Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Salsabila Arini Alfakhaira
"Peran kampus sebagai pusat pertukaran dan tranformasi budaya memiliki potensi untuk memulai perubahan di lingkungan sekitarnya. Universitas Gunadarma memiliki tiga kampus, yaitu kampus E, G, dan H, yang terletak di Jalan Akses UI Kelapa Dua. Namun, Jalan Akses UI Kelapa Dua sendiri tidak mencerminkan lingkungan dan dominasi kampus. Meskipun demikian, suasana dan situasi di Jalan Akses UI Kelapa Dua memiliki potensi untuk membentuk karakteristik yang unik, seperti karakter edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana placemaking dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan karakter edukasi di sekitar lingkungan kampus dengan menggunakan lima jenis placemaking: Standard Placemaking, Strategic, Creative, Tactical, dan Green Placemaking. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif studi kasus dengan jenis penelitian yaitu penelitian research-by-design dan pendekatan perancangan evidence-based. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Strategic Placemaking dan Creative Placemaking adalah jenis placemaking yang paling sering digunakan untuk menciptakan karakter edukasi di sekitar kampus. Konsep "Student Cities" dengan program "Universitas + Komunitas" muncul sebagai inisiatif perancangan yang berpotensi untuk diterapkan di sekitar lingkungan kampus, dengan tujuan menyebarkan gagasan edukasi dan membangun karakter edukasi. Untuk memastikan keberhasilan program dan upaya placemaking, penting untuk mencegah kawasan ini berkembang menjadi pusat inovasi yang terisolasi dan tidak memiliki pengaruh pada lingkungan sekitarnya.

The potential role of the campus as a center for cultural exchange and transformation lies in its ability to initiate a transformation of the surrounding environment. Gunadarma University has three campuses located on Jalan Akses UI Kelapa Dua – E, G, and H. But the street lacks any characteristics that reflect the campus dominance and environment. Nonetheless, the street's setting and situation have the power to shape unique urban characters, particularly those with an educational character. This research aims to identify how placemaking can be used to address issues and create an educational character in the campus surroundings, using five types of placemaking: Standard, Strategic, Creative, Tactical, and Green Placemaking. Using a qualitative case study approach, employing research-by-design and evidence-based design methodology, the research finds that Strategic and Creative Placemaking are the most commonly used types to establish an educational character around the campus. The concept of 'Student Cities' with a 'University + Community' program emerges as a potential initiative to be implemented, aiming to disseminate the idea of education and foster an educational character. However, it is crucial to prevent the development of this area as an isolated hub of innovation with no influence or inspiration on its surroundings."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Firman Haris
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1991
S41858
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Wasono Sukmo Wijoyo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S48025
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abimanyu
"All architecture is a structure of space by means of a goat or path. Ucapan yang dikutip oleh Christian Norberg-Schulz dari pernyataan Dagoburt Frey mengenai path dan place, menyiratkan betapa pentingnya fungsi dari path, atau ruang sirkulasi sebagai salah satu elemen arsitektur. Kevin Lynch juga mengatakan bahwa sebuah path harus memiliki identitas masing-masing, sebuah path harus memiliki "a time series", atau setting, sepanjang path tersebut. Dengan kata lain, perlu ada suatu kondisi "khusus" yang dapat menunjang setting dalam path tersebut.
Skripsi ini membahas mengenai salah satu wadah sirkulasi bagi manusia, yaitu selasar, dilihat dari potensinya sebagai sarana interaksi, apakah dilihat dari faktor lokasi, setting, atau pola perilaku pengguna selasar tersebut. Pembahasan studi dalam skripsi ini adalah dengan mengamati penggunaan selasar di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa beberapa fakultas di Universitas Indonesia, dengan mempergunakan prinsip Ittelson mengenai pemetaan perilaku. Pada akhirnya, dari semua uraian tersebut, akan didapatkan suatu masukan yang berharga bahwa suatu ruang sirkulasi, dalam ha! ini selasar, bila ruang tersebut memiliki suatu "kondisi tertentu", misalnya kedekatan dengan obyek akademis, memiliki potensi menjadi "sarana interaksi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S48239
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Hergiawan
"Perguruan Tinggi yang mengkhususkan untuk memberikan pelajaran mengenai ilmu seni termasuk perancangan (disain) di Indonesia belum terlalu banyak dari segi kuantitas. Hal ini memang disebabkan karena apresiasi masyarakat Indonesia terhadap seni masih belum antusias. Namun akhir-akhir ini gejala apresiasi masyarakat terhadap seni sudah mulai terlihat meningkat. Pertunjukkan Teater Koma selalu dipenuhi penonton, masyarakat sudah mulai bisa menilai film-film yang bagus dan layak ditonton hal ini berimbas kepada mulai hidup lagi kondisi perfilman Indonesia. Dan mereka berupaya menghasilkan film yang berkualitas yang mampu menarik perhatian masyarakat. Dunia musik merupakan bidang seni yang paling mudah meningkatkan apresiasi seni masyarakat Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari semakin maraknya penyanyi dan grup musik baru yang bermunculan dan banyak penjualan kaset mereka yang mencapai angka 500.000 copy. Mereka pun mulai melakukan konser musik karena mereka yakin banyak pengunjung yang akan datang. Seni lukis merupakan bidang seni yang mungkin masih tergolong paling sulit membangkitkan apresiasi masyarakat, masih belum banyak masyarakat menghadiri pameran lukisan karena mereka tidak mengerti maknanya. Begitu juga seni pahat.
