Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Asep Saepullah
"Penelitian ini menggunakan strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methods) terutama strategi sekuensial explanatory dengan tujuan untuk mengetahui trend, pertumbuhan dan pengaruh antara kunjungan wisatawan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata di Banten pada periode 1999- 2018, dengan menggunakan data time series melalui pengujian ko-integrasi Johannsen dan kausalitas Granger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjalanan wisatawan nusantara berpengaruh jangka panjang dan berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata di provinsi Banten dibuktikan dengan pengujian Johannsen cointegration dan Granger causality. Wisatawan nusantara pada pola plot membentuk trend menaik dan seiring berjalannya waktu jumlah wisatawan nusantara cenderung terus meningkat, namun pada tahun 2009 sd 2010 tampak terjadi lonjakan pesat wisatawan nusantara. Kunjungan wisatawan mancanegara dalam kurun waktu 20 tahun terakhir mengalami pertumbuhan kenaikan tertinggi pada tahun 2017 sebesar 403.463 kunjungan wisatawan mancanegara, dan mengalami penurunan sebesar 18,95 % di tahun 2018 menjadi sebesar 327.003 kunjungan.
Hasil penelitian terdapat penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke provinsi Banten yang terjadi pada tahun 2018, salah satu penyebabnya adalah status level 2 (waspada) Gunung Anak Krakatau yang ditetapkan oleh pemerintah dan terjadinya bencana alam yang menyebabkan tsunami di pesisir laut wilayah Banten pada tahun 2018. Terjadi pergeseran tren pariwisata, yaitu dari motivasi bersenang-senang menjadi mencari pengalaman baru. Paradigma pariwisata ini pun bergeser dari sun, sand and sea menjadi serenity, sustainability and spirituality. Pemekaran 2 Kabupaten yang terjadi di Provinsi Banten pada tahun 2007 dan 2008 berdampak terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja di wilayah pemekaran, dengan berdiri banyaknya instansi-instansi pemerintahan daerah otonom dan dunia usaha, serta pertumbuhan ekonomi sekitar.
The research uses sequential mixed methods strategies, especially explanatory sequential strategies with the aim to determine trends, growth and the influence of tourist visits on tourism employment in Banten period 1999-2018, using data time series through testing Johannsen co-integration and Granger causality. The results showed that the travel of domestic tourists had a long-term effect and had a large impact on the employment of the tourism sector in Banten province as evidenced by Johannsen cointegration and Granger causality testing. Domestic tourists in the plot pattern formed an upward trend and over time the number of domestic tourists tended to continue to increase, but in 2009 to 2010 there appeared to be a rapid surge in domestic tourists. Foreign tourist visits in the last 20 years experienced the highest growth in 2017 at 403,463 foreign tourist visits and decreased by 18.95% in 2018 to 327,003 visits. The results of the study have decreased in the number of tourist visits to Banten province that occurred in 2018, one of the causes was the level 2 (alert) status of Gunung Anak Krakatau set by the government and the occurrence of natural disasters that caused tsunamis in the coastal area of Banten in 2018. A shift in tourism trends, which is from the motivation of having fun being looking for new experiences. This tourism paradigm shifted from sun, sand and sea to serenity, sustainability and spirituality. There are two autonomous districts that occurred in Banten Province in 2007 and 2008 had an impact on increasing employment in the newly created regions, with the standing of many autonomous regional government agencies and the business sector, as well as economic growth."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2019
T53831
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Asep Saepullah
"Transisi menuju energi bersih menjadi topik penting presidensi Indonesia pada G20 sebagai komitmen pengembangan energi terbarukan. Kebutuhan listrik yang terus meningkat membutuhkan diversifikasi energi melalui peningkatan kapasitas energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis fosil. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan Indonesia memiliki potensi berbagai jenis biomassa sebanyak 32.6 GW. Studi ini melakukan analisis ekonomi terhadap PLTBm Bambu berteknologi gasifikasi dengan kapasitas 2600 kW. Parameter ekonomi digunakan seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP). Selanjutnya, analisis dampak risiko menggunakan metode Value at Risk. Hasil menunjukan bahwa PLTBm Bambu memperoleh nilai NPV dan IRR sebesar $3,619,460 dan 16.15% dengan waktu pengembalian modal selama 8.98 tahun. Risiko pada kategori tinggi yang teridentifikasi adalah fluktuasi harga bambu, unplanned shutdown, perubahan tarif Power Purchase Agreement (PPA) dan fluktuasi capacity factor. Simulasi dampak risiko menunjukan PLTBm Bambu masih berpotensi memberikan keuntungan, kecuali pada risiko tarif PPA berkurang secara signifikan. Upaya mitigasi risiko dapat dilakukan melalui kerja sama jangka panjang dengan pemasok, bekerja sama dengan kelompok petani lokal, manajemen pemeliharaan yang efektif dan pelatihan kepada operator untuk meningkatkan kemampuan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas. Teknologi ini memberikan masa depan menjanjikan sebagai sumber energi listrik dan menawarkan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
The energy transition has become an important topic for Indonesia's presidency at the G20 as a commitment to developing renewable energy. The growth of electricity demand requires energy diversification through increasing renewable energy capacity to reduce dependence on fossil-based power generation. The Ministry of Energy and Mineral Resources estimates that Indonesia has various types of potential biomass as much as 32.6 GW. This study conducts an economic analysis of a 2600 kW bamboo biomass power plant with gasification technology. Several financial parameters such as net present value (NPV), internal rate of return (IRR), and payback period (PP) are used to evaluate the economics of the bamboo biomass power plant. Risk impact analysis is carried out using the Value at Risk method. The results show that the bamboo biomass power plant offers a net present value of $3,619,460 and an internal rate of return of 16.15% with a payback period of 8.98 years. The highest risk identified is bamboo price fluctuations, unplanned shutdown, changes in power purchase agreement (PPA) rate, and capacity factor fluctuation. The risk impact simulation shows that the bamboo biomass power plant still has economic potential unless the PPA rate is decreased significantly. Risk mitigation can be carried out through long-term cooperation with suppliers, working with local farmer groups, effective maintenance management, and conducting employee training to improve facility operation and maintenance capabilities. The bamboo biomass power plant provides a promising future for electrical energy dan offers economic and environmental benefits for communities"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library