Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Taufiq
"Perkembangan peritel modern semakin pesat beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya dengan cepat gerai-gerai peritel modern. Perkembangan ini tentunya didukung oleh kerjasama antara peritel modern dengan pemasoknya, baik pemasok dengan skala usaha yang besar, menengah dan kecil. Salah satu pemasok peritel modern adalah PT.Intigarmindo Persada yang memproduksi pakaian jadi. Kerjasama pemasokan barang tersebut dituangkan secara tertulis dalam suatu bentuk perjanjian. Sehingga timbul pertanyaan: (1) Bagaimanakah sistem perjanjian dan persyaratan dagang antara peritel modern dengan PT. Intigarmindo Persada selaku pemasok barang, (2) Apakah ketentuan promosi diskon, minimum margin dan minus margin merupakan syarat dagang yang membebani pemasok dan menjadi potensi atas persaingan usaha yang tidak sehat, serta (3) Bagaimanakah peranan pemerintah atas permasalahan yang timbul dari pelaksanaan syarat dagang pada perjanjian kerjasama pemasokan barang. Untuk menjawab pertanyaan ini, telah dilakukan penelitian, melalui studi kepustakaan dan wawancara, dengan nara sumber dari PT.Intigarmindo Persada, Departemen Perdagangan Republik Indonesia dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia.
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: bahwa sistem perjanjian pemasokan barang antara peritel modern dengan PT.Intigarmindo Persada terdiri dari sistem konsinyasi dan jual beli putus, dan berbagai syarat dagang yang ditentukan oleh peritel modern seringkali sangat memberatkan pemasok, terutama peritel modern yang berupa skala usaha yang besar yang mempunyai posisi dominan yang kuat terhadap pemasoknya, sehingga dapat menetapkan syarat dagang tersendiri terhadap pemasoknya. Penyalahgunaan posisi dominan tersebut dapat berpotensi menjadi sebab suatu persaingan usaha yang tidak sehat. Untuk itu pemerintah sedang merumuskan aturan baru dalam bentuk Peraturan Presiden tentang pasar modern, di mama akan diatur juga mengenai syarat dagang antara peritel modern dengan pemasoknya.
Saran-saran yang dapat dikemukakan adalah perlu dibentuknya suatu badan yang menjembatani kedua belah pihak karena walaupun aturan yang baru tersebut dikeluarkan, hal itu tidak akan dapat sepenuhnya mengakomodasi kepentingan para pihak, dan perlunya ada suatu pemberian sanksi yang tegas terhadap pihak yang melakukan penyimpangan.

Modern retailers have made fast development in the last few years. This can be seen from the rapid increase of modern retailer outlets. This development is surely supported by the cooperation between modern retailers and their suppliers; big, medium or small-scale suppliers. PT. Intigarmindo Persada is one of the supplier, which produces finished garment. The cooperation in good supply is set forth in writing a form of agreement. Then some questions are raised: (1) How are the system of agreement and trade conditions between modern retailers and PT. Intigarmindo Persada as goods supplier? (2) Do discount promotion, minimum margin and minus margin constitute trade condition which burden suppliers and lead to unfair business competition, and (3) What are the roles of the Government in the settlement of problems arising from trade conditions in goods supply agreement? To answer this question, a study has been conducted by bibliographical study and interviews with sources persons from PT.Intigarmindo Persada, Ministry of Trade of Republic of Indonesia, and Business Competition Supervisory Commission of the Republic of Indonesia.
From the above study, it can be concluded as follows: that the system of goods supply agreement between modern retailers and PT.Intigarmindo Persada consists of consignment system and cash and carry and various trade conditions determined by modern retailers of big scale enterprises which have strong bargaining power in front of their suppliers. This dominance position may cause unfair business competition. Therefore, the Government is formulation a new regulation in from of presidential decree on modern market, which also provides trade conditions between modern retailers and their suppliers.
It is suggested that a body which can bridges both sides should be established because even though a regulation has been establish, it will not accommodate all interests of the parties, and strict sanction must be applied in case of breach.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2007
T19280
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muhammad Taufiq
"ABSTRAK
Penelitian ini fokus pada peningkatan sifat mekanis Polipropilena impak kopolimer (PP) dengan menggunakan serat ijuk yang telah dimodifikasi. Modifikasi serat ijuk dilakukan dengan menggunakan proses alkalinisasi dan pemutihan. Proses tersebut bertujuan untuk meningkatkan kristalinitas dan kompatibilitas serat ijuk terhadap matriks PP. Pembuatan komposit PP-ijuk dilakukan menggunakan metode pencampuran lelehan panas untuk selanjutnya di cetak sesuai spesifikasi sampel uji sifat mekanis. Proses pencampuran dilakukan selama 15 menit dan dipelajari dua variabel utama, yakni variasi kadar serat ijuk (1%, 3%, 5%) dan variasi temperatur pencampuran (160⁰C dan 165⁰C). Komposit yang terbentuk selanjutnya dilakukan pengujian STA dan UTM. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa peningkatan sifat mekanis yang optimal didapatkan pada percobaan menggunakan serat ijuk 1% dan suhu pencampuran 160⁰C. pada sampel tersebut teramati penambahan nilai kuat tarik hampir mencapai 1 Mpa. Hasil percobaan mengindikasikan bahwa serat ijuk hasil modifikasi dapat digunakan sebagai filler untuk meningkatkan sifat mekanis PP. Kondisi utama yang paling mempengaruhi peran positif serat ijuk adalah distribusi dan dispersi.

ABSTRACT
This research focused on the employment of modificated ?ijuk? fibers as fillers to improve the mechanical properties of polypropylene impact copolymer (PP). Ijuk fibers are processed through alkali treatment and bleaching. Those processes are intended to improve the crystalinity and compatibility of ?ijuk? fibers to matrix PP. Afterwards, PP-ijuk composite is made by using rheomixing and subsequently casted in satisfactory to meet the requirements as standard sample for tensile strength testing. Rheomixing was conducted for 15 minutes in different concentration of ?ijuk? fibers (1%, 3%, 5%) and temperature (160⁰C dan 165⁰C). STA and UTM were used to observe the properties of the composite. From the results, can be concluded that the optimal condition to improve the mechanical properties of PP is obtained in the condition of 1% ?ijuk? fibers and 160⁰C mixing temperature. These condition were successfully improved the tensile strength of PP by 1 Mpa. The experiments indicated that modificated ?ijuk? fibers can be used as filler to increase the mechanical properties of PP. Distribution and dispertion were attributed as the main factors which influenced the processes."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S66420
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Al-Bakri, Muhammad Taufiq
"Buku ini berisi tulisan-tulisan penulis tentang hal-hal yang diamatinya dalam perjalanannya ke wilayah Eropa dan Arab. Tulisan-tulisan dalam buku ini kebanyakan berisi deskripsi tentang berbagai hal seperti kota, laut, minuman, cuaca, waktu, hal-hal tentang manusia, dan sebagainya. "
Kairo : Matba`ah al-Nahdah, 1927
ARA 892.709 BAK l
Buku Teks  Universitas Indonesia Library