Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yasmin Az Zahrah
"Pola makan online fast food yang berlebihan dapat memicu obesitas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa karena mahasiswa ada pada tahap usia dewasa dimana metabolisme melambat dan tren pemesanan makanan online paling banyak dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini mengidentifikasi hubungan pola makan online fast food, aktivitas fisik, dan riwayat genetik dengan obesitas. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan populasi seluruh Mahasiswa Universitas X angkatan 2016-2019 dan total sampel sebanyak 164 responden. Data diperoleh dari lembar Kuesioner FFQ dan IPAQ melalui G-form secara online. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan online fast food dengan IMT/obesitas (p>0,005), demikian pula untuk variabel aktivitas fisik juga tidak  menunjukkan hubungan yang bermakna dengan obesitas (p=0,746), Namun, untuk riwayat genetik, terdapat hubungan yang bermakna dengan obesitas (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa pola makan online fast food tidak secara langsung dapat memicu obesitas. Terdapat berbagai faktor lain yang dapat memicu terjadinya obesitas, salah satunya adalah riwayat genetik.

The fast-food online diet can outweigh obesity. The research was conducted on students because students were at the stage of adulthood where metabolism slows down and the trend of ordering food online is mostly done by students. This study identified the relationship between fast food online diet, physical activity, and genetic history with obesity. The research design used was cross sectional with a population of all University X students class 2016-2019 and a total sample of 164 respondents. Data obtained from the FFQ and IPAQ questionnaire sheets through the online G-form. The results of the bivariate analysis with the Chi-Square test showed that there was no significant relationship between online fast food eating patterns and BMI/obesity (p> 0.005), likewise for physical activity variables also did not show a significant relationship with obesity (p = 0.746) However, for genetic history, there was a significant association with obesity (p <0.05). This shows that eating fast food online does not directly lead to obesity. There are various other factors that can trigger obesity, one of which is genetic history."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yasmin Az Zahrah
"Coronavirus Diseases 19 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan menular yang diakibatkan oleh Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-COV-2). Gejala yang ditimbulkan pada pasien COVID-19 dapat berupa gejala ringan hingga berat. Salah satu gejala khas yang sering ditemukan adalah sesak napas yang dapat meningkat menjadi kondisi kritis misalnya Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Manajamenen utama yang dilakukan untuk mengatasi gangguan napas pada COVID-19 adalah dengan pemberian terapi oksigen yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Selain itu, pemberian posisi prone. Juga dapat dilakukan untuk meningkatkan status oksigenasi pasien. Laporan kasus ini mendeskripsikan kasus ibu S 58 tahun dengan keluhan demam 7 hari sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan meriang, menggigil, batuk, bab cair 3x sejak seminggu lalu. Seminggu sebelum masuk rumah sakit muncul bercak kemerahan, gatal, digaruk-garuk hingga berdarah di kaki kiri, Pasien juga mengatakan sesak, mual dan muntah saat makan. 2 hari sebelum masuk rumah sakit dinyatakan positif COVID-19. Selama perawatan di IGD dan ranap terjadi peningkatan maupun penurunan kondisi hingga akhirnya pasien mengalami perburukan kondisi saat diranap dan di pindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan terapi oksigen dengan ventilator mekanik, selain itu saat hari keempat di ruang ICU pasien juga mendapatkan terapi tambahan berupa diberikan posisi prone untuk meningkatkan status oksigenasi pasien. Setelah dilakukan prone dan mendapatkan terapi ventilator mekanik, kondisi status oksigenasi klien perlahan-lahan membaik. Laporan kasus ini menunjukkan manfaat pemberian posisi prone pada pasien dengan ventilasi mekanik sebagai salah satu treatment untuk membantu mengatasi masalah gangguan ventilasi spontan pada pasien COVID-19.

Coronavirus Diseases (COVID-19) is an infectious respiratory disease caused by Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-COV-2). Symptoms caused by COVID-19 patients can range from mild to severe symptoms. One of the typical symptoms that are often found is shortness of breath which can escalate to a critical condition, such as Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). The main management carried out to overcome respiratory disorders in COVID-19 is to provide oxygen therapy that is tailored to the patient's condition. In addition, presenting a vulnerable position. It can also be done to improve the patient's oxygenation status. A case report of a 58-year-old mother with complaints of fever 7 days before admission to the hospital, felt fever, chills, cough, liquid chapters 3 times since last week. A week before being admitted to the hospital, he appeared to have blotches, itching, scratching and bleeding on his left leg. The patient also reported shortness of breath, nausea and vomiting while eating. 2 days before admission to the hospital tested positive for COVID-19. During treatment in the emergency room and in the hospital, there was an increase or decrease in condition until finally the patient experienced a worsening of his condition when he was hospitalized and was transferred to the ICU to receive oxygen therapy with a mechanical ventilator, besides that on the fourth day in the ICU the patient also received additional therapy in the form of being given a prone position. to improve the patient's oxygenation status. After being prone and receiving mechanical ventilator therapy, the client's oxygenation status slowly improved. This case report benefits from presenting the prone position to the patient by providing assistance as one of the treatments to overcome the problem of spontaneous ventilation disorders in COVID-19 patients. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library