Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
"Sebutan Rusia sebagai "semi Asiatik", tetap merupakan teka-teki dan bersifat muskil. Barangkali inilah yang merupakan pertanyaan awal bagi pengenalan terhadap bangsa Rusia tentang paruh mana yang merupakan bagian integral dari Asia, dan paruh mana pula yang menjadi sisanya menjadi bagian dari Eropa adalah lanjutan dari teka-teki yang dimaksud. Teka-teki yang bersifat eksistensial ini secara lebih lugas dapat dirampat sebagai berikut : Aspek apa dari Rusia yang dibentuk oleh Asiatik dan aspek mana pula yang dibentuk oleh peradaban Eropa Barat?.
Kemuskilan pertanyaan tentang eksistensi bangsa Rusia dicoba jawab oleh sejarawan Rusia, Alexander Yanov dalam The Origin of Autocracy. Menurut Yanov, terhadap permasalahan ini, tidak ada jawaban yang pasti dan definitif. Yanov memulai dengan mengajukan suatu pertanyaan ontologik yang bersifat mendasar dan eksistensial : "Apakah Rusia? -- Asia atau Eropa? Pemimpin dunia belahan "Timur" atau orang luar bagi "Eropa"? Kita ini milik siapa? Dan, pada akhirnya, siapa sebenarnya kita bangsa "Scythian", atau bangsa "Eropa"? (Yanov, 1981: 27)
Kedudukan marginal Rusia.- sebagai yang berada antara Asia dan Eropa adalah kenyataan historis dan budaya. Konstatasi Rusia sebagai bangsa Scythian tertuang dalam naskah tua Rusia Povest" Yremennykh Let (Kisah Masa Lampau) yang ditulis pada awal abad XII.
Setiap suku bangsa Rusia (Slavia Timur) memelihara adat istiadat, hukum dan tradisi nenek moyang mereka dan tiap-tiap suku mempunyai watak sendiri. Mereka bersama-sama membentuk sejenis federasi. Mereka hidup damai satu dengan yang lainnya yang disebut oleh bangsa Yunani sebagai "Scythian Agung". Rusia asli terkait erat dengan Slavia Timur sebagai bangsa Scythian yang hidup dalam dunia steps" (Vernadsky, 1959 : 3).
Dunia stepe dalam kutipan ini, mengacu pada kultur bangsa Scythian seperti halnya suku Alan, nenek moyang bangsa Rusia yang hidup sebagai bangsa nomaden atau penunggang kuda. Menurut sejarawan Junani, Herodotus, tradisi menunggang kuda pada bangsa Scythian dapat dibuktikan dari basil ekskavasi arkeologi. Tatkala seorang raja Scythian mangkat makes satu tahun kemudian dilakukan suatu upacara magis dan mengorbankan lima puluh orang penunggang kuda yang tampan dan cekatan, tentu semuanya dari bangsa Scythian, dan lima puluh ekor kuda jantan gagah. Korban mitik ini ini dimaksudkan untuk mendampingi sang raja di alam kubur. Tradisi ini juga dijumpai pada bangsa Shaman Turki Altai pada abad XIX (Ibid, 1959: i8).
Dengan demikian, sebutan Scythian terhadap bangsa Rusia berasal dari rekaman sejarah nenek moyang Rusia yang membuktikan heuristik keterkaitan antara Rusia dengan dunia belahan Asiatik.
Selain pengaruh Asiatik, insipien budaya Rusia juga dibentuk oleh ortodoks Junani dari Bizantium. Sedangkan heuristik perkembangan insipien budaya yang dipengaruhi oleh Mongol adalah dalam bentuk despotisme ketimuran yang terdapat pada sosok penguasa Rusia dan dalam dalam bentuk "pomes tie". Sejarawan Rusia terkenal, Kljucevskij menegaskan, bahwa sistem "pomostie" mirip dengan watak kekuasaan sentralistik Mongol atau Golden Horde. Sementara George Vernadsky juga menandaskan bahwa periode Golden Horde selama dua setengah abad merupakan masa inkubasx sistem pomestie (Wittfogel, 1957: 223-224).
Sejarawan V. Soloviev dan N.V. Rasianovsky misalnya, secara tegas mengatakan, bahwa Golden Horde tidak banyak mempengaruhi Rusia. Rusia tetap dalam kondisi letargis budaya asli. Hanya beberapa sejarawan Rusia, termasuk seperti Pyazkov mengakui, bahwa pengaruh Mongol atau Golden Horde jelas terlihat terutama dalam bentuk sentralisme kekuasaan, dan watak kekuasaan despotik ketimuran yang torus berlanjut pada masa pemerintahan Rusia selanjutnya (Lentin, 1973: 90-92).
Kedudukan Rusia sebagai Asia atau Eropa melahirkan permasalahan dilematis dan eksistensial. Apabila dihadapkan dengan pilihan antara kekuasaan dan pemerintahan, maka jawaban menjadi sangat kompleks dan membingungkan. Kenyataan ini sulit dipungkiri terutama oleh orang Rusia sendiri.
Pilihan dilematis ini terwariskan pada Generasi Desembris dalam tradisi pemecahan permasalahan dilematis mengenai jati diri Rusia mencapai puncaknya pada pembrontakan Desembris yang gagal pada tahun 1825. Kenisbian pilihan kategoris ini memperlihatkan nisbah antara teori dan praxis yang dapat dirampat sebagai berikut. "Pada struktur politik apa negeri. Rusia berkiblat? Masuk "Despotik Asiatik" atau "absolutisms Eropa?" (Yanov, 1991: 27)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1993
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
"Nama Leo Nikolaivich Tolstoy (1828-1910) tidak asing lagi bagi kita berkat kemasyhurannya dalam bidang kesusasteraan. Buku-bukunya telah banyak beredar dan dibaca oleh penggemar sastra serta diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Namun pengenalan kita terhadap pengarang ini belum sampai kepada pengenalan yang sesungguhnya, terbukti dari kekurangan penulisan mengenai diri pengarang serta penga-nalisisan terhadap karya-karyanya, artinya kita belum me_lihat adanya pelacakan serta pengkelolaan yang bisa dipertanggung-jawabkan keabsahannya secara ilmiah. Pengetahuan kearah itu bisa dikatakan masih berkisar di sekitar kulitnya saja, dengan kata lain belum ada pendalaman yang memuaskan. Penulisan yang kurang memadai seperti yang pernah dilakukan oleh A0H K. Hadimadja dalam bukunya Aliran_-aliran Klassik Romantik Dan Realisme. Dan sejumlah pener_bitan yang bersifat keagamaan dari Badan Penerbit Kristen. Lain halnya seperti yang terdapat di Rusia, kepengarangan Tolstoy mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan lembaga penulisan ilmiah tentang kesusasteraan dimana Tolstoy mendapat tempat nomor dua tertinggi setelah penyair besar Aleksander Phuskin dalam deretan nama-nama pengarang Rusia terkenal hingga saat ini."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1980
S14775
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
Depok: Universitas Indonesia, 1996
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Boangmanalu, Singkop Boas
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1996
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>