Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 244 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yulfi Zawarnis
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Faizah
"Luas Pemakaian dialek Jakarta, secara geografis, melebihi daerah administratif Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Walaupun hubungan kebahasaan antarpenduduk di daerah ini berlangsung lancar, namun sebenarnya dialek itu secara garis besar terbagi ke dalam dua subdialek geografis, yaitu subdialek Dalam Kota atau Tengahan dan subdialek Pinggiran (Muhadjir, 1984: 1 - 6). Secara singkat dapat dijelaskan di sini bahwa yang memisahkan kedua jenis subdialek tersebut antara lainadalah perbedaan ciri fonologisnya, yaitu sebagian besar vokal akhir yang dalam bahasa Indonesia diucapkan _a_ dalam subdialek Dalam Kota Diucapkan ? seperti pa_da kata man?. 'mana', ap? 'apa', dan dalam subdialek Pinggiran vokal yang sama itu diucapkan ah atau d? seperti mana, apa, kaga? 'tidak'. (Kahler, 196: 8). Namun, ada sebagian kampung yang terdapat di daerah Kebon Jeruk ini memiliki ciri fonetis yang berbeda, baik dengan subdialek Dalam Kota maupun subdialek Pinggiran seperti tersebut di atas. Misalnya, vokal a akhir dalam bahasa Indonesia itu, diucapkan dengan ?? seperti du?, _dua' , kaga? 'tidak', raw? 'rawa'. Karena itulah, maka daerah Kebon Jeruk ini menarik untuk diteliti dari segi penampilan lafalnya. Di lain pihak, seperti sudah dijelaskan pada 1.1.1, daerah ini berbatasan langsung dengan daerah Tangerang yang merupakan daerah penutur dialek Jakarta Pinggiran, dan juga berbatasan dengan Slipi, yang menggunakan dialek Jakarta Tengahan serta dari segi geografis dikatakan sebagai daerah suburban. 'Selain itu, di daerah ini juga telah terjadi pembangunan secara besar-besaran, seperti dengan berdirinya perumahan-perumahan mewah, misalnya perumahan Tomang City Garden, Green Ville, Taman Ratu, Putri Indah dan perumahan Taman Kebon Jeruk. Juga dengan dibangunnya jalan tol yang menghubungkan Jakarta dengan Merak yang akhirnya memisahkan kecamatan ini menjadi dua bagian. Dalam situasi yang demikian, akan memungkinkan adanya anggapan bahwa dialek yang digunakan oleh para penduduk setempat akan cepat berbaur dengan dialek pendatang, bahkan mungkin akan hilang keasliannya sama sekali. Dan, karena letak geografisnya itu, juga menimbulkan pertanyaan, subdialek Jakarta apakah yang dipakai disini"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S11250
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini merupakan jilid kedua dalam tiga set buku yang bersama-sama memuat kumpulan salinan ketikan dari seluruh tulisan lomba dialek KBG; pada naskah ini terdapat no. 11 s.d. 24. Lihat BA.128 untuk keterangan selanjutnya."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.129-G 45
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini merupakan jilid terakhir dari set tiga buku yang bersama-sama memuat kumpulan salinan ketikan dari seluruh tulisan lomba dialek KBG; pada naskah ini terdapat no. 25 s.d. 36c. Lihat BA.128 untuk keterangan selanjutnya."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.130- G 46
