Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Ary Mauliva Hada Putri
"Tujuan dari penelitian ini adalah membuat model matematis serta melakukan simulasi proses adsorpsi gas metana dari campuran biner gas hidrogen-metana pada kolom adsorpsi fixed bed (unggun diam) dengan karbon aktif sebagai adsorbennya. Proses adsorpsi pada permukaan pori karbon aktif diasumsikan bertipe micropore adsorption. Profil konsentrasi adsorbat pada arah radial dimodelkan berbentuk polinomial orde 4 dan isotropik. Pendekatan ini berhasil mereproduksi bentuk linear driving force walaupun terdapat koreksi terhadap koefisien transfer massa, yang pada gilirannya berpengaruh pada koefisien difusivitas efektif. Di samping profil kuartik, dalam penelitian ini juga diasumsikan linear isotherm dan kondisi plug flow. Asumsi terakhir berdasar pada fakta bahwa efek dispersi tidak terlalu signifikan pada aliran bulk dengan kecepatan alir yang rendah. Simulasi juga dilakukan untuk melihat efek panjang kolom, kecepatan alir fluida, serta konsentrasi awal gas metana. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa saturasi sebanding dengan panjang kolom, dan berbanding terbalik dengan konsentrasi awal, kecepatan alir, dan nilai koefisien difusivitas efektif. Untuk kecepatan alir 0.1 cm/s dan fraksi mol awal metana 30%, diperoleh saturasi akan terjadi setelah 17 menit untuk panjang kolom fixed bed 100 cm. Waktu ini akan menjadi sekitar 8 menit jika panjang kolom dikurangi setengahnya atau 50 cm. Efek penambahan suku kuartik tidak berpengaruh signifikan pada kurva breakthrough.
The purpose of this study is to make a mathematical model that can describe the adsorption of hydrogen from a mixture of hydrogen-methane in fixed-bed column. The adsorbent is supposed to be an activated carbon. The adsorbate concentration profile is assumed to take the polynomial of order 4, while still assuming the spherically symmetric pellets. This procedure successfully reproduces the linear driving force form with some correction to mass transfer coe cient. The result shows that effect of such quartic term can affect the di usivity coe cient. The simulation was done by incorporating some assumptions, such as linear isotherm and the plug flow condition. The latter is due pretty much to the fact that the dispersion e ect is less dominant in bulk flow especially at low velocity. Furthermore, the simulation was aimed to get better understanding of how column length, flow velocity, and also initial mole fraction affect the adsorption. In addition, the time needed to reach saturated point is found to be proportional to column length, whereas it is inversely proportional to the initial concentration, flow velocity, and effective di usivity. For velocity equal to 0.1 cm/s and methane initial mole fraction 30%, the saturation will occur after approximately 17 minutes for column length 100 cm. This saturation time will be lowered into about 8 minutes for a bed length 50 cm. The simulation also shows that the inclusion of quartic term does not significantly affect the breakthrough curve."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Mayang Centya Febriary
"Mekanisme inhibisi korosi dari inhibitor berbahan dasar imidazoline pada baja API 5L Grade B di lingkungan NaCl 3,5% diinvestigasi dengan menggunakan metode model adsorpsi yang didapat dari hasil pengujian Tafel Polarisasi, Linier Polarisasi dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dengan menggunakan variasi konsentrasi 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm. Senyawa imidazoline yang teradsorpsi pada permukaan logam diinvestigasi dengan menggunakan pengujian Fourier Transform InfraRed (FTIR). Hasilnya didapatkan bahwa proses adsorpsi inhibitor imidazoline terjadi secara spontan mengikuti mode adsorpsi Langmuir isoterm. Berdasarkan nilai Goads antara -16,2 kJ/mol sampai -17,5 kJ/mol menunjukkan bahwa inhibitor imidazoline menginhibisi korosi dengan cara adsorpsi fisika (interaksi elektrostatis antara muatan negatif molekul inhibitor dengan muatan positif permukaan logam) membentuk lapisan tunggal di permukaan logam sehingga dapat menghambat proses korosi. Besarnya efisiensi inhibisi inhibitor berbahan dasar imidazoline bergantung pada konsentrasi inhibitor. Efisiensi inhibisi tertinggi diperoleh pada konsentrasi imidazoline 250 ppm sebesar 72,69% berdasarkan hasil pengujian Linier polarisasi.
