Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fianti Ratna Dewi
"Oksidasi merupakan reaksi alami yang dapat merusak sel dan dapat dicegah dengan adanya antioksidan. Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) merupakan salah satu tanaman yang digunakan di Asia sebagai bumbu makanan, yang dipercaya mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Belum pernah dilakukan pengujian efek antioksidan daun pandan wangi pada sel darah merah. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek antioksidan ekstrak etanol daun pandan wangi terhadap sel darah merah sapi yang diberi H2O2 1% secara in vitro melalui pengukuran aktivitas spesifik katalase dan pembentukan methemoglobin.
Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan dua perlakuan utama, yaitu preventif (pemberian ekstrak etanol daun pandan wangi terlebih dahulu) dan kuratif (pemberian H2O2 terlebih dahulu). Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun pandan wangi menyebabkan penurunan aktivitas spesifik katalase dan pembentukan methemoglobin yang signifikan baik preventif maupun kuratif (p<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa ekstrak etanol daun pandan wangi memiliki aktivitas antioksidan pada sel darah merah sapi yang diinduksi H2O2 1%.

Oxidation is a natural process that can damage cells and can be prevented with antioxidants. Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) is one of many plants that is used in Asia as food seasoning, which is believed to contain secondary metabolites that have antioxidant activities. No previous studies have experimented the antioxidant effect of pandan wangi leaf on red blood cell. In this study, we examine the antioxidant effect of ethanol extract of pandan wangi leaf on cattle red blood cell treated with H2O2 1% through in vitro experiment by measuring catalase specific activity and the formation of methaemoglobin.
This experimental study was conducted on two main treatments, which are preventive (first administered with ethanol extract of pandan wangi leaf) and curative (first treated with H2O2). The result shows that administration of ethanol extract of pandan wangi leaf causes significant decreases in catalase specific activity and the formation of methemoglobin in both preventive and curative groups (p<0.05). This result proves that ethanol extract of pandan wangi leaf has antioxidant activities on red blood cell induced with H2O2 1%.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Dewi
"Pengindeksan subyek merupakan salah satu proses yang dilalui untuk menghasilkan wakil dokumen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tajuk subyek dan nomor klasifikasi dokumen. Pada prosesnya, kegiatan ini melibatkan dua tahapan intelektual yaitu analisis konseptual dan penerjemahan hasil analisis konseptual dengan menggunakan bahasa indeks. Salah satu bahasa indeks yang digunakan adalah tesaurus. Berbeda dengan bahasa indeks lainnya, tesaurus menyediakan peta semantik dengan menujukkan hubungan antar konsep dan memberikan defmisi dari suatu istilah. Dengan kata lain tesaurus merupakan kosa kata terkendali dan dinamis yang terdiri atas istilah-_istilah yang memiliki hubungan semantik dan generik yang mencakup suatu bidang subyek spesifik. Tesaurus berfungsi sebagai sarana pengawasan istilah yang dipergunakan untuk penerjemahan dari bahasa alamiah dokumen ke bahasa yang lebih terkendali. Tesaurus juga berperan menjaga konsistensi dalam penentuan kosa kata indeks dan merupakan alat bantu dalam melakukan temu kembali dokumen. Skripsi ini berupaya mengetengahkan proses-proses yang dilalui dalam melakukan konstruksi tesaurus. Dengan berpedoman pada ANSI/NISO Z39.19-2003 yang merupakan standar dalam membangun serta mengelola sebuah tesaurus monolingualistik, skripsi ini berupaya untuk membuat model tesaurus (pilot thesaurus) untuk bidang subyek pemilihan umum. Model inilah yang kemudian diharapkan dapat dikembangkan menjadi Tesaurus Pemilihan Umum yang lebih lengkap lagi. Pengumpulan istilah dilakukan dengan menggunakan pendekatan literary warrant. Pendekatan ini mewajibkan agar istilah-istilah yang akan dimasukkan ke dalam tesaurus diambil dari buku-buku yang berkaitan dengan bidang subyek tesaurus yang dicakup."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
S15707
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ratna Dewi
