Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 37 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Buku ini mengisahkan tentang cerita roman pranacitra dan Rara Mendut yang berhadapan dengan Tumenggung Wiraguna. Kelanjutan dari buku ini adalah Serat Jaka Pengasih"
Semarang: G.C.T Van Dorp, [date of publication not identified]
BKL.1132-CW 44
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Serat Cariyos Sewu Satunggal Dalu (Seribu Satu Malam) ini merupakan salinan dan terjemahan dari cerita 1001 malam yang berasal dari Arab dan ditulisi dalam bahasa Belanda. Cerita diawali dengan kisah Tiyang Bajang Bucu (orang cebol yang bungkuk) yang diajak oleh tukang jahit untuk makan malam di rumahnya. Malang, kemudian orang cebol tewas karena tertekan duri ikan yang disajikan. Cerita-cerita selanjutnya terdiri atas 19 cerita. Cerita yang terakhir adalah kisah tentang tokoh Nurridin dan pembelian orang atau manusia wanita cantik di Persia."
'S Gravenhage: T. Roorda, 1849
BKL.1111-CL 86
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Buku ini berisi sejumlah cerita atau teks mengenai berbagai kegiatan sehari-hari. Cerita-cerita tersebut disajikan dalam bentuk percakapan antara seorang tokoh yang tidak disebut namanya dengan tokoh-tokoh seperti Widayaka, Kasiman, Sidin, Saridin, dan sebagainya."
Surakarta: Albert Rusche, 1907
BKL.1098-LL 141
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Naskah ini merupakan satu set kamus Jawa-Belanda, yang terdiri dari 29 jilid. Pengarang kamus yang amat penting ini adalah C.F. Winter dan J.A. Wilkens, yang menyusun data leksikografis tentang bahasa Jawa selama periode tahun 1840an dan 1840an di Surakarta. Setelah wafatnya Winter pada tahun 1859 Wilkens meneruskan penelitian serta penyusunan kamus ini, hingga akhirnya mewujudkan sebuah kamus yang mencapai 43 jilid dengan rata-rata 220an halaman per jilid (lihat LOr 3069). Salinan lain dari kamus ini , yang rupa-rupanya diturun di Surakarta mulai sekitar tahun 1840 s.d. tahun 1880an, twrmasuk: LOr 2250b (versi paling awal, i jilid), KBG 330 (konsep, penuh coretan, 37 jilid), LOr 225a (26 jilid), KBG 329 (29 jilid) dan FSUI/BA.88-116 ini (29 jilid, belum tamat). Hasil karya Winter dan Wilkens ini merupakan bahan terlengkap serta terpenting dalam kamus Gericke dan Roorda, dan menurut Uhlenbeck (1964: 48-49), mereka berdua dapat dianggap sebagai co-author atau bahkan pengarang pokok dari kamus itu yang sama sekali tidak menyebutkan namanya pada halaman judul. Tentang sejarah kamus ini lihat uraian pada Uhlenbeck 1964: 47-51; bandingkan pula LOr 7946 yang memuat arsip surat-menyurat Winter dan Wilkens tentang penyalinan kamusnya. Format kamus Winter-Wilkens ini sebagai berikut: setiap entri dimulai dengan kata yang akan diterangkan (dalam aksara Jawa), kemudian artinya atau maknanya diterangkan dengan bahasa Belanda. Yang menarik dari caranya menguraikan arti atau makna kata-kata yang dipilih oleh kamus ini adalah bahwa setiap kata jadian yang berasal dari kata itu dicoba ditampilkan, bahkan kemungkinan yang merupakan dialek pun dimasukkan. Misalnya kata pethal diterangkannnya melalui kata-kata: pruthul, pothol, pethel, prothol, dan mothol. Untuk kata-kata yang berasal dari kata dalam bahasa asing, misalnya bahasa Sanskerta atau Arab, dalam menguraikan artinya seringkali juga disebutkan kembali kata-kata terebut dengan aksara atau tulisan bahasa asalnya. Jilid-jilid terakhir yang seharusnya memuat aksara tha dan nga tidak ada