Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nisma Nurilla Yumna
"Seorang apoteker memiliki peran penting di Pedagang Besar Farmasi (PBF) sebagai distributor obat, Apotek, dan Industri Farmasi. Sebelum memasuki dunia kerja dan menjalani praktik profesi, seorang apoteker diharuskan untuk dapat memenuhi standar kompetensi apoteker Indonesia yang terdiri dari sepuluh standar kompetensi. Standar kompetensi tersebut merupakan kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh seorang apoteker saat lulus dan masuk ke tempat praktik kerja profesi. Selain itu, seorang apoteker juga diharapkan memiliki pengalaman dalam menjalankan praktik profesi apoteker, maka dari itu dilaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PT Kimia Farma Trading and Distribution Cabang Bogor, Apotek Kajen Pekalongan, dan PT Harsen Laboratories Jakarta Periode Bulan Februari – Agustus Tahun 2020. Setelah PKPA dilaksanakan, diharapkan calon apoteker dapat memperluas wawasan dan pemahaman terkait praktik profesi apoteker di berbagai instansi seperti Pedagang Besar Farmasi (PBF), Apotek, dan Industri Farmasi.

Pharmacists have an important role in pharmaceutical drug distributor, apotek, and pharmaceutical industry. Before entering the real of  work and undergoing professional practice, pharmacist are required to have competency standards of Indonesian Pharmacists which consists of ten competency standards. This competency standard is the ability that is expected to have by a sufficient knowledge, a pharmacist candidate is also expected to have experience in practicing pharmacist profession, therefore Pharmacist Professional Work Practice (PKPA) is carried out at PT PT Kimia Farma Trading and Distribution Cabang Bogor, Apotek Kajen Pekalongan, and PT Harsen Laboratories Jakarta Period February – August 2020. After PKPA, it is hoped that pharmacist candidates will get a knowledge of pharmacists professional practice in various institutions such as pharmaceutical drug distribution, apotek, and pharmaceutical industry."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nisma Nurilla Yumna
"

Pada penelitian ini, nanopartikel emas (AuNP) dibuat dengan menggunakan metode hijau (green synthesis) dari ekstrak tanaman sidaguri (Sida rhombifolia) dengan berbagai konsentrasi ekstrak (berat/volume). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkarakterisasi dan mengetahui stabilitas dari AuNP yang terbentuk. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis, pH meter, PSA, dan TEM. Pada uji stabilitas, larutan nanopartikel disimpan pada suhu ruang dan dilihat perubahan serapan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan zeta potensial secara berkala selama 8 minggu. Hasil karakterisasi menunjukkan AuNP-ekstrak 5% berbentuk sferis dengan struktur polikristalin, memiliki ukuran partikel 42,49 nm, indeks polidispersitas 0,453, dan nilai zeta potensial -35,3 mV. Pada AuNP-ekstrak 10%, partikel berukuran 84,11 nm, indeks polidispersitas 0,264, dan nilai zeta potensial -34,1 mV sementara AuNP-ekstrak 15% memiliki ukuran partikel 146,4 nm, indeks polidispersitas 0,242, dan nilai zeta potensial -29,5 mV. Pada uji stabilitas, AuNP-ekstrak 5% masih memberikan serapan pada panjang gelombang AuNP (500-550 nm) selama 8 minggu sedangkan AuNP-ekstrak 10% dan 15% hanya memberikan serapan pada panjang gelombang nanopartikel emas selama 4 minggu pertama. Selain itu, uji stabilitas menggunakan PSA menunjukkan bahwa AuNP-ekstrak 5% lebih stabil dibandingkan dengan AuNP-ekstrak 10% dan 15%. Hal ini dilihat dari perubahan ukuran partikel, nilai indeks polidispersitas, dan zeta potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel emas dapat disintesis dengan menggunakan ekstrak sidaguri dimana konsentrasi ekstrak 5% menghasilkan AuNP dengan karakterisasi yang paling baik dan stabil.


In this study, gold nanoparticles (AuNP) are synthesized by green method (green synthesis) using variation concentration extract of sidaguri (Sida rhombifolia). The purpose of this study is to characterize and determine the stability of AuNP. Characterization was carried out using UV-Vis spectrophotometer, pH meter, PSA, and TEM. Stability test was done by storing gold nanoparticles in room temperature, then they were measured the changes of absorbance, particle size, polydispersity index regularly for 8 weeks. The characterization results showed gold nanoparticles (AuNP) with 5% extract had  spherical shape with polycristalinne structure, particle size 42.49 nm, polydispersity index 0.453, and zeta potential at -35.3 mV. The particle size of AuNP with 10% extract was 84,11 nm with polydispersity index was 0.264, and zeta potential at -34.1 mV while AuNP with 15% extract had particle size 146,4 nm with polydispersity index 0.242, and zeta potential at -29.5 mV. The result of stability test was AuNP using 5% extract still gives absorbance at gold nanoparticle wavelength (500-550 nm) for 8 weeks while AuNP using 10% and 15%  extract gives absorbance at gold  nanoparticles wavelength just for 4 weeks. Moreover, the result of stability test using PSA showed that AuNP using 5% extract was more stable than AuNP which uses 10% and 15% extract. This was seen from changes in particle size, polydispersity index, and zeta potential. Based on that result, nanoparticles can be synthesized using sidaguri extract where the concentration of extract 5% produces AUNP has the best characterization and most stable.

 

"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia , 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library