"Sistem Multi Level Marketing (MLM) masih menjadi permasalahan yang kontroversial hingga saat ini, terutama bagi ummat Islam terhadap kebolehan penggunaan sistem ini; karena berbagai kasus sering terjadi yang menyangkut dengan sistem MLM. Meskipun kemudian telah muncul MLM Syariah, namun kekhawatiran terhadap penggunaan sistem ini tetap ada. Skripsi ini dibuat untuk dapat mengetahui secara jelas bagaimana kedudukan sistem ini bila di tinjau dari Hukum Perikatan Islam, serta bagaimana pelaksanaan dan penerapan sistem MLM yang ada pada PT. Ahad-Net Internasional sebagai MLM syariah ."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2001
S20967
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Helda Ratna Dewi
"Penelitian yang berlangsung di Jakarta ini ingin melihat faktor - faktor apa saja yang mempengaruhi seseorang individu memutuskan kawin antar agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Sampel dalam penelitian ini adalah dua orang beragama Islam, laki - laki dan perempuan. Serta dua orang beragama Kristen, laki - laki dan perempuan. Keempat informan ini berasal dari kalangan mengengah keatas dan tinggal di daerah perkotaan. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa informan memperoleh sosialisasi primer akan nilai-nilai kegamaan yang kuat dari agen sosialisasinya yakni keluarga. Meskipun nilai - nilai agama yang mereka dapatkan pada tahap sosialisasi primer dilihat lebih banyak pada penanaman ketaatan beragama dengan menjalankan ibadah kegamaan seperti shalat, mengaji atau pergi ke Gereja. Sedangkan sosialisasi mengenai pelarangan perkawinan antar agama itu sendiri relatif lemah. Sosialisasi sekunder yang dialami pada tahap selanjutnya oleh para informan juga terlihat lebih mempengaruhi permisivitas informan dan persepsi informan dalam memandang perkawinan antar agama. Hal ini menunjukkan bahwa melemahnya fungsi keluarga dalam mempengaruhi seorang individu. Faktor lain yang juga mempengaruhi keputusan untuk kawin antar agama ialah diperolehnya dukungan/restu orangtua (keluarga), usia, kesempatan melaksanakan tata cara dan pencatatan perkawinan secara legal, kesamaan status sosial ekonomi dan pendidikan, serta faktor cinta yang dimiliki terhadap pasangan. Temuan lain yang diperoleh dalam penelitian ini adalah perkawinan antar agama sebenarnya rentan konflik khususnya dimasa-masa mendatang. Konflik yang berpotensi besar menjadi masalah adalah perihal pendidikan agama anak dan keinginan dalam diri pribadi yang tersembunyi akan kesamaan nilai - nilai agama dalam suatu keluarga.

This research that take place in Jakarta, wishes to see factors influencing an individual to engage in an inter-religious marriage. The method employed in this research is qualitative, with in-depth interview as its data-gathering technique. The samples in this research took by purposive sampling technique and are two persons whose religion is Islam, male and female. Two other person whose religion is Christian, male and female. Ali of these informant come from the upper middle strata and live in the urban area. Based on the acquired data, it is discovered that the individuals in the research had gained primary socialization on strong religious values from its socialization agent, which is the family. Although the religious values that they gained on the primary socialization phase is perceived as leaning more towards the implantation of religious piety by executing religious deeds such as shalat, reading the Quran or going to church. Whereas the socialization on the forbiddances of inter-religion manage is relatively weak. The secondary socialization experienced by the informants on the next phase is also seen to further influence the permissive nature of the informant and the informant’s perception in viewing inter-religion marriage. It shows that the family is no longer considered as an institution which has strong influence to the individual, especially for socialization. Next, the other factors considered having influence on the informant’s decision to perform inter-religion marriage is the gaining of the family’s support/blessing, age, the knowledge on the procedures of performing a marriage based on religious laws and State laws in order for it to be recorded legally, the similarity of social economic and education status and the factor of one’s love towards spouse. This research also discover that inter-religious manage actually susceptible of marriage conflicts, especially in the next future of marriage living. Possible conflicts that may arise interrelated with children religious education and the mdividual hidden needs for the same religious values in the family."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S6999
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Dewi
