Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Thaariq Fakhir Adhy
"Tradisi fans walk sepak bola bukan sekadar bentuk mobilitas menuju stadion, tetapi juga berperan dalam pembentukan identitas ruang yang sarat makna simbolik dan sosial. Suporter, melalui perjalanan kolektif mereka, menciptakan ruang simbolik yang merepresentasikan solidaritas, identitas kelompok, serta keterkaitan antara tubuh, ruang, dan kota. Mengacu pada teori identitas sosial serta konsep produksi ruang dari Henri Lefebvre, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana mobilitas suporter berkontribusi terhadap konstruksi ruang perkotaan, dengan dukungan pemikiran Giulianotti, Carmona, John Bale, dan lainnya. Studi kasus melibatkan dua kelompok suporter Indonesia yaitu suporter Persija -“The Jakmania” dan Persib “Bobotoh,” melalui observasi langsung di Stadion Gelora Bung Karno dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, serta perbandingan dengan fans walk suporter tim nasional Belanda "The Oranje Army" dalam Euro 2024 melalui observasi tidak langsung via YouTube. Hasil studi menunjukkan bahwa di Eropa, sinergi antara ruang publik, transportasi, dan kebijakan manajemen kerumunan memperkuat identitas ruang suporter dengan jalur fans walk yang tersturktur, sedangkan di Indonesia, improvisasi dan adaptasi komunitas lebih dominan. Jalur fans walk sering kali bercampur dengan aktivitas komersial informal, parkir liar, dan jalur kendaraan bermotor, yang mengakibatkan pengalaman fans walk menjadi kurang terarah dan rentan disrupsi sehingga ruang identitas kurang terbentuk. Oleh karena itu, diperlukan perancangan ruang transisi, penguatan akses transportasi publik, dan manajemen kerumunan yang lebih strategis guna mengoptimalkan fans walk sebagai elemen pembentuk identitas ruang stadion di Indonesia.

The fans walk tradition in football goes beyond mere mobility toward the stadium; it actively contributes to the formation of spatial identity, carrying deep symbolic and social significance. Through collective movement, supporters create symbolic spaces that embody solidarity, group identity, and the dynamic relationship between body, space, and urban environments. This study applies social identity theory and Henri Lefebvre’s concept of the production of space, complemented by insights from Giulianotti, Carmona, John Bale, and others, to analyze how fan mobility shapes urban landscapes. This case study examines two Indonesian supporter groups—Persija’s "The Jakmania" and Persib’s "Bobotoh"—through direct observations at Gelora Bung Karno Stadium and Gelora Bandung Lautan Api Stadium, as well as a comparison with the Dutch national team supporters' fans walk, "The Oranje Army," during Euro 2024 based on indirect observations via YouTube. Findings reveal that in Europe, well-integrated public spaces, transportation networks, and crowd management policies reinforce the spatial identity of supporters through structured fans walk path. In contrast, Indonesian fans walk relies on community adaptation and fans walk path often blend with informal commercial activities, illegal parking, and motor vehicle, making the experience less structured and prone to disruptions, which weakens spatial identity formation. To maximize the role of fans walk in shaping stadium spatial identity, a strategic approach is needed in transitional space design, public transportation accessibility, and crowd management implementation. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library