pada koleksi FSUI. Set naskah ini, yang sebelumnya tersimpan di koleksi Radya Pustaka di Surakarta, dibeli FSUI pada tahun 1977 dari G.P.H. Hadiwijaya, kepada Museum Radya Pustaka. naskah-naskah ini di salin oleh banyak orang (7 orang lebih), tetapi umumnya satu jilid digarap oleh satu orang saja. Tempat penyalinan diperkirakan di Surakarta. Tahap penyalinanya tidak diketahui dengan jelas, mungkin sekitar tahun 1860an, yaitu beberapa tahun setelah Winter meninggal. Kertas yang dipakai pada beberapa jilid pertama berasal dari pabrik Wed Locke & Zn., yang cocok dengan penanggalan pada tahun 1860an."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.88-Rp 334a
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Naskah ini merupakan satu set kamus Jawa-Belanda, yang terdiri dari 29 jilid. Pengarang kamus yang amat penting ini adalah C.F. Winter dan J.A. Wilkens, yang menyusun data leksikografis tentang bahasa Jawa selama periode tahun 1840an dan 1840an di Surakarta. Setelah wafatnya Winter pada tahun 1859 Wilkens meneruskan penelitian serta penyusunan kamus ini, hingga akhirnya mewujudkan sebuah kamus yang mencapai 43 jilid dengan rata-rata 220an halaman per jilid (lihat LOr 3069). Salinan lain dari kamus ini , yang rupa-rupanya diturun di Surakarta mulai sekitar tahun 1840 s.d. tahun 1880an, twrmasuk: LOr 2250b (versi paling awal, i jilid), KBG 330 (konsep, penuh coretan, 37 jilid), LOr 225a (26 jilid), KBG 329 (29 jilid) dan FSUI/BA.88-116 ini (29 jilid, belum tamat). Hasil karya Winter dan Wilkens ini merupakan bahan terlengkap serta terpenting dalam kamus Gericke dan Roorda, dan menurut Uhlenbeck (1964: 48-49), mereka berdua dapat dianggap sebagai co-author atau bahkan pengarang pokok dari kamus itu yang sama sekali tidak menyebutkan namanya pada halaman judul. Tentang sejarah kamus ini lihat uraian pada Uhlenbeck 1964: 47-51; bandingkan pula LOr 7946 yang memuat arsip surat-menyurat Winter dan Wilkens tentang penyalinan kamusnya. Format kamus Winter-Wilkens ini sebagai berikut: setiap entri dimulai dengan kata yang akan diterangkan (dalam aksara Jawa), kemudian artinya atau maknanya diterangkan dengan bahasa Belanda. Yang menarik dari caranya menguraikan arti atau makna kata-kata yang dipilih oleh kamus ini adalah bahwa setiap kata jadian yang berasal dari kata itu dicoba ditampilkan, bahkan kemungkinan yang merupakan dialek pun dimasukkan. Misalnya kata pethal diterangkannnya melalui kata-kata: pruthul, pothol, pethel, prothol, dan mothol. Untuk kata-kata yang berasal dari kata dalam bahasa asing, misalnya bahasa Sanskerta atau Arab, dalam menguraikan artinya seringkali juga disebutkan kembali kata-kata terebut dengan aksara atau tulisan bahasa asalnya. Jilid-jilid terakhir yang seharusnya memuat aksara tha dan nga tidak ada pada koleksi FSUI. Set naskah ini, yang sebelumnya tersimpan di koleksi Radya Pustaka di Surakarta, dibeli FSUI pada tahun 1977 dari G.P.H. Hadiwijaya, kepada Museum Radya Pustaka. naskah-naskah ini di salin oleh banyak orang (7 orang lebih), tetapi umumnya satu jilid digarap oleh satu orang saja. Tempat penyalinan diperkirakan di Surakarta. Tahap penyalinanya tidak diketahui dengan jelas, mungkin sekitar tahun 1860an, yaitu beberapa tahun setelah Winter meninggal. Kertas yang dipakai pada beberapa jilid pertama berasal dari pabrik Wed Locke & Zn., yang cocok dengan penanggalan pada tahun 1860an."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.89-Rp 334b
