Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Gardiani Febri Hadiwibowo
"Pada penelitian ini mikrosfer telah dihasilkan dan terbentuk dari hasil reaksi sambung silang antara kitosan suksinat (KS) dan natrium tripolifosfat (STPP) pada pH 6 dengan menggunakan metode semprot kering. Teofilin digunakan sebagai model obat dengan perbandingan polimer dan obat 2:1. Kitosan suksinat yang digunakan merupakan hasil modifikasi kimia kitosan dengan reaksi substitusi gugus suksinat ke dalam gugus amin kitosan.
Modifikasi ini terbukti menambah kelarutan kitosan suksinat pada medium basa dibandingkan dengan kitosan. Reaksi sambung silang dilakukan untuk menghasilkan suatu polimer yang lebih dapat menahan obat dan mengubah profil pelepasan obat.
Dari hasil penelitian diperoleh diameter rata-rata mikrosfer sebesar 22,12 μm dengan efisiensi penjerapan teofilin berkisar antara 79-81%. Indeks mengembang mikrosfer KS-STPP pada medium basa lebih rendah jika dibandingkan dengan pada medium asam selama 2 jam.
Dari hasil penelitian, pelepasan teofilin dari mikrosfer kitosan suksinat-STPP pada medium basa (44,37%) lebih rendah daripada medium asam (51,61%). Selama 8 jam mikrosfer kitosan suksinat-STPP lebih dapat menahan pelepasan teofilin dibandingkan dengan mikrosfer kitosan-STPP dalam medium asam dan basa. Hal ini menunjukkan bahwa mikrosfer kitosan suksinat berpotensi digunakan sebagai matriks dalam sediaan lepas lambat."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
S1790
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Gardiani Febri Hadiwibowo
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di PT. Sinar Sosro Pabrik Cakung JL. Raya Sultan Agung KM. 28 Kelurahan Medan Satria Bekasi 17132, Jawa Barat Periode 11 Juni - 29 Juni 2012 bertujuan untuk Mengetahui dan memahami penerapan Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) di PT. Sinar Sosro. Mengetahui peran apoteker pada industri minuman.Tugas khusus yang diberikan adalah Hubungan Kestabilan Suhu Pemasakan Terhadap Kerusakan Mikrobiologis. Tujuan dari tugas khusus ini adalah untuk mengetahui hubungan kestabilan suhu pemasakan terhadap kerusakan mikrobiologis pada produk yang dihasilkan. Suhu merupakan faktor terpenting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme dan kelangsungan hidupnya. Setiap organisme memiliki batas suhu terendah dan batas suhu tertinggi, serta suhu optimum bagi organisme tersebut. Dengan suhu yang tinggi dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan mikroba. Membran sel dapat rusak (lisis) jika diperlakukan pada suhu tinggi. Selain itu suhu tinggi juga dapat mendenaturasi enzim. Salah satu upaya untuk dapat membunuh mikroba yaitu dengan menggunakan suhu yang tinggi pada proses produksi salah satunya pada proses pemasakan. Oleh karena itu diperlukan pengontrolan suhu yang baik pada saat produksi untuk dapat membantu menghambat pertumbuhan mikroba untuk dapat menjamin kualitas produk dari kerusakan yang disebabkan oleh mikroba. Sehingga dalam Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) kali ini dilakukan suatu penelitian terhadap hubungan kestabilan suhu pemasakan terhadap kerusakan produk Joy Tea. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan terhadap suhu pemasakan dan pengaruh terhadap hasil analisa mikrobiologi terhadap produk. Diharapkan kestabilan suhu selama pemasakan dapat menjamin keamanan dan kualitas produk yang dihasilkan.

Praktek Kerja Profesi Apoteker di Unit Riset dan Pengembangan PT. Kimia Farma Tbk. JL. Cihampelas No. 5, Bandung, Jawa Barat Periode 2 - 25 Juli 2012 bertujuan mengetahui untuk mengetahui dan memahami peran, tugas, dan kegiatan Unit Riset dan Pengembangan PT. Kimia Farma Tbk. Untuk mengetahui dan memahami peranan apoteker di Unit Riset dan Pengembangan PT. Kimia Farma Tbk. Tugas Khusus yang diberikan adalah bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai sikloserin yang diperlukan dalam pengembangan formula baru. Ketidakpatuhan pasien dapat terjadi karena berbagai hal, diantaranya adalah pemakaian obat dalam jangka waktu yang panjang serta jumlah obat yang diminum cukup banyak dapat mempengaruhi ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan sehingga pasien menjadi resisten pada obat-obat tuberkulosis generasi satu. Oleh karena itu apoteker berperan penting dalam mencari alternatif obat baru untuk pasien TB yang sudah mengalami resistensi terhadap obat-obat lini satu. Salah satu obat-obat generasi dua untuk pengobatan TB adalah sikloserin merupakan analog struktural dari D-alanin. sikloserin merupakan obat anti tuberkulosis (OAT) lini kedua yang digunakan apabila telah terjadi resistensi pada obat lini pertama TB. Berdasarkan studi literatur, sikloserin stabil dalam larutan alkalis dan cepat dirusak oleh larutan asam. Sikloserin bersifat higroskopis maka diperlukan penyimpanan yang pada wadah yang tertutup rapat. Pada pembuatan tablet sikloserin kelembaban ruangan harus diatur dan menggunakan metode granulasi kering. Oleh karena itu dilihat dari karakteristik sikloserin maka dapat dikembangkan bentuk sediaan tablet dengan penyalutan yang diharapkan dapat menjaga kestabilan tablet.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library