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Pada tahun 1912-1913 diadakan sebuah sayembara atau lomba tulisan tentang dialek-dialek bahasa Jawa, disponsori oleh KBG. Jumlah peserta dalam lomba 36 orang, dengan tiga tulisan lagi yang diserahkan setelah batas waktu. Lihat notulen 49(1911): 110-112 untuk keterangan maksud dan tujuan lomba tersebut, serta notulen 51 (1913): 99-111 dan bijlage I untuk hasilnya, termasuk uraian peserta dan nama-nama para juara. Lomba diselenggarakan, antara lain, karena para ilmuwan menganggap bahwa ?[d]e studie der Javaansche dialecten is tot nu toe slechts weinig beoefend?. Pernyataan itu, yang ditulis pada tahun 1911, sampai sekarang pun masih cukup berlaku. Bahan-bahan lomba KBG yang disusun lebih 80 tahun silam masih perlu sekali diteliti oleh para sarjana linguistik maupun bahasa Jawa dewasa ini. Rupanya tulisan para peserta lomba ini dipinjamkan kepada Pigeaud sekitar tahun 1928 untuk menunjang penelitiannya dalam menyusun kamus Jawa yang baru; setelah perang pecah, dan tentara Jepang menduduki Yogyakarta, Pigeaud kehilangan kuasa atas koleksinya, sehingga naskah-naskah ini tidak pernah dikembalikan ke KBG. Rincian judul yang sekarang tersimpan pada koleksi FSUI, baik tulisan asli maupun turunan yang dibuat oleh staf Pigeaud, dicantumkan di bawah ini, sesuai dengan urut-urutannya pada saat lomba berlangsung. 1) basa Jawi ing Paresiden Rembang (Padangan), dikarang oleh Suryasudirja (nama samaran S.J.S. Derpa); juara 4 (kelompok I); asli BA.161; ketikan pada BA.128, h. 15-66. 2) Woordenlijst Tjepoe (Dialekt Rembang Blora), dikarang oleh Samsimiarja (nama samaran X); juara 2 (kelompok I); asli BA.191 (h.47-89); ketikan pada BA.128, h.67-98. 3) Prijsvraag antwoord Rembangsche dialect uit Bondowoso, dikarang oleh Kartasudirjaya (nama samaran K.); juara 2 (kelompok IV); asli BA.191 (h.47-89); ketikan pada BA.128, h.105-126. 4) Dialect Moentilan, Pastoeran, pengarang tidak diketahui (nama samaran A.M.D.G.); asli BA.191 (h.92-107); ketikan pada BA.128, h.131-143 dan pada BA.177. 5) Prijsvraaag antwoord Verschillende Dialecten, voornamelijk Oost-Javaansch, dikarang oleh P.Penninga (bermotto ?De Aarde is des Heeren, mitsgaders hare volheid?); juara I (kelompok II); asli BA.192; ketikan pada BA.128, h.145-445. Karangan Penninga ini dilengkapi dengan dua lampiran berupa tulisan susunan orang lain, masing-masing tentang dialek Banyumas dan dialek Cirebon-Indramayu (ditulis O. Van den Berg). 6) Dialect Patjitan, pengarang tidak diketahui (nama samaran Mas); asli BA.190; ketikan pada BA.128, h.451-520(dengan tinta merah). 7) Dialect ing Bagelen sisih Kidoel, kang paketjapane a, dikarang oleh Mas Prawirasusudirja (nama samaran Punggung Kawulatama); juara 2 (kelompok II); asli BA.162; ketikan pada BA128, h.525-646 dan pada BA.155. 8) Dilect Toetoer Kata Pri-boemi di Afdeeling Koedoes, pengarang tidak diketahui (bermotto ?Na regen komt sonneschijn?); asli BA.163; ketikan pada BA.128, h.647-676. 10) Dialect Goenoeng Kidoel Jogjakarta, dikarang oleh ?R.T. Yudaningrat?; asli BA.164 (h.1-4); ketikan pada BA.128, h.687-693 dan BA.176. 11) Patjitansch dialect, pengarang tidak diketaui (nama samaran N.P.A.); asli BA.164 (h.5-27); ketikan pada BA.128, h.715-732. 12) Paramasastra Jawa Blora, dikarang oleh ?X:; asli BA.165 (h.1-16); ketikan pada BA.129, h.735-748. 13) Dialect Tjilatjap, dikarang oleh ?Atjap Anak Kantjil?, asli BA.165 (h.1-157); ketikan pada BA.129, h.749-832 dan BA.174. 14) Dialect Bodjanagara, dikarang oleh ?X?; asli BA.166; ketikan pada BA.129, h.835-885. 15) Dialect Poerbalingga, dikarang oleh ?Mas Harjakusuma?, juara I (kelompok III); asli BA. 167 (h.1-125); ketikan pada BA.129, h.887-956. 16) dialect Blora, dikarang oleh ?X?; asli BA.167 (h.127-183); ketikan pada BA.129, h.957-986. 17) Woordenlijst dari dialect Kendal sebelah Barat, dikarang oleh ?R.S. Batoq-Boeloe?; asli BA.168; ketikan pada BA.129, h.989-1022 dan BA.182. 18) Dialect ing Koeta-Addja, dikarang oleh Puspakusuma (nama samaran Resi Seta); juara I (kelompok IV); asli BA.169 (h.1-32); ketikan pada BA.129, h.1023-1040. 19) Dialect Blora-Bojanagara, dikarang oleh ?R. Djajawijata?; asli BA.169, (h.33-117); ketikan pada BA.129, h.1047-1080 dan BA.180. 