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Naskah ini merupakan satu set kamus Jawa-Belanda, yang terdiri dari 29 jilid. Pengarang kamus yang amat penting ini adalah C.F. Winter dan J.A. Wilkens, yang menyusun data leksikografis tentang bahasa Jawa selama periode tahun 1840an dan 1840an di Surakarta. Setelah wafatnya Winter pada tahun 1859 Wilkens meneruskan penelitian serta penyusunan kamus ini, hingga akhirnya mewujudkan sebuah kamus yang mencapai 43 jilid dengan rata-rata 220an halaman per jilid (lihat LOr 3069). Salinan lain dari kamus ini , yang rupa-rupanya diturun di Surakarta mulai sekitar tahun 1840 s.d. tahun 1880an, twrmasuk: LOr 2250b (versi paling awal, i jilid), KBG 330 (konsep, penuh coretan, 37 jilid), LOr 225a (26 jilid), KBG 329 (29 jilid) dan FSUI/BA.88-116 ini (29 jilid, belum tamat). Hasil karya Winter dan Wilkens ini merupakan bahan terlengkap serta terpenting dalam kamus Gericke dan Roorda, dan menurut Uhlenbeck (1964: 48-49), mereka berdua dapat dianggap sebagai co-author atau bahkan pengarang pokok dari kamus itu yang sama sekali tidak menyebutkan namanya pada halaman judul. Tentang sejarah kamus ini lihat uraian pada Uhlenbeck 1964: 47-51; bandingkan pula LOr 7946 yang memuat arsip surat-menyurat Winter dan Wilkens tentang penyalinan kamusnya. Format kamus Winter-Wilkens ini sebagai berikut: setiap entri dimulai dengan kata yang akan diterangkan (dalam aksara Jawa), kemudian artinya atau maknanya diterangkan dengan bahasa Belanda. Yang menarik dari caranya menguraikan arti atau makna kata-kata yang dipilih oleh kamus ini adalah bahwa setiap kata jadian yang berasal dari kata itu dicoba ditampilkan, bahkan kemungkinan yang merupakan dialek pun dimasukkan. Misalnya kata pethal diterangkannnya melalui kata-kata: pruthul, pothol, pethel, prothol, dan mothol. Untuk kata-kata yang berasal dari kata dalam bahasa asing, misalnya bahasa Sanskerta atau Arab, dalam menguraikan artinya seringkali juga disebutkan kembali kata-kata terebut dengan aksara atau tulisan bahasa asalnya. Jilid-jilid terakhir yang seharusnya memuat aksara tha dan nga tidak ada pada koleksi FSUI. Set naskah ini, yang sebelumnya tersimpan di koleksi Radya Pustaka di Surakarta, dibeli FSUI pada tahun 1977 dari G.P.H. Hadiwijaya, kepada Museum Radya Pustaka. naskah-naskah ini di salin oleh banyak orang (7 orang lebih), tetapi umumnya satu jilid digarap oleh satu orang saja. Tempat penyalinan diperkirakan di Surakarta. Tahap penyalinanya tidak diketahui dengan jelas, mungkin sekitar tahun 1860an, yaitu beberapa tahun setelah Winter meninggal. Kertas yang dipakai pada beberapa jilid pertama berasal dari pabrik Wed Locke & Zn., yang cocok dengan penanggalan pada tahun 1860an."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.90-Rp 334c
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Naskah ini merupakan satu set kamus Jawa-Belanda, yang terdiri dari 29 jilid. Pengarang kamus yang amat penting ini adalah C.F. Winter dan J.A. Wilkens, yang menyusun data leksikografis tentang bahasa Jawa selama periode tahun 1840an dan 1840an di Surakarta. Setelah wafatnya Winter pada tahun 1859 Wilkens meneruskan penelitian serta penyusunan kamus ini, hingga akhirnya mewujudkan sebuah kamus yang mencapai 43 jilid dengan rata-rata 220an halaman per jilid (lihat LOr 3069). Salinan lain dari kamus ini , yang rupa-rupanya diturun di Surakarta mulai sekitar tahun 1840 s.d. tahun 1880an, twrmasuk: LOr 2250b (versi paling awal, i jilid), KBG 330 (konsep, penuh coretan, 37 