Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sopiyan
"Untuk dapat bertahan, organisasi bukan hanya membutuhkan karyawan berkinerja, tetapi karyawan yang memiliki sikap Organizational Citizenship Behavior. Banyak faktor yang mempengaruhi dan meningkatkan sikap Organizational Citizenship Behavior diantaranya adalah Appreciative Leadership, Organizational Climate dan Perceived Organizational Support.
Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh Appreciative Leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior, menjelaskan pengaruh Appreciative Leadership terhadap Organizational Climate, menjelaskan pengaruh Appreciative Leadership terhadap Perceived Organizational Support, menjelaskan pengaruh Organization Climate terhadap Organizational Citizenship Behavior dan menjelaskan pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Organizational Citizenship Behavior.
Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Responden penelitian ini adalah pegawai di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 245 pegawai di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Analisis pengolahan data menggunakan pendekatan Structural Equation Modelling SEM , melalui perangkat lunak SmartPLS 3.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Appreciative Leadership berpengaruh terhadap Organizational Climate dan Perceived Organizational Support dan Organization Climate berpengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior. Sedangkan Appreciative Leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior tidak memiliki pengaruh dan Perceived Organizational Support juga tidak memiliki pengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior. Apabila melalui mediasi Organizational Climate pengaruh tidak langsung , Appreciative Leadership berpengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior.

To survive, the organization not only requires employees to perform, but employees who have an attitude Organizational Citizenship Behavior. Many factors that influence and improve the attitude of Organizational Citizenship Behavior include Appreciative Leadership, Organizational Climate and Perceived Organizational Support.
The purpose of this study is to explain the effect of Appreciative Leadership on Organizational Citizenship Behavior, to explain the effect of Appreciative Leadership on Organizational Climate, to explain the effect of Appreciative Leadership on Perceived Organizational Support, to explain the effect of Organization Climate on Organizational Citizenship Behavior and to explain the effect of Perceived Organizational Support to Organizational Citizenship Behavior.
The approach of this research is quantitative research. Respondents of this research are employees at the Faculty of Medicine, University of Indonesia. Data were collected through questionnaires to 245 employees at the Faculty of Medicine, University of Indonesia. Analysis of data processing using Structural Equation Modeling SEM approach, through SmartPLS 3 software.
The results showed that Appreciative Leadership has an effect on Organizational Climate and Perceived Organizational Support and Organization Climate influencing Organizational Citizenship Behavior. While Appreciative Leadership on Organizational Citizenship Behavior has no influence and Perceived Organizational Support also has no effect on Organizational Citizenship Behavior. If through mediation Organizational Climate indirect influence , Appreciative Leadership effect on Organizational Citizenship Behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2018
T50641
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nanda Sopiyan
"Film Ne Zha (2019) merupakah salah satu film animasi dari Cina yang mengisahkan mengenai seorang anak laki-laki bernama Ne Zha yang terlahir sebagai seorang iblis karena mutiara iblis. Akibat mutiara iblis berdampak pada kehidupan Ne Zha yang memiliki karakter anti-hero namun berakhir menjadi hero. Objek yang diteliti pada penelitian berfokus pada karakter hero dan karakter anti-hero pada tokoh utama Ne Zha pada film tersebut. Karakter hero dan anti-hero tercipta karena adanya beberapa aspek yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan dengan cara metode kualitatif dan studi dokumen serta mengumpulkan data melalui online browsing. Artikel ini menyimpulkan bahwa karakter hero dan anti-hero pada tokoh Nezha menghasilkan keunikan, menggambarkan karakteristik budaya Cina yang cenderung mencari keseimbangan antara kekuatan positif dan negatif dalam mencapai sebuah kondisi ideal.

