Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Defina
Abstrak :
Program pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk menanggulangi masyarakat miskin sudah banyak dilaksanakan di Kelurahan Klender, seperti IPS, PPK dan In-Gub. Namun program tersebut dianggap belum berhasil dan belum optimalnya partisipasi masyarakat. Jumlah penduduk miskin masih banyak di Kelurahan Klender, malah paling banyak di Jakarta Timur. Pada tahun 2001, Kelurahan Klender menjadi Salah satu pilot project dari 25 kelurahan untuk pelaksanaan PPMK di DKI Jakarta. Tujuan PPMK hampir sama dengan program sebelumnya, namun program ini sangat memerhatikan prinsip partisipasi. Bagaimana partisipasi masyarakat pada ketiga bina PPMK (bina sosial, fisik, dan ekonomi) dan kendala partisipasi masyarakat dalam PPMK menjadi tujuan penelitian ini. Untuk memperoleh gambaran partisipasi masyarakat dan kendalanya, jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Gambaran partisipasi masyarakat pada PPMK dianalisis dengan definisi partisipasi yang dikemukan oleh Adi yaitu keterlibatan masyarakat dalam pengidentifikasian masalah, proses pengambilan keputusan untuk mengatasi masalah, pelaksanaan hasil keputusan dan evaluasi pada suatu kegiatan pembangunan. Partisipasi masyarakat yang besar hanyalah pada tahap assessment dan pelaksanaan pada tahun 2002, 2004 dan 2005. Hal ini terlihat pada ketiga bina yang dilaksanakan dalam PPMK, yaitu: bina sosial, fisik dan ekonomi. Pada tahap perencanaan, peranan masyarakat hanya ada pada dua bina saja, yaitu sosial dan fisik. Sedangkan pada bina ekonomi, masyarakat tidak dilibatkan dalam perencanaan. Partisipasi masyarakat tidak ada sama sekali adalah pada tahap evaluasi. Masyarakat dalam berpartisipasi temyata mengalami kendala. Kendala yang dihadapi tersebut terutama sekali ada dalam diri individu, seperti superego yang kuat, seleksi ingatan dan persepsi, dan sikap ketergantungan. Sedangkan kendala di luar diri individu yang menghambat warga untuk berpartisipasi adalah peraturan PPMK yang telah ditentukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, yakni tentang pihak yang bertanggung jawab terhadap evaluasi program, dan mekanisme peminjaman dana bergulir. Agar partisipasi masyarakat ada pada semua bina dan tahap, pedoman pelaksanaan PPMK perlu direvisi. Masyarakat diberikan pelatihan kewirausahaan sehingga dana bergulir yang digunakan bisa maksimal dan mereka yang terkena musibah banjir sehingga menunggak, dipinjamkan lagi modal melalui seleksi. Memberikan modal kembali kepada korban musibah banjir dan pelatihan kewirausahaan akan membuat masyarakat berpartisipasi dalam bina ekonomi. Hal ini juga membuat masyarakat berpatisipasi dalarn bina sosial dan fisik. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, masyarakat dibatkan dari awal sarnpai akhir, yaitu dari tahap assessment sampai evaluasi program. Masyarakat dilibatkan mulai dari pertemuan tingkat RT sampai pada pertemuan tingkat kelurahan.
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006
T22337
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fatimah Defina
Abstrak :
Latar belakang: Polimorfisme genetik dari reseptor P2Y12 dikatakan dapat mempengaruhi aktivasi reseptor P2Y12 atau menghambat aktivasi trombosit. Beberapa polimorfisme nukleotida tunggal dalam gen P2Y12 ditemukan dapat menyebabkan variabilitas antarindividu dalam agregasi platelet. Telah diidentifikasi lima polimorfisme dari gen P2Y12 yaitu T744C, C34T, G52T, ins801A, dan C139T. Salah satunya, polimorfisme C34T adalah salah satu dari polimorfisme yang dikatakan ada kaitannya dengan peningkatan agregasi platelet yang dapat menunjukkan kemungkinan untuk terjadinya modifikasi respon terapi clopidogrel. Namun hingga saat ini belum ada penelitian yang menilai hubungan langsung antara polimorfisme reseptor P2Y12 dengan TIMI-flow beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, termasuk fungsi penghambatan platelet pada pasien IMA-EST yang menjalani IKPP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara polimorfisme nukleotida tunggal pada reseptor P2Y12 dengan TIMI flow beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, termasuk penghambatan fungsi platelet. Metode: Studi potong lintang pada 167 pasien IMA-EST yang menjalani IKPP. dilakukan pemeriksaan polimorfisme C34T reseptor P2Y12 dengan metode Taqman dan pemeriksaan fungsi penghambatan platelet yang diukur dengan VerifyNow P2Y12. Hasil: Dari 167 subjek penelitian, studi polimorfisme mengungkapkan proporsi pasien dengan heterozygous mutan sebanyak 34.1%, dan 1.8% pasien merupakan homozygous mutan. Sisanya adalah homozygous wildtype ditemukan sebanyak 64.1%. 25.7% pasien tergolong non-responder terhadap clopidogrel. Secara keseluruhan tidak terdapat hubungan secara langsung antara polimorfisme C34T dengan TIMI flow < 3, namun terdapat hubungan antara polimorfisme C34T dengan penurunan fungsi penghambatan platelet (OR 2.17, p = 0.046). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan secara langsung antara polimorfisme C34T dengan TIMI flow, namun pasien dengan polimorfisme C34T pada reseptor P2Y12 memiliki risiko untuk mengalami penurunan penghambatan fungsi platelet. ......Background: Genetic polymorphism of P2Y12 receptors is said to have affect of P2Y12 receptor activation or inhibit platelet activation. Several single nucleotide polymorphisms in the P2Y12 gene were found to cause variability between individuals in platelet aggregation. Five polymorphisms have been identified from the P2Y12 gene, namely T744C, C34T, G52T, ins801A, and C139T. One of them, C34T is one of the polymorphisms that is said to be related to increased platelet aggregation which can indicate the possibility for modification of the response of clopidogrel therapy. But until now there has been no research that assesses the direct relationship between P2Y12 receptor polymorphisms and TIMI-flow along with the factors that influence it, including the function of platelet inhibition in STEMI patients undergoing PPCI Objective: This study aims to determine the relationship between single nucleotide polymorphisms at P2Y12 receptors with TIMI flow along with the faktors that influenced it, including inhibition of platelet function. Methods: A cross-sectional study of 167 STEMI patients who underwent PPCI. C34T polymorphism of P2Y12 receptor was evaluated by the Taqman method and the inhibition of platelet function was measured by VerifyNow P2Y12. Results: Among 167 subjects, the heterozygous mutants group were 34.1%, and 1.8% of patients were homozygous mutants. The rest 64.1% was homozygous wildtype. 25.7% of patients were classified as non-responders to clopidogrel. Overall there was no direct relationship between C34T polymorphisms and TIMI flow <3, but there was a relationship between C34T polymorphisms and decreased platelet inhibitory function (OR 2.17, p = 0.046). Conclusion: There is no direct relationship between C34T polymorphisms and TIMI flow, but patients with C34T polymorphisms of P2Y12 receptors have a risk of decreasing platelet function inhibition.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library