Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 27 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Santi Kertati
"Polimerisasi anilin dilakukan dengan terlebih dahulu memodifikasi anilin menjadi garam melalui penambahan dopan asam asetat dan asam propionat. Polimerisasi keadaan standar dilakukan menggunakan garam anilinium asetat/anilinium propionat 0.2 M dengan rasio APS/anilin 1,25, treaksi = 90 menit. Produk polimerisasi yang terbentuk berupa bubuk dan film polianilin pada substrat kaca. Faktor-faktor yang mempengaruhi polimerisasi anilin antara lain konsentrasi reaktan, kelebihan asam, dan kelebihan APS. Pemantauan reaksi polimerisasi dipelajari menggunakan profil suhu dan pengukuran berat bubuk polianilin. Karakteristik dari reaksi-reaksi tersebut dilakukan mengunakan spektrofotometer UV-Visibel, FT-IR, dan SEM.Pemantauan reaksi menunjukkan bahwa semakin panjang rantai karbon yang digunakan sebagai dopan, semakin sulit proses polimerisasi terjadi. Film Polianilin diujicobakan sebagai sensor kualitatif uap amonia. Film polianilinium asetat yang diberi uap amonia memberikan penurunan hantaran, tetapi film polianilinium propionat menunjukkan kenaikkan hantaran."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S30380
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Fahmiati
"Efek dari amonia yang ditemukan pada air limbah telah mendorong pengembangan metode yang efisien untuk penyisihannya. Pada penelitian ini, kombinasi kontaktor membran serat berongga dan proses ozonasi digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Limbah amonia sebesar 120 ppm dan absorben mata air panas ciater yang mengandung sulfat digunakan dalam penelitian ini. Efek dari suhu umpan, yakni 30°C, 40°C dan 50°C pada efisiensi pemisahan dan perpindahan massa amonia diinvestigasi. OH- yang terbentuk dari OH radikal sebagai produk dari dekomposisi ozon membantu menjaga pH basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu umpan meningkatkan penyisihan amonia.. Kombinasi kedua proses ini dapat dikatakan efektif dalam menyisihkan 96% amonia pada suhu 50°C.

The effects of ammonia which commonly found in wastewater streams have promoted the development of more efficient methods for their removal. In this study, polypropylene hollow-fiber membranes and ozonation process were used to achieve this purpose. Synthetic ammonium sulfate and Ciater spring water was used. The effects of feed temperature (30°C, 40°C and 50°C) on removal efficiency and the overall mass transfer of the ammonia were investigated. OH- which formed from OH radical as a product of ozone decomposition helps to maintain alkalinity of the system. Result shows that feed temperature has significant effect on ammonia removal. This combination process works to be very effective on ammonia removal from the synthetic waste water. For variated temperature on 30°C, 40°C and 50°C , the best result of ammonia removal is around 96 % on 50°C."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43707
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Pujo Purwanto
"ABSTRAK
Dengan keterbatasan kemampuan peralatan yang terpasang untuk menurunkan kadar amoniak dalam air buangan yang berasal dari pabrik Amonium Nitrat. Dimana kadar amoniak tersebutmasih melebihi baku mutu sesuai KEP-SUMENLI-I/I0/1995, tentang mutu limbah cair bagi kegiatan Industri dinyatakan bahwa kadar amonia diperbolehkan maksimum 5 ppm.
Amoniak tersebul sebagian besar berasal dari air kondensasi hasil reaksi antara asam nitrat dan amoniak. Proses unluk menurunkan kadar amoniak terlarut dalam air kondensat tersebut digunakan sistem proses Hsika yang dikenal dengan amoniak stripping.