jilid), LOr 225a (26 jilid), KBG 329 (29 jilid) dan FSUI/BA.88-116 ini (29 jilid, belum tamat). Hasil karya Winter dan Wilkens ini merupakan bahan terlengkap serta terpenting dalam kamus Gericke dan Roorda, dan menurut Uhlenbeck (1964: 48-49), mereka berdua dapat dianggap sebagai co-author atau bahkan pengarang pokok dari kamus itu yang sama sekali tidak menyebutkan namanya pada halaman judul. Tentang sejarah kamus ini lihat uraian pada Uhlenbeck 1964: 47-51; bandingkan pula LOr 7946 yang memuat arsip surat-menyurat Winter dan Wilkens tentang penyalinan kamusnya. Format kamus Winter-Wilkens ini sebagai berikut: setiap entri dimulai dengan kata yang akan diterangkan (dalam aksara Jawa), kemudian artinya atau maknanya diterangkan dengan bahasa Belanda. Yang menarik dari caranya menguraikan arti atau makna kata-kata yang dipilih oleh kamus ini adalah bahwa setiap kata jadian yang berasal dari kata itu dicoba ditampilkan, bahkan kemungkinan yang merupakan dialek pun dimasukkan. Misalnya kata pethal diterangkannnya melalui kata-kata: pruthul, pothol, pethel, prothol, dan mothol. Untuk kata-kata yang berasal dari kata dalam bahasa asing, misalnya bahasa Sanskerta atau Arab, dalam menguraikan artinya seringkali juga disebutkan kembali kata-kata terebut dengan aksara atau tulisan bahasa asalnya. Jilid-jilid terakhir yang seharusnya memuat aksara tha dan nga tidak ada pada koleksi FSUI. Set naskah ini, yang sebelumnya tersimpan di koleksi Radya Pustaka di Surakarta, dibeli FSUI pada tahun 1977 dari G.P.H. Hadiwijaya, kepada Museum Radya Pustaka. naskah-naskah ini di salin oleh banyak orang (7 orang lebih), tetapi umumnya satu jilid digarap oleh satu orang saja. Tempat penyalinan diperkirakan di Surakarta. Tahap penyalinanya tidak diketahui dengan jelas, mungkin sekitar tahun 1860an, yaitu beberapa tahun setelah Winter meninggal. Kertas yang dipakai pada beberapa jilid pertama berasal dari pabrik Wed Locke & Zn., yang cocok dengan penanggalan pada tahun 1860an."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.91-Rp 335
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Naskah ini merupakan satu set kamus Jawa-Belanda, yang terdiri dari 29 jilid. Pengarang kamus yang amat penting ini adalah C.F. Winter dan J.A. Wilkens, yang menyusun data leksikografis tentang bahasa Jawa selama periode tahun 1840an dan 1840an di Surakarta. Setelah wafatnya Winter pada tahun 1859 Wilkens meneruskan penelitian serta penyusunan kamus ini, hingga akhirnya mewujudkan sebuah kamus yang mencapai 43 jilid dengan rata-rata 220an halaman per jilid (lihat LOr 3069). Salinan lain dari kamus ini , yang rupa-rupanya diturun di Surakarta mulai sekitar tahun 1840 s.d. tahun 1880an, twrmasuk: LOr 2250b (versi paling awal, i jilid), KBG 330 (konsep, penuh coretan, 37 jilid), LOr 225a (26 jilid), KBG 329 (29 jilid) dan FSUI/BA.88-116 ini (29 jilid, belum tamat). Hasil karya Winter dan Wilkens ini merupakan bahan terlengkap serta terpenting dalam kamus Gericke dan Roorda, dan menurut Uhlenbeck (1964: 48-49), mereka berdua dapat dianggap sebagai co-author atau bahkan pengarang pokok dari kamus itu yang sama sekali tidak menyebutkan namanya pada halaman judul. Tentang sejarah kamus ini lihat uraian pada Uhlenbeck 1964: 47-51; bandingkan pula LOr 7946 yang memuat arsip surat-menyurat Winter dan Wilkens tentang penyalinan kamusnya. Format kamus Winter-Wilkens ini sebagai berikut: setiap entri dimulai dengan kata yang akan diterangkan (dalam aksara Jawa), kemudian