Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Agung Pamungkas
"
ABSTRAKSerangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat memberikan dampak destruktif terhadap identitas multikulturalisme Amerika, yaitu menciptakan konflik sosial antara masyarakat mayoritas Amerika dengan kelompok Muslim dan Islam. Munculnya jaringan Islamophobia di Amerika Serikat dan media yang menyebarkan stereotip dan miskonsepi tentang Islam, serta implementasi kebijakan PATRIOT Act yang dinilai mendiskriminasi kelompok Muslim di Amerika Serikat merupakan situasi sosial-politik Amerika di era 9/11. Pada waktu yang bersamaan, muncul fenomena upaya rekonsiliasi yang diinisiasikan oleh masyarakat Amerika Serikat dengan wujud gerakan sosial dialog antar agama yang menjamur di seluruh Amerika Serikat. Tidak hanya kelompok Muslim Amerika berpartisipasi aktif dalam komunitas masyarakat, masyarakat mayoritas Amerika pun menjadi motor penggerak aksi rekonsiliasi ini. Upaya rekonsiliasi masyarakat Amerika terhadap Islam dan Muslim pasca 9/11 merupakan manifestasi dari proses penguatan identitas (revival identity) yang secara signifikan dipengaruhi oleh faktor eksternal global dan afirmas multikulturalisme.
ABSTRACTThe terrorist attack of September 11th 2001 in the United States had brought destructive impact toward the so-called American ?multiculturalism? identity. It has led to social conflict between majority, and American Muslims and Islam. The network of Islamophobia with national media is also considered to contribute in spreading stereotype and prejudice toward Islam. Civil rights activists also see that the PATRIOT Act tends to be discriminative toward the American Muslim community. However, at the same time there is phenomenon in grass roots which emphasizes reconciliation toward Islam and Muslim in the form of interfaith dialogue. Not only do American Muslims participate actively in this movement, but also is triggered by the majority of non-Muslims. It can be seen as the manifestation of revival identity which has been significantly influenced by four factors: multiculturalism without, multiculturalism within, objectivity, and inter-subjectivity."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Dimas Agung Pamungkas
"PT Freeport Indonesia telah melakukan aktifitas pertambangan pada sungai yang telah ditetapkan sebagai objek pajak daerah. Oleh karena itu Pemda Papua menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) Pajak Air Permukaan No. 973/1783 kepada PT Freeport dan mewajibkannya membayar Pajak Air Permukaan sebesar Rp. 33.384.960.000. Namun PT Freeport merasa tidak mempunyai kewajiban untuk membayar Pajak tersebut dengan alasan dasar hukum dalam SKPD tidak sesuai dengan pengaturan dalam kontrak karya. Setelah melalui proses pengadilan sampai pada Mahkamah Agung, PT Freeport akhirnya dibebaskan dari segala kewajiban pajak air permukaan. Skripsi ini membahas dua pokok permasalahan. Pertama, bagaimana pengaturan dan kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Papua dalam memungut Pajak Air Permukaan bagi perusahaan tambang di Provinsi Papua? Kedua, apakah Putusan Mahkamah Agung Nomor 319/B/PK/Pjk/2018 yang mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali PT Freeport Indonesia telah tepat? Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis-normatif. Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk mengetahui dan mengidentifikasi persoalan hukum yang terjadi pada sengketa ini. Kedua, mengetahui bagaimana pengaturan pajak daerah dan kewenangan pemerintah daerah dalam memungut pajak air permukaan. Ketiga untuk mengetahui dan mengidentifikasi persoalan hukum yang ada pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 319/B/PK/Pjk/2018. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemerintah Provinsi Papua berwenang memungut Pajak Air Permukaan kepada PT Freeport berdasarkan kewenangan yang diperolehnya secara Atribusi dari Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kemudian pertimbangan-pertimbangan hukum majelis hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 319/B/PK/Pjk/2018 tidak mempunyai landasan yuridis yang kuat dan tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PT. Freeport Indonesia has carried out mining activities on rivers that have been designated as objects of regional taxes. Therefore, the Papua Regional Government issued Regional Tax Assessment