Perancangan amoniak stripping digunakan metoda Ludwig dan fomiula yang digunakan terlebih dahulu di lakukan uji perancangan ulang dimensi menara kolom yang terpasang di Pabrik amoniak PT Pupuk Kujang, dengan tujuan mencan formula yang tepat. Hasil uji fommla didapatkan data yang sama terhadap data design, sehingga formula sudah tepat dan memenuhi untuk digunakan dalam perancangan ini. Amoniak stripping dirancang dengan laju alir umpan air 2500 kg per jam, kadar amoniak diperhitungkan 100 ppm dan etisiensi penumnan kadar amoniak 93 %_ Kemudian digunakan steam sebagai gas stripper yang dihembuskan melalui sisi bagian bawah menara dengan kondisi temperatur 147 °C dan laju alir 750 kg per jam. Hasil Akhir perancangan amoniak stripping atau menara kolom adalah Diameter kolom bagian dalam 0,5 meter,Tinggi bed isian unggun 4,5 meter dan [sian Unggun /packing digunakan Raschig Ring dengan ukuran 1,5 in.
Perkiraan biayn yang timbul dari pengadaan peralatan utama dalam perancangan proses menurunkan [radar amoniak ini sebesar 54.1S3,81USD atau Rp 541.838.lG0,- (kurs diambil lUSD=Rp 10.000), sedangkan tambahan biaya operasional pertahun sebesar Rp 226_866.57l,-.
Perancangan ini dapat menurunkan kadar amoniak dalam air buangan dari 60 ppm menjadi 2 ppm, hal ini digunakan unluk memenuhi aturan pemerintah dan sebagai lronsekwensi terhadap pemeliharan lingkungan hidup.

"
2001
S49251
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Navianti
"Meningkatnya perkembangan Industri di Indonesia mengakibatkan terjadinya pencemaran Lingkungan di sekitamya. Adanya berita media massa tentang pencemaran lingkungan di sekitftr PT Pupuk Sriwijaya yang menycbabkan teijadinya penyakit infeksi saluran pemapasan pada penduduk di pemukiman sekitar industri tersebul.
Tujuan penelitian adalah untuk mcngetahui hubungan pemajanan ammonia dan PM", serta faktor risiko yang mempengaruhinya dengan kejadian gejala pcnyakit saluran pemapasan pada bayi dan balita di pemukiman sekitar PT pupuk Sriwijaya palembang tahun 2001.
Subyek pcnelitian adalah ibu-ibu yang memiliki bayi dan baiita (0 bulan-59 bulan). Didapatkan sebanyak 125 keluarga yang mcmiliki bayi dan balita secara random sampling yang tersebax dalam 3 kclurahan. Jenis penelitian bersifat deskriptif anaiitik dengan rancangan penelitian Cross-secrional.
Hasil penentuan kadar ammonia antara 246.75 pg/m3-1499 gym), sedangkan kadar P1\/110 antara 202.60 pg/m3-1281 ng/mi. Terdapat hubungan yang signifikan (p < 0.05) pemajanan ammonia dcngan kejadian gejala penyakit saluran pcmapasan pada bayi dan balita di pemukiman sekitar industri PT Pupuk Sriwidjaja. Ada hubungan dosis respons antara pemajanan ammonia dengan kejadian gejala penyakit saluran pemapasan pada bayi dan balita di pemukiman sckitar PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
Pemajanan PM|o Yang tinggi pada bayi dan balita di pemukiman sekitar PT Pupuk Sriwidjaja akan meningkatkan risiko menderita gejala penyakit saluran pemapasan Dari model akhir didapat nilai OR = 1.1124 (95%CI=l.014-l.221), artinya setiap peningkatan 1 unit kadar PM 10 meningkatkan riaiko bayi dan balita rnenderita gejala penyakit saluran pemapasan sebcsar I 1.24%
Kesimpulan menunjukkan bahwa bayi dan balita yang terpajan dengan ammonia 2 652.50 pg/ma' mempunyai risiko menderita gcjala penyakit saluran pemapasan sebesar 9.508 kali dibandingkan dengan bayi dan balita yang terpajan ammonia < 652.50 pg,/ms setelah ciikontrol oleh variabcl variabel PMN, kepadatan hunian, perokok dalam rumah dan interaksi antara ammonia dengan PMN.
