Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"“Nasionalisme kita bisa mengalami penuaan dan pelapukan, justru karena itulah dihajatkan kontekstualisasi tanpa henti. Adalah kaum muda yang jelas – jelas layak bertanggung jawab. Buku ini menawarkan perspektif.”
─ANAS URBANINGRUM"
Jakarta: Pustaka Alvabet, 2005
320.540 959 8 TAN g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Pancasila merupakan ideologi yang mampu menjadi pemersatu sekaligus pandangan hidup bagi manusia Indonesia. Soekarno (1964) membahas urgensi Pancasila sebagai Weltanschauung, dasar (falsafah) negara, pandangan hidup, ideologi nasional, dan juga sebagai ligatur (pemersatu) secara padat dan meyakinkan. Soekarno juga menyatakan bahwa Pancasila dapat menjadi wujud watak dan kepribadian individu serta kolektif individu sebagai sebuah bangsa, yang ditunjuk-an dalam kebudayaan, bentuk perekonomian, dan segala hal di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan watak dan kepribadian itulah, bangsa Indonesia memiliki perbedaan de-ngan bangsa lain, termasuk saat dipergunakan untuk melawan imperialisme dan berjuang dalam merebut kemerdekaan.
Untuk menempatkan Pancasila sebagai norma, nilai, hukum, dan pedoman hidup masyarakat, alat pemersatu bangsa, serta cerminan perilaku, sikap, dan pandangan dalam kehidup-an berbangsa dan bernegara, seperti yang dijelaskan di atas, upaya setiap era pemerintahan pun telah dilakukan. Kepemimpinan Presiden Soekarno pada era Orde Lama dengan karakter rezim Demokrasi Terpimpin, menjadikan Pancasila dalam ber-bagai produk kebijakan operasionalisasinya, memuat karakter rezim yang memusatkan segalanya pada keharusan untuk tetap melanjutkan revolusi kebangsaannya. Pancasila dijadikan benar-benar sebagai ideologi yang hidup dan menjadi semangat dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja direbut."
Jakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan Anak Bangsa, 2023
320.540 959 8 TAN p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Pancasila merupakan ideologi yang mampu menjadi pemersatu sekaligus pandangan hidup bagi manusia Indonesia. Soekarno (1964) membahas urgensi Pancasila sebagai Weltanschauung, dasar (falsafah) negara, pandangan hidup, ideologi nasional, dan juga sebagai ligatur (pemersatu) secara padat dan meyakinkan. Soekarno juga menyatakan bahwa Pancasila dapat menjadi wujud watak dan kepribadian individu serta kolektif individu sebagai sebuah bangsa, yang ditunjuk-an dalam kebudayaan, bentuk perekonomian, dan segala hal di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan watak dan kepribadian itulah, bangsa Indonesia memiliki perbedaan de-ngan bangsa lain, termasuk saat dipergunakan untuk melawan imperialisme dan berjuang dalam merebut kemerdekaan.
Untuk menempatkan Pancasila sebagai norma, nilai, hukum, dan pedoman hidup masyarakat, alat pemersatu bangsa, serta cerminan perilaku, sikap, dan pandangan dalam kehidup-an berbangsa dan bernegara, seperti yang dijelaskan di atas, upaya setiap era pemerintahan pun telah dilakukan. Kepemimpinan Presiden Soekarno pada era Orde Lama dengan karakter rezim Demokrasi Terpimpin, menjadikan Pancasila dalam ber-bagai produk kebijakan operasionalisasinya, memuat karakter rezim yang memusatkan segalanya pada keharusan untuk tetap melanjutkan revolusi kebangsaannya. Pancasila dijadikan benar-benar sebagai ideologi yang hidup dan menjadi semangat dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja direbut."
Jakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan Anak Bangsa, 2023
320.540 959 8 TAN p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Pancasila merupakan ideologi yang mampu menjadi pemersatu sekaligus pandangan hidup bagi manusia Indonesia. Soekarno (1964) membahas urgensi Pancasila sebagai Weltanschauung, dasar (falsafah) negara, pandangan hidup, ideologi nasional, dan juga sebagai ligatur (pemersatu) secara padat dan meyakinkan. Soekarno juga menyatakan bahwa Pancasila dapat menjadi wujud watak dan kepribadian individu serta kolektif individu sebagai sebuah bangsa, yang ditunjuk-an dalam kebudayaan, bentuk perekonomian, dan segala hal di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan watak dan kepribadian itulah, bangsa Indonesia memiliki perbedaan de-ngan bangsa lain, termasuk saat dipergunakan untuk melawan imperialisme dan berjuang dalam merebut kemerdekaan.
Untuk menempatkan Pancasila sebagai norma, nilai, hukum, dan pedoman hidup masyarakat, alat pemersatu bangsa, serta cerminan perilaku, sikap, dan pandangan dalam kehidup-an berbangsa dan bernegara, seperti yang dijelaskan di atas, upaya setiap era pemerintahan pun telah dilakukan. Kepemimpinan Presiden Soekarno pada era Orde Lama dengan karakter rezim Demokrasi Terpimpin, menjadikan Pancasila dalam ber-bagai produk kebijakan operasionalisasinya, memuat karakter rezim yang memusatkan segalanya pada keharusan untuk tetap melanjutkan revolusi kebangsaannya. Pancasila dijadikan benar-benar sebagai ideologi yang hidup dan menjadi semangat dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja direbut."
Jakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan Anak Bangsa, 2023
320.540 959 8 TAN p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Gagasan-gagasan yang diungkapkan penulis dalam buku ini merupakan sumbangan yang sangat berarti terutama dalam menyadarkan berbagai pihak akan pentingnya mewujudkan kawasan-kawasan eko-industri di Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.
M. Hatta Rajasa (Menteri Negara Ristek dan Teknologi)"
Yogyakarta: Belukar, 2000
338.927 TAN e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Gagasan-gagasan yang diungkapkan penulis dalam buku ini merupakan sumbangan yang sangat berarti terutama dalam menyadarkan berbagai pihak akan pentingnya mewujudkan kawasan-kawasan eko-industri di Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.
M. Hatta Rajasa (Menteri Negara Ristek dan Teknologi)"
Yogyakarta: Belukar, 2000
338.927 TAN e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Buku ini merupakan analisis kritis yang membongkar mitos-mitos keagungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dengan menyoroti sisi lain yang sering diabaikan, seperti kelemahan, kontroversi, dan faksionalisme internal. Alih-alih bersifat hagiografis, buku ini menyajikan narasi sejarah yang lebih berimbang dan objektif, menggali dinamika organisasi secara mendalam untuk mengajak HMI melakukan refleksi dan perbaikan diri agar tetap relevan. Melalui pendekatan yang lebih rasional, Iqbal Barlian mengkritisi glorifikasi yang berlebihan terhadap HMI, menawarkan perspektif baru yang realistis, tanpa mengurangi peran historis penting yang telah dimainkan oleh organisasi tersebut."
Jakarta: HMI Publisher, 1999
367.959 8 TAN m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Buku ini merupakan analisis kritis yang membongkar mitos-mitos keagungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dengan menyoroti sisi lain yang sering diabaikan, seperti kelemahan, kontroversi, dan faksionalisme internal. Alih-alih bersifat hagiografis, buku ini menyajikan narasi sejarah yang lebih berimbang dan objektif, menggali dinamika organisasi secara mendalam untuk mengajak HMI melakukan refleksi dan perbaikan diri agar tetap relevan. Melalui pendekatan yang lebih rasional, Iqbal Barlian mengkritisi glorifikasi yang berlebihan terhadap HMI, menawarkan perspektif baru yang realistis, tanpa mengurangi peran historis penting yang telah dimainkan oleh organisasi tersebut."
Jakarta: HMI Publisher, 1999
367.959 8 TAN m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Buku di tangan anda ini adalah kumpulan berita satu-dua tahun terakhir yang dimuat media nasional dan daerah. Meme dalam setiap halaman mencoba menjelaskan saripati pernyataan dan pemikiran yang penulis sampaikan terkait suatu isu. Anda boleh setuju atau tidak dengan kutipan di meme ini, namun lebih penting dari semuanya adalah terciptanya ruang dialog baru dan memperluas kehangatan antar-warga negara.
Judul buku ini “365° Quotes of the Day” memiliki makna pernyataan / quote dari penulis dalma rentang waktu satu tahun terakhir (365 hari).
Lebih jauh, sebagai katalisator meme dapat menjadi media pemantik untuk meningkatkan critical thinking generasi baru, melalui media yang dekat dengan keseharian mereka."
Jakarta: HAJA Mandiri, 2025
741.569 598 TAN t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tandjung, Ahmad Doli Kurnia
"Aksi Bela Islam 212, sebuah gerakan keagamaan dan aksi masyarakat sipil yang sejati. Diikuti oleh massa yang besar, bahkan terbesar dalam sejarah Indonesia. Sejarah demo bayaran selalu tak mampu menghimpun massa seraksasa ini. Bahkan, aksi 1998 pun yang menghimpun isu yang bisa mendorong partisipasi massa yang luas, tak mampu mengerahkan massa sebesar Aksi Bela Islam 212. Jutaan orang dari segala usia, profest, serta lapisan masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia hadir dan berkumpul dengan superdamai, superaman, superbersih, dan supertertib. Dengan kesadaran diri, mereka berkumpul untuk berdoa, wirid, tahlilan, mendengarkan tausiah, dan Shalat Jumat bersama. Menakjubkan! Semangat gerakan ini adalah harapan adanya keadilan bagi umat muslim bahwa penista agama mesti diproses secara hukum.
Buku ini terdiri atas lima bagian. Bagian pertama, kedua, dan ketiga berisi penilaian serta pendapat para tokoh dari berbagai golongan dan latar belakang agama, pendidikan, profesi, daerah, serta suku yang merepresentasikan keindonesiaan dan kebangsaan yang hadir dalam Aksi Bela Islam 212. Benang merah dari berbagai penilaian dan pendapat tersebut menunjukkan bahwa Aksi Bela Islam 212 merupakan kekuatan bangsa. Bagian keempat berisi kisah-kisah inspiratif yang menggugah dari para peserta atau saksi mata yang berasal dari kalangan awam yang hadir dalam Aksi Bela Islam 212."
Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017
320.557 095 98 TAN a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>