Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Whinanda Chalista
"Kafein merupakan senyawa alkaloid metilxantin yang tersebar luas penggunaannya dalam bidang kosmetik sebagai anti selulit. Kafein bersifat hidrofilik dimana hal tersebut menunjukkan bahwa kafein sulit berpenetrasi ke dalam kulit yang sebagian besar tersusun oleh lipid. Pada penelitian ini, kafein dibuat dalam bentuk emulsi dan mikroemulsi tipe air dalam minyak yang kemudian dimasukkan ke dalam sediaan berbentuk stik dengan komponen penyusun yang bersifat lipofilik untuk mengatasi permasalahan penetrasi. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan stik yang mengandung zat aktif serbuk kafein stik kontrol, emulsi kafein stik emulsi, dan mikroemulsi kafein stik mikroemulsi serta membandingkan penetrasi diantara ketiganya. Uji penetrasi dilakukan menggunakan sel difusi Franz dengan membran kulit tikus betina galur Sprague-Dawley selama 12 jam.
Berdasarkan hasil uji penetrasi, jumlah kumulatif kafein yang terpenetrasi dari stik kontrol, stik emulsi, dan stik mikroemulsi berturut-turut adalah 306,42 34,92 g/cm2, 927,75 57,38 g/cm2, dan 2408,68 81,65 g/cm2 dengan persentase sebesar 5,90 0,67, 12,76 0,78, dan 35,23 1,19. Selain itu, dilakukan uji stabilitas fisik dan kimia pada penyimpanan selama 8 minggu di suhu kamar 29±2°C, suhu dingin 4±2°C, dan suhu panas 40±2° C. Ketiga stik tidak stabil secara fisik dan kimia dengan parameter organoleptis, homogenitas, dan pengukuran kadar kafein setiap 2 minggu.

Caffeine is a methylxanthin alkaloid compound that has been widely used in cosmetics products as anticellulite. Caffeine has a hydrophilic characteristics and it indicates that caffeine will be difficult to penetratre into the skin that is mostly composed by lipids. In this study, caffeine will be made in the form of water in oil emulsions and microemulsions then form into a sticks shaped with lipophilic constituent component to overcome the penetration problem. The aims of this study were to formulate sticks containing active substances of caffeine control sticks, caffeine emulsions emulsion sticks, and caffeine microemulsions microemulsion sticks and compare the penetration between them. The penetration test was performed using a Franz diffusion cell with a Sprague dawley rat skin for 12 hours.
Based on results, the cumulative amount of caffeine from control sticks, emulsion sticks, and microemulsion sticks were 306.42 34.92 g cm2, 927.75 57.38 g cm2, and 2408.68 81.65 g cm2 respectively, with a percentage 5.90 0.67, 12.76 0.78, and 35.23 1.19. In addition, physical and chemical stability tests were performed for 8 weeks at room temperature 29±27deg;C, cold temperature 4±2°C, and hot temperature 40±2°C. The three sticks showed physical and chemical unstability with organoleptic, homogeneity, and measurement parameters of caffeine content every 2 weeks.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
S69720
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Whinanda Chalista
"Praktik kerja profesi di PT Apotek Kimia Farma Nomor 284 Bekasi Periode Bulan Januari Tahun 2018 bertujuan untuk memahami tugas dan tanggung jawab apoteker dalam pengelolaan apotek serta pelayanan kefarmasian yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta mengetahui kondisi nyata tentang permasalahan yang terjadi di apotek. Selama praktik kerja, penulis belajar melakukan pelayanan kefarmasian yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek dibawah pengawasan apoteker pengelola apotek. Tugas khusus yang penulis kerjakan berjudul ldquo;Analisis Resep Pasien Ostoartritis di Apotek Kimia Farma Nomor 284 Bekasi rdquo; dengan tujuan untuk menganalisis kelengkapan resep secara administratif, farmasetis, dan klinis serta mengetahui komunikasi, informasi, dan edukasi yang diberikan kepada pasien penerima resep osteoartritis. Secara umum, apotek Kimia Farma Nomor 284 Bekasi belum menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek secara sempurna. Pelayanan home pharmacy care, konseling, pemantauan terapi obat, dan monitoring efek samping obat merupakan pelayanan yang belum dilakukan di apotek. Penulis juga telah memahami peran dan tanggung jawab apoteker serta mengetahui permasalahan yang sering terjadi dan solusi yang dapat diberikan.
Internship at Apotek Kimia Farma Number 284 Bekasi period January 2018 aims to understand the duties and responsibilities of pharmacists in pharmacy management and pharmaceutical services in accordance to regulations and knowing the real conditions and activities in pharmacy. During the practice, the author learned to do pharmaceutical services in accordance with the Regulation of the Minister of Health number 73 the year 2016 about Pharmaceutical Services Standard in Pharmacy under pharmacist supervision. The special assignment that given is ldquo;Analysis of Osteoarthritis Prescription in Apotek Kimia Farma Number 284 Bekasi rdquo; to analyze the completeness of prescriptions by administrative, pharmaceutical, and clinical. And also knowing the information, communication, and education that will give to patients with osteoarthritis. In general, Apotek Kimia Farma Nomor 284 Bekasi have not applied Pharmaceutical Services Standard in Pharmacy completely. Home pharmacy care, counseling, drugs therapy monitoring, and the adverse effect of drugs monitoring are the services that have not been done in pharmacy. The authors also understand the duties and responsibilities of pharmacists and have ability to provide solutions on some issues in the pharmacy."
2020
Pr-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Whinanda Chalista
"Praktik kerja profesi di PT Bayer Indonesia ndash; Cimanggis Plant Periode Bulan Februari - Maret Tahun 2018 bertujuan untuk memahami peran, fungsi, posisi, dan tanggung jawab apoteker dalam mengelola industri farmasi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan mengetahui kondisi nyata tentang permasalahan yang terjadi terkait penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik CPOB . Selama praktik kerja, penulis ditempatkan di Laboratorium Quality Control bagian Finished Goods produk jadi dan mendapatkan tugas untuk merevisi Standard Operational Procedure SOP untuk analisis produk jadi, membuat User Requirement Spesifications URS terhadap alat atau instrumen baru, dan membuat gap analysis. Tugas khusus yang penulis kerjakan berjudul ldquo;Risk Assessment rdquo; dengan tujuan untuk mengkaji risiko terhadap penggantian alat pada evaporator untuk keperluan analisis yang terdapat di Laboratorium menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis FMEA . Pengkajian risiko yang dilakukan dituangkan ke dalam Risk Assessment Report sebelum proses penggantian alat untuk disetujui departemen terkait. Secara umum, PT Bayer Indonesia ndash; Cimanggis Plant telah menerapkan 12 aspek CPOB dengan baik. Penulis juga telah memahami peran, tugas, wawasan dan tanggung jawab apoteker dan kemampuan untuk memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi di industri farmasi.

