Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rifky Pradana Purnamaputra
"

Penggunaan dan pengembangan energi baru terbarukan terus meningkat seiring waktu, salah satunya adalah energi surya. Untuk pemanfaatan energi surya menjadi energi listrik, dibutuhkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tentunya menggunakan panel surya. Dalam penggunaannya, panel surya sangat bergantung terhadap cuaca dan iradiasi matahari yang berubah-ubah seiring waktu sehingga keluaran daya dari panel surya tidak selalu mencapai potensi maksimalnya. Pada sistem panel surya ini, dibutuhkan inverter untuk mengubah listrik DC yang dihasilkan panel surya menjadi listrik AC. Pemanfaatan inverter ini akan memengaruhi karakteristik hasil keluaran dari panel surya, salah satunya adalah disturbansi. Pada frekuensi rentang 9 -150 kHz, peralatan listrik dengan inverter akan menghasilkan disturbansi pada sistem. Sehingga, pada tulisan ini, penelitian dilakukan untuk mengamati karakteristik disturbansi frekuensi 9-150 kHz sistem PLTS on-grid terhadap variasi beban dan iradiasi matahari pada sistem kelistrikan di SPBU Kuningan sehingga dapat dijadikan pedoman untuk penelitian disturbansi kedepannya. Dari hasil penelitian tegangan disturbansi di frekuensi 9-150 kHz yang didapat, frekuensi 18 kHz menjadi frekuensi yang paling dominan disturbansinya. Persentase kenaikan nilai disturbansi dari iradiasi matahari terendah (500 W/m2) ke iradiasi matahari tertinggi (900 W/m2) adalah sebesar 10%-12% dan persentase kenaikan nilai disturbansi dari daya beban terendah (500 W) ke daya beban tertinggi (2500 W) adalah sebesar 3% - 8%.

 


The use and development of new renewable energy continues to increase over time, one of which is solar energy. To use solar energy into electricity, a solar power plant is needed which of course uses solar panels. In its use, solar panels are very dependent on weather and solar irradiation that changes over time so that the power output of solar panels does not always reach its maximum potential. In this solar panel system, an inverter is needed to convert dc electricity produced by solar panels into ac electricity. The use of this inverter will affect the characteristics of the output of solar panels, one of which is disturbance. At a frequency range of 9-150 kHz, electrical equipment with an inverter will produce a disturbance in the system. So, in this thesis, the study was conducted to observe the characteristics of the disturbance frequency of 9-150 kHz on-grid solar system to the variation of load and solar irradiation in the electrical system at the Kuningan gas station so that it can be used as a guide for future disturbance research. From the results of the study of disturbance voltages at frequency of 9-150 kHz, the frequency of 18 kHz is the most dominant frequency of the disturbance. The percentage of increase in disturbance value from the lowest solar irradiation (500 W/m2) to the highest solar irradiation (900 W/m2) is 10%-12% and the percentage of increase in disturbance value from the lowest load power (500 W) to the highest load power (2500 W) is 3% - 8%.

 

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rifky Pradana Purnamaputra
"Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, semakin banyak kita temukan perumahan atau perkantoran yang menggunakan sistem smart home atau smart building yang mengintegrasikan peralatan listrik di rumah dan perkantoran ke dalam satu sistem, misalnya penerangan, AC, sistem keamanan, dan lain-lain. . Daftar penggunaan peralatan yang menggunakan sistem inverter untuk timbulnya gangguan elektromagnetik supraharmonik. Hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja peralatan listrik seperti laptop dan juga dapat mempengaruhi penggunaan energi dari perumahan dan perkantoran yang menggunakan kWh meter analog, karena keakuratan pengukuran kWh meter sangat penting agar tidak menimbulkan kerugian finansial baik dari sisi konsumen maupun dari sisi konsumen. Sumber Daya listrik. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian dampak gangguan listrik ini pada frekuensi 2-150 kHz pada laptop dan kWh meter. Dari hasil pengukuran terdapat distorsi yang lolos dari charger laptop yang dapat mempengaruhi laptop dan terdapat pengukuran yang tidak akurat pada kWh meter analog saat terkena gangguan dengan proporsi error rata-rata 2,91%. Hal yang bisa dilakukan kedepannya adalah menghentikan filter untuk mengurangi gangguan pada frekuensi tersebut agar tidak mengganggu kinerja perangkat tersebut.

Along with the times and technology, we increasingly find housing or offices that use smart home or smart building systems that integrate electrical appliances in homes and offices into a single system, for example lighting, air conditioning, security systems, and others. . A list of the use of equipment that uses an inverter system for the emergence of supraharmonic electromagnetic disturbances. This can affect the performance of electrical equipment such as laptops and can also affect energy use from housing and offices that use analog kWh meters, because accurate measurement of a kWh meter is very important so as not to cause financial losses both from the consumer side and power supply. Therefore, it is important to test the impact of this electrical disturbance at a frequency of 2-150 kHz on laptops and kWh meters. From the measurement results, there is a distortion that escapes from the laptop charger which can affect the laptop and there is an inaccurate measurement on the analog kWh meter when exposed to the disturbance with an average proportion of error of 2.91%. The thing that can be done in the future is to stop the filter to reduce the disturbance at these frequencies so as not to interfere with the performance of these devices."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library