Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rambe, Seira Yuana Putri Boru
"ABSTRAK
Latar BelakangWorld Resources Institute WRI berdasarkan kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 2014, terdapat 3.101 titik api dipulau Sumatera dan 87 dari jumlah tersebut ditemukan di Provinsi Riau. Asap yang berasal dari kebakaran hutan menghasilkan senyawa karsinogenik yaitu Benzo a pyrene dengan metabolit utamanya Benzo a pyrene-diol epoxide BPDE yang bersifat mutagenik tinggi sehingga menyebabkan kerusakan DNA dan meningkatkan terjadinya risiko kanker termasuk kanker paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar BPDE serum pada petugas pemadam kebakaran pasca kebakaran hutan tahun 2015 di Provinsi Riau.MetodePenelitian dengan desain potong lintang yang dilakukan pada Mei 2016 bertempat di kantor pusat pemadam kebakaran kota Pekanbaru, terhadap 70 orang petugas pemadam kebakaran yang ikut memadamkan api kebakaran hutan di Provinsi Riau periode Agustus-Oktober 2015. Dilakukan pengambilan darah untuk pengukuran kadar BPDE serum, pengukuran kadar CO ekspirasi menggunakan alat CO analyzer, pengisian kuesioner data dasar, status merokok, keluhan respirasi, fagerstorm dan penggunaan APD.HasilNilai tengah kadar BPDE serum dan kadar CO ekspirasi yaitu 16 ng/ml 1,93-71,13 dan 9 ppm 0-54 . Kadar BPDE serum pada perokok 15,26 ng/ml 1,93-48,47 , bukan perokok 15,63 8,42-50,51 dan bekas perokok 22,07 13,46-71,13 nilai p = 0,025. Kadar BPDE serum pada kelompok yang tidak menggunakan APD dan yang menggunakan APD 17,15 ng/ml vs 15,63 ng/ml . Kadar CO ekspirasi pada perokok 11,52 ppm 0-54 , bukan perokok 7,02 ppm 0-45 dan bekas perokok 7,00 ppm 0-27 nilai p = 0,05. Keluhan respirasi terbanyak berupa dahak/reak sebanyak 44,3 .KesimpulanKadar BPDE serum lebih tinggi pada bekas perokok dan pada responden yang tidak menggunakan APD Kadar CO ekspirasi didapatkan lebih tinggi pada perokok Keluhan respirasi terbanyak adalah dahak/reak.Kata kunci : Benzo a pyrene diol epoxide, asap kebakaran hutan, pemadam kebakaran
BackgroundWorld ,hr> ABSTRACT
Resources Institute WRI based on the 2014 forest fires in Indonesia, showed 3.101 firespots in the Sumatera island and 87 of them were located in the Riau Province. Forestfire smoke produced carcinogenic compound, Benzo a pyrene, with its main metabolic which is Benzo a pyrene-diol epoxide BPDE . It had a high mutagenic characteristic and could cause damage to DNA and increased the risk of cancer, especially lung cancer. This study rsquo;s purpose was to know serum BPDE levels in firefighters after forestfire 2015 at Riau Province.Method A cross sectional study conducted in May 2016 at Pekanbaru rsquo;s Fire Departement, involve 70 firefighters who took part in extinguishing at the Riau rsquo;s forestfires between August-October 2015. Blood samples were taken to check the serum BPDE levels, the level of exhale carbon monoxide CO during expiration using a CO analyzer and filling questionaire about smoking status, respiratory symptoms, fagerstrom and universal precaution. ResultMedian for serum BPDE levels and CO expiration levels to be 16 ng/ml 1,93-71,13 and 9 ppm 0-54 . Serum BPDE levels in smokers 15,26 ng/ml 1,93-48,47 , non-smokers 15,63 8,42-50,51 and ex-smokers 22,07 13,46-71,13 with p=0,025. Serum BPDE levels in firefighters not using universal precautions were higher than the firefighters who did 17,15 ng/ml vs 15,63 ng/ml . CO expiration level was higher in smokers 11,52 ppm 0-54 , non-smokers 7,02 ppm 0-45 and ex-smokers 7,00 ppm 0-27 , with p=0,05. Sputum was the major respiratory symptoms 44,3 .ConclusionSerum BPDE levels are higher in firefighters who are ex-smokers and firefighters who not using universal precautions compared with those who use. CO expiration levels are higher in smokers and the major respiratory complaints is sputum."
