Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2460 dokumen yang sesuai dengan query
cover
A`an Pradina
"Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi jasa pendampingan yang dilakukan oleh KAP TRD terhadap penerapan PSAK 71 tentang gap analysis atas klasifikasi dan pengukuran aset keuangan pada PT Bank AI Tbk. Berdasarkan ketentuan PSAK 71, gap analysis dilakukan melalui 3 (tiga) aspek yaitu pengujian SPPI, Model Bisnis, dan Konsistensi Model Bisnis. Evaluasi dilakukan terhadap jasa pendampingan yang dilakukan KAP TRD sesuai dengan kontrak kerjasama yang terdiri dari 3 (tiga) tahapan evaluasi yaitu perencanaan dan identifikasi awal, pengujian dan analisis, serta finalisasi yang dilakukan pada masing-masing pengujian. Secara umum tahapan pekerjaan KAP TRD telah sesuai dengan kontrak kerjasama, namun terdapat faktor penghambat dari setiap tahapan pekerjaan dalam menentukan gap analysis yang berakibat.

This writing aims to evaluate the consultation services conducted by KAP TRD on the application of PSAK 71 regarding the gap analysis of classification and measurement of financial assets in PT Bank AI Tbk. Based on the requirement of PSAK 71, the gap analysis is carried out through 3 (three) stages of testing, consists of SPPI, Business Model, and Consistency of Business Models Testing. The evaluation consists of 3 (three) evaluation stages: planning and initial identification, testing and analysis, and finalization carried out on each test. In general, the stages of KAP TRD work are in accordance with the cooperation contract, but there are constraint factors from each stage of work in determining the gap analysis which could delay the work process of KAP TRD."
Depok: Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nurusifa Fathiyatuzahra
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas proses penyusunan laporan keuangan di perguruan tinggi swasta dan kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, PSAK 45. Perguruan tinggi adalah salah satu organisasi sektor publik, yang menyediakan layanan pendidikan tanpa mencari keuntungan. Banyak perguruan tinggi swasta tidak menyajikan laporan keuangan sesuai dengan standar yang diterapkan, adalah latar belakang penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu studi kasus. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari wawancara, dan data sekunder adalah laporan keuangan. Hasil penelitian ini adalah proses penyusunan laporan keuangan di PTS KLM yang dilakukan dengan memasukkan data keuangan, mengolahnya dengan software akuntansi dan kemudian menghasilkan output, dari laporan keuangan. Selain itu, ditemukan bahwa penyajian laporan keuangan tidak sesuai dengan PSAK 45. Artinya, aset bersih belum diklasifikasikan sebagai diamanatkan oleh standar yang diterapkan.

ABSTRACT
This study discusses the process of preparing financial statements in private tertiary institutions and their compliance with generally accepted accounting standards in Indonesia, PSAK 45. Higher education is one of the public sector organizations, which provides educational services without seeking profit. Many private universities do not present financial reports in accordance with the standards applied, is the background of this research. The study was conducted using a qualitative research approach, which is a case study. The primary data used in this study came from interviews, and secondary data are financial statements. The results of this study are the process of preparing financial statements at KLM PTS which are carried out by entering financial data, processing it with accounting software and then producing output, from the financial statements. In addition, it was found that the presentation of financial statements is not in accordance with PSAK 45. That is, net assets have not been classified as mandated by the applied standards."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Maria
"Laporan magang ini bertujuan mengevaluasi audit atas akun kas dan setara kas Z Plantation, sebuah perusahaan kelapa sawit asal Malaysia, untuk periode 31 Desember 2019. Prosedur audit yang dilaksanakan berpedoman pada X Audit Guide, pedoman berbasis International Standards of Auditing (ISA) yang disusun oleh X Global Network. Proses audit dimulai dengan pemahaman dan perencanaan, lalu diikuti penilaian dan respons atas risiko, kemudian eksekusi prosedur, dan terakhir adalah pelaporan. Prosedur audit atas akun kas dan setara kas yang dilakukan dalam perikatan ini adalah pengujian pengedalian dan prosedur substantif. Pengujian pengendalian dilakukan atas kontrol penerimaan dan pembayaran kas. Sementara, prosedur substantif diantaranya penyusunan skedul utama, penghitungan kas tanpa pemberitahuan, tes rekonsiliasi bank, dan konfirmasi pihak ketiga. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, secara keseluruhan, akun kas dan setara kas Z Plantation telah disajikan dengan wajar dalam semua hal yang material.