Letter (RTAL) on Surface Water Tax Number 973/1783 to PT. Freeport and oblige them to pay Surface Water Tax as much as Rp 33.384.960.000. But PT. Freeport felt that it has no obligation to pay the Tax on the grounds that legal basis in the RTAL is not accordance with the regulations in the Contract of Work. After going through trial proceedings to the Supreme Court, PT. Freeport is exempt from any obligation for Surface Water Tax. This thesis discusses two main problems. First, how are the regulations and authorities of the regional government in collecting local taxes for mining companies in the Papua Province? Second, Is Supreme Court decision Number 319/B/PK/Pjk/2018 which granted PT. Freeports Reconsideration right. This thesis was conducted in a juridical-normative method. The purposes of this thesis are, first, to know and identify legal issues that occur in this dispute. Second, knowing how the regional tax regulations and government authorities on Surface Water Tax collection. Third, to know and identify legal issues that occurs on Supreme Court decision Number 319/B/PK/Pjk/2018. The result of this thesis shows that Papua Government has the authority to collect the Surface Water Tax on PT. Freeport based on Attribution from Regional Tax and Retribution Act. Then the deliberation of the judges on Supreme Court decision Number 319/B/PK/Pjk/2018 doesnt have a strong juridical basis and is not based on applicable laws and regulations."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Candra Agung Pamungkas
"Pemanfaatan fly ash hasil insinerasi sampah sebagai bahan subtitusi agregat halus paving block merupakan solusi sebagai upaya menekan jumlah produksi limbah sampah yang dapat merusak lingkungan. Pada penelitian ini, limbah sampah dimanfaatkan sebagai bahan subtitusi agregat halus untuk paving block dan dilakukan pengujian kuat tekan, uji penyerapan air dan ketahanan aus dengan mengacu terhadap SNI 03-0691-1996. Pada penelitian ini, konsentrasi penggunaan fly ash hasil insinerasi sampah yang digunakan adalah 0, 10, 30, 50, 60, 80 dan 100%. Pada penelitian ini benda uji yang dibuat dengan ukuran paving block 21x10.5x5.5 cm. Tujuan Penelitian ini adalah membuat sebuah produk berupa paving block sesuai dengan standar mutu yang diatur didalam Standar Nasional Indonesia (SNI) dan guna menekan jumlah limbah hasil pembakaran sampah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan eksperimen yang meliputi perencanaan, trial mix, analisis kebutuhan material, pembuatan benda uji, pengujian paving block, dan analisis hasil terhadap SNI 03-0691-1996 serta analisis terhadap hasil uji XRF dan XRD. Hasil kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi FA 10% dengan nilai 5.20 Mpa, Penyerapan air terbaik pada variasi FA 0% dengan nilai penyerapan 12.53%, dan Nilai ketahanan aus terbaik dengan nilai 5,32 mm/menit terdapat pada variasi FA 100%.
Utilization of fly ash resulting from waste incineration as a substitution material for paving block fine aggregate is a solution as an effort to reduce the amount of waste production which can damage the environment. In this study, the waste was used as a substitution material for fine aggregate for paving blocks and was tested for compressive strength, water absorption and wear resistance tests with reference to SNI 03-0691-1996. In this study, the concentrations of fly ash from waste incineration used were 0, 10, 30, 50, 60, 80 and 100%. In this study, the test specimens were made with a paving block size of 21x10.5x5.5 cm. The purpose of this research is to make a product in the form of paving blocks in accordance with the quality standards set out in the Indonesian National Standard (SNI) and to reduce the amount of waste from incineration. This study used a quantitative method with experiments which included planning, trial mix, analysis of material requirements, manufacture of specimens, testing of paving blocks, and analysis of the results of SNI 03-0691-1996 and analysis of the results of the XRF and XRD tests. The highest compressive strength results were found in the 10% FA variation with a value of 5.20 Mpa. The best water absorption was in the 0% FA variation with an absorption value of 12.53%, and the best wear resistance value with a value of 5.32 mm/minute was found in the 100% FA variation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library