2018
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yoga Hary Dewanto
"Hemoglobin Adduct dapat terbentuk akibat paparan benzo[a]pyrene dalam udara yang diduga mengandung PAH. Dengan Cara mengisolasi globin kemudian mengnidrolisisnya dengan asam, hemoglobin Adduot dari benzo[a]pyrene (BaP) dapat dideteksi sebagai bentuk nidrolisatnya berupa senyavva benzo[a]pyrene tetrahydrotetro/ (BPT) dengan menggunakan HPLC-Fluoresensi fasa terbalik kolom RP-18, eluen metanol-air (55:45).
Hasil penelitian membuktikan hemoglobin Adduct teridentifikasi pada sampel daran dari pedagang asongan yang berisiko tinggi terpapar PAH. Bates deteksi (LOD) dalam penelitian ini mencapai 2,6205 pg/mg globin. Konsentrasi adduot tertinggi yang diperolen sebesar 53,3963 pg/mg globin dan konsentrasi terendan 5,7870 pg/mg globin. Terdapat indikasi pengarun faktor kebiasaan merokok pada konsentrasi adduot yang terbentuk pada sampel responden. Untuk memperkuat nubungan faktor tersebut perlu dilakukan penelitian Iebin lanjut dengan menamban jumlan sampel dan melakukan uji statistik."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
S30292
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nofiarni Yusril
"Latar Belakang : Benzopyrene polycyclic aromatic adalah agen karsinogenik yang ditemukan dalam asap rokok. Benzo a pyrene Diol Epoxide BPDE adalah salah satu metabolit benzopyrene. Perokok kretek adalah orang yang merokok minimal 1 rokok kretek per hari selama minimal 1 tahun tanpa atau kurang dari 20 nya merokok dengan rokok putih. Kami meneliti kadar BPDE dalam darah perokok kretek dibandingkan dengan bukan perokok.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang mengikutsertakan 32 subjek sehat yang merokok kretek dan 32 subjek sehat bukan perokok. telah menandatangani lembar persetujuan diperiksakan kadar CO ekshalasi dengan menggunakan alat pengukur CO portabel kemudian diambil sampel darah untuk diukur kadar BPDE-protein adducts. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan statistical package for social sciences SPSS 21.
Hasil : Total 64 responden yang dibagi menjadi 32 subjek perokok kretek dan 32 kontrol diperiksakan kadar BPDE-protein adducts dan kadar CO ekshalasi. Karakteristik subjek didapatkan sebanyak 59,4 usia perokok kretek di atas 45 tahun dan 56,3 mempunyai latar belakang pendidikan tinggi sedangkan pada kelompok kontrol 87,5 berusia di bawah 45 tahun dan 75 mempunyai latar belakang pendidikan tinggi. Kadar BPDE-protein adducts pada subjek perokok kretek sebesar 12,15 8,87-33,55 ng/ml dan kadar pada kelompok kontrol sebesar 11,4 3,87-13,27 ng/ml, p=0,004. Faktor yang mempengaruhi kadar BDPE-protein adducts pada perokok kretek berdasarkan analisis multivariat adalah pola hisapan p=0,002 dan derajat adiksi p = 0,047 . Terdapat hubungan yang bermakna secara statistis antara kadar BPDE-protein adducts dengan kadar CO ekshalasi pada perokok kretek p=0,003,r=0,512.
Kesimpulan : Kadar BPDE-Protein adducts pada perokok lebih tinggi dibanding bukan perokok dengan pola hisapan dan derajat adiksi menjadi faktor yang mempengaruhi.

Background: Benzopyrene polycyclic aromatic is a carcinogenic agent found in cigarettes smoke. Benzo a pyrene Diol Epoxide BPDE is one of the benzopyrene metabolite. Kretek cigarette smoker isa person who smokes at least 1 cigarette per day for at least 1 year with no or less than 20 of amount and time of white cigarettes smoking. We investigated the BPDE serum level in kretek cigarette smokers compared to non smokers.
Method: This is a cross sectional study of which 32 'healthy ' kretek cigarette smokers and 32 'healthy ' non smoker were enrolled in this study. We collected blood sample and we analyzed the BPDE level and also their exhale carbon monoxide CO level during expiration. Serum BPDE level were assayed using ELISA kit. The data obtained were tested using statistical package for social sciences SPSS 21.