This internship report is aimed to evaluate the audit of cash and cash equivalent of Z Plantation, a palm oil company from Malaysia, for the period 31 December 2019. The audit procedure was conducted based on X Audit Guide, a guideline based on International Standards of Auditing (ISA) that was made by X International Limited. The audit process started with understand and plan phase, then followed by risk assessment phase, then procedure execution phase, and lastly completion phase. The audit procedure for cash and cash equivalent done in this engagement are tests of controls and substantive procedures. Tests of controls was done on the control of cash receipt and payment. Meanwhile, among the substantive procedures are lead schedule, surprise cash count, test of bank reconciliation, and third-party confirmation. Based on the evaluation that has been conducted, overall, Z Plantation`s cash and cash equivalent account has been presented fairly in all material respects."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Evant Miraz
"Laporan magang ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur audit yang dilakukan KAP AN pada PT N terhadap standar yang berlaku. PT N merupakan perusahaan manufaktur alat-alat kesehatan yang merupakan anak perusahaan dari PT N HQ di Jepang. Hasil dari laporan magang ini adalah bahwa prosedur audit yang dilakukan KAP AN pada PT N sudah sesuai dengan standar yang berlaku.

The purpose of this internship report is to evaluate the audit procedures performed by KAP AN on PT N against the applicable standards. PT N is a manufacturing company that is subsidiary of PT N HQ in Japan. The result of the evaluation are that the audit procedures performed by KAP AN are in accordance with the applicable standards."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sara Andriana
"Laporan magang ini membahas tentang prosedur audit yang dilakukan KAP SAS terhadap aset tetap PT KJV untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2018. PT KJV sendiri merupakan sebuah perusahaan kontraktor pertambangan baru bara. Prosedur audit dilakukan berdasarkan SAS Audit Guide yang telah disesuaikan dengan ISA. Prosedur audit atas aset tetap PT KJV dilakukan untuk menilai kewajaran nilai aset tetap dan kesesuaiannya dengan kebijakan akuntansi atas aset tetap yang berlaku di Indonesia, yaitu PSAK 16. Pada tahun 2018, PT KJV juga melakukan perubahan pada estimasi masa manfaat ekonomik dan nilai residu dari peralatan operasionalnya. Perubahan estimasi ini berdampak cukup signifikan pada laporan keuangan perusahaan karena menyebabkan peningkatan besar pada beban penyusutan. PT KJV telah melakukan pengungkapan atas hal yang berkaitan dengan perubahan estimasi ini sesuai dengan PSAK 25. Secara keseluruhan, hasil audit menunjukkan bahwa aset tetap PT KJV telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material.

