Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bagus Wicaksono
"ABSTRAK
Limbah grafit ex-elektrolisis hanya digunakan secara ulang maupun fuller pada industri baja dan sangat melimpah keberadaan. Grafit memiliki sifat yang berongga, sehingga dalam penelitian limbah grafit ex-elektrolisis akan dimanfaatkan sebagai adsorben untuk pewarna tekstil. Adsoben digunakan untuk penghilang zat warna untuk tekstil karena pewarna tekstil memberikan dampak buruk bagi ekosistem. Hal ini dikarenakan pewarna tekstil merupakan senyawa organik yang dapat terakumulasi dalam tubuh mahluk hidup. Adsorben ini dibuat dari grafit yang dipanaskan dengan suhu 80 °C untuk menghilangkan pengotor. Adsorben ini dimodifikasi dengan menggunakan kitosan dan lantanum. Kitosan berfungsi untuk mengikat logam dengan gugus amina dan lantanum mampu mengikat pewarna tekstil dalam bentuk ion negative. Adsorben diuji karakteristiknya dengan FESEM-EDX, FTIR, dan BET. Adsoben ini dimodifikasi dengan kitosan dan lantanum sehingga adsorbansi pewarna tekstil akan semkin tinggi. Hasil yang didapatkan bahwa penambahan lantanum dan kitosan tidak memberikan dampak positif. Model adsorbsi isotermal yang sesuai untuk adsorben adalah model Freundlich dan model kinetika yang sesuai adalah pseudo kinetika orde pertama

ABSTRAK
Ex-electrolysis graphite waste is only used by regenerate graphite to process or as fuller in steel and iron industry and has abundant stock in nature now days. Graphite is a porous material so in this experiment, we utilize the graphite waste as dye adsorbent. Adsorbent is used for dye removal because dye gives bad effect in ecosystem. Adsorbent was made using graphite activation with heating over 200 oC. Adsorbent is modified using chitosan and lanthanum to enhance dye adsorption. Chitosan used to bond with dye by amine chain and lanthanum could bind dye by free orbital. Characteristic test that will be used is FESEM-EDX, FTIR and BET. Lanthanum and chitosan modificatied graphite doesn?t give positive result. Isothermal adsorbtion model that compatible with the adsorbent is Freundlic model and kinetic model is first order pseudo kinetic."
2016
S63606
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bagus Wicaksono
"ABSTRAK
Dalam rangka menuju kemandirian teknologi roket peluru kendali , penelitian di bidang roket terus dilakukan dan Lembaga yang secara intesif melakukannya adalah LAPAN. Keberadaan LAPAN yaitu lembaga yang dimiliki oleh Pemerintah yang memiliki kewenangan untuk melakukan penelitian dalam bidang penerbangan dan keantariksaan. Salah satu kepusatan LAPAN adalah kepusatan roket yang kegiatannya adalah melakukan penelitian tentang roket untuk berbagai tujuan misalnya untuk pengorbit satelit dan peluru kendali untuk mengejar target yang masih dalam tahap eksperimental. Salah satu kendala yang dihadapi adalah uji terbang peluru kendali LAPAN selama ini belum mempunyai kemampuan untuk mengendalikan arah gerak terbang peluru kendali. Sehingga melalui metode pengendalian gerak peluru kendali pada riset ini diharapkan menambah kemampuan LAPAN untuk mengendalikan arah terbang peluru kendali. Tujuan penelitian yaitu mendapatkan pemahaman cara melakukan belokan pitch dan yaw pada peluru kendali untuk mengarah pada posisi target bergerak berdasarkan hasil simulasi terbang peluru kendali ini. Metode navigasi yang banyak digunakan untuk mengarahkan peluru kendali yaitu metode Navigasi Proporsional Proportional Navigation atau PN yaitu dengan cara mensensing posisi target dengan sensor infra red IR yang ada pada peluru kendali tersebut kemudian mengkomputasi data koordinat target tersebut untuk mengarahkan laju peluru kendali ke arah target berada. Navigasi Proporsional PN merupakan sebuah besaran nilai yang menentukan besar kecepatan sudut sebuah peluru kendali yang bertujuan untuk merubah arah vektor kecepatan linear peluru kendali sehingga mengarah pada posisi target dan mengakibatkan jarak antara keduanya mengecil. Riset ini dilakukan dengan cara mensimulasikan performa terbang peluru kendali. Simulasi terbang peluru kendali ini dibutuhkan untuk mengetahui performa terbang peluru kendali mengejar target bergerak yang mempengaruhi dinamika gerak peluru kendali menggunakan metode Navigasi Proporsional. Riset ini dibatasi pada masalah bagaimana menguji kinerja peluru kendali dalam mengejar target bergerak dengan ada gangguan eksternal. Dari hasil simulasi terbang peluru kendali sebagai pengejar target, disimpulkan bahwa metode Navigasi Proporsional mampu bekerja dengan baik untuk mengejar target bergerak.