artinya atau maknanya diterangkan dengan bahasa Belanda. Yang menarik dari caranya menguraikan arti atau makna kata-kata yang dipilih oleh kamus ini adalah bahwa setiap kata jadian yang berasal dari kata itu dicoba ditampilkan, bahkan kemungkinan yang merupakan dialek pun dimasukkan. Misalnya kata pethal diterangkannnya melalui kata-kata: pruthul, pothol, pethel, prothol, dan mothol. Untuk kata-kata yang berasal dari kata dalam bahasa asing, misalnya bahasa Sanskerta atau Arab, dalam menguraikan artinya seringkali juga disebutkan kembali kata-kata terebut dengan aksara atau tulisan bahasa asalnya. Jilid-jilid terakhir yang seharusnya memuat aksara tha dan nga tidak ada pada koleksi FSUI. Set naskah ini, yang sebelumnya tersimpan di koleksi Radya Pustaka di Surakarta, dibeli FSUI pada tahun 1977 dari G.P.H. Hadiwijaya, kepada Museum Radya Pustaka. naskah-naskah ini di salin oleh banyak orang (7 orang lebih), tetapi umumnya satu jilid digarap oleh satu orang saja. Tempat penyalinan diperkirakan di Surakarta. Tahap penyalinanya tidak diketahui dengan jelas, mungkin sekitar tahun 1860an, yaitu beberapa tahun setelah Winter meninggal. Kertas yang dipakai pada beberapa jilid pertama berasal dari pabrik Wed Locke & Zn., yang cocok dengan penanggalan pada tahun 1860an."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.92-Rp 336
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Naskah ini merupakan satu set kamus Jawa-Belanda, yang terdiri dari 29 jilid. Pengarang kamus yang amat penting ini adalah C.F. Winter dan J.A. Wilkens, yang menyusun data leksikografis tentang bahasa Jawa selama periode tahun 1840an dan 1840an di Surakarta. Setelah wafatnya Winter pada tahun 1859 Wilkens meneruskan penelitian serta penyusunan kamus ini, hingga akhirnya mewujudkan sebuah kamus yang mencapai 43 jilid dengan rata-rata 220an halaman per jilid (lihat LOr 3069). Salinan lain dari kamus ini , yang rupa-rupanya diturun di Surakarta mulai sekitar tahun 1840 s.d. tahun 1880an, twrmasuk: LOr 2250b (versi paling awal, i jilid), KBG 330 (konsep, penuh coretan, 37 jilid), LOr 225a (26 jilid), KBG 329 (29 jilid) dan FSUI/BA.88-116 ini (29 jilid, belum tamat). Hasil karya Winter dan Wilkens ini merupakan bahan terlengkap serta terpenting dalam kamus Gericke dan Roorda, dan menurut Uhlenbeck (1964: 48-49), mereka berdua dapat dianggap sebagai co-author atau bahkan pengarang pokok dari kamus itu yang sama sekali tidak menyebutkan namanya pada halaman judul. Tentang sejarah kamus ini lihat uraian pada Uhlenbeck 1964: 47-51; bandingkan pula LOr 7946 yang memuat arsip surat-menyurat Winter dan Wilkens tentang penyalinan kamusnya. Format kamus Winter-Wilkens ini sebagai berikut: setiap entri dimulai dengan kata yang akan diterangkan (dalam aksara Jawa), kemudian artinya atau maknanya diterangkan dengan bahasa Belanda. Yang menarik dari caranya menguraikan arti atau makna kata-kata yang dipilih oleh kamus ini adalah bahwa setiap kata jadian yang berasal dari kata itu dicoba ditampilkan, bahkan kemungkinan yang merupakan dialek pun dimasukkan. Misalnya kata pethal diterangkannnya melalui kata-kata: pruthul, pothol, pethel, prothol, dan mothol. Untuk kata-kata yang berasal dari kata dalam bahasa asing, misalnya bahasa Sanskerta atau Arab, dalam menguraikan artinya seringkali juga disebutkan kembali kata-kata terebut dengan aksara atau tulisan bahasa asalnya. Jilid-jilid terakhir yang seharusnya memuat aksara tha dan nga tidak ada pada koleksi FSUI. Set naskah