This internship report discusses the implementation of KAP SAS audit procedures for PT KJVs fixed asset for the period ended 31 December 2018. PT KJV itself is a coal mining contactor company in Indonesia. The audit procedures are implemented based on SAS Audit Guide which is adopted from ISA. The audit procedures for PT KJVs fixed asset are performed to assess the fairness of fixed asset amount and its compliance with fixed asset accounting standard that applied in Indonesia, PSAK 16. In 2018, PT KJV changed the accounting estimates for the economic useful lives and residual value of its operational equipments. The changes in estimates have significant impact on Companys financial statements as it increases the depreciation expense. PT KJV has disclosed all aspects related to the changes in estimates in accordance to PSAK 25. In conclusion, the audit results indicate that PT KJVs fixed assets have been fairly presented, in all material respects."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ridzky Prajita Putra
"ABSTRAK
Auditor bertugas untuk memberikan opini yang ditujukan kepada pengguna eksternal yang
dapat mempengaruhi keputusan pemangku kepentingan setiap perusahaan. Dalam membentuk
opini, Auditor harus melakukan uji resiko dalam segi kontrol, inheren, dan risiko Audit yang
dapat diterima dari setiap perusahaan. Hal ini dapat menguraki resiko untuk Auditor dari
membuat kesalahan dalam beropini dan bebas dari segala tuntutan yang dibuat oleh pemangku
kepentingan.

ABSTRACT
The auditor is tasked with providing opinions directed at external users that can influence the
stakeholder decisions of each company. In forming an opinion, the Auditor must assess the risk
in terms of control, inherent, and the acceptable audit risk of the company to be audited. This
can reduce the risk for the Auditor from making mistakes in providing opinion and free from
any dispute made by stakeholders."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Shafira Isnani Kurniadewi
"ABSTRAK
Industri ruang kerja bersama tidak dapat disangkal berkembang pesat di Australia dan di
seluruh dunia. Diperkirakan bahwa industru tersebut akan memiliki lebih dari lima juta ruang
pada tahun 2022. Servcorp, salah satu pemain utama dalam industri ini, mungkin memiliki
beberapa keunggulan dalam kompetisi ini karena arus kas positif dan citra merek yang kuat
tetapi mereka mungkin saja menghadapi persaingan yang ketat sekarang dan di masa depan.
Menganalisis dengan menggunakan Poster Five Forces Model dan analisis SWOT untuk
melihat bagaimana industri akan berkembang dan bagaimana Servcorp dapat unggul dalam
kompetisi. Dengan pertumbuhannya yang meningkat, banyak perusahaan memberikan insentif
kepada manajer untuk mencapai target tertentu, namun, itu memungkinkan untuk
memanipulasi dalam akun akuntansi. Dalam hal ini, akun akuntansi dan insentif Servcorp akan
dianalisis untuk menilai transparansi Servcorp

ABSTRACT
The coworking industry is undeniable growing rapidly in Australia and worldwide. It is
estimated that it will have more than five million spaces by 2022. Servcorp, one of the major
player in the industry, might have some advantages in this competition due to their positive
cash flows and strong brand image but they may face a fierce competition now and ahead.
Analysing by using Poster Five Forces Model and SWOT analysis to see how the industry is
going and how Servcorp can excel in the competition. With its upward growth, many
companies give incentives to managers to achieve specific objectives, however, it may include
manipulation in accounting accounts. In this case, Servcorp`s accounting account and
incentives will be analysed to see their transparency."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rifki Hafid
"Laporan magang ini bertujuan mengevaluasi prosedur audit atas aset tetap pada perusahaan real estate PT VVV yang dilakukan oleh KAP ABC. Proses audit yang dilakukan adalah audit interim yang merupakan bagian dari audit laporan keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2020. Selama melaksanakan audit, auditor melihat kesesuaian kebijakan akuntansi aset tetap PT VVV dengan PSAK 16, sebagai standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Selain itu, laporan magang ini juga melihat kesesuaian prosedur audit yang dilakukan oleh KAP ABC dengan teori audit yang berlaku. Hasil laporan magang ini adalah bahwa prosedur audit atas aset tetap yang dilakukan KAP ABC pada PT VVV sudah sesuai dengan standar yang berlaku.