Corrosion inhibition mechanism of imidazoline-based corrosion inhibitor on API 5L Grade B steel in 3.5% NaCl environment was investigated by using adsorption method from the results of tafel polarization, linier polarization resistance (LPR), and Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) tests with 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm and 150 ppm concentration variation. Imidazoline compounds which adsorbed on metal surface was also investigated by Fourier Transform InfraRed (FTIR) test. It was found that adsorption process of imidazoline-based inhibitor occurs spontaneously and follow the Langmuir adsorption isotherm. From the calculation of Goads (around -16,2 kJ/mol to -17,5 kJ/mol), it indicates that the inhibitor inhibited corrosion by physisorption (involving electrostatic attraction between the negative charged of inhibitor molecules and the positive charged of metal surface) to form a monolayer on the metal surface so that corrosion will be obstructed. Inhibition efficiency of imidazoline-based inhibitor was concentration dependent. The optimum inhibition efficiency is 72,69% in 250 ppm concentration of imidazoline as a result of LPR test."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S53218
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Stephanie Virgana
"Pencemaran air oleh logam berat Pb (II) akibat kegiatan industri telah menarik perhatian dunia secara signifikan karena memiliki efek yang merugikan bagi lingkungan. Disisi lain melimpahnya senyawa fosfat di perairan menambah masalah eutrofikasi yang menyebabkan alga blomming dan pertumbuhan tanaman air yang tidak terkendali. Adsorpsi merupakan metode yang efektif dengan harga ekonomis untuk mengatasi permasalahan limbah Pb (II) di perairan. Pemanfaatan tanaman air sebagai biosorben telah dikembangkan demi tujuan tersebut namun masih memiliki beberapa kelemahan. Pada penelitian ini, teknik immobilisasi dilakukan pada spesies tanaman air Duckweed (Lemna perpusilla Torr) pada nanopartikel magnetit dengan penambahan Ca-alginat sebagai adsorben yang memiliki efektifitas tinggi. Adsorben tersebut memiliki pH optimum 10, waktu kontak optimum pada menit ke-90, dan suhu 25°C dengan kemampuan mengadsorpsi terbaik hingga 49,28 mg/g (dengan %Adsorpsi 98,55%) dalam penyerapan logam Pb (II). Nanopartikel magnetit akan mempermudah separasi adsorben dengan memberi medan magnet yang kuat. Nilai %Recovery sebesar 77,75% dalam eluen HNO3 1M yang dimiliki adsorben menjadikan adsorben dapat digunakan kembali. Karaterisasi dengan FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi yang berperan aktif dalam proses penyerapan logam Pb (II).
Water pollution by heavy metals Pb (II) as a result of industrial activities has attracted worldwide attention significantly because it has a detrimental effect on the environment. The abundance of phosphate compounds in water is also adding to the problem of eutrophication which causes blooming algae and aquatic plant growth uncontrolled. Adsorption is an effective method with economical prices to overcome the problems of waste Pb (II) in water. Utilization of water plants as biosorbent been developed for this purpose, but still have some weaknesses. Immobilization technique performed on the species of aquatic plants Duckweed (Lemna perpusilla Torr) on magnetite nanoparticles with the addition of Ca-alginate as an adsorbent which has a high effectiveness. The adsorbent has an optimum pH 10, the optimum contact time within the 90 minute, and temperature of 25°C with the best ability to adsorb up 49.28 mg/g (in %Adsorption 98.55%) in the absorption of Pb (II). With the magnetite nanoparticles will facilitate the separation of the adsorbent with a given magnetic field in its application in water because it has a strong magnetic power. Value%Recovery of 77.75% in 1M HNO3 eluent makes adsorbent can be reused. Characterization with FTIR showed the presence of functional groups that play an active role in the process of absorption of Pb (II)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S58531
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library