Internship at PT Bayer Indonesia Cimanggis Plant Period February - March 2018 aims to understand the duties, positions, and responsibilities of pharmacists in accordance to regulations and knowing the real conditions about good manufacturing practice GMP related issues. During the practice, the author is placed in Quality Control Laboratory and gets assignments to revise Standard Operational Procedure SOP for product analysis, create User Requirement Spesifications URS for the new equipment or instrument, and also create gap analysis. The special assignment that given is ldquo;Risk Assessment rdquo; to assess risks of the display board in evaporator replacement that placed in the laboratory using Failure Mode Effect Analysis FMEA methods. The assessed risks are being reported into the Risk Assessment Report before the replacement process to get related department approval. In general, PT Bayer Indonesia Cimanggis Plant has applied 12 aspects of GMP well. The authors also understand the roles, duties, insights, and responsibilities of pharmacists and have the ability to provide solutions for some issues in the industry.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
Pr-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Whinanda Chalista
"Praktik kerja profesi di Suku Dinas Kesehatan Kota Adminstrasi Jakarta Timur Periode Bulan April Tahun 2018 bertujuan untuk memahami peran, tugas, dan tanggung jawab apoteker serta tugas pokok dan fungsi seksi sumber daya kesehatan yang berkaitan dengan farmasi. Selama praktik kerja, penulis ditempatkan di bagian Farmasi, Makanan, dan Minuman Farmakmin dengan tugas perencanaan kebutuhan obat, Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat LPLPO, pengelolaan vaksin dan obat program, Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika SIPNAP, dan program Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian Binwasdal. Tugas khusus yang penulis kerjakan berjudul 'Rekapitulasi Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat LPLPO sesuai SIP dan Non SIP Periode Bulan Januari - Maret 2018 di Puskesmas Kecamatan Kota Administrasi Jakarta Timur' dengan tujuan untuk merekapitulasi pemakaian 10 obat terbanyak dari 10 Puskesmas di Jakarta Timur dan memberikan analisis singkat serta saran terkait pelaksanaan LPLPO. Secara umum, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Penulis juga telah memahami peran dan tanggung jawab apoteker dalam menjalankan tugasnya di pemerintahan.

Internship Health Department of East Jakarta Period April 2018 at aims to understand the roles, duties, and responsibilities of pharmacists and also main tasks and purposes of health resources section in accordance to government regulation. During the practice, the author is placed in Pharmacy, Food, and Beverages Farmakmin with assignments about drugs procurement, LPLPO, vaccine and national drug program management, SIPNAP program, and Binwasdal program. The special assignment that given is 'Recapitulation of LPLPO in SIP and Non SIP Period January - March 2018 in District Puskemas in East Jakarta' to recapitulate of 10 most used drugs in 10 district Puskesmas and analyze the performance of LPLPO. In general, the Health Department of East Jakarta has implemented the main tasks and purposes well. The authors also understand the duties and responsibilities of pharmacists in the government institution.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library