"Pengembangan teknologi magnetotellurik (MT) mutlak diperlukan dalam rangka menyelamatkan ?million dollar decision? dalam rangka eksplorasi panasbumi. Namun, software pengolahan data MT kebanyakan masih merupakan buatan luar negeri. Dalam rangka pengembangan teknologi MT di Indonesia, penulis berupaya mengembangkan software pengolahan data MT berbasis MATLAB yang telah dibuat oleh peneliti sebelumnya, yaitu Dzil Mulki Heditama. Software ini dimodifikasi dengan menambahkan proses perhitungan kalibrasi. Proses kalibrasi sendiri dilakukan karena adanya proses pengubahan sinyal berupa gelombang elektromagnet menjadi angka-angka integer dalam proses perekaman data. Proses kalibrasi dilakukan dalam 4 tahap, yaitu perhitungan frequencydependent calibration, frequency-independent calibration, analog to digital converter calibration, dan yang terakhir dengan mengalikan ketiga kalibrasi tersebut dengan nilai medan magnat dan medan listrik terekam. Pengolahan data dengan menggunakan software ini pun dilakukan untuk melihat hasilnya. Untuk melihat tingkat kebenaran hasil pengolahan data dengan mengunakan software ini dilakukan pula pengolahan data dengan SSMT2000 dan membandingkan hasil inversi keduanya. Perbandingan hasil keduanya memperlihatkan bahwa terdapat kesesuaian antara keduanya, dan hasil pengolahan dari software ini kualitas datanya lebih bagus.

Development of Magnetotelluric (MT) technology is absolutely needed in case of saving the ?million dollar decision? in geothermal exporation. But, software to process MT data are mostly made by other countries. In case of development of MT technology in Indonesia, writer try to develop MT data processing software using MATLAB which has made before by Dzil Mulki Heditama. This software is modified by adding calibration calculation process. Calibration process is used because the signal received, in form of electromagnetic waves, is changed to integer numbers form in storing process. Calibration process include 4 steps, calaculation of frequency-dependent calibration, frequency-independent calibration, analog to digital converter calibration, and the last is multiplying all calibration with magnetic and electric field recorded. Data processing using this software is done to know the result. Accuration is seen by comparing with the result of processing using SSMT2000 and comparing the result of inversion for both processings. The comparing result shows that there is similarity between two of them, and the quality of the result of data processing using this software is better."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S42776
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fianti Ratna Dewi
"Oksidasi merupakan reaksi alami yang dapat merusak sel dan dapat dicegah di hadapan antioksidan. Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) adalah a salah satu tumbuhan yang digunakan di Asia sebagai bumbu masakan, yaitu dipercaya mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Belum pernah ada sebelumnya yang menguji efek antioksidan dari wangi daun pandan pada sel Darah merah.
Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek antioksidan dari ekstrak tersebut etanol daun wangi pandan melawan sel darah merah sapi yang diberi 1% H2O2 in vitro dengan mengukur aktivitas spesifik katalase dan pembentukannya methemoglobin. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan dua perlakuan Pokoknya yaitu preventif (pemberian ekstrak etanol daun pandan wangi terlebih dahulu pertama) dan kuratif (memberi H2O2 dulu).
Hasilnya menunjukkan itu Pemberian ekstrak etanol daun pandan wangi menyebabkan penurunan aktivitas katalase spesifik dan pembentukan methemoglobin yang signifikan keduanya bersifat preventif dan kuratif (p <0,05). Hasil tersebut membuktikan bahwa ekstrak etanol daunnya pandan wangi memiliki aktivitas antioksidan dalam sel darah merah sapi menginduksi H2O2 1%.

Oxidation is a natural reaction that can damage cells and can be prevented in the presence of antioxidants. Fragrant pandanus (Pandanus amaryllifolius) is a plant used in Asia as a cooking spice, which is believed to contain secondary metabolites which have antioxidant activity. Never before has tested the antioxidant effects of fragrant pandanus leaves on red blood cells.
This research was conducted to see the antioxidant effect of the pandan leaf ethanol extract against red blood cells of cows given 1% H2O2 in vitro by measuring the specific activity of catalase and methemoglobin formation. This experimental research was conducted with two main treatments, namely preventive treatment (giving ethanol extract of fragrant pandan leaves first first) and curative (giving H2O2 first).
