Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Medina Yuslihani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mengetahui dan memahami tugas Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan khususnya di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian serta memahami peranan dan fungsi apoteker dalam menjalankan pekejaan kefarmasian.. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Tugas khusus yang diberikan adalah mengenai kode obat kelas terapi analgetik dalam e-report PBF. adanya pengkodean terhadap obat-obat yang beredar dipasaran adalah untuk mengetahui sebaran distribusi obat di seluruh wilayah Indonesia.
Apotechary Internship Report at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia has purposed to know and understand tasks of Direktorat Jendral Bina Kefarmasian & Alat Kesehatan especially at Direktorat Bina Produksi & Distribusi Kefarmasian and also to get understanding about the role and function of Pharmacists in doing their task. Direktorat Bina Produksi & Distribusi Kefarmasian has task to prepare formulation and implementation of policies and also for the Norma, Standards, Procedures and Criteria (NSPK), and provision of technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of pharmaceutical. The special assignment given is the code of the drug class analgesic therapy on e-report PBF. There is coding of the drugs in the market is to determine the distribution of drug distribution throughout Indonesia."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Medina Yuslihani
"Praktek Kerja Profesi di Apotek Kimia Farma bertujuan mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab apoteker di Apotek Kimia Farma. Kegiatan ini dilakukan di Apotek Kimia Farma No. 48 Matraman, Jakarta Timur. Dalam hal ini, diharapkan apoteker dapat mengetahui dan memahami cara pengelolaan apotek dalam kegiatan administrasi, manajemen keuangan, pengadaan, penyimpanan, dan penjualan perbekalan farmasi serta mempraktekkan pelayanan kefarmasian di apotek sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan etika yang berlaku dalam sistem pelayanan kefarmasian di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi apoteker untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pemahaman paoteker terhadap penyakit yang diderita oleh pasien menjadi penting karena seiring dengan perkembangan zaman pasien menjadi semakin kritis. Tugas khusus berupa studi literatur mengenai penyakit lupus bertujuan untuk mengetahui dan memahami penyakit lupus serta terapi yang paling sesuai untuk pasien. kesesuaian antara terapi dan penyakit merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan terapi.
Apothecary Internship Report at Apotek Kimia Farma No. 48 has purposed to know and understand role and function of Pharmacists at Kimia Farma Apotek. This activity conducted at Kimia Farma Apotek No. 48 Matraman, Jakarta Timur. In this case, pharmacists are expected to know and understand how to manage a pharmacy in the administration, financial management, procurement, storage, and sale of pharmaceuticals and pharmaceutical care in pharmacy practice in accordance with the laws and ethics in pharmaceutical care system in Indonesia. Pharmaceutical care is a form of service and professional pharmacist directly responsible for improving the quality of life of patients. Understanding of the pharmacist to the patient's illness is important because along with the times patients are becoming increasingly critical. Special assignment such as literature studies on lupus disease aim to identify and understand the disease lupus, and the most appropriate treatment for patients. Correspondence between treatment and disease are important factors that determine the success of therapy."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Medina Yuslihani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di PT. Guardian Pharmatama bertujuan untuk memahami penerapan aspek-aspek CPOB yang dilakukan oleh industri farmasi dalam menghasilkan produk yang berkualias dan memahami peranan apoteker dalam industri farmasi yakni sebagai penanggung jawab produksi, penanggung jawab pemastian mutu, dan penanggung jawab pengawasan mutu. Tugas khusus yang diberikan mengedai pembaharuan prosedur tetap khusus pemeriksaan bahan awal. Prosedur tetap (protap) merupakan sebuah prosedur yang digunakan pada sebuah tahap yang dilakukan pada industri. Prosedur tetap disusun berdasarkan literatur terkini dan senantiasa diperbaharui untuk memastikan kualitas dari bahan awal yang akan digunakan pada proses produksi. Perubahan yang terjadi pada protap didokumentasikan sehingga dapat ditelusuri. Tujuan penggunaan protap adalah untuk memastikan agar proses yang dilakukan sesuai dengan standar yang telag ditetapkan tanpa dipengaruhi leh personel yang mengerjakan.
Apothecary Internship Report at PT. Guardian Pharmatama has purposes to understand the application of GMP aspects undertaken by the pharmaceutical industry in producing quality products and understand the role of pharmacists in the pharmaceutical industry that is in charge of production, responsible for quality assurance and quality control in charge. The special assignment given the renewal of Special examination procedures remain the starting material. Procedures and equipment (SOP) is a procedure used on a stage made in the industry. The procedure is based on the literature remain current and continually updated to ensure the quality of the starting material to be used in the production process. Changes in the SOPs are documented so that it can be traced back. Objective of using SOPs is to ensure that processes are carried out in accordance with the standards set out without being affected leh fully-equipped personnel work."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library