This report discusses the implementation of audit procedures of fixed asset in real estate company PT VVV by KAP ABC. The audit process carried out is an interim audit which is part of the year-end financial statement, 31 March 2020. During audit process, auditor analyzes accounting policy conformity with PSAK 16 as accounting standard which applied in Indonesia. Furthermore, this report also analyzes audit procedure conformity with applicable audit theory. The result of this internship report is that the audit procedures of fixed asset that performed by KAP ABC at PT VVV are in accordance with the applicable
standards.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Desandri
"Masalah kinerja Pertamina akhir-akhir ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Walaupun masalah ini sebenarnya sudah dipertanyakan orang sejak dulu, namun sekarang kelihatannya menjadi semacam "pembenaran" atas dugaan tersebut setelah terungkapnya laporan inefisiensi Pertamina sejumlah US$ 6,1 Milyar yang terjadi hanya dalam dua periode akuntansi yaitu tahun anggaran 1996/1997 dan 1997/1998 oleh kantor konsultan PricewaterhouseCoopers (PwC) atas hasil special audit yang ditujukan kepada Menteri Keuangan.
Walaupun jumlah kebocoran yang dilaporkan oleh PwC yang sangat besar itu bukan jumlah uang yang hilang dicuri atau di korupsi, tapi PwC mengklasifikasikannya sebagai jumlah kerugian akibat inefisiensi yang timbul akibat dari meningkatnya biaya yang sebenarnya dapat dihindari (losses quantified) dan hilangnya kesempatan untuk menghemat (opportunities for savings), hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pertamina belum optimum dan penilaian kinerja yang selama ini dilakukan sangat bias karena hanya menggunakan data informasi keuangan. Hal ini bisa terjadi karena struktur organisasi yang sentralistis dan sistem pelaporan keuangan yang tidak transparan.
Struktur organisasi Pertamina yang sangat besar dan sentralistis menyebabkan proses bisnis menjadi panjang dan memerlukan banyak waktu untuk pengambilan keputusan. Banyaknya penelaahan ulang (reviews) dan paraf (approvals) untuk suatu transaksi yang melibatkan banyak bagian mengakibatkan tidak adanya orang atau bagian yang mau bertanggung jawab terhadap suatu transaksi. Hal ini mengakibatkan tidak jelasnya responsibility sehingga sulit untuk dimintakan akuntabilitasnya.
Sementara itu banyak kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh Pertamina mengacu langsung kepada peraturan dan per undang-undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah seperti masalah tender pengadaan barang. Hal ini harus dilakukan oleh Pertamina walaupun secara nyata hal tersebut tidak menghasilkan efisiensi bagi Pertamina.
Selain itu ditinjau dari sitem pelaporan keuangan Pertamina, juga kurang transparan dalam arti bisnis. Hal ini disebabkan karena, pertama, sistem pelaporan Pertamina saat ini membagi Pertamina kedalam dua komponen yaitu sistem BBM dan operasi milik sendiri, bukan berdasarkan daerah bisnis. Kedua, tujuan utama dari pelaporan tersebut adalah lebih untuk menghitung kebutuhan subsidi dari pada untuk menentukan profitabilitas. Hal ini membuat pelaporan berfokus pada biaya dan mengabaikan komponen pendapatan. Ketiga, transfer dari produk-produk antar unit usaha didasarkan pada biaya atau pengaturan biaya yang tidak adil seperti harga prorata. Mekanisme penentuan harga seperti ini akan mengakibatkan distorsi pada kinerja unit usaha yang sesungguhnya.
Pengukuran kinerja unit usaha yang berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Realisasi Biaya juga tidak bisa memotivasi perusahaan dan karyawan untuk lebih cost consciousness. Hal ini disebabkan sistem pelaporan keuangan Pertamina yang tersentralisir dimana laporan keuangan unit hanyalah diperlukan untuk memudahkan Kantor Pusat dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi dan bukan ditujukan untuk menilai seberapa besar kemampuan unit usaha dalam menghasilkan laba dari pengelolaan asset yang dimilikinya.