The results show that The administration of ethanol extract of pandan wangi leaves caused a significant decrease in specific catalase activity and methemoglobin formation, both of which were preventive and curative (p <0.05). These results prove that the ethanol extract of pandan wangi leaves has antioxidant activity in bovine red blood cells induces H2O2 1%.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ninik Ratna Dewi
"[ABSTRAK
Teknologi Informasi TI adalah aset penting sehingga harus dikelola secara optimal Panduan Umum Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional PUTKTIKN adalah kerangka tata kelola TI yang diperuntukkan bagi seluruh instansi pemerintah Namun belum ada instrumen pengukuran proses tata kelola TI berbasis PUTKTIKN Pada penelitian ini dilakukan penyusunan instrumen pengukuran proses tata kelola TI berbasis PUTKTIKN dengan metode studi literatur Subproses PUTKTIKN dipetakan pada COBIT 5 untuk menghasilkan instrumen pengukuran yang berdasar outcomes best practices dan work products Berdasarkan hasil penelitian dari 96 subproses PUTKTIKN 72 subproses dapat langsung dipetakan pada COBIT 5 dan 24 subproses dapat dipetakan pada COBIT 5 melalui COBIT 4 1 Hasil pemetaan tersebut menghasilkan instrumen pengukuran proses tata kelola TI berbasis PUTKTIKN Berdasarkan penelitian instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur proses tata kelola TI di Lembaga Sandi Negara.

ABSTRACT
Information Technology IT is an important asset that must be managed optimally Panduan Umum Tata Kelola teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional PUTKTIKN is an IT governance framework that is addressed for all government agencies However there is no instrument to measure IT governance process based on the PUTKTIKN This research is to design the instrument of IT governance process measurment based on the PUTKTIKN with a literature study method Subprocess PUTKTIKN was mapped to the COBIT 5 to produce outcomes best practices and work products Based on the research there are 72 subprocesses can be directly mapped to the COBIT 5 and 24 subprocesses can be mapped to the COBIT 5 through COBIT 4 1 The results of the mapping produces measurement instruments based IT governance process PUTKTIKN Based on research the instrument can be used to measure the IT governance process in the Lembaga Sandi Negara., Information Technology IT is an important asset that must be managed optimally Panduan Umum Tata Kelola teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional PUTKTIKN is an IT governance framework that is addressed for all government agencies However there is no instrument to measure IT governance process based on the PUTKTIKN This research is to design the instrument of IT governance process measurment based on the PUTKTIKN with a literature study method Subprocess PUTKTIKN was mapped to the COBIT 5 to produce outcomes best practices and work products Based on the research there are 72 subprocesses can be directly mapped to the COBIT 5 and 24 subprocesses can be mapped to the COBIT 5 through COBIT 4 1 The results of the mapping produces measurement instruments based IT governance process PUTKTIKN Based on research the instrument can be used to measure the IT governance process in the Lembaga Sandi Negara ]"
2015
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Zenobia Ratna Dewi
"[ABSTRAK
Tesis ini membahas tentang pelaksanaan eksekusi jaminan melalui lelang yang
dilaksanakan oleh PT Bank Mega Tbk Bandung sebagai penyelesaian kredit
bermasalah.Tujuan dilakukannya penulisan Tesis ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisa prosedur eksekusi lelang jaminan yang dilakukan oleh PT Bank Mega
Tbk Bandung, juga untuk mengetahui mengenai prosedur penetapan harga limit
barang jaminan yang merupakan nilai limit untuk suatu pelelangan jaminan. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif analitis yang melukiskan fakta-fakta hukum yang
ada dan di hubungkan dengan hukum jaminan khususnya jaminan kebendaan dalam
perjanjian kredit di perbankan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Penulis
dapat mengetahui bahwa meskipun terdapat kendala dalam pelaksanaan prakte
eksekusi Hak Tanggungan yang dilakukan oleh PT Bank Mega Tbk Bandung, namun
pratek eksukusi HakTanggungan dapat berperan baik dalam menyelesaikan kredit
bermasalah. Penulis juga menyimpulkan bahwa terdapat inkonsistensi pengaturan
dalam praktek eksekusi Hak Tanggungan dalam Undang-Undang Hak Tanggungan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Penulis menyarankan agar pihak
pembuat undang-undang membuat peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Hak
Tanggungan agar peraturan ini lebih memberikan kepastian hukum dan juga menjadi