Saran kepada pihak PT Pupuk Sriwidjaja unmk tems memantad alat alat pengendaiian emisi gas maupun debu urea dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas alat alat pengendalinya, sehingga dapat mengurangi pencemaran di sekitar industri tersebut.

Due to increasing industry expansion in Indonesia it alfect the environmental pollution around the industry. There was mass media regarding environmental pollution around PUSRI which result of acute respiratory infection symptoms of the local community around that lndustry.
The purpose of -this study is to find out the relationship between expo: ure ammonia and PMN , as well as risk factor which influence with the condition acute respiratory infection symptoms at babies and children living around at PT Pupuk Sriwidjaja in 2001.
Subyect of this study are mothers who has babies and children ranging from 0 to 59 months. We found out that around l25 families who has babies and children as sampling random from 3. The methode of this study is descriptive analytic with cross sectional study designed.
The result of concentrate ammonia between 246.75 ug/m3-1499 ug/m3. And actual PMN, consentrate between 202.60 ug/m3-128| pg/rn3.There is significant relationship (p<0_05) between exposure ammonia and PM", with condition acute respiratory infection symptoms at babies and children living around at PT Pupuk Sriwidjaja Palembang There are linked dose respons between exposure ammonia with acute respiratory infection symptoms at babies and children living around at P'I` pupuk Sriwidjaja.
High exposure of PM", at the babies and children around PT Pusn area will raise from the risk acute respiratory infection symptoms. From the last model, it found out the value of OR equal to 1.1124 (95%CI = l.0l4-1221), meaning every raise per l unit PM10 will be raised the risk of babies and children for l 1.24 %.
Conclusion indicates that babies and children who has exposured with ammonia 2 652.50 ug/m3 has risk factor of the acute respiratory infection symptoms 9.5! times compare with babies and children exposured by ammonia < 652.50 ug/m3, after being adjusted by variables PM io, smoker inside the house, density of population and interact between ammonia and PM iq.
Suggestion to PT Pupuk Sriwidjaja to constantly measure all the control gas emission and dust urea equipment and to raise eiiiciency and effectiveness ofthe control equipment so that it could reduce pollution around the industry.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2002
T5086
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Samsul Arifin
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T41218
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sihombing, Cristine Angelina Roma Uli
"Senyawa amonia seringkali ditemukan dalam jumlah yang cukup besar pada air permukaan yang dapat membahayakan manusia dan lingkungan apabila tidak diolah secara tepat. Penelitian ini merupakan studi tentang metode kavitasi hidrodinamika menggunakan orifice plate untuk mendegradasi amonia pada limbah cair sintetik. Larutan amonia disirkulasikan menggunakan pipa biasa lalu dilakukan kuantifikasi senyawa pengoksidasi dengan titrasi KMnO4 melalui variasi jumlah lubang orifice plate (6, 8 dan 17 lubang). Degradasi amonia dilanjutkan dengan variasi pH awal (4, 7 dan 10) dan variasi konsentrasi awal (10 mg/L, 25 mg/L dan 50 mg/L). Hasil persentase penyisihan amonia dengan pipa biasa sebesar 4,85%, orifice plate 17 lubang memproduksi senyawa pengoksidasi paling banyak, yaitu 39,95 mg/L dan amonia terdegradasi optimum pada pH 10,10 menggunakan orifice plate 17 lubang dengan konsentrasi awal 50 mg/L, yaitu sebesar 22,5 %.

