Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Firlisha Miftanifa Salsabila
"Praktik perkawinan anak merupakan perhatian sosial yang signifikan secara global. Indonesia merupakan negara dengan perkawinan anak tertinggi ketujuh di dunia dan peringkat kedua di ASEAN. Menurut BPS pada tahun 2018 1 dari 9 anak perempuan menikah di Indonesia dan 1,2 juta perempuan usia 20-24 tahun menikah sebelum usia 18 tahun dan angka ini menempatkan Indonesia pada 10 negara dengan angka perkawinan tertinggi di dunia. Hingga saat ini pendidikan mengenai kesehatan reproduksi di Indonesia masih belum memadai. Kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi dapat berkontribusi pada kejadian kehamilan tidak diinginkan dan perkawinan anak. Penelitian ini akan membahas hubungan antara dan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap kejadian perkawinan anak di Indonesia menggunakan data SDKI 2017. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi seperti pengetahuan masa subur, pengetahuan gejala HIV&AIDS dan pengetahuan metode kontasepsi memiliki hubungan dengan perkawinan anak pada wanita usia subur 15-49 tahun di Indonesia setelah di control oleh pendidikan, budaya, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, pendidikan KRT, akses televisi, akses radio. Factor lain yang berhubungan dengan perkawinan anak adalah pendidikan, budaya tradisional, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, pendidikan kepala rumah tangga, akses koran, akses televisi, akses radio.

The practice of child marriage is a globally significant social concern. Indonesia is the country with the seventh highest child marriage in the world and second in ASEAN. According to the BPS in 2018 1 in 9 girls married in Indonesia and 1.2 million women aged 20-24 years married aged 18 years and this figure puts Indonesia in the 10 countries with the highest rates in the world. Until now, education regarding reproductive health in Indonesia is still not sufficient. Lack of reproductive health knowledge can contribute to unwanted incidents and child marriage. This study will discuss the relationship between and reproductive health on the incidence of child marriage in Indonesia using the 2017 IDHS data. The results showed that knowledge of reproductive health such as knowledge of the fertile period, knowledge of HIV&AIDS symptoms and methods of contraception had a relationship with child marriage at the fertile age of 15-49 years. in Indonesia after being controlled by education, culture, economic status, area of residence, KRT education, television access, radio access. Other factors related to child marriage are education, traditional culture, economic status, area of residence, education of the head of the household, access to newspapers, access to television, access to radio."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library