Sementara ilmu perancangan atau disain justru sudah mulai bergairah, walaupun sempat diterpa badai krisis moneter. Arsitektur yang merupakan ilmu teknik yang mengandung unsur seni paling merasakan dampak krisis moneter tersebut. Namun apresiasi masyarakat untuk mempelajari arsitektur dan menghargai karya arsitektur sudah mulai membaik walaupun belum dalam taraf yang cukup apresiatif. Ilmu perancangan lainnya lebih mudah diterima masyarakat, disain produk adalah bidang ilmu yang paling mampu menjaring konsumen. Begitu pula disain grafis.
Perkembangan apresiasi masyarakat terhadap bidang seni dan perancangan ini harus ditunjang oleh pembekalan ilmu seni dan perancangan yang memadai dan mampu mengikuti perkembangan zaman bagi para pelakunya. Terutama menghadapi era globalisasi yang memberikan kebebasan persaingan dengan skala intemasional. Siapa yang tidak memiliki bekal yang cukup tidak akan mampu bersaing di tingkat persaingan tersebut. Pendidikan seni dan perancangan ditunutut mampu memberikan bekal yang menjadi dasar siap untuk dikembangkan ke dalam persaingan di tingkat profesional tersebut. Kebutuhan akan peningkatan kemampuan tersebut berhubungan dengan kebutuhan akan suatu lembaga pendidikan seni dan perancangan.
Keberadaan suatu Akademi Seni dan Disain menjadi suatu topik proyek yang diajukan berdasarkan dengan kondisi yang telah dijelaskan diatas. Sebelum mulai ke tahap perancangan, penulis mencoba mengamati dan menganalisis sistem pendidikan di Indonesia terutama yang berhubungan dengan ilmu seni dan perancangan."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T14773
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Sulthan Azizy Hardijanto
"Kenyamanan termal, kualitas udara dalam ruang, serta tingkat pencahayaan alami yang memengaruhi produktivitas penghuni bangunan dipengaruhi oleh isu lingkungan yaitu pemanasan global. Salah satu solusi yang relevan untuk mengurangi dampak tersebut adalah penerapan konsep bangunan hijau atau bangunan hemat energi. Konsep ini bertujuan untuk menurunkan konsumsi energi, meningkatkan efisiensi operasional bangunan, serta meminimalkan emisi karbon. Salah satu pendekatan dari bangunan hijau adalah Net Zero Energy Building (NZEB) yaitu bangunan yang secara tahunan menghasilkan energi dari sumber terbarukan setara dengan jumlah energi yang dibutuhkannya. Dalam penelitian ini, penulis dan tim mengikuti kompetisi Integrated Sustainable Building Design (ISBD) yang diselenggarakan oleh ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers) dengan merancang bangunan seni kampus. Fokus utama diarahkan pada dua aspek: Efisiensi dan Konservasi Energi dan Manajemen Lingkungan Bangunan. Perhitungan konsumsi energi tahunan dilakukan berdasarkan beban pencahayaan, peralatan, dan sistem HVAC. Hasilnya, Energy Use Intensity (EUI) awal sebesar 106,8 kWh/m²/tahun berhasil ditekan menjadi 77,6 kWh/m²/tahun melalui integrasi sistem panel surya yang mampu menghasilkan 680.766 kWh per tahun. Selain itu, rancangan sistem manajemen lingkungan bangunan berorientasi pada prinsip bangunan hijau melalui pemantauan kualitas udara, pengelolaan sampah, sistem komisioning, dan partisipasi penghuni. Selanjutnya melalui simulasi detail menggunakan EnergyPlus yang mempertimbangkan penerapan desain pasif, optimalisasi pencahayaan alami, penggunaan lampu LED dengan sensor otomatis, peralatan efisiensi tinggi, manajemen lingkungan bangunan yang baik serta sistem HVAC yang efisien, diperoleh penurunan konsumsi energi bangunan menjadi ±1.863.393 kWh/tahun atau EUI ±80,0 kWh/m²/tahun. Setelah dikurangi produksi energi PV yang sama, EUI aktual bangunan turun lebih lanjut menjadi ±50,7 kWh/m²/tahun

Thermal comfort, indoor air quality, and natural lighting levels which influence building occupants’ productivity are affected by environmental issues such as global warming. One relevant solution to mitigate these impacts is the application of green building or energy-efficient building concepts. This concept aims to reduce energy consumption, enhance operational efficiency, and minimize carbon emissions. One of the approaches within green building is the Net Zero Energy Building (NZEB), which refers to a building that annually produces energy from renewable sources equal to its total energy demand. In this study, the author and team participated in the Integrated Sustainable Building Design (ISBD) competition organized by ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers) by designing a university campus building. The primary focus was on two aspects: Energy Efficiency and Conservation, and Building Environment Management. Annual energy consumption calculations were based on lighting, equipment, and HVAC loads. As a result, the initial Energy Use Intensity (EUI) of 106.8 kWh/m²/year was successfully reduced to 77.6 kWh/m²/year through the integration of a solar panel system capable of generating 680,766 kWh annually. The design of the building environment management system was aligned with green building principles through air quality monitoring, waste management, commissioning systems, and occupant engagement. Furthermore, through detailed simulation using EnergyPlus taking into account passive design strategies, optimization of natural daylighting, utilization of LED lighting with automated sensors, high efficiency equipment, robust building environment management, and efficient HVAC system, the building’s total energy consumption was further reduced to ±1,863,393 kWh/year, yielding an EUI of ±80.0 kWh/m²/year. After accounting for the same PV energy production, the building’s net EUI decreased further to ±50.7 kWh/m²/year."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dober, Richard P.
New York: McGraw-Hill, 1996
R 378.1 Dob c
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Ojeda, Oscar Riera
Rockport: Rockport Publishers, 1997
R 727 OJE c
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Dober, Richard P.
New York: McGraw-Hill, 1996
727.3 DOB c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hong Kong: Design Media Publishing Limited, 2010
R 727.3 UNI
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>