ABSTRACT
In order to get the independence of rocket technology missile , research in the field of rocket continues to be done, and the Institution that intesively do is LAPAN. LAPAN is an institution owned by the Government which has the authority to conduct research in the field of aviation and space. One of LAPAN 39 s central concerns is the rocket centeredness which activities are to conduct rocket research for various purposes such as for orbiting satellites and launching missiles to pursue the targets. One of the obstacles faced by LAPAN is that the missile has not the ability to control the direction of missile flying. So through the method of controlling the motion of missiles in this research is expected to increase the ability LAPAN to control the direction of missile flying. The objective of this research is to get and gain an understanding of how to turn pitch and yaw turns on the missiles to lead to moving target positions based on the simulated results of this missile flying. The most widely used navigation method for guiding missiles is the Proportional Navigation PN method, which is by targeting the target position with the infra red IR sensors present on the missile and then computing the target coordinate data to direct the missile speed to the target direction is. Proportional Navigation PN is a quantity of values that determines the angular velocity of a missile that aims to alter the direction of the velocity of the linear velocity velocity so that it leads to the target position and causes the distance between them to narrow. This research is done by simulating the flying performance of missiles. This missile flight simulation is needed to find out the performance of missile missiles pursuing moving targets that influence the dynamics of missile motion using the Proportional Navigation method. This research is limited to the problem of how to test the performance of missiles in the pursuit of moving targets with external interference. From the simulation results of missile flying as the target pursuers, it is concluded that the Proportional Navigation method is able to work well to pursue moving target."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T50598
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bagus Wicaksono
"ABSTRACT
Pengujian hidrostatis tabung roket merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui kekuatan material ketika menerima tekanan dari dalam tabung. Dalam tulisan ini, material yang diuji
adalah material tabung roket LAPAN RX-122, yaitu aluminium 6061-T6. Pengujian tersebut dilaksanakan di Laboratorium Uji Statik Pusat Teknologi Roket pada tanggal 15 Februari 2019. Pengujian dilaksanakan pada ruangan dengan temperatur 270C dan kelembaban udara 55%. Selama pengujian berlangsung, parameter yang ingin diketahui nilainya adalah regangan yang dialami tabung roket. Lima buah sensor regangan dipasang di tabung roket untuk mengukur regangan pada arah longitudinal dan circumferential. Dari pengujian diketahui bahwa tabung roket kuat menahan tekanan sampai 200 bar, yang merupakan kapasitas maksimal sensor pengukur tekanan PT750 yang digunakan. Secara visual didapatkan bahwa tidak terjadi kebocoran dan keretakan material. Data yang diperoleh dari sensor menunjukkan bahwa nilai regangan tabung roket meningkat seiring
bertambahnya tekanan yang diberikan pada tabung roket. Hasil pengujian ini kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Kurva nilai regangan circumferential yang didapatkan dari sensor
regangan STR 1, STR 4, dan STR 5 memiliki kecenderungan yang serupa dengan nilai maksimal 2000 mikro strain. Sementara itu, nilai regangan longitudinal yang didapatkan dari sensor regangan STR 2
dan STR 3 memiliki nilai maksimal 500 mikro strain"
Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, 2019
520 DIRGA 20:1 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Herman Bagus Wicaksono
"Ketel uap dalam penggunaannya untuk berbagai kebutuhan industri mengandung resiko bahaya yang memerlukan perhatian, karena menghasilkan uap panas, bertekanan dan dapat meledak. Kegiatan-kegiatan di dalam mengoperasikan ketel uap tersebut harus dipenuhi agar dalam pengoperasiannya berjalan lancar dan aman. Agar tahu seberapa besar resiko dari kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap tersebut perlu dilakukan analisa resiko terhadap salah satu jenis ketel uap yang bila meledak akan menghasilkan ledakan yang hebat dibandingkan dengan jenis ketel uap lainnya, yaitu ketel uap silinder mendatar pipa api. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meadapatkan gambaran resiko dari kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap pipa api di pabrik NSD PT. Unilever Indonesia Tbk - Cikarang - Bekasi dan di pabrik PT. Nestle Indonesia - Cikupa - Tangerang.
Penelitian dilakukan dengsn pengamatan secara langsung di unit pengoperasian ketel uap. Sampel penelitian adalah kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan check list, diskusi dan wawancara langsung dan dari data-data sekunder. Analisa data terdiri dari analisa terhadap kegiatan-kegiatan sebelum pengoperasian ketel uap pipa api, terhadap kegiatan-kegiatan pada saat mulai pengoperasian ketel uap pipa api dan terhadap kegiatan-kegiatan selama pengoperasian ketel uap pipa api.
Dari hasil analisa di dapat bahwa kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap pipa api di kedua perusahan tersebut telah dilakukan secara baik dan benar, selain itu alat-alat perlengkapan termasuk alat-alat pengaman ketel uap pipa api di kedua perusahaan tersebut juga masih bekerja dengan baik, yang menjadikan kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap pipa api di kedua perusahaan tersebut mempunyai tingkat resiko paling tinggi adalah pada tingkat substansial.