Oleh karena itu, Pertamina sebagai perusahaan yang terintegrasi secara vertikal membutuhkan sarana pengendalian agar seluruh aktivitasnya dapat diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif. Salah satu sarana pengendalian yang digunakan manajemen untuk mengarahkan unit organisasinya adalah melalui sistem pengendalian manajemen. Sistem pengendalian manajemen mencakup dua hal yaitu struktur pengendalian dan proses pengendalian. Struktur pengendalian mencakup penentuan pusat pertanggungjawaban sedangkan proses pengendalian mencakup langkah penyusunan program, anggaran, laporan hasil kegiatan serta pengukuran kinerja.
Era giobalisasi dan perdagangan bebas sudah ada di depan mata. Dengan adanya perdagangan bebas menyebabkan persaingan antar perusahaan tidak lagi dipengaruhi oleh batas wilayah negara. Perkembangan lingkungan yang begitu cepat saat ini telah menyeret semua badan usaha, tidak terkecuali Pertamina, ke situasi persaingan yang ketat. Dalam situasi seperti ini kecenderungan inefisiensi serta kelemahan dalam fungsi manajemen akan berdampak pada kinerja perusahaan. Oleh karena itu, tuntutan terhadap restrukturisasi organisasi saat ini sudah dianggap sebagai sesuatu yang mendesak untuk dilakukan. Dimasa depan hanya organisasi yang efisien, produktif dan bergerak lincah yang akan dapat bertahan dan memenangkan persaingan.
Pertamina yang selama ini mengemban 2 (dua) misi sekaligus yaitu mencari keuntungan (profit oriented) sebagai mana layaknya sebuah badan usaha dan juga sekaligus non profit oriented yaitu sebagai perpanjangan tangan Pemerintah dalam masalah operasi BBM di dalam negeri dimana Pertamina tidak memperoleh laba maupun menderita rugi atas operasi ini (nirlaba) sudah saatnya diubah. Dengan sistem seperti ini tidak memungkinkan Pertamina untuk mandiri dan efisien karena tidak menanggung resiko atas segala aktivitas usahanya serta selalu mengundang campur tangan pemerintah. Padahal sekitar 70 % dari operasi Pertamina adalah operasi BBM yang tidak mendatangkan keuntungan tersebut, sehingga pengukuran kinerja dengan melakukan analisa rasio dari laporan keuangan Pertamina sebagai mana dimaksud oleh SK Menteri Keuangan No. 740IKMK.0011989 akan dapat menyesatkan dalam pengambilan keputusan.
Oleh karena itu disini penulis ingin melihat bagaimana kaitan antara struktur organisasi, sistem pelaporan keuangan, dan pengukuran kinerja serta dampaknya terhadap motivasi karyawan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gloria Dorothy Rolanda
"Laporan magang ini membahas prosedur audit atas akun utang usaha pada PT LC Tbk, yaitu sebuah perusahaan dalam industri properti, real estate, dan town management. Penulis bergabung tim auditor dari divisi Audit Assurance KAP B yang melakukan field work audit atas laporan keuangan pada periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019. Ruang lingkup prosedur audit yang dibahas penulis difokuskan pada prosedur analitis substantif dan test of details atas akun utang usaha. Berdasarkan evaluasi atas praktik yang dilakukan penulis, tim audit sudah menjalankan prosedur yang sesuai dengan teori audit yang berlaku serta mendukung pemenuhan objektif audit atas saldo akun utang usaha.

This internship report explains the audit procedures conducted on accounts payable in PT LC Tbk, a company which operates in property, real estate, and town management industry. The author was a part of a team of auditors from Audit Assurance division of KAP B, who conducted field work for audit on financial statements for the period ended in December 31, 2019. The scope of the audit procedures explained in the report is focused on substantive analytical procedure and test of details on balances of accounts payable. Based on the evaluation, it is concluded that the audit team has conducted appropriate procedures according to relevant theoretical framework and the procedures went in accordance to audit objectives required for account payable balances."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>