Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Gusti Ardiansyah
"Pemegang jabatan seringkali mendapati jobdecs yang ada tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya. Selain membingungkan, informasi yang tidak relevan lagi pada jobdesc menyebabkan pemegang jabatan mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian terhadap pekerjaan. Belum adanya alat bantu yang memadai dalam melakukan desain ulang pekerjaan membuat proses evaluasi jobdesc dilakukan secara sepihak oleh pemegang jabatan. Penelitian ini menghasilkan alat bantu yang disebut Job Mapping, bekerja dengan memetakan seluruh pekerjaan dalam matriks yang dibentuk oleh pemegang jabatan pada sisi baris dan fungsi pengelolaan pada sisi kolom. Dari penelitian yang dilakukan di PT. SM, telah dilakukan pemetaan terhadap 261 tugas (pekerjaan) dalam matriks JM berukuran 18 x 26 dengan hasil penurunan kondisi kerja yang overload dari 9 menjadi 1, dan penurunan total waktu kerja semua fungsi pengelolaan dari 800,51 jam per-minggu menjadi 627,49 jam per-minggu.

Employes often found their job descriptions is not relevant with many activities that they have to do. Besides confused, an unrelevant information in this job description caused employees can?t make adaptation with their work. There is no appropriated tools for job redesign so they make job description evaluation doing by them self. This research produced a tool that call Job Mapping, it work by mapping all of the jobs or tasks on a matriks in which developing from jobs handler in the row side and organize functions in the column side. Applied at PT.SM, mapping have done for 261 tasks or jobs in JM matriks 18 x 26, and have decreased overload conditions from 9 to 1, and all organize functions total work time from 800,51 hours per week to 627,49 hours per week., job mapping."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T26193
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jovanka Gusti Ardiansyah
"ABSTRAK
Jurnal berjudul ldquo;Adegan-Adegan Train to Busan Sebagai Simbol Kolektivisme Korea rdquo; ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena di dalamnya dijelaskan mengenai makna-makna kolektivisme yang terkandung dalam adegan-adegan film Train to Busan dilihat dari perspektif semiotik pragmatis. Data dalam penelitian ini adalah film Korea Selatan ldquo;Train to Busan rdquo; besutan sutradara Yeon Sang-ho. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana budaya kolektivisme yang telah mengakar pada bangsa Korea direpresentasikan melalui adegan-adegan film Korea modern. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu para pembacanya memahami adegan-adegan dalam film Train to Busan sebagai simbol kolektivisme bangsa Korea.

ABSTRACT
THE SCENES OF TRAIN TO BUSAN AS THE SYMBOLS OF KOREAN COLLECTIVISM AbstractThe journal entitled The Scenes of Train to Busan as the Symbols of Korean Collectivism uses a qualitative research method because it describes the meaning of collectivism contained in scenes of the Train to Busan movie from the perspective of pragmatic semiotics. The data in this study is a South Korean movie Train to Busan made by director Yeon Sang ho. The purpose of this study is to explain how the culture of collectivism that has been rooted in the Korean nation is represented through scenes of modern Korean movie. The result of this study is expected to help the readers to understand the scenes of ldquo Train to Busan rdquo as the symbols of collectivism of Korean people.Keywords semiotic, collectivism, Train to Busan "
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library