20) Lijst van woorden, die wel te Jogjakarta, doch niet te Soerakarta worden gebruikt, enz. (a en b), dikarang oleh ?Brahmavidya?; asli BA.170 (h.3-33); ketikan pada BA.129, h.1083-1107 dan BA.175. 21) Dialect Urur-Sewu (woordenlijst), dikarang oleh ?Oeroet-Soewoe?; asli BA.170 (h.34-36); ketikan pada BA.129, h.1109-1113. 22) Dialect Tegal, dikarang oleh Mas Wiryawiyata (nama samaran D.); juara 3 (kelompok III); asli BA.170 (h.37-52); ketikan pada BA.129, h.1115-1134. 23) Dialect Banten, dikarang oleh Mas Mangoendikarja (nama samaran 1500); juara 5 (kelompok I). Asli tidak ada pada FSUI; kopi ketikan tidak ada pula karena karangan ini telah diterbitkan oleh Kolff di Batavia pada tahun 1914. 24) Dialect Karanganjar, dikarang oleh ?Kartadiwirdja?; asli BA.173 (h.7-186); ketikan pada BA.129, h.1135-1201. 25) Woordenlijstje (Dialect Margaredja, Tajoe, Djapara), dikarang oleh ?Radija?; asli BA.173 (h.207-229); ketikan pada BA.130, h.1211-1216. 26) Margaredja, Tajoe, Djapara, dikarang oleh ?Mangoen?; asliBA.173 (h.235-268); ketikan pada BA.130, h.1219-1240. 27) Dialect van Toeban, dikarang oleh Mas Ardjadipradja (nama samaran Oemboel warih Koesoema); juara 3 (kelompok I); asli BA.173 (h.295-668); ketikan pada BA.130, h.1241-1346. 28) Dialect Pasoeroean met woordenlijst, dikarang oleh Ranoearmidarma (nama samaran Pak Konjek); juara 2 (kelompok III); asli BA.173 (h.669-818); ketikan pada BA.130, h.1347-1410 dan BA.181. 29) Dialect Ajibarang (Poerwakarta), dikarang oleh ?beberapa sikoe-sikoe?; asli BA.172 (h.1-7); ketikan pada BA.130, h.1411-1424. 30) Dolananipoen lare-lare (Koeta-Ardja), dikarang oleh ?Oeroet Bentjo?; asli BA.172 (h.8-12); ketikan pada BA.130, h.1425-1430. 31) Dialect res. Pasoeroean, dikarang oleh ?Panah bermata tiga?; asliBA.172 (h.13-78); ketikan pada BA.130, h.1433-1486. 32) dialect Pemalang, res. Pekalongan, dikarang oleh ?Neptunus?; asli BA.171 (h.1-77); ketikan pada BA.130, h.1487-1511. 33) Dialect Poerwakarta lan Poerbalingga, dikarang oleh Dr. B.J. Esser; juara I (kelompok). Tidak terdapat asli maupun turunan tik-tikan pada koleksi FSUI, karena telah terbit dalam VBG 68, eerste stuk, memakai judul: Het Dialect van Banjoemas, inzonderheid zooals dit in de regentschappen Poerbolinggo en Poerwokerto gesproken wordt (Weltevreden: G: Kolff & Co., n.d.). 34) dialect Tulungagung, dikarang oleh ?Sang Putri Angajom ganda...?; asli BA.171 (h.93-185); ketikan pada BA.130, h.1577-1594. 35) woordenlijst dialect Pasisir, surakarta, dikarang oleh ?Jawa Lugu?; asli BA.171 (h.187-227); ketikan pada BA.130, h. 1577-1594. 36) Dialect Serang, banten, dikarang oleh ?Wulang Martani?; asli BA.171 (h.429-463); ketikan pada BA.130, h.1595-1670 dan BA.178. 36a) temboeng Banjoemas toelen, dikarang oleh ?Nartim?; asli BA.171 (h.429-463); ketikan pada BA.130, h.1671-1684. 36b) Dialect Basa Djawi Ngajogjakarta, dikarang oleh Ardjasoewita, Sem Agustinus dan Soedi (nama samaran Tjarik Triguna); asli BA.171 (469-581); ketikan pada BA.130, h.1685-1716 dan BA.183. 36c) Dialect Pasisir Djapara, dikarang oleh ?Saekor burung di tangan...?; asli BA.173a; ketikan pada BA.130, h.1717-1765. Meringkas informasi di atas, naskah-naskah pada koleksi FSUI yang berasal dari lomba dialek KBG berjumlah 32 buah, ialah BA.128-132, 155, 161-183 dan 190-192. Lihat masing-masing deskripasi untuk keterangan selanjutnya. Adapun naskah BA.128 merupakan jilid pertama dalam set tiga buku yang bersama-sama memuat kumpulan salinan ketikan dari seluruh tulisan lomba; pada naskah ini terdapat no. 1 s.d. 10. Lihat BA.129 dan 130 untuk jilid-jilid berikutnya. Pada BA.131-132 terdapat turunan yang mirip, namun hanya merupakan bagian keterangan atau pendahuluan/kata pengantar saja dari setiap tulisan, tanpa daftar kata atau lampiran-lampiran yang lain."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.128-G 44