Ne Zha Movie (2019) is one of the animated films from China that tells the story of a boy named Ne Zha who was born as a demon because of the demon pearl. The result of the demon's pearl has an impact on Ne Zha's life who has an anti-hero character but ends up becoming a hero. The object studied in the research afocuses on the hero character and anti-hero aspects of the main character Ne Zha in the movie. Hero and anti-hero characters are created because of several aspects that influence them. This research was conducted by qualitative methods and document studies and collecting data through online browsing. This research concludes that Nezha's hero and anti-hero characters produce uniqueness, reflecting the characteristics of Chinese culture which tend to seek a balance between positive and negative forces in achieving an ideal condition."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Iyan Sopiyan
"Studi ini telah menghasilkan desain prototipe prostetik tungkai bawah untuk individu dengan amputasi tungkai. Prostetik yang dikembangkan juga menggabungkan nilai keberlanjutan dengan memanfaatkan Asam Polilaktat (PLA) yang diperkuat serat rami yang dapat terurai secara hayati sebagai bahan komposit utamanya. Untuk aplikasi biomedis struktural seperti prostetik tungkai bawah, komposit berbasis PLA harus memenuhi persyaratan kinerja mekanis dan kelelahan yang ketat di bawah beban berulang. Studi ini menyelidiki pengembangan prototipe kaki prostetik transtibial menggunakan komposit rami-PLA prepreg layup kuasi-isotropik yang dibuat melalui metode pengepresan panas. Karakterisasi material dilakukan mengikuti standar ASTM, dan desain dievaluasi menggunakan Metode Elemen Hingga. Prototipe tersebut menjalani pengujian statis, dinamis, dan kelelahan menurut ISO 22675. Laminasi tersebut menunjukkan kekuatan tarik ultimit sebesar 48,36 ± 0,95 MPa, modulus elastisitas sebesar 4,125 ± 0,25 GPa, dan kekuatan lentur sebesar 62,06 ± 3,43 MPa. Hasil FEM menunjukkan bahwa semua tegangan normal dan geser selama fase heel strike (17,78 MPa dan 1,71 MPa) dan toe-off (12,38 MPa dan 5,69 MPa) tetap berada di bawah batas kelelahan. Tegangan statis eksperimental adalah heel strike (12,72 MPa) dan toe-off (20,09 MPa), keduanya dalam rentang yang aman. Pengujian dinamis menunjukkan efisiensi pengembalian energi sebesar 78,78% pada heel strike dan 68,48% pada toe-off. Setelah 10⁶ siklus kelelahan, tidak ada kegagalan struktural yang diamati, dan pengembalian energi meningkat hingga 94,78%. Temuan ini menyoroti kelayakan struktural dan keberlanjutan lingkungan komposit rami-PLA, yang mendukung potensinya untuk pengembangan kaki prostetik generasi berikutnya.

This study has produced a prototype design of a lower limb prosthetic for individuals with limb amputation. The developed prosthetic also incorporates sustainability values by utilizing biodegradable Ramie Fiber Reinforced Polylactic Acid (PLA) as its primary composite material. For structural biomedical applications such as lower limbs prosthetic, PLA-based composites must meet rigorous mechanical and fatigue performance requirements under repetitive loading. This study investigates the development of a transtibial prosthetic foot prototype using a quasi-isotropic layup prepreg ramie-PLA composite fabricated via hot press method. Material characterization was conducted following ASTM standards, and the design was evaluated using the Finite Element Method. The prototype underwent static, dynamic, and fatigue testing according to ISO 22675. The laminate exhibited an ultimate tensile strength of 48.36 ± 0.95 MPa, an elastic modulus of 4.125 ± 0.25 GPa, and a flexural strength of 62.06 ± 3.43 MPa. FEM results showed that all normal and shear stresses during heel strike (17.78 MPa and 1.71 MPa) and toe-off (12.38 MPa and 5.69 MPa) phases remained below fatigue limits. Experimental static stresses were heel strike (12.72 MPa) and toe-off (20.09 MPa), both within safe ranges. Dynamic testing demonstrated energy return efficiencies of 78.78% at heel strike and 68.48% at toe-off. After 10⁶ fatigue cycles, no structural failure was observed, and energy return increased to 94.78%. These findings highlight the structural viability and environmental sustainability of ramie-PLA composites, supporting their potential for next-generation prosthetic foot development."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library