Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eddy Prabowo Witanto
"Bangunan Toko Kompak Pasar Baru merupakan salah satu dari sekian banyak bangunan bergaya arsitektur rumah-toko Cina di Jakarta. Tidak seperti bangunan-bangunan sejenis lainnya, Toko Kompak memiliki beberapa keistimewaan, antara lain bahwa bangunan ini didirikan oleh Mayor Tio Tek Ho, seorang Mayor Cina, yang kemudian menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat tinggalnya. Keistimewaan lain adalah bangunan ini memiliki berbagai jenis ragam hias yang mencerminkan kepercayaan masyarakat Cina dan keteraturan denah bangunan yang masih mengikuti aturan Feng-Shui, kemudian adanya void atau atrium dan lubang pencahayaan atau rooflight di ruang utama.
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penempatan ragam hias pada bangunan ini mengikuti pola tertentu dan hal tersebut kemudian menjadi patokan untuk merekonstruksi letak titik pusat dan titik sirkulasi bagian-bagian bangunan tersebut, sehingga dapat diperkirakan bahwa ruang utama pada bangunan utama dan ruang tengah pada bangunan belakang menjadi titik pusat-titik sirkulasi bangunan Toko Kompak.
Hampir seluruh bagian bangunan ini memperlihatkan pengaruh arsitektur dan ragam hias Cina yang kuat. Selain itu, adanya unsur-unsur Eropa pada bangunan tersebut menunjukkan adanya perpaduan unsur Cina dengan Eropa, dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bangunan Toko Kompak merupakan bangunan bergaya arsitektur Cina dengan perpaduan unsur-unsur Eropa yang terdapat pada beberapa bagiannya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1997
S11812
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eddy Prabowo Witanto
"Berabad lalu, saat orang-orang Tionghoa mengarungi lautan menuju bumi Nusantara, impian dan harapan mereka hanyalah sederhana: ingin menggapai sebuah kehidupan yang lebih baik, entah itu melalui perdagangan, pertanian, pertambangan, maupun berbagai pekerjaan lainnya. Seiring berjalannya waktu dikembangkan pula berbagai aspek kehidupan yang mereka miliki, seperti teknologi dan sistem permukiman, adat istiadat, sastra dan bahasa, religi dan kepercayaan, makanan, serta kesenian. Tak dapat disangkal, keberadaan orang-orang Tionghoa di bumi Nusantara telah memberikan jejak dan warna tersendiri. Isinya berkaitan dengan sejarah, religi dan kepercayaan, kata, arsitektur, epigrafi, hingga makanan. Meskipun semua tulisan terlihat saling terpisah, secara keseluruhan ingin berkata bahwa migrasi tak hanya membawa orang-orang Tionghoa menetap di bumi Nusantara kita, tapi juga membawa serta aneka entitas kehidupan yang selama beratus tahun kemudian turut membentuk rona mozaik bagi kebudayaan Indonesia. ***** Remah Berserak adalah sebuah buku karya Eddy Prabowo Witanto yang mengangkat kisah dan jejak masyarakat Tionghoa dalam perjalanan sejarahnya di Nusantara. Judul "Remah Berserak" sendiri mungkin merujuk pada berbagai kisah kecil, peristiwa, dan kontribusi masyarakat Tionghoa yang mungkin terlupakan atau kurang mendapat sorotan dalam sejarah besar Nusantara. Topik Utama: Jejak Sejarah: Buku ini kemungkinan besar akan mengupas sejarah panjang interaksi antara masyarakat Tionghoa dengan penduduk asli Nusantara. Mulai dari kedatangan awal para pedagang Tionghoa, peran mereka dalam perdagangan rempah-rempah, hingga kehidupan sehari-hari mereka di berbagai wilayah Nusantara. Kontribusi: Buku ini juga akan menyoroti berbagai kontribusi masyarakat Tionghoa dalam pembangunan dan perkembangan Nusantara. Baik itu dalam bidang ekonomi, budaya, maupun sosial. Tantangan dan Adaptasi: Buku ini mungkin akan membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Tionghoa dalam beradaptasi dengan lingkungan budaya yang baru, serta upaya mereka untuk mempertahankan identitas dan tradisi mereka."
Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2024
305.895 105 EDD r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library