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Ngudining Rahayu
"This research is a study of dialect geography of Rejang language in Kabupaten Rejang Lebong. The research aims to describe the differentiation of the language among the a various areas. The research is implemented on 32 villages (desa), that are 6 villages in Kecamatan Lebong Utara (north Lebong), 7 villages in Kecamatan Lebong Selatan (south Lebong), 9 villages in Kecamatan Curup, and 10 villages in Recamatan Kepahyang.
The data is 400 basic vocabulary (100 of them adopted from Morris Swadesh), collected by means of direct method that is the face-to-face contact of investigator and informant in an interview normally conducted. The result of the research shows as follows
(1) According to bundles of isogloss, Rejang language in Kabupaten Rejang Lebong divided into 3 dialectical areas namely Lebong dialect, Musi dialect, and Keban Agung dialect. The area of Lebong dialect encompass the villages in the Kecamatan Lebong Utara (north Lebong) and Lebong Selatan {south Lebong), and that of Husi dialect encompass the villages in the Kecamatan Cu-rap and some villages in the northern of Kecamatan Kepahyang. The area of Keban Agung dialect encompasses the villages in southwestern of Kecamatan Kepahyang.
(2) Dialect metrical analysis show that Lebong toward Husi is a sub dialect, while Musi toward Keban Agung is a dialect.
(3) There is a consistent differentiation of phone among Lebong dialect, Musi dialect, and Keban Agung dialect.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Wayan Bawa
"ABSTRAK
Melalui penerapan dialektologi struktural (yang dimulai oleh Weinreich, 1954) dan dialektologi tradisional (dimulai oleh Wenker, 1876) dengan metode pengumpulan data pupuan lapangan (Ayatrohaedi, 1978), maka berhasil diungkapkan variasi dan sejumlah dialek-dialek geografis bahasa Bali, baik dari struktur fonologi maupun dari sudut kosa katanya. Dialek-dialek geografis bahasa Bali di Daerah Tingkat I Propinsi ?Bali dari variasi struktur fonologinya dapat dilihat dari inventarisasi fonem, distribusi, dan realisasinya, baik fonem vokal maupun fonem konsonannya. Dari sudut inventarisasi fonem vokal, bahasa Bali di Daerah Tingkat I Propinsi Bali dapat dibagi menjadi tiga dialok geografis, yaitu (1) dialek geografis bahasa Bali yang memiliki inventarisasi fonem vokal /i, E, a,g , u, o/, (2) dialek geografis bahasa Bali yang memiliki inventarisasi fonem vokal o, a , j , u, o/, dan. (3) dialek geografis bahasa Bali yang memiliki inventarisasi fonem vocal/I, E, a, j, U, o/. Dialek geografis bahasa Bali kelompok pertam.a, yang memiliki inventarisasi fonem vokal /i, E, a,j, u, o/ memiliki wilayah pada umumnya di daerah pegunungan di Bali yakni di daerah yang di scbut daerah Bali Aga/Bali Mula. Dialek geografis kelompok kedua, yang memiliki inventarisasi fonem vokal /I, e, a,j, U, 0/ terdapat di daerah-daerah yang umumnya menjadi pusat kekuasaan kerajaan Majapahit di Bali dan di kota Singaraja dan sekitarnya. Pusat kekuasaan Majapahit yang paling lama di Bali adalah di Kota Klungkung dan sekitarnya. Sedangkan dialek geografis bahasa Bali kelompok ketiga, yang memiliki inventarisasi fonem vocal/I, E, a, j,U, o/ terdapat di daerah bagian barat pulau Bali. Daerah dialek goografis kelompok tiga merupakan daerah kekuasaan Majapahit, sedangkan daerah dialek goografis bahasa Bali kelompok pertama adalah daerah-daerah yang sangat sulit menerima pengaruh kekuasaan Majapahit.
