Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siska Wulandari
"Tingkat loyalitas merek di kalangan konsumen merupakan hal yang seringkali menjadi perhatian bagi pemasar dalam menjalankan aktivitas dalam memasarkan produknya. Hal ini dikarenakan pemasar perlu membangun loyalitas merek melalui komunikasi pemasaran di kalangan konsumen terutama konsumen pengguna produknya (existing customer) jika dibandingkan memperluas target market yang belum tentu memiliki loyalitas merek.(Smith, 1993).
Dalam suatu survey yang dilakukan oleh YKLI (1996) dikatakan bahwa produk kosmetik merupakan kebutuhan dasar bagi setiap wanita baik tua maupun muda. Hal ini juga diperkuat data BPS (2003) mengenai pengeluaran konsumsi penduduk Indonesia terhadap produk kosmetik PT. Mustika Ratu Tbk melalui produk Mustika Puteri mencoba untuk membuka peluang produk kosmetik (kecantikan) di kalangan remaja puteri. Dilihat dari data penjualan produk tersebut, terlihat dalam kurun waktu 4 tahun (1996 - 2000) terjadi peningkatan penjualan yang cukup bagus. Untuk itu peneliti tertarik untuk menelitinya dengan tujuan mengetahui kontribusi dari elemen-elemen bauran promosi terhadap tingkat loyalitas merek di kalangan pengguna Mustika Puteri, dimana responden yang mewakili populasi pengguna Mustika Puteri adalah pelajar SMU di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif eksplanatif, pemilihan sample untuk mewakili populasi dilakukan dengan teknik multistage random sampling dan didapatkan sekitar 200 sample dan data dikumpulkan dengan menggunakan materi kuesioner. Analisa data studi dilakukan dengan multiple regression dengan dependen variabel : brand loyalty dan independen variabel : advertising, public relation dan personal selling.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa elemen bauran promosi yang paling tinggi memberikan kontribusi terhadap tingkat loyalitas di kalangan konsumen Mustika Puteri adalah melalui kegiatan public relation. Sedangkan kegiatan advertising dan personal selling memberikan korelasi negatif untuk kontribusinya terhadap tingkat loyalitas merek. Dan diantara variabel babas, juga terjadi korelasi yang kuat antara advertising dan personal selling serta antara public relation dan personal selling.
Menurut definisi IMC bahwa bauran promosi merupakan satu kesatuan yang memadukan masing-masing kelebihan dari setiap elemen untuk mendapatkan suatu paduan komunikasi yang efektif dan efisien. Untuk itu masih banyak lagi elemen-elemen bauran promosi yang dapat memberikan kontribusi terhadap tingkat loyalitas merek.
Dengan adanya perbedaan antara teori dan kenyataan yang terjadi, dapat dijelaskan dengan berbedanya konteks waktu dan budaya setempat. Teori bersifat tidak mutlak, namun sangat bergantung pada konteks waktu dan budaya dimana teori tersebut diaplikasikan."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
T14323
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siska Wulandari
"Dalam tulisan ini akan dibahas koefisien korelasi polychoric yang dapat digunakan untuk menaksir kekuatan hubungan linier antara dua variabel random kontinu dimana data yang teramati adalah data ordinal yang dibentuk oleh kedua variabel kontinu tersebut. Metode untuk menaksir besarnya koefisien korelasi polychoric, yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah metode taksiran dua tahap. Metode taksiran dua tahap membutuhkan asumsi kenormalan bivariat standar untuk kedua variabel random kontinu awal. Walaupun demikian, akan ditunjukkan (melalui simulasi) bahwa taksiran koefisien korelasi polychoric yang didapat robust terhadap asumsi tersebut. Selain itu, dalam tulisan ini juga akan diberikan simulasi perbandingan antara koefisien korelasi kendall`s tau dengan koefisien korelasi polychoric relatif terhadap koefisien korelasi yang sesungguhnya dan hasilnya menunjukkan bahwa koefisien korelasi polychoric memiliki nilai yang lebih dekat dengan koefisien korelasi yang sesungguhnya."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S27750
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Siska Wulandari
"This qualitative study investigates the use of Facebook as an electronic portfolio (e-portfolio) for assessing English as a Foreign Language (EFL) speaking proficiency. It investigates whether Facebook as an e-portfolio helps students assess their speaking skills due limited time in the class. In particular, the focus is on the students' engagement in speaking tasks and their views on the e-portfolio-based evaluation. The study took place for three months in a private junior high school in Jakarta which consisted of 20 students. Classroom observations, questionnaires, and reflective journals were employed to collect the data. Using Kose's coding strategy (2006), the data was transcribed and coded. This unveiled the students' strategies for using Facebook to document speaking activities, with most relying on memorization (54%). The research also affirmed the effectiveness of Facebook as an e-portfolio instrument and found that Facebook is integrated well, giving positive results in operational descriptions, compatibility, and evaluative judgments. While some students perceived the benefits of adopting the e-portfolio via Facebook, the overall feedback tends to be favorable acceptance and appreciation of the tool. The feedback highlights the significance of teachers' digital proficiency in guiding students, given the lack of a comprehensive scoring system, so that emphasizing the necessity for a structured-speaking rubrics for consistent evaluations. This study highlights the use of Facebook as an e-portfolio tool by providing useful insights into students' strategies, motivation, and perceptions, suggesting implications for language learning through technology-mediated assessment.

Penelitian kualitatif ini menyelidiki penggunaan Facebook sebagai elektronik portofolio (e-portofolio) untuk menilai kemahiran berbicara Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah aplikasi Facebook sebagai e-portofolio dapat menilai kemampuan berbicara Bahasa inggris siswa yang bermasalah dalam keterbatarasan waktu dalam kelas Secara khusus. Fokus penelitian ini adalah keterlibatan siswa dalam tugas-tugas berbicara dan pandangan mereka terhadap evaluasi berbasis e-portofolio. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan dan dilakukan di sebuah sekolah menengah pertama swasta di Jakarta yang terdiri dari 20 orang siswa. Observasi kelas, kuesioner, dan jurnal reflektif digunakan untuk mengumpulkan data. Dengan menggunakan strategi pengkodean Kose (2006), data ditranskrip dan diberi kode. Hal ini mengungkap strategi siswa dalam menggunakan Facebook untuk mendokumentasikan kegiatan berbicara, dengan sebagian besar mengandalkan hafalan (54%). Penelitian ini juga menegaskan keefektifan Facebook sebagai instrumen e-portofolio dan menemukan bahwa Facebook terintegrasi dengan baik, memberikan hasil yang positif dalam deskripsi operasional, kompatibilitas, dan penilaian evaluatif. Meskipun beberapa siswa merasakan manfaat mengadopsi e-portofolio melalui Facebook, umpan balik secara keseluruhan condong ke arah penerimaan yang baik dan apresiasi terhadap alat tersebut. Umpan balik tersebut menyoroti pentingnya kemahiran digital guru dalam membimbing siswa, mengingat kurangnya sistem penilaian yang komprehensif, sehingga menekankan perlunya rubrik penilaian yang terstruktur untuk evaluasi yang konsisten. Studi ini menyoroti penggunaan Facebook sebagai alat e-portofolio dengan memberikan wawasan yang berguna tentang strategi, motivasi, dan persepsi siswa, serta memberikan implikasi untuk pembelajaran bahasa melalui penilaian yang dimediasi oleh teknologi."
Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi, 2024
371 TEKNODIK 28:1 (2024)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library