maupun eksternal seperti; CSRBG (B Busy), CSUG (RNA) dan CSIG Identifikasi terhadap faktor dominan yapg mempengaluhi nilai ASR sangat diperlukan. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari suatu pola hubungan antara ASR dan beberapa faktor kegagalen panggilan, sehingga dapat diketahui pengumb/kontribusi serta kuat hubungan antara masing-masing faktor kegagalan tersebut terhadap ASR, yaitu dengan menggunakan pendekatan metoda statistik regresi linier berganda.
Dari hasil analisis dengan melihat dan melakukan pengujian terhadap koefisien korelasi dan determinasi pwsial serta koefisien regresi dari persamaan regmsi linier berganda dapat diidentifikasikan bahwa CSRBG (B Busy) mempunyai kontribusi dan kuat hubungan terbesar terhadap nilai ASR. Selanjutnya hasil identifikasi ini digunakan dalam mencari upaya untuk menekan faktor-faktor kegagalan panggilan, terutama faktor yang dominan, sehingga diharapksn peroleban ASR semakin meningkat."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38884
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Napitupulu, Linda Riana
"Jaringan VSAT pada umumnya mempergunakan konfigurasi jaringan bintang yang membutuhkan dua jangkauan (double hop) untuk sating berhubungan. Maka dikembangkanlah sistem VSAT dengan menggunakan konfigurasi jaringan mata jala yang hanya membutuhkan satu jangkauan (single hop) untuk saling berhubungan. Untuk itu diperlukan suatu metode akses jamak yang berbeda pads masing-masing sistem komunikasi VSAT tersebut. Dalam penulisan ini akan dibahas perbandingan kineda antara sistem komunikasi VSAT dengan dan tanpa hub dari segi pemakaian lebar pita transponder, daya pancar satelit, dan juga waktu propagasi satelit. Sistem VSAT dengan hub sesuai untuk pelanggan dengan jumlah remote VSAT yang banyak tetapi dengan trafik data yang kecil, sedangkan sistem VSAT tanpa Hub sesuai untuk pelanggan dengan jumlah remote VSAT yang sedikit dengan trafik data yang cukup banyak."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38893
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Fauzan Edy Purnomo
"Karakteristik daerah pedesaan (rural area) di Indonesia sepertinya unik dimana secara umum faktor iklim, topografi, demografi dan sosial ekonomi menyulitkan pembangunan jaringan telekomunikasi baru di daerah tersebut sehingga memerlukan biaya yang cukup banyak untuk mendapatkan sistem yang handal. Dari segi perancangan sistem yang dipergunakan, maka pemilihan sistem ARTS (Advanced Rural Telecommunication System) sangatlah menguntungkan.
Sistem ARTS sangat sesuai untuk diaplikasikan pada beragam aplikasi, seperti pada daerah yang kepadatan peianggannya rendah, pelanggan yang tersebar pada kawasan luas, daerah terisolasi (gunung dan laut) atau daerah dengan prasarana minim (keterbatasan akses )alan masuk, listrik).
Untuk lebih memperjelas kemungkinan hasil penerapan sistem ini di wilayah Indonesia, maka dibuatlah suatu model penerapan yang berlokasi di wilayah Kepulauan Seribu Jakarta berdasarkan karakteristik perangkat ARTS, konfgurasi gelombang mikro dijital dan studi banding dengan sistem konvensionai."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38817
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>