Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wahyu Kuncoro Adhi
"Berbagai macam tindak terorisme telah terjadi di antara umat manusia. Kamera keamanan untuk mendeteksi bahan-bahan berbahaya dikembangkan manusia untuk mencegah terjadinya tindak terorisme. Teknologi yang sudah ada seperti kamera sinar X memiliki kelemahan yaitu efek samping yang berbahaya bagi tubuh manusia. Untuk itu, manusia mengembangkan teknologi kamera dengan menggunakan rentang Terahertz. Rentang yang digunakan adalah inframerah dan gelombang Terahertz 0.3 - 5 Thz.
Inframerah digunakan untuk mendeteksi benda asing yang diselipkan pada tubuh manusia, sedangkan rentang gelombang Terahertz digunakan untuk mendeteksi material berdasarkan proses spektroskopi. Mikrobolometer digunakan untuk mendeteksi gelombang inframerah. Sedangkan antena Terahertz digunakan untuk mendeteksi frekuensi gelombang antara 0.3 sampai 5 Thz.
Penelitian ini bertujuan untuk mengabungkan dan mengintegrasikan mikrobolometer dengan antena Terahertz. Kedua komponen ini digunakan secara terpisah namun dalam satu struktur. Sensor diharapkan akan menjadi lebih murah dengan hasil yang cukup baik.
Metode yang digunakan adalah simulasi dan menganalisa hasil dan nilai-nilai parameter yang penting. Desain baru antena mikrobolometer yang digandeng dengan antena Teraherzt memilki penyerapan inframerah yang lebih kecil dibandingkan dengan mikrobolometer tanpa antena. Namun desain baru memiliki keunggulan yaitu mampu mendeteksi gelombang Thz 1.96 sampai 1.97 Thz dan inframerah. Desain juga memiliki waktu siklus yang singkat dan dapat digunakan untuk aplikasi kamera tepat waktu anti terorisme.

A wide range of acts of terrorism have occurred among mankind. Security camera is used to detect dangerous materials, is developed in order to prevent acts of terrorism. Existing technologies such as X-ray camera has the disadvantage such of its side effects that are harmful to the human tissue. Because of that, people are developing the camera technology using the terahertz range. Range used is infrared and terahertz waves 0.3 - 5 Thz.
Infrared is used to detect foreign objects which are inserted in the human body and Terahertz waves are used to detect material from spectroscopy process. Microbolometer used to detect infrared waves. While the antenna is used to detect terahertz waves frequency between 0.3 to 5 Thz.
This study has purpose to combine and integrate microbolometer with terahertz antenna. Both of these components are used separately but within in one structure. Sensors are expected to become cheaper with good results.
The method is simulate and analyze result and important parameter. The new antenna coupled microbolometer design has infrared absorption smaller than microbolometer without antenna. But, new design has the advantage which are capable of detecting Thz frequency from 1.96 to 1.97 Thz and Infrared. Design has short cycle time so it can be used to real time camera for antiterorism application.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T34961
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sirait, Dony Canisius
"Radio Frequency Identification (RFID) adalah salah satu teknologi yang sedang berkembang dan telah digunakan dalam berbagai bidang kehidupan termasuk dalam bidang kesehatan, salah satunya adalah untuk aplikasi monitoring pasien. Sistem RFID terdiri dari tag yang akan diimplan ke dalam tubuh manusia dan reader yang akan ditempatkan disalah satu sudut ruangan. Penggunaan tag dalam tubuh dimaksudkan untuk mengurangi resiko kehilangan tag, tidak terlihat dan cocok untuk pasien yang kurang kooperatif. Antena tag RFID yang dirancang digunakan untuk aplikasi medis dengan frekuensi 923-924 MHz, dan diimplan dibagian lengan atas manusia. Tag RFID diimplan diantara lapisan kulit dan lapisan lemak dari lengan manusia. Tag antena memiliki gain sebesar -19,87dBi. Antena yang akan dirancang bangun adalah berupa antena dipole yang dibuat dari kombinasi helix dan folded yang akan diimplan di dalam tubuh setelah dibungkus dengan silika terlebih dahulu guna mengurangi efek radiasi ke tubuh.. Untuk mengetahui karakteristik antena pada saat diimplan pada tubuh manusia, digunakan media phantom berupa liquid phantom sebagai media validasi. Antena setelah disimulasi dengan model lengan manusia di frekuensi 924 MHz memiliki bandwidth 854,68 - 990,34 MHz. Antena setelah diukur di dalam liquid phantom memiliki bandwidth 908 - 997 MHz. Pola radiasi dari antena dipole ini dapat dilihat secara simulasi berdasarkan sudut elevasi pada bidang YZ, XY dan XZ. Namun, pada saat pengukuran, arah dan sudut elevasi dari pola radiasi dilihat hanya pada bidang XY.

Radio Frequency Identification (RFID) is one of the developed technologies which is used in several applications, including for medical field applications such as patient monitoring purpose. The RFID system is consisted of a medical tag that is implanted into the human body and a reader unit that is installed in one of the room's corner. The use of the implanted tag is intended to reduce the risk of the tag being lost, it is invisible and ideal for noncooperative patients. RFID tag antenna is designed to be used in medical aplications with frequency of 923 -925 MHz and implanted in human’s upper arm. The RFID is designed to be tag implanted between layers of skin and fat layer of human arm. The tag antenna has a gain of - 19.87 dBi. The antenna is a modified dipole antenna with combination of helix and folded dipole antenna and will be implanted in the body after it is wrapped with silica to reduce the effects of radiation to the human body. To determine the characteristics of the antenna when implanted in the human body, the media used is in the form of a liquid phantom as validation media. The antenna after simulated by the model of the human arm in frequency 924 MHz, has a bandwidth from 854.68 – 990.34 MHz. This modified dipole has been measured in liquid phantom with bandwidth from 908 - 997 MHz. The radiation pattern from this antenna in simulated based on elevation angle in plane YZ, XY and XZ. However, for the radiation pattern measurement, the direction and elevation angle are measured only in the XY plane."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T35785
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library