Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Faura Alfi Farhah Putri
"Topik penelitian ini adalah teknik penerjemahan unsur budaya dan pergeseranpada hasil terjemahan judul resep masakan Indonesia ke dalam bahasa Jerman dalambuku Sajian dari Kedai Hamburg, Retnos indonesische K stlichkeiten karya RetnoGoemelar tahun 2015. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realita bahwa penerjemahanresep menjadi salah satu penerjemahan yang dibutuhkan. Masalah penelitiannya adalahbagaimana penerjemah menerjemahkan unsur budaya ke dalam hasil terjemahannya,teknik apa saja yang digunakan dalam menerjemahkan unsur budaya tersebut, danpergeseran apa yang terjadi pada hasil terjemahan. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah deskriptif analitis kualitatif.
Judul resep dalam bahasa Indonesiadan bahasa Jerman diuraikan komponen maknanya untuk mengetahui teknik dan jugapergeseran yang digunakan penerjemah. Pada hasil penelitian ditemukan bahwa dariempat data, tiga diantaranya menggunakan teknik Equivalent Term. Meskipun budayaIndonesia dan Jerman sangat berbeda, penerjemah tetap mencari padanan budaya atauistilah yang sepadan dalam menerjemahkan unsur budaya yang terkandung di dalamjudul resep. Disamping itu, teknik Addition digunakan untuk melengkapi makna yanghilang. Selain itu, dalam penelitian dibuktikan juga bahwa teknik Omissionmenyebabkan ketidaksepadanan hasil terjemahan. Meskipun menggunakan teknikEquivalent Term, pergeseran pada hasil terjemahan masih terjadi.

The theme of this study is the translations technique of cultural elements andtranslation shift in Indonesian Recipe's titles from Retno Goemelar's cookbook fromyear 2015 into German language. The cookbook's title is Sajian dari Kedai Hamburg Retnos indonesische K stlichkeiten. This Study was done with the reality about the needof recipe's translation as the background. The problems those this study discussed aboutare how were the cultural elements translated to, which technique did the translator useto translate those cultural elements, and what kind of translation shift happened in theresult. At the end, this study revealed the technique, that the translator used in everydata and also showed us the shift of the translation. Descriptive analytical qualitativemethod is the method that was used in this study.
The recipe's title in both language,Indonesian and German language, were broke down into semantic components toanalyze the technique and the shift. As the result, equivalent term is the most usedtechnique along with addition. Addition was used to fill in the missing component of thechosen translated word. Even though Indonesia and Germany has different culture especially foods , translator still tried to translate the cultural element in the recipe'stitle by searching for an equivalent term for it. Aside of it, this study also showed us thatthe use of omission technique lead to an inequivalent term. Although, the equivalentterm technique was used, there were still shift happened in the translation.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahjudi Pantja Sunjata
"Serta centhini mengandung berbagai aspek kehidupan masa lampau. Salah satunya adalah tentang kuliner tradisional Jawa yang telah ada sejak jaman dahulu. Kuliner tradisional yang terdapat dalam serat centhini dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain macam, lokasi dan penjamu. Sedangkan dilihat dari jenisnya dapat dikelompokkan menjadi makanan, nyamikan atau camilan dan minuman. Penceritaan kuliner Jawa dalam serat centhini meliputi daerah-daerah di Jawa mulai dari Bogor (Jawa Barat) hingga Banyuwangi (Jawa Timur). Macam-macam kuliner Jawa yang terdapat dalam serat centhini adalah aneka tumpeng, aneka sayur, aneka lauk pauk, aneka minuman, aneka buah-buahan dan aneka jajanan atau kue. Dilihat dari tempat atau lokasi kuliner, terdapat banyak tempat pengisahan, antara lain Bogor, Sokyasa, Majarata, Prambanan, Magelang, Banyumas, Banyubiru, Tembayat, Matesih, Megetan, Besuki, Banyuwangi, Jember dan Mojokerto. Dilihat dari waktu, kuliner dalam serat centhini disajikan pada waktu pagi, siang dan malam dengan situasi jamuan, pesta maupun upacara ritual. Dilihat dari fungsinya, kuliner dari serat centhini berfungsi sebagai sosial (jamuan), ekonomi ( dagangan yang dijual) dan ritual (perlengkapan upacara ritual). Berbagai macam kuliner yang terdapat dalam serat centhini sampai sekarang masih banyak yang bertahan namun juga sudah banyak yang berkurang atau sulit dijumpai. Beberapa makanan yang sampai sekarang berkembang dan menjadi identitas daerah antara lain gudheg (Yogyakarta), srabi (Solo/Surakarta), nasi liwet (Solo/Surakarta) dan Manco (Purbalingga)."
Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya, 2014
641.595 98 WAH k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library