Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Veronica Kusumawardhani
"ABSTRAK
Growth today of slums is a challenge of urbanization. The slums characterized by limited basic housing
infrastructure, including the lack of adequate waste management infrastructure. Bandung also faces the
challenge, so that three areas are selected as representatives of slum areas as research objects. There are the
areas with three typologies of slums: Tamansari (heavy), Babakan Ciamis (medium), and Cihaurgeulis
(light). Analysis of the existing condition of waste management is done by calculating the Soil Quality Index
or Indeks Kualitas Tanah (IKT). The possibility of waste management infrastructure improvement is done by
using Analytic Hierarchy Process (AHP), which helps decision making by priorities comparison from experts
in the field of environmental management. IKT calculation results show that the worst soil quality is
Tamansari with IKT value of 18.5, the IKT of Babakan Ciamis value 47.5, and Cihaurgeulis best at IKT value
of 73.5. The analysis with AHP shows that the best waste management infrastructure for all three areas is by
providing composting unit to manage organic waste and waste bank to manage the inorganic. A respective
number of units required is 20 units for Tamansari, 8 units for Babakan Ciamis, and 11 units for Cihaurgeulis."
Jakarta: Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, 2016
728 JURPEM 11:2 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Veronica Kusumawardhani
"Pertumbuhan permukiman kumuh merupakan tantangan urbanisasi dewasa ini. Permukiman kumuh ditandai dengan keterbatasan infrastruktur dasar permukiman, salah satunya adalah tidak tersedianya infrastruktur pengelolaan persampahan yang memadai. Kota Bandung sebagai bagian dari kota metropolitan tidak luput dari tantangan ini, sehingga dipilih tiga daerah sebagai perwakilan kawasan kumuh sebagai objek penelitian. Ketiga daerah tersebut adalah Kelurahan Tamansari (kumuh berat% Kelurahan Babakan Ciamis (kumuh sedangj, dan Kelurahan Cihaurgeulis (kumuh ringan). Analisis kondisi pengelolaan persampahan eksisting dilakukan dengan perhitungan Indeks Kualitas Tanah (IKT) permukiman. Penelusuran kemungkinan perbaikan kondisi infrastruktur pengelolaan persampahan dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang membantu pengambilan keputusan dengan perbandingan prioritas dari para pakar di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Hasil perhitungan IKT menunjukkan bahwa kualitas tanah Kelurahan Tamansari adalah yang terburuk dengan nilai IKT 18,5, Kelurahan Babakan Ciamis bernilai IKT 47,5, dan Kelurahan Cihaurgeulis yang terbaik dengan nilai IKT 73,5. Analisis AHP menghasilkan alternatif solusi infrastruktur pengelolaan persampahan terbaik untuk ketiga kelurahan adalah dengan komposting untuk mengelola sampah organik dan bank sampah untuk mengelola sampah anorganik. Masing-masing jumlah unit yang dibutuhkan adalah 20 unit untuk Kelurahan Tamansari, 8 unit untuk Kelurahan Babakan Ciamis, dan 11 unit untuk Kelurahan Cihaurgeulis."
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2016
728 JUPKIM 11:2 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library