Ammonia compound is often found in large numbers on the surface water that can harm humans and the environment if not treated appropriately. This research is a study of hydrodynamic cavitation method using orifice plate to degrade ammonia in synthetic wastewater. Ammonia solution was circulated using pipe and then tested the productivity of oxidizing compounds using permanganate titration by varying the orifice plate number of holes (6, 8 and 17 holes). Furthermire, degradation of ammonia followed by variations of initial pH (4, 7 and 10) and variation of initial concentration (10 mg/L, 25 mg/L and 50 mg/L). The results showed that the circulation using pipe can degrade ammonia by 4.85%, orifice plate with 17 hole produces most oxidizing compound which is 39,95% and ammonia is best degraded at pH 10,10 using orifice plate 17 holes with initial concentration 50 mg/L which is 22,5%."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
S46438
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fina Rahayuni
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2003
TA496
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Mahdiati
"Konsep pengelolaan Iingkungan rumah sakit di Indonesia telah dikenal sejak lama sebagai bagian dari rutinitas internal kegiatan rumah sakit. Aplikasi konsep tersebut pada banyak rumah sakit dilaksanakan melalui praktek-praktek sanitasi lingkungan seperti pencegahan infeksi nosokomial, penyehatan ruang dan bangunan, pengendalian vektor, dan pengolahan limbah rumah sakit dengan mendirikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah limbah cair yang diproduksi rumah sakit.
Salah satu kendala yang dihadapi pihak rumah sakit dalam upaya pembangunan instalasi pembangunan pengolahan limbah adalah berkaitan dengan keterbatasan teknologi pengolah limbah dan biaya. Akibatnya sering dijumpai penanganan limbah yang tidak efektif dan efisien serta pemilihan dan penerapan teknologi yang kurang tepat sehingga limbah cair yang telah diolah masih memiliki kualitas yang tidak sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan. Masalah pemilihan dan penerapan teknologi pengolah limbah yang kurang tepat akan mengakibatkan kerusakan Iingkungan terutama badan air penerima atau sungai.

In Indonesia, concept of hospital management had been known as a part of internal activities ln hospital. Its application concept in hospital doing through environmental sanitation practices such as protection of nosokomial lnfecdon, room and building sanitation, vector protection and wastewater treatment.
One of constraint in hospital for construction wastewater treatment plant was related with limitation of wastewater treatment technology and oost. Because of them almost meet ineffective and inefficient wastewater treatment cause of election and application aren?t right, so tl1at outlet did not meet the required standard quality. The problem of election and application wastewater technology are not right, will adverse effects towards the environment.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003
T10853
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
M. Shiddiq Manti
"ABSTRAK
Bahan-bahan yang digunakan oleh manusia, baik yang digunakan oleh
masyarakat umum maupun industri, tidak dapat bertahan lama dan akan lebih
cepat rusak pada suhu kamar. Di dunia industri, umumnya bahan-bahan tersebut
tidak langsung digunakan, tetapi disimpan teriebih dahulu untuk beberapa waktu
sehingga memeriukan sarana khusus untuk menyimpannya agar tidak cepat
mengalami kerusakan dan tetap terjaga daiam kondisi yang baik pada saat
dimanfaatkan nantinya.
Untuk mengatasi masaiah tersebut, pendinginan adalah salah satu
aiternatif terbaik. Temperatur dam kondisi pendinginan yang dilakukan harus
diperhatikan untuk tiap bahan yang berbeda karena tiap bahan memiliki
karakteristik masing-masing yang memeriukan periakuan yang berbeda-beda.
Dalam perancangan dan perencanaannya, mesin pendingin harus
memenuhi beberapa aspek, salah satunya adalah aspek hemat enegi. Untuk
memperoleh suatu sistem yang mengkonsumsi lebih sedikit energi dan efisien
dapat dilakukan berbagai cara, salah satunya adalah dengan pemilihan jenis
refrijeran yang digunakan dalam sistem tersebut.
Pembahasan yang dilakukan adalah menghitung ulang suatu sistem
pendingin yang menggunakan refrijeran R-502 dengan menggantinya dengan
ammonia, dengan kondisi kerja yang dianggap sama, lalu membandingkannya
satu sama lain untuk melihat refrijeran mana yang lebih baik digunakan dalam
sistem pendingin tersebut.
Dari rincran di atas, sebagai hasil akhir dari skripsi ini akan diperoleh
refrijeran mana, di antara R-502 dan ammonia, yang akan menyebabkan sistem
membutuhkan lebih sedikit energi untuk beroperasi."
1998
S37412
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>