Saran yang dapat diberikan adalah agar peneliti lain dapat melanjutkan penelitian ini dengan jenis ketel uap yang berbeda. Sebaiknya PT. Unilever Indonesia - Cikarang - Bekasi dan PT. Nestle Indonesia Cikupa - Tangerang - menugaskan para operator ketel uap hanya untuk melayani ketel uap saja. Kinerja terus ditingkatkan agar kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap pipa api tetap mempunyai tingkat resiko yang rendah.

Risk Analysis of Fire Tube Boiler Operation at Non Soap Detergent Plant PT. Unilever Indonesia Tbk - Cikarang - Bekasi and at Plant of PT. Nestle Indonesia -Cikupa - TangerangThe usage of boilers in many industries is contains hazard risk that need a special treatment. They generate a pressure steam and can explode. The activities of boiler operation should be allowed in order -to operate smoothly. In order to know how big the risk of boiler operation activities, it need to be carried out risk analysis of one kind of boiler that could explode and cause big explosion. That is fire tube cylinder boiler. The aim of this research is to get risk description of boiler operation activities at NSD Plant PT. Unilever Indonesia Tbk - Cikarang - Bekasi and at Plant of PT. Nestle Indonesia - Cikupa - Tangerang.
The research is carried out visually in boiler operation unit. Research samples are boiler operation activities. The data collection is carried out by check list, discussion, interview and secondary data. The data analysis is comprised of analysis on activities before operation, start operation and during operation for fire tube cylinder boiler.
Based on results of analysis, it will be getting that the activities of boiler operation have been carried out appropriately. The accessories and safety devices of fire tube boiler in both companies have the highest risk -that is substantial level.
The advice is the other research could continue this research with different type of boiler. The both companies assign boiler operator to operate boiler only. The performances keep to be developed in order to that activities of boiler operation have low risk level.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2002
T-10043
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditiya Bagus Wicaksono
"
Latar Belakang: Tuntutan pekerjaan merupakan jumlah dari pekerjaan yang diselesaikan dalam suatu periode waktu tertentu, dimana tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat membuat pekerja berada dalam keadaan termotivasi, bersemangat, ataupun mengalami gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi produktivitas pekerja. Pekerja yang sedang sakit, merasa kelelahan atau memiliki gangguan kesehatan namun tetap datang bekerja memilki potensi menjadi tidak produktif, yang disebut sebagai presenteeism. Kehilangan produktivitas kerja pada presenteeism lebih tinggi dari pada pekerja yang absenteeism. Hubungan dari model teoritik hubungan tuntutan kerja terhadap presenteeism melalui mediator kelelahan perlu dinilai untuk dapat mengurangi kejadian presenteeism di tempat kerja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) dan prosedur bootstrapping. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online dengan instrumen SPS-6 dan COPSOQ III kepada 100 responden pada November-Desember 2022. Data diolah menggunakan STATA 15. Hasil: 74% laki-laki dan 26% perempuan mengikuti penelitian ini. Nilai loading dari masing-masing item pada variabel laten >0,7 dengan nilai DG rho pada konstruk sebesar 0,864 pada tuntutan pekerjaan, 0,894 pada kelelahan dan 0,849 pada presenteeism. Tuntutan pekerjaan memiliki hubungan positif signifikan terhadap presenteeism baik secara langsung (β 0,191, SE 0,08) maupun melalui mediator kelelahan (β 0,178, SE 0,06). Model teoritik struktural ini memiliki nilai GoF 0,89. Kesimpulan: Tuntutan kerja memiliki hubungan positif signifikan secara langsung terhadap presenteeism maupun tidak langsung melalui mediator kelelahan.

Background: High job demands can reduce motivation, cause health issues, and lower productivity. Presenteeism—working despite health problems—further decreases efficiency and stems from both health-related factors, like fatigue, and job demands. Understanding how fatigue mediates the link between job demands and presenteeism is key to developing better prevention strategies in office environment. 
Objective: To measure and determine whether the theoretical model of job demands’ effect on presenteeism with fatigue as a moderator fits empirical data on office workers. 
Methods: The partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) method and bootstrapping procedures were used in this study. In November-December 2022, 100 respondents took part in data collection via an online survey using the SPS-6 and COPSOQ III instruments. STATA 15 was used to analyze the data. 
Results: This study included 74% of men and 26% of women. Each item’s loading value on the latent variable is greater than 0.7, with a DG rho value in the construct of 0.864 on job demands, 0.894 on fatigue, and 0.849 on presenteeism. Job demands have a significant positive correlation with presenteeism, either directly (0.191, SE 0.08) or indirectly (0.178, SE 0.06) through fatigue mediator. The structural theoretical model has a GoF value of 0.89. 
Conclusion: Job demands have a significant positive correlation with presenteeism, either directly or indirectly through fatigue as a mediator. As a result, the strategy for reducing presenteeism must account for both fatigue and job demands. To put it another way, company executives must be aware of job demands that cause employees to become fatigued.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library