Results: A total of 32 kretek smokers subjects and 32 controls was underwent examination of BPDE protein adducts level and exhalation CO levels. Characteristics of the subjects obtained was 59.4 kretek smokers aged over 45 years and 56.3 have a high education background, while in the control group 87.5 were aged under 45 years and 75 have high educational backgrounds. The levels of BPDE protein adducts in the kretek smokers subject was 8.87 to 33.55 ng ml and the levels in the control group was 11.4 3.87 to 13.27 ng ml, p 0.004. The factors which influence the levels BDPE protein adducts in smokers cigarettes the most by multivariate analysis were sucking pattern p 0.002 and the degree of addiction p 0.047 . There was a statistically significant relationship between the level of BPDE protein adducts with exhalation CO levels in kretek smokers p 0.003 .
Conclusion: Serum BPDE protein adductslevel higher in smokers compared nonsmokers with suction pattern and degree of addiction are influence factors.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indawati
"ABSTRAK
Latar Belakang : Benzo(a)pyrene (BaP) adalah hidrokarbon aromatik polisiklik sangat karsinogenik yang terdapat dalam asap rokok. Tidak hanya perokok yang perlu menjadi perhatian, namun bahaya yang ditimbulkan akibat asap rokok pada orang yang tidak merokok juga perlu diperhatikan.
Metode : Penelitian ini berjenis potong lintang pada 26 perempuan dewasa bukan perokok yang terpajan asap rokok dan 15 perempuan tidak terpajan asap rokok di rumahnya di kelurahan Palmeriam Kecamatan Matraman, Jakarta. Kadar BPDE-protein adducts diukur menggunakan metode ELISA. Kadar CO ekspirasi, informasi kebiasaan merokok anggota keluarga di rumah pada subjek penelitian dikumpulkan melalui kuesioner.
Hasil : Nilai BPDE-protein adducts <40 ng/ml sebanyak 16 orang (61,5%) dan nilai BPDE-protein adducts >40 ng/ml sebanyak 10 orang (38,5%), sedangkan pada kelompok perempuan tidak terpajan asap rokok di rumah, nilai BPDE-protein adducts <40 ng/ml sebanyak 11 orang (73,3%) dan nilai BPDE-protein adducts >40 ng/ml sebanyak 4 orang (26,7%), hasil analisis menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p=0,443). Pengukuran kadar CO ekspirasi pada penelitian ini memperoleh nilai tengah kadar CO ekspirasi pada kelompok perempuan yang terpajan asap rokok sebesar 5,5 ppm. Pada kelompok perempuan yang tidak terpajan asap rokok, rerata kadar CO ekspirasi sebesar 6 ppm, hasil analisis tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p=0,398). Lama pajanan, jenis rokok, banyaknya jumlah rokok yang dihisap serta banyaknya jumlah perokok aktif dirumah tidak mempengaruhi kadar BPDE-protein adducts.
Kesimpulan : Nilai BPDE-protein adducts >40 ng/ml pada perempuan terpajan asap rokok lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak terpajan asap rokok di lingkungan rumah.

ABSTRACT
Background: Benzo(a)pyrene (BaP) is a polycyclic aromatic hydrocarbon contained in cigarette smoke. This highly carcinogenic substance is also found in Environmental Tobacco Smoke (ETS) which equally dangerous to the health of population and equally require attentions as much as cigarette smoke. This study observes level of BaP among those in risk of ETS exposure.
Methods: A cross-sectional study was performed involving 26 women exposed to ETS and 15 women unexposed to ETS in Palmeriam Matraman area, Jakarta, Indonesia. The BPDE (Benzo(a)pyrene Diol Epoxide) protein levels of adducts were measured using ELISA method. In addition, exhaled carbon-monoxide (CO) level during expiration was measured and family members smoking habits at home was obtained using questionnaire.
Results: The mean age of women exposed to ETS was 35.8 ± 6.5 years and women unexposed to ETS was 41.7±7.5 years. In the ETS exposed women, the BPDE level of <40 ng/mL was found in 16 people (61.5%) and the BPDE level of >40 ng/mL was found in 10 people (38.5%). In the ETS unexposed women, the BPDE level of <40 ng/mL was found in 11 people (73.3%) and the BPDE level of >40 ng/mL was found in 4 people (26.7%). None of these results were significantly different (p=0.443). The median exhaled CO level of ETS exposed women was 5.5 ppm and of ETS unexposed women was 6.0 ppm. None of these results were significantly different (p=0.398). No correlation was found between length of ETS exposure, types of cigarettes, number of cigarettes smoked and number of active smokers at home and BPDE-protein adducts level.
Conclusion: The BPDE level of ETS exposed women was higher than of ETS unexposed women (>40 ng/mL and <40 ng/mL, respectively). The median exhaled CO level of ETS exposed women was lower than of ETS unexposed women (5.5 ppm and 6.0 ppm). However, none of these results were statistically significant."
2018
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library