ini, yang sebelumnya tersimpan di koleksi Radya Pustaka di Surakarta, dibeli FSUI pada tahun 1977 dari G.P.H. Hadiwijaya, kepada Museum Radya Pustaka. naskah-naskah ini di salin oleh banyak orang (7 orang lebih), tetapi umumnya satu jilid digarap oleh satu orang saja. Tempat penyalinan diperkirakan di Surakarta. Tahap penyalinanya tidak diketahui dengan jelas, mungkin sekitar tahun 1860an, yaitu beberapa tahun setelah Winter meninggal. Kertas yang dipakai pada beberapa jilid pertama berasal dari pabrik Wed Locke & Zn., yang cocok dengan penanggalan pada tahun 1860an."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.93-Rp 337
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Naskah ini merupakan satu set kamus Jawa-Belanda, yang terdiri dari 29 jilid. Pengarang kamus yang amat penting ini adalah C.F. Winter dan J.A. Wilkens, yang menyusun data leksikografis tentang bahasa Jawa selama periode tahun 1840an dan 1840an di Surakarta. Setelah wafatnya Winter pada tahun 1859 Wilkens meneruskan penelitian serta penyusunan kamus ini, hingga akhirnya mewujudkan sebuah kamus yang mencapai 43 jilid dengan rata-rata 220an halaman per jilid (lihat LOr 3069). Salinan lain dari kamus ini , yang rupa-rupanya diturun di Surakarta mulai sekitar tahun 1840 s.d. tahun 1880an, twrmasuk: LOr 2250b (versi paling awal, i jilid), KBG 330 (konsep, penuh coretan, 37 jilid), LOr 225a (26 jilid), KBG 329 (29 jilid) dan FSUI/BA.88-116 ini (29 jilid, belum tamat). Hasil karya Winter dan Wilkens ini merupakan bahan terlengkap serta terpenting dalam kamus Gericke dan Roorda, dan menurut Uhlenbeck (1964: 48-49), mereka berdua dapat dianggap sebagai co-author atau bahkan pengarang pokok dari kamus itu yang sama sekali tidak menyebutkan namanya pada halaman judul. Tentang sejarah kamus ini lihat uraian pada Uhlenbeck 1964: 47-51; bandingkan pula LOr 7946 yang memuat arsip surat-menyurat Winter dan Wilkens tentang penyalinan kamusnya. Format kamus Winter-Wilkens ini sebagai berikut: setiap entri dimulai dengan kata yang akan diterangkan (dalam aksara Jawa), kemudian artinya atau maknanya diterangkan dengan bahasa Belanda. Yang menarik dari caranya menguraikan arti atau makna kata-kata yang dipilih oleh kamus ini adalah bahwa setiap kata jadian yang berasal dari kata itu dicoba ditampilkan, bahkan kemungkinan yang merupakan dialek pun dimasukkan. Misalnya kata pethal diterangkannnya melalui kata-kata: pruthul, pothol, pethel, prothol, dan mothol. Untuk kata-kata yang berasal dari kata dalam bahasa asing, misalnya bahasa Sanskerta atau Arab, dalam menguraikan artinya seringkali juga disebutkan kembali kata-kata terebut dengan aksara atau tulisan bahasa asalnya. Jilid-jilid terakhir yang seharusnya memuat aksara tha dan nga tidak ada pada koleksi FSUI. Set naskah ini, yang sebelumnya tersimpan di koleksi Radya Pustaka di Surakarta, dibeli FSUI pada tahun 1977 dari G.P.H. Hadiwijaya, kepada Museum Radya Pustaka. naskah-naskah ini di salin oleh banyak orang (7 orang lebih), tetapi umumnya satu jilid digarap oleh satu orang saja. Tempat penyalinan diperkirakan di Surakarta. Tahap penyalinanya tidak diketahui dengan jelas, mungkin sekitar tahun 1860an, yaitu beberapa tahun setelah Winter meninggal. Kertas yang dipakai pada beberapa jilid pertama berasal dari pabrik Wed Locke & Zn., yang cocok dengan penanggalan pada tahun 1860an."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.94-Rp 338a
Naskah  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>