peraturan yang lebih efektif. Penulis juga melakukan penelitian mengenai prosedur
penetapan limit barang jaminan, di mana dalamkasus ini, pihak debitor mengalami
kerugian akibat penetapan harganya dibawah harga pasar wajar. Penulis juga
menyimpulkan bahwa pembentukkan nilai limit dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang cukuppenting, seperti penunjukkan kantor penilai yang independen, penggunaan
media dalam pengumuman lelang dan tatacara pelelangan. Penulis juga berkesimpulan
bahwa kedudukan kreditor yang sangat kuat, sering kali menempatkan debitor dalam
kedudukan yang tidakseimbang. Peranan pemerintah dalam pembuatan undangundang
yang dapat melindungi keduabelah pihak, sangatlah ditunggu oleh masyarakat

ABSTRACT
This thesis focuses and analyzes the implementation of the self-enforcement of Hak
Tanggungan carried out by PT Bank Mega, Tbk, Bandung, as an alternative settlement
of non-performing loan. The purposes of this thesis are to investigate and analyze the
role of the self-enforcement of Hak Tanggungan in resolving non-performing loan. It
also focuses on obstacles encountered, and analyzis the consistency of self
enforcement arrangements in Indonesia Law of HakTanggungan . This thesis is using
analytical descriptive study that describes the legal fact relating to security law
especially for material in credit agreement in banking. Based on the result of research
conducted, the Author is able to know that although there are obstacles in the
implementation of the self-enforcement of Hak Tanggungan by PT Bank Mega Tbk
Bandung, the self-enforcementof Hak Tanggungan play a significant role in solving
the non-performing loans. The Author also concluded that there is inconsistency of
self-enforcement arrangement in Indonesian Law of Hak Tanggungan. Based on the
resultof the research, the Author suggests that the government should make detail
regulation to implement the law of Hak Tanggungan. This could increase the legal
certainty of the process and to the all parties that involved in the process. Another
interesting point in this thesis is about the reserve price collateral value, which in this
case, the debtor suffered losses due to pricing below market price. It is also concluded
that the minimum value formation is influenced by several factors, such as the
appointment of an independent valuer, the use of media in the auction advertisement
and procedures for the auction. The authors also concluded that the position of
creditors is very strong, often putting debtors in a weaker position. In this respect the
role of government and law maker in making fairer and more balance regulation is
needed in order to protect both parties., This thesis focuses and analyzes the implementation of the self-enforcement of Hak
Tanggungan carried out by PT Bank Mega, Tbk, Bandung, as an alternative settlement
of non-performing loan. The purposes of this thesis are to investigate and analyze the
role of the self-enforcement of Hak Tanggungan in resolving non-performing loan. It
also focuses on obstacles encountered, and analyzis the consistency of self
enforcement arrangements in Indonesia Law of HakTanggungan . This thesis is using
analytical descriptive study that describes the legal fact relating to security law
especially for material in credit agreement in banking. Based on the result of research
conducted, the Author is able to know that although there are obstacles in the
implementation of the self-enforcement of Hak Tanggungan by PT Bank Mega Tbk
Bandung, the self-enforcementof Hak Tanggungan play a significant role in solving
the non-performing loans. The Author also concluded that there is inconsistency of
self-enforcement arrangement in Indonesian Law of Hak Tanggungan. Based on the
resultof the research, the Author suggests that the government should make detail
regulation to implement the law of Hak Tanggungan. This could increase the legal
certainty of the process and to the all parties that involved in the process. Another
interesting point in this thesis is about the reserve price collateral value, which in this
case, the debtor suffered losses due to pricing below market price. It is also concluded
that the minimum value formation is influenced by several factors, such as the
appointment of an independent valuer, the use of media in the auction advertisement
and procedures for the auction. The authors also concluded that the position of
creditors is very strong, often putting debtors in a weaker position. In this respect the
role of government and law maker in making fairer and more balance regulation is
needed in order to protect both parties.]"
2015
T43969
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>