"
1983
D64
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Inny Chikmatin Haryono
"ABSTRAK
Ini merupakan batasan tentang 'dialek' secara tradisional. 'Dialek' secara linguistis merupakan ujaran yang
dapat dimengerti oleh lawan bicara, namun apabila lawan
bicara tidak memahami suatu ujaran, tidak dapat disebut
sebagai dialek, akan tetapi sudah merupakan bahasa. Hal
ini berlaku untuk dialek-dialek bahasa Cina, dengan
alasan bahwa ujaran dialek bahasa Cina tertentu tidak
dapat dipahami oleh lawan bicara yang berasal dari dialek
yang berbeda.
Pemahanan atas struktur kalimat tpoik-komen bahasa
Cina Modern ini tentu saja akan menambah wawasan tentang
struktur kalimat tersebut. Pemahaman tersebut dapat
menambah pengetahuan yang kemudian dapat menjadi bekal
mengajar bahasa Cina Modern di Program Studi Sastra Cina
Jurusan Asia Timur Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Anggapan bahwa Bahasa Cina Modern merupakan bahasa penam-
pil topik,memperdalam pengetahuan tentang struktur kali-
mat ini.
Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1)
tahap perekaman data, dan (2) tahap evaluasi data. Data
yang terkumpul sebanyak 210 kalimat."
1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mualimin
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2002
T4532
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Julianus Akun Danie
"Walaupun sudah seabad yang lampau, penelitian geografi dialek mengalami perkembangan pesat hingga mencapai peringkat ilmiah yang setaraf dengan cabang linguistik lainnya, tetapi kegiatan penelitian dalam cabang itu terhadap bahasa¬bahasa di Indonesia belum kentara. Keanekaan yang dimiliki balk pada bahasa itu sendiri maupun wilayah sebarannya merupakan lapangan penelitian yang mempunyai daya tarik tersendiri, di samping tan-Langan yang siap diperhadapkannya kepada para peneliti.
Penelitian geografi dialek yang dilakukan di pulau Lombok yang berjudul Lombok, een.Dialect-Geografische Studie (7eeuw 1958) sangat penting artinya bagi perkembangan geo¬grafi dialek di Indonesia karena penelitian itu merupakan pelopor penelitian geografi dialek yang lebih kemudian (Ayatrohaedi 1985:4). Kegiatan pemetaan bahasa di Indonesia, yang telah dirnulaikan di pulau Lombok itu berlanjut setelah tujuh betas tahun kemudian dengan munculnya pemetaan bahasa yang dilakukan terhadap bahasa Sunda (Nothofer 1975). Pemetaan yang dilakukannya itu diawali dengan delapan buah peta bahasa yang dimuat dalam hasil penelitian yang berjudul Prato-ilalayo-Javanic. Pemetaan bahasa yang lengkap dalam penelitian geograri dialek itu, yang dilakukan terhadap bahasa di Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat, diterbitkan dengan judul Dialektgeographische Untersuchungen in West-Java and im Weslichen Zentral-3ava (1980). Setahun kemudian, tahun 1961, Nthofer melakukan pemetaan bahasa lagi dalam daerah yang mencakup Jawa Tengah,.yang.diterbit¬kan dengan judul Dialektatlas von Zentral Java.
Pemetaan bahasa yang ketiga di Indonesia dilakukan oleh Ayatrohaedi {1978) terhadap bahasa Sunda di daerah Cirebon. Dalam waktu yang hampir bersamaan dengan penelitian itu, Grips melakukan pemetaan bahasa terhadap bahasa flelayu yang digunakan di daerah Jakarta dan sekitarnya. Hasil penelitian yang disebutkan pertama diterbitkan dalam tahun 1985 dengan judul Bahasa Sunda di Daerah Cirebon, sedangkan penelitian yang satunya masih sedang dalam pengolahan tahap akhir (intormasi diperoleh pada